Wednesday, April 11, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Kejadian Hebat dan Penting : Peristiwa beralih qiblat menjadi Fitnah besar

Fat1hah.gif




Sebagaimana di muka telah diriwayatkan, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam sejak hijrah ke Madinah apabila mengerjakan shalat menghadap ke arah Baitul Maqdis, sampai kurang lebih 16 bulan lamanya. Sesudah itu, barulah Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam mendapat perintah supaya menghadap ke arah Baitul Haram (Ka'bah).


Sekedar untuk menambah riwayat yang tersebut itu, agar supaya jelas, baiklah disini kami kutipkan uraian dan penjelasan para ulama ahli tarikh dan ahli tafsir tentang riwayat perpindahan atau perpalingan qiblat shalat yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam dari Baitul Maqdis ke Baitul Haram itu, yang dikala itu menimbulkan atau menjadi fitnah besar bagi kaum ahli kitab, kaum Munafiqin dan kaum Musyrikin.


Menurut riwayat, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam sewaktu ada di Mekah, apabila mengerjakan shalat beliau menghadap ke Ka'bah; dan sewaktu beliau telah hijrah ke Madinah pada mulanya diperintahkan supaya menghadap ke Baitul Maqdis, karena untuk menjadi petunjuk kepada kaum Yahudi di Madinah yang mengerjakan shalat menghadap kesana.


Sepanjang riwayat, bahwa sebelum Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam beralih qiblat ke Baitul Maqdis, pada mula-mulanya beliau di Madinah ada suatu peristiwa yang riwayatnya sebagai berikut :


Nabi selalu di bujuk dan di tarik-tarik oleh segolongan kaum Yahudi supaya suka berpindah ke kota Baital Maqdis (Palestina) saja, dengan alasan, bahwa kota itu adalah suatu tanah suci yang telah disediakan oleh ALLAH bagi tempat kediaman para Rasul-Nya. Mereka berkata :''Maka jika engkau itu benar-benar seorang Rasul Tuhan, wahai Muhammad, hendaklah engkau berdiam di tanah suci itu, menurut jejak para Rasul Tuhan yang terdahulu daripada engkau.''


Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam dikala itu hanya menghadapkan muka apabila mengerjakan shalat ke arah Baitul Maqdis dengan seidzin ALLAH, tipu daya dan bujukan kaum Yahudi kepada Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam tidaklah berhenti dan putusnya; tetapi apa yang telah di lakukan oleh beliau, sebagai jawaban atas bujukan mereka dikala itu? Jangankan akan berpindah dan berdiam di kota Baitul Maqdis, sedangkan menghadapkan muka saja kesana sewaktu mengerjakan shalat, tidak lagi dikerjakan. Karena beliau telah diperintahkan oleh ALLAH supaya memindahkan qiblatnya dari arah Baitul Maqdis ke arah Baitul Haram.


Dengan riwayat singkat seperti yang tersebut itu jelas, bahwa perpalingan qiblat shalat itu terjadi dua kali, yang selanjutnya beliau tetap menghadap ke arah Baitul Haram (Ka'bah) di Mekah; dan beliau menghadap ke arah Baitul Maqdis, hanya selama 16 bulan.


Berhubungan dengan itu, maka sudah barang tentu peristiwa perpalingan dan beralih qiblat shalat itu menimbulkan atau membawa fitnah yang amat besar, sebagaimana telah diuraikan di muka. Kaum Yahudi mencacimaki beliau, kaum Musyrikin memperolok-olokkan beliau dan kaum Munafiqin terus mencela beliau. Dan lebih dari pada itu, mereka mengganggu pula kepada kaum Muslimin, agar kaum Muslimin timbul keragu-raguan terhadap kebenaran Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam.


Demikianlah, maka di antara ayat yang diturunkan oleh ALLAH di kala itu ada yang berarti :''Dan tidak KAMI menjadikan qiblat yang telah ada engkau menghadap kepadanya itu melainkan supaya KAMI mengetahui akan orang yang mengikut Rasul daripada orang yang berbalik di atas kedua tumitnya.''


Maksudnya : terjadi peralihan qiblat dari arah Baital Maqdis ke arah Baital Haram yang ditetapkan oleh ALLAH kepada Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam tidak lain melainkan supaya dapat diketahui dengan nyata oleh Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam dan oleh orang ramai juga, siapa yang masih tetap mengikut Nabi, masih penuh kepercayaannya kepada beliau, dan siapa yang telah bergoncang dan bergoyang kepercayaannya kepada beliau, lalu surut dan mundur menjadi kafir lagi.


Maka kelanjutan ayat itu dengan tegas oleh ALLAH dinyatakan :Dan sesungguhnya adalah peralihan qiblat itu sangat berat, kecuali atas orang-orang yang ditunjuki oleh ALLAH.''


Maksudnya : Orang-orang yang tidak merasa berat mengikut beralih qiblat sebagai yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam itu, ialah mereka yang telah diberi petunjuk dan pimpinan oleh ALLAH, dengan iman yang kokoh kuat kepada Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam.


INFORMASI UNTUK SAHABAT MWB


Jam Terbit Post Baru : 06:00-08:00 WIB


Kunjungan Balasan : 20:00 s/d 24:00 WIB


Berkomentarlah Yang Baik, Tunjukkan Apresiasi Anda kepada sejarah Islam niscaya anda akan cinta pada ALLAH, Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam dan Para Mukmin dan Umat Muslimin.


Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia bersumber dari :

alquran_indonesia.png


Jika Anda Sebarkan Content ini di Facebook, Twitter, forum maupun Blog, Insya ALLAH amal jariah untuk Anda.


Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Tuesday, April 10, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Asal mula perintah pindah qiblat shalat

Fat1hah.gif




Menurut Riwayat, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam jika mengerjakan shalat sejak hijrah ke Madinah, adalah menghadapkan muka ke Baitul Maqdis, sampai lebih kurang 16 bulan lamanya.


Pada selama itu Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam seringkali mengharap dan berkenang-kenangan, mudah-mudahan saja TUHAN menyuruh supaya kita menghadap kembali ke Baitullah (Ka'bah). Kemudian pada suatu waktu, Nabi berkata kepada Malaikat Jibril :''Saya selalu memohon kepada ALLAH, mudah-mudahan saja ALLAH memalingkan muka saya dari kiblat kaum Yahudi.''. Ketika itu Jibril berkata :''Ya Rasulullah, sebaiknya engkau terus memohon saja kepada ALLAH !''


Selanjutnya Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam bila mengerjakan shalat kerapkali menghadapkan muka ke atas langit, sambil memohon kepada ALLAH. Mudah-mudahan saja ALLAH dengan segera memindahkan qiblat shalat bagi Nabi dan kaum Muslimin daripada qiblat kaum Yahudi. Oleh sebab itu pada suatu waktu, Nabi tengah mengerjakan shalat dan sedang ruku' , tiba-tiba ALLAH menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam yang bunyinya demikian :


a144.png


sp1.gifDengarkan


''qad nar aa taqalluba wajhika fii al ssam aa -i falanuwalliyannaka qiblatan tar daa h aa fawalli wajhaka sya th ra a lmasjidi a l h ar aa mi wa h aytsu m aa kuntum fawalluu wujuuhakum sya th rahu wa-inna al la dz iina uutuu a lkit aa ba laya'lamuuna annahu a l h aqqu min rabbihim wam aa al l aa hu bigh aa filin 'amm aa ya'maluun a.''


144. Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit [96], maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.


Keterangan ayat :

[96] Maksudnya ialah Nabi Muhammad SAW sering melihat ke langit mendo'a dan menunggu-nunggu turunnya wahyu yang memerintahkan beliau menghadap ke Baitullah.


Menurut riwayat yang masyhur ketika itu Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam tengah mengerjakan shalat Ashar bersama sahabat-sahabatnya. Dan seketika itu juga Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam memalingkan mukanya ke Baitullah. Bersama sahabat-sahabat yang ma'mum ketika itupun, lalu ikut apa yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam.


Kemudian setelah kejadian perubahan qiblat dalam mengerjakan shalat bagi Nabi dan kaum pengikutnya, maka timbullah rupa-rupa ejekan dan cercaan dari kaum Yahudi di Madinah, kaum munafiqin dan kaum Musyrikin di Mekah. Ejekan-ejekan tersebut diantaranya demikian :


Sebagian daripada pendeta-pendeta kaum Yahudi datang kepada Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam seraya berkata :''Ya Muhammad, mengapa engkau sekarang pindah qiblat yang telah hadapi, padahal engkau itu katanya seorang Nabi yang mengikut agama Nabi Ibrahim ? Tetapi sekarang terbukti menyalahi qiblat Nabi Ibrahim dan Nabi-nabi dari Bani Israil dahulu, maka dari itu cobalah engkau kembali menghadap ke Baitul Maqdis, nanti kita akan mengikut dan membenarkan seruanmu.''


Kaum Musyrikin di Mekah setelah menerima kabar adanya perubahan qiblat tadi, lalu mereka berkata kepada sebagiannya :''Muhammad itu memang selamanya tidak mempunyai pendirian yang tetap. Dahulu sejak dia masih di Mekah jika mengerjakan shalat menghadapkan mukanya ke Ka'bah maka sesudah pindah ke Madinah jika mengerjakan shalat menghadapakan mukanya ke kiblat orang Yahudi. Sekarang ada kabar lagi, jika mengerjakan shalat menghadapkan mukanya ke Ka'bah; nanti barangkali pada lain waktu kembali lagi menghadap ke qiblat kaum Yahudi. Mengapa orang tak berpendirian tetap dan tak bertujuan yang pasti diikuti orang. Maka jika begitu, jelas dan teranglah orang-orang yang mengikut kepadanya itu orang-orang bodoh. Hem, amat goblok orang yang mengikut kepadanya itu.''


Ejekan kaum Yahudi, kaum Musyrikin dan kaum Munafiqin yang seperti itu, sesungguhnya memang suatu fitnah dari mereka kepada kaum Muslimin, sengaja hendak menghina kepada Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam. Oleh sebab itu, pada ketika itu ALLAH lalu menurunkan wahyu kepada Nabi yang bunyinya :


a142.png


sp1.gifDengarkan


''sayaquulu al ssufah aa u mina al nn aa si m aa wall aa hum 'an qiblatihimu al latii k aa nuu 'alayh aa qul lill aa hi a lmasyriqu wa a lmaghribu yahdii man yasy aa u il aa sh ir aath in mustaqiim in.''


142. Orang-orang yang kurang akalnya [93] diantara manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah:"Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberei petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus [94]".


Keterangan ayat :

[93] Maksudnya: ialah orang-orang yang kurang pikirannya sehingga tidak dapat memahami maksud pemindahan kiblat.

[94] Di waktu Nabi Muhammad SAW berada di Mekah di tengah-tengah kaum musyirikin beliau berkiblat ke Baitul Maqdis. Tetapi setelah 16 atau 17 bulan Nabi berada di Madinah ditengah-tengah orang Yahudi dan Nasrani beliau disuruh oleh Tuhan untuk mengambil Ka'bah menjadi kiblat, terutama sekali untuk memberi pengertian bahwa dalam ibadat shalat itu bukanlah arah Baitul Maqdis dan Ka'bah itu menjadi tujuan, tetapi menghadapkan diri kepada Tuhan. Untuk persatuan umatIslam, Allah menjadikan Ka'bah sebagai kiblat.


a143.png


sp1.gifDengarkan


''waka dzaa lika ja'aln aa kum ummatan wasa th an litakuunuu syuhad aa -a 'al aa al nn aa si wayakuuna al rrasuulu 'alaykum syahiidan wam aa ja'aln aa a lqiblata al latii kunta 'alayh aa ill aa lina'lama man yattabi'u al rrasuula mimman yanqalibu 'al aa 'aqibayhi wa-in k aa nat lakabiiratan ill aa 'al aa al la dz iina had aa al l aa hu.''


143. Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan [95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah.

Keterangan ayat :

[95] Umat Islam dijadikan umat yang adil dan pilihan, karena mereka akan menjadi saksi atas perbuatan orangyang menyimpang dari kebenaran baik di dunia maupun di akhirat.


Kemudian dari pada itu, pada suatu waktu Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam dapat pertanyaan dari sahabat-sahabatnya :''Ya Rasulullah bagaimana hukum mereka (sahabat-sahabat) yang telah wafat lebih dahulu sebelum terjadu pindah qiblat ini? Apakah amal mereka yang sudah-sudah diterima oleh ALLAH.?''


Pada waktu itu Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam tidak memberi jawaban atas pertanyaan mereka tadi; dan seketika itu juga ALLAH menurunkan wahyu kepada Nabi yang bunyinya :


''wam aa k aa na al l aa hu liyu dh ii'a iim aa nakum inna al l aa ha bi al nn aa si larauufun ra h iim un.''


''Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.''


Demikianlah singkatnya riwayat pindah qiblat pada zaman itu; dan keterangan yang lebih panjang adalah sebagaiman tersebut dalam kitab-kitab hadits dan kitab-kitab tafsir yang besar.


INFORMASI UNTUK SAHABAT MWB
Jam Terbit Post Baru : 06:00-08:00 WIB
Kunjungan Balasan : 20:00 s/d 24:00 WIB
Berkomentarlah Yang Baik, Tunjukkan Apresiasi Anda kepada sejarah Islam niscaya anda akan cinta pada ALLAH, Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam dan Para Mukmin dan Umat Muslimin.


Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia bersumber dari :

alquran_indonesia.png


Baca juga riwayat post sebelumnya :

<<==Kejadian Hebat dan Penting : Sahabat Sa'ad bin Waqqash dan'Utbah bin Ghazwan pulang ke Madinah


Jika Anda Sebarkan Content ini di Facebook, Twitter, forum maupun Blog, Insya ALLAH amal jariah untuk Anda.


Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Monday, April 9, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Kejadian Hebat dan Penting : Sahabat Sa'ad bin Waqqash dan 'Utbah bin Ghazwan pulang ke Madinah

Fat1hah.gif




Di post sebelumnya telah kami riwayatkan, bahwa Sa'ad bin Abi Waqqash dan sahabat 'Utbah bin Ghazwan ikut pasukan tentara Abdullah bin Jahsy telah sesat jalannya, sehingga tidak bertemu lagi pada kawan-kawannya. Dan ketika pasukan tentara tadi sampai di Madinah pun, mereka belum kembali ke Madinah.


Kemudian setelah ada kejadian-kejadian sebagai tersebut di atas, maka Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam kedatangan seorang utusan kaum Quraisy dari Mekah yang diutus supaya menebus kedua orang Quraisy dari Mekah tadi. Oleh Nabi permintaan itu ditolaknya, kecuali jika kedua sahabat yang hilang karena sesat jalannya tadi telah pulang ke Madinah. Karena Nabi kuatir, kalau kedua orang sahabt yang tercinta itu mati terbunuh atau tertawan oleh kaum Musyrikin Quraisy.


Kemudian selang beberapa hari, datanglah sahabat Sa'ad dan sahabat 'Utbah pulang kembali ke Madinah dengan selamat. Maka dari itu barulah permintaan dan tebusan kaum Musryikin Quraisy tadi diterima oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.


Dan kendatipun begitu, seorang dari kedua tawanan tadi yang bernama Hakam bin Kaisan dengan ikhlas tidak suka ditebus, dan lebih suka mengikut seruan Nabi (Islam); adapun yang satu yang bernama Utsman bin Abdullah lalu ikut kembali pulang ke Mekah.


Dan selanjutnya Hakam bin Kaisan menjadi seorang yang mukmin, dan Utsman bin Abdullah menjadi seorang yang kufur kepada ALLAH. Jadi, dalam riwayat Islam, kedua orang tadi adalah orang yang pertama kali tertawan oleh kaum Muslimin dan 'Amr Al-Hadlramy adalah orang yang pertama kali terbunuh oleh kaum Muslimin juga; dan rampasan tadi adalah rampasan yang pertama kali didapat oleh kaum Muslimin.


Kemudian dari pada itu, kaum Muslimin pada saat itu banyak yang meminta kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam supaya mengadakan perang dengan mereka yang akan memerangi kaum Muslimin, mereka meminta begitu itu sengaja hendak bersungguh-sungguh membela agama ALLAH dan mengharap pahalaNya. Oleh sebab itu ketika itu ALLAH menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang bunyinya :


a218.png


sp1.gifDengarkan


''inna al la dz iina aa manuu wa a lla dz iina h aa jaruu waj aa haduu fii sabiili al l aa hi ul aa -ika yarjuuna ra h mata al l aa hi wa al l aa hu ghafuurun ra h iim un''


218. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 218


INFORMASI UNTUK SAHABAT Blogger
Jam Terbit Post Baru : 06:00-08:00 WIB
Kunjungan Balasan : 20:00 s/d 24:00 WIB
Berkomentarlah Yang Baik, Tunjukkan Apresiasi Anda kepada sejarah Islam niscaya anda akan cinta pada ALLAH, Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam dan Para Mukmin dan Umat Muslimin. Ibaratkan anda adalah bagian dari Islam dahulu dan masa depan Islam. Belajarlah mencintai Sunatullah di dalamnya.


Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia bersumber dari :

alquran_indonesia.png


Baca Juga Kisah sebelumnya :

<<==Kejadian Hebat dan Penting : Pasukan Tentara Islam yang dipimpin oleh Abdullah bin Jahsy, Tawanan dan Rampasan yang pertama kali, Wahyu ALLAH yang diturunkan


Jika Anda Sebarkan Content ini di Facebook, Twitter, forum maupun Blog, Insya ALLAH amal jariah untuk Anda.


Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Sunday, April 8, 2012

Kejadian Hebat dan Penting : Pasukan Tentara Islam yang dipimpin oleh Abdullah bin Jahsy, Tawanan dan Rampasan yang pertama kali, Wahyu ALLAH yang diturunkan

Fat1hah.gif





perangbadar1.jpg


Pada bulan Rajab tahun kedua Hijrah, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memberangkatkan tentaranya sebanyak 8 orang dan dikepalai oleh Abdullah bin Jahsy; adapun B orang tadi terdiri dari jago-jago pemuda sahabat Muhajirin, yang nama-namanya sebagai berikut :


1. Sa'ad bin Abi Waqqash,

2. 'Akasyah bin 'Utbah,

3. 'Utbah bin Ghazwan,

4. Abu Hudzaifah bin 'Utbah,

5. Suhail bin Baidla' ,

6. Amir bin Rabi'ah,

7. Waqid bin 'Abdillah,

8. Khalid bin Bukair dan Abdullah bin Jahsy sebagai kepala mereka.


Tiap-tiap orang diantara mereka, berkendaraan unta, sebelum mereka berangkat dari Madinah, ketika itu oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pimpinan mereka (Abdullah) diberi sepucuk surat tertutup, dan surat itu tidak diperkenankan dibuka oleh Abdullah, kecuali jika perjalanan mereka sudah dua hari dua malam. Kemudian setelah perjalanan 'Abdullah dan tentaranya sudah berjalan dua hari barulah surat tadi dibuka oleh 'Abdullah, yang di dalamnya berisi petunjuk yang berarti :''Bahwa apabila kamu telah melihat suratku ini, maka hendaklah engkau terus berjalan sehingga engkau sampai didesa Nakhlah, yang desa itu letaknya diantara Mekah dan Thaif, disana turunlah engkau, lalu selidikilah keadaan kaum Quraisy. Kemudian sesudah engkau mendapat kabar mereka, maka segeralah engkau mengkabarkan kepada kita.''


Surat tersebut setelah dibuka dan dibaca oleh 'Abdullah bin Jahsy, lalu ia berkata kepada kawan-kawannya yang menjadi tentaranya: ''Sungguh Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah memerintahkan kepadaku supaya menyelidiki kaum Quraisy dan mencari kabar tentang yang diperbuat oleh mereka. Juga Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mencegah kepadaku, janganlah kita memaksa seseorang diantara kamu semua. Maka dari itu barangsiapa diantara kamu hendak mencari mati mati syahid dan cinta padanya, marilah kita berangkat bersama-sama, dan barangsiapa tidak cinta kepada yang sedemikian itu, maka pulanglah !Adapun aku terus berjalan mengikut perintah Rasulullah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.''


Ketika itu kawan-kawannya semua ikut meneruskan perjalanan (menurut apa yang diperintahkan oleh Rasulullah). Seorangpun tidak ada yang kembali (pulang). Tiba-tiba setelah masing-masing meneruskan perjalanan dan setelah keluar dari batas desa Naklah, tersesatlah perjalanan unta yang dikendarai oleh Sa'ad bin Abi Waqqash dan Utbah bin Ghazwan dari jalan yang sebenarnya. Karena kedua-duanya mengendarai seekor unta, maka dari itu mereka lalu terbelakang daripada perjalanan teman-temannya.


'Abdullah bin Jahsy melanjutkan perjalanan bersama kawan-kawannya sehingga sampai didesa Naklah; dan disanalah mereka dapat bertemu dengan seperangkatan unta kaum Quraisy yang membawa perdagangan sedang berjalan dan dipimpin oleh 'Amr Al-Hadhramiy.



Ketika itu barisan 'Abdullah bin Jahsy yang begitu kecil tadi setelah mendapati angkatan perdagangan keum Quraisy tersebut, maka dengan diam-diam lalu bermusyawarat, dan akhir musyawarat mereka semufakat hendak menyerang angkatan unta tadi dan merampas segala apa yang sedang dibawanya. Oleh sebab itu pertempuran lalu terjadi, dan akhirnya 'Amr bin -Hadhramiy (kepala angkatan Quraisy) dapat terbunuh oleh panah Waqid bin 'Abdullah Asy-Syamsy. Kemudian kawan-kawannya 'Amr bin bin Hadhramiy membela, yang diantaranya ialah 'Utsman bin 'Abdullah, Hakam bin Kaisan dan Naufal bin Abdullah; tetapi pembelaan dan perlawanan mereka masing-masing dapat dikalahkan oleh pasukan kaum Muslimin tadi, dan akhirnya mereka dapat tertawan dan barang dagangan yang dibawanya semuanya dirampas oleh pasukan tentara 'Abdullah bin Jahsy.


Kejadian itu kebetulan pada akhir bulan Rajab tahun kedua Hijrah. Selanjutnya ketiga orang Quraisy yang tertawan tadi, yang satu dapat meloloskan diri, ialah Abdullah bin Naufal, jadi 2 orang tertawan. Inilah rampasan dan tawanan yang pertama sekali didapat oleh kaum Muslimin.


Kaum Musyrikin Quraisy di Mekah, setelah menerima kabar terjadinya perampasan yang dilakukan oleh kaum Muslimin, maka dengan segera mereka mengirim pasukan tentara mereka kedesa tersebut, untuk mengejar pasukan tentara Muslimin yang kecil tadi; tetapi setelah tentara Quraisy sampai didesa tersebut, tentara Muslimin telah kembali ke Madinah.


Pasukan tentara Abdullah bin Jahsy kembali ke Madinah dengan membawa dua orang tawanan dan rampasan unta yang membawa perdagangan dan barang-barang dagangan. Ketika itu tersiarlah kabar kepada penduduk di Mekah dan Madinah, dan tempat-tempat disekeliling dua negeri tersebut, bahwa pengikut Muhammad (kaum Muslimin) telah merampas perdagangan kaum Quraisy pada bulan haram (suatu bulan yang dimuliakan oleh sekalian penduduk di kedua kota tersebut). Oleh sebab itu kaum Quraisy di Mekah dan kaum Yahudi di Madinah waktu itu sangat mencela dan mercerca perbuatan perbuatan kaum Muslimin yang seperti tadi. Karena pada saat itu telah ada undang-undang bagi seumumnya bangsa Arab, istimewa pula bagi kaum Arab Quraisy, bahwa pada bulan haram (Rajab, Dzul-qaidah, Dzulhijah dan Muharram), tidak diijinkan bagi bangsa Arab seumummnya berbuat pertumpahan darah, terutama berperang, oleh sebab itu kaum Musyrikin Quraisy dan kaum Yahudi ketika itu sangat keras dan tajamlah mencela perbuatan yang keluar dari undang-undang tadi, dan mereka menyiarkan pula kemana-mana, bahwa Muhammad dan kaum pengikutnya membolehkan akan perbuatan penumpahan darah pada bulan haram, dan merampas serta menawan pada bulan itu.


Mereka tidak mengerti, bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak menyuruh berbuat yang sedemikian itu; bahkan ketika 'Abdullah bin Jahsy bersama kawan-kawannya menghadap Nabi seraya membawa barang rampasan dan dua orang tawanan, maka Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :


''Maa amartukum biqitaali fii syahril jahram.''

''Saya tidak menyuruh kamu sekalian berperang didalam bulan haram (bulan yang terhormat)


Dalam waktu itu mereka menyesal akan yang telah di perbuatnya, karena perbuatannya tidak mengikut perintah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan ketika itupun Nabi tiak sudi menerima tawanan dan rampasan tadi.



Oleh sebab adanya kejadian yang seperti diatas tadi, maka ketika itu ALLAH menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang bunyinya :


a217.png


sp1.gifDengarkan


''yas-aluunaka 'ani al sysyahri a l h ar aa mi qit aa lin fiihi qul qit aa lun fiihi kabiirun wa sh addun 'an sabiili al l aa hi wakufrun bihi wa a lmasjidi a l h ar aa mi wa-ikhr aa ju ahlihi minhu akbaru 'inda al l aa hi wa a lfitnatu akbaru mina a lqatli wal aa yaz aa luuna yuq aa tiluunakum h att aa yarudduukum 'an diinikum ini ista th aa 'uu waman yartadid minkum 'an diinihi fayamut wahuwa k aa firun faul aa -ika h abi th at a'm aa luhum fii al dduny aa wa a l- aa khirati waul aa -ika a sh - haa bu al nn aa ri hum fiih aa kh aa liduun a.''


217. Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) darijalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah [134]. Dan berbuat fitnah [135] lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dariagamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, danmereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.


Keterangan Ayat :

[134] Jika kita ikuti pendapat Ar Razy, maka terjemah ayat di atas sebagai berikut: Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar, dan (adalah berarti) menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah dan (menghalangi manusia dari) Masjidilharam. Tetapi mengusir penduduknya dari Masjidilharam (Mekah) lebih besar lagi (dosanya) di sisi Allah." PendapatAr Razy ini mungkin berdasarkan pertimbangan, bahwa mengusir Nabi dan sahabat-sahabatnya dari Masjidilharam sama dengan menumpas agama Islam.

[135] Fitnah di sini berarti penganiayaan dan segala perbuatan yang dimaksudkan untuk menindas Islam dan Muslimin


Ayat ini berarti, bahwa berbuat mulai perang di bulan haram itu terlarang; tetapi kaum Musyrikin di Mekah telah berbuat terhadap kaum Muslimin yang lebih besar daripada itu, yakni :

Mereka suka merintangi orang-orang banyak dari jalan (agama) ALLAH. Kaum Muslimin sudah tidak sedikit yang merasakan aniaya, disiksa daripada mereka itu. Mereka kufur pada ALLAH. Mereka melarang kaum Muslimin yang hendak mengerjakan ibadah haji di Mekah. Mereka mengusir kaum Muslimin dari Mekah


Dari sebab itu perbuatan-perbuatan yang semacam itu lebih besar dosanya, maka tidak berkesalahn sedikitpun bagi kaum Muslimin jikalau menyerang mereka, atau berani memerangi mereka itu pada bulan haram, karena fitnah-fitnah atau gangguan-gangguan mereka kepada kaum Muslimin lebih berbahaya dan lebih besar dosanya dari pada pembunuhan atau peperangan. Dan jika mereka tidak diperbuat diperangi dan dibunuh, sudah tentu mereka terus menerus hendak memerangi kaum Muslimin, agar supaya kaum Muslimin membalik dan berpaling dari pada agamanya (Al-Islam) dan mengikut agama mereka.


Diriwayatkan, bahwa setelah wahyu ALLAH yang tersebut itu diturunkan dan disiarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam; maka giranglah kaum Muslimin, terutama mereka yang membawa tawanan tadi, diterima dengan baik oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.


Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia bersumber dari :

alquran_indonesia.png


Baca Juga Kisah sebelumnya :

<<==Kejadian Hebat dan Penting : Perang Buwath, Perang 'Usyairah, Perang Badar yang pertama kali


Jika Anda Sebarkan Content ini di Facebook, Twitter, forum maupun Blog, Insya ALLAH amal jariah untuk Anda.


Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Saturday, April 7, 2012

Kejadian Hebat dan Penting : Perang Buwath, Perang 'Usyairah, Perang Badar yang pertama kali.

Fat1hah.gif






perangbadar1.jpg


Sekembalinya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ke Madinah, maka tidak berapa lama, Nabi menerima kabar, bahwa seperangkatan unta yang membawa perdagangan kaum Musyrikin Quraisy dari negeri Syam sebanyak 1500 unta dan seratus orang lelaki yang dikepalai oleh Umayyah bin Khalaf hendak kembali ke Mekkah. Oleh sebab itu lalu dengan segera Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersiap berangkat menuju desa Buwath.


Desa Buwath itu nama suatu gunung yang letaknya dari Madinah kira-kira perjalanan 5 pos (dekat pelabuhan Jambu'). Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berangkat dengan diiringkan oleh pasukan tentara Muslimin terdiri dari sahabat-sahabat Muhajirin sebanyak 200 orang dengan berbendera putih di bawa oleh Sa'ad Abi Waqqash Radi-Allahu anhu. Ketika itu pimpinan kaum Muslimin di Madinah di serahkan kepada sahabat Sa'ad bin 'Utsman bin Madl'un Radi-Allahu anhu.


Berangkatnya Rasulullah di bulan Rabi'ul Awwal tahun kedua dari Hijrah. Maka setelah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sampai di tempat yang di tuju, ternyata seperangkatan unta kaum Musyrikin Quraisy yang hendak ditegur dan ditolak serangannya sudah berlalu dari Buwath, maka dari itu pertempuran tidak terjadi, dan Nabi bersama tentara Islam lalu pulang (kembali)) ke Madinah dengan selamat.




perangbadar2.jpg


Menurut riwayat, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sekembalinya di Madinah maka tidak berselang beberapa lama, terdengarlah kabar oleh Nabi, bahwa kaum Quraisy hendak mengadakan angkatan perdagangannya lagi ke negeri Syam, angkatan tersebut sebanyak 1000 unta, yang membawa perdagangan seharga 50.000 dinar, dan orang-orang yang mengiringinya lebih dari 30 orang dan dikepalai oleh seorang ketua Quraisy yang tidak asing lagi namanya bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan kaum Muhajirin, ialah Abu Sufyan bin Harb.


Maka setelah mendengar kabar ini, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam lalu beliau bersiap mengatur pasukan tentara kaum Muslimin sebanyak 150 orang, kemudian pada hari permulaan bulan Jumadil 'Ula tahun kedua Hijrah, berangkatlah Nabi dengan diiringkan oleh tentaranya yang terdiri dari sahabat-sahabat Muhajirin dengan berbendera putih dan di bawa oleh sahabat Hamzah Radi-Allahu anhu.


Pimpinan kaum Muslimin di Madinah ketika itu diserahkan kepada Abu Salamah bin 'Abdul Asad. Beliau berangkat menuju ke suatu desa yang bernama 'Usyairah. Nama 'Usyairah ini asal mulanya nama suatu jurang didekat Yanbu', dimana sengaja hendak menegur dan menolak gangguan kaum Quraisy, kalau-kalau mereka itu mengganggu kaum Muslimin di Madinah. Tetapi setelah kaum Muslimin sampai ditempat tersebut seperangkatan unta kaum Quraisy telah berlalu. Maka dari itu tentu saja ketika itu tidak terjadi pertempuran. Dan waktu itu Nabi, lalu mengadakan perjanjian perdamaian dengan kabilah Bani Mudlij, yang ketika itu mereka sedang di bawah pengaruh Banu Dhamrah, padahal Banu Dhamrah telah mengadakan perdamaian dengan dengan Nabi, sebagaimana riwayatnya telah kami riwayatkan di pos sebelumnya (dalam judul Perang Waddan). Dan perjanjian Nabi dengan Banu Mudlij, adalah sepertu perjanjian beliau dengan Banu Dhamrah juga. Kemudian Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersama kaum Muslimin lalu kembali (pulang) ke Madinah dengan selamat.




perangbadar.jpg


Diriwayatkan, bahwa sekembali Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan kaum Muslimin dari 'Usyairah tersebut, maka selang beberapa hari Nabi menerima kabar, bahwa disuatu desa yang bernama Badar, ada seorang bernama Kurz bin Jabir Al-Fihry merusak tanaman dan merampas buah-buahan kepunyaan penduduk di Madinah; maka dari itu Nabi dengan segera lalu berangkat bersama kaum Muslimin (yang jumlahnya di dalam kitab-kitab Tarikh yang telah kami ketahui tidak di sebutkan).


Beliau berangkat dengan berbendera putih dan di bawa oleh sahabat 'Ali bin Abi Thalib Radi-Allahu anhu, dan pimpinan kaum Muslimin di Madinah diserahkan kepada sahabat Zaid bin Haritsah. Keberangkatan Nabi ini hendak sengaja mengejar perampas dan perusak tadi, tetapi setelah Nabi sampai di badr, perampas dan perusak tadi telah meloloskan diri, oleh sebab itu pertempuran itu tidak terjadi.


Nama Badr ini adalah suatu nama tempat mata air yang letaknya di antara Mekah dan Madinah, tetapi lebih dekat dari Madinah; dan perang ini dalam kitab tarikh disebutkan perang Badr al-ula dan disebutkan pula Perang Safwan ini adalah nama suatu jurang didekat Badr. Kemudian Nabi bersama pengiringnya lalu kembali ke Madinah dengan selamat.


Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia bersumber dari :

alquran_indonesia.png


Baca Juga Kisah sebelumnya :

<<==Kejadian Hebat dan Penting : Pasukan Tentara Islam yang dikepalai oleh Hmzah, Pasukan tentara Islam yang dikepalai oleh'Ubaidah, Perang Waddan


Jika Anda Sebarkan Content ini di Facebook, Twitter, forum maupun Blog, Insya ALLAH amal jariah untuk Anda.


Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Friday, April 6, 2012

Kejadian Hebat dan Penting : Pasukan Tentara Islam yang dikepalai oleh Hamzah, Pasukan tentara Islam yang dikepalai oleh 'Ubaidah, Perang Waddan

Fat1hah.gif




perangbadar1.jpg


Menurut riwayat, bahwa pasukan tentara Islam yang pertama kali di angkat oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam guna menolak akan serangan kaum Musyrikin Quraisy, ialah tentara Islam yang dikepalai oleh Hamzah bin 'Abdul Muthalib Radi-Allahu anhu yang terdiri dari pada kaum Muhajirin sebanyak 30 orang, berbendera putih dan yang membawa benderanya ialah sahabat Abu Martsad Radi-Allahu anhu. Hamzah berangkat dengan diiringi oleh tentara Islam yang tak seberapa jumlahnya tadi menuju ke suatu tempat yang bernama 'Ish dekat tepi lautan yang dipergunakan jalan bagi angkatan perdagangan kaum Musyrikin Quraisy. Adapun kaum Musyrikin Quraisy yang hendak bertempur yang hendak bertempur dengan kaum Muslimin ialah mereka yang sedang kembali berdagang dari Syam yang banyaknya lebih kurang 300 orang dan dikepalai oleh Abu Jahal. Mereka masing-masing setelah berhadapan muka dan bertempur saling panah memanah, maka tidak antara lama, datanglah seorang kepala Bani Dlamrah yang bernama Majidi bin 'Amr Al Juhani, mendamaikan pertempuran tadi. Akhirnya pertempuran berhenti, tentara Islam kembali ke Madinah, dan tentara Quraisy kembali ke Mekah.



perangbadar2.jpg


Diriwayatkan : Bahwa pada bulan Syawal tahun 1 Hijrah, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memberangkatkan pula pasukan tentara Islam dengan dikepalai oleh sahabat 'Ubaidah bin Harits Radi-Allahu anhu guna menolak serangan dan gangguan kaum Musyrikin Al-Quraisy. Pasukan tentara Islam sebanyak 80 orang, berbendera putih dibawa oleh sahabat Misthah bin Atsastah; adapun tentara Musyrikin sebanyak 200 orang.


Kedua pasukan ini setelah bertemu lalu terjadi pertempuran di tepi laut di suatu tempat yang terletak di antara negeri Mekah dan Madinah. Maka setelah pertempuran terjadi masing-masing melepaskan panahnya, yang akhirnya tentara kaum Musyrikin ketakutan terhadap tentara kaum Muslimin, lalu mengundurkan diri. Dan diantara mereka ada dua orang yang menyerahkan diri kepada kaum Muslimin. Kedua orang tadi ialah seorang yang bernama Miqdad bin Al-Aswad dari Bani Zuhrah dan seorang lagi yang bernama Atbah bin Ghazwan dari Bani Naufah, yang kedua-duanya itu keturunan Quraisy. Mereka setelah menyerahkan diri lalu dengan ikhlas mengikut Islam.



perangbadar.jpg


Menurut riwayat Ibnu Hisyam dari riwayat Ibnu Ishaq, dan dikuatkan pula oleh Imam Bukhary dalam Tarikh Shaghirnya, bahwa Ghazwah perang Waddan ini adalah Ghazwah yang pertama kali Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengepalainya. Waddan itu ialah nama suatu gunung yang terletak di antara Mekah dan Madinah; dan ghazwah Abwa', karena Waddan itu suatu nama gunung yang letaknya berdekatan dengan desa 'Abwa' yang kira-kira perjalanan 6 mil.


Kejadian Ghazwah Waddan ini ketika hari tanggal 12 bulan Shafar tahun kedua dari Hijrah. Pada hari dan bulan itu, berangkatlah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dengan diiringi oleh sahabat-sahabat Muhajirin yang banyaknya 70 orang. Sahabat-sahabat Anshar satupun tidak ada yang disuruh mengikut. Sebelum Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berangkat, pimpinan kaum Muslimin di Madinah diserahkan kepada sahabat Sa'ad bin 'Ubadah Radi-Allahu anhu. Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berangkat menuju ke Waddan dengan diiringkan oleh pasukan tentara tersebut dengan berbendera putih di bawa oleh sahabat Hamzah Radi-Allahu anhu (Mamak Nabi), dimana Nabi dan tentaranya perlu menolak gangguan seperangkatan unta yang membawa perdagangan kaum Musyrikin Quraisy. Tetapi setelah Nabi dan tentara Islam sampai di Waddan ternyata seperangkat unta tadi telah lewat, maka ghazwah tadi tidak sampai terjadi.


Kemudian ditempat tersebut Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengadakan perjanjian dengan kaum Arab dari Bani Dhamrah, perjanjian tersebut oleh pembesar kaum ini yang namanya Majdi bin Amr Adl-Dhamri telah diterima dengan baik. Adapun perjanjiannya, ialah :


1. Bahwa Bani Dhamrah, tidak diperkenankan menyerang atau memerangi lebih dahulu kepada kaum Muslimin.


2. Bahwa kaum Muslimin tidak diperkenankan menyerang atau memereangi lebih dahulu kepada mereka.


3. Bahwa jika masing-masing dari dua golongan dapat serangan dari luar, maka wajib membela dan menolong dengan sekuat-kuatnya.


4. Bahwa Bani Dhamrah tidak diperkenankan membantu apasaja kepada orang-orang yang hendak memusuhi kaum Muslimin.


Selanjutnya setelah perjanjian perdamaian selesai, lalu Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersama tentara Islam kembali ke Madinah dengan selamat. Dan menurut riwayat, bahwa sejak berangkat sampai kembalinya tentara Islam ini adalah dalam waktu 15 hari 15 malam lamanya.


Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia bersumber dari :

alquran_indonesia.png


Baca Juga Kisah sebelumnya :

<<=''Sebab-sebab manusia mengingkari kebenaran.''


Jika Anda Sebarkan Content ini di Facebook, Twitter, forum maupun Blog, Insya ALLAH amal jariah untuk Anda.


Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Thursday, April 5, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : ''Sebab-sebab manusia mengingkari kebenaran.''

Fat1hah.gif



Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com


Sebab-sebab manusia mengingkari kebenaran, yakni :


1, Bodoh, inilah yang terbanyak.

2. Kurang atau tidak sesuai dengan yang memeluk kebenaran sering kali pula menjadi musuhnya.

3. Telah mempunyai adat-istiadat atau kebiasaan sendiri yang telah turun temurun sejak berabad-abad.

4. Khawatir dan takut bercerai dengan keluarganya kerabatnya atau handai-taulannya.

5. Khawatir kehilangan pangkatnya, kedudukan, kemuliaannya atau kesenangan dirinya dan lain-lainnya.


Bagi kaum Yahudi dan kaum-kaumnya pada masa itu, yang mengingkari terutusnya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak lain tidak bukan, mereka bersikap begitu itu di sebabkan mereka menjalankan salah satu atau lebih dari kelima hal itu.


Yang menjalankan hal yang pertama sudah tentu orang-orang awam, rakyat jelata kebanyakan, mereka yang bodoh-bodoh.


Yang melakukan hal kedua, sudah tentu daripada pendeta-pendeta mereka yang dengki dan iri hati terhadap diri Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.


Yang menjalankan hal ketiga, sudah tentu terdiri dari orang-orang awam yang telah sejak berabad-abad bertaqalid buta kepada para ulama dan para pendeta mereka.


Yang melakukan hal keempat sudah barang tentu dari pada mereka yang mencintai kehidupan di dunia.


Dan yang menjalankan hal kelima, sudah tentu terdiri daripada para ulama, para pendeta dan para pembesar mereka.


Oleh sebab itu, seorang dari rakyat kebanyakan yang hendak memeluk kebenaran, haruslah berani meninggalkan semua kebiasaan yang sudah umum yang nyata-nyata menjalani pokok-pokok yang suci, haruslah berani memisahkan diri daripada siapa saja yang menyalahi pokok-pokok yang suci. Demikian pula seorang ulama atau pendeta atau pembesar yang hendak mengikut kebenaran haruslah berani memisahkan atau mengasingkan diri dari cara-cara hidup yang salah, berani bercerai dengan keluarganya, dengan kerabatnya, dengan handai taulannya, dan harus berani pula memusnahkan pengaruh yang menyesatkan dirinya dan pengikut-pengikutnya.


Umat Islam dewasa ini perlu sekali memperhatikan dan mencamkan sebab-sebab orang mengingkari kebenaran, terutama bagi ulama-ulama mereka, penuntun-penuntun mereka, penganjur-penganjur mereka, pendidik-pendidik mereka serta pemimpin-pemimpin mereka, agar supaya semua perbuatannya sehari-hari dan segala tindakannya setiap waktu tidak sampai menyalahi kebenaran dan tidak pula ia berani mengingkari kebenaran, sekalipun kebenaran itu datangnya dari fihak yang derajatnya di pandang lebih rendah, dan walaupun datangnya dari fihak musuh, maka kebenaran itu harus di terimanya dan di ikutinya sebagaimana mestinya. Adapun kebenaran yang di maksudkan oleh Islam ialah kebenaran yang mempunyai alasan-alasan suci, alasan-alasan yang nyata-nyata berasal dari ALLAH dan RasulNya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.


Wajiblah bagi umat Islam mengingat firman ALLAH :


''Alhaqqu min rabika falaa takuunanna minal mumtariin.''


''Kebenaran itu dari TUHANmu maka itu janganlah sekali-kali kamu menjadi orang-orang yang ragu-ragu.''


Sumber Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia Blog ini dari :

alquran_indonesia.png


Walhamdulillahi Rabbil 'alamin

Wednesday, April 4, 2012

Iman Hijrah dan Jihad BlogSpot.com : ''Peringatan'' sebab-sebab kaum Yahudi menolak kebenaran yang di bawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam

Fat1hah.gif



Iman Hijrah dan Jihad BlogSpot.com - Berkenaan dengan post-post sebelumnya tentamg Yahudi, agar supaya tidak terasa janggal baiklah kami uraikan secara singkat tentang sebab-sebab kaum Yahudi terutama kebanyakan pendeta-pendetanya mengingkari kebenaran terutusnya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan seruan beliau. Karena hal ini perlu sekali menjadi peringatan bagi ummat Islam umumnya dewasa ini.


Dalam Al Qur'an TUHAN telah menyatakan :


a089.png


sp1.gifDengarkan


''walamm aa j aa -ahum kit aa bun min 'indi al l aa hi mu sh addiqun lim aa ma'ahum wak aa nuu min qablu yastafti h uuna 'al aa al la dz iina kafaruu falamm aa j aa -ahum m aa 'arafuu kafaruu bihi fala'natu al l aa hi 'al aa a lk aa firiin a.''


89. Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur'an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka [70], padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka la'nat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.


Keterangan :

[70] Maksudnya kedatangan Nabi Muhammad SAW yang tersebut dalam Taurat dimana diterangkan sifat-sifatnya.


Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 89


Ayat ini berarti bahwa sebelum Nabi di bangkitkan dan sebelum Al Qur'an di turunkan, kaum Yahudi telah menanti-nanti kedatangan beliau, lebih-lebih apabila mereka berkeinginan hendak mengalahkan orang-orang bangsa Arab penyembah arca dan berhala di kota Madinah yang mendesak kedudukan mereka. Demikianlah mereka telah selalu memohon kepada TUHAN supaya TUHAN segera membangkitkan Nabi dan PesuruhNya yang telah di beritakan di dalam kitab-kitab yang sudah-sudah, seperti Taurat yang ada pada mereka. Tetapi setelah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam di bangkitkan, padahal sifat-sifat beliau telah mereka kenal benar-benar, dan setelah Al Qur'an itu diturunkan, sedang Al Qur'an itu membenarkan kitab Taurat yang ada pada mereka, segera mereka mengingkari, tidak mau percaya kepada segala apa yang telah mereka ketahui. Oleh sebab itu kutuk (laknat) TUHAN tetaplah di jatuhkan kepada mereka (kaum Yahudi yang kafir), patut di tambahkan bahwa ayat itu di turunkan berkenaan dengan penolakan seorang pendeta Yahudi terhadap seruan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam


Dan didalam Al Qur'an ALLAH telah menyatakan pula :


a146.png


sp1.gifDengarkan


''al la dz iina aa tayn aa humu a lkit aa ba ya'rifuunahu kam aa ya'rifuuna abn aa -ahum wa-inna fariiqan minhum layaktumuuna a l h aqqa wahum ya'lamuun a.''


146. Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri [97]. Dansesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.


Keterangan :

[97] Mengenal Muhammad SAW yaitu mengenal sifat-sifatnya sebagai yang tersebut dalam Taurat dan Injil.


Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 146


Ayat itu menunjukkan bahwa mereka kaum Yahudi itu sejak Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa Sallam belum di bangkitkan telah mengenal dengan yakin akan sifat-sifat beliau, sebagaimana mereka mengenal sifat-sifat anak-anak mereka. Tetapi mereka dengan sungguh-sungguh menyembunyikan kebenaran, karenanya mereka pura-pura tidak mengetahuinya; padahal mereka telah mengetahui benar-benar; bahwa beliau itu adalah seorang Nabi Pesuruh ALLAH yang telah diberitakan didalam kitab agama mereka Taurat !


Pendek kata didalam Al Qur'an tidaklah sedikit ayat-ayat firman ALLAH yang menjelaskan bahwa ahli kitab agama yang dulu seperti Yahudi dan Nasrani telah mengetahui dan mengenal dengan sungguh-sungguh akan berita yang termaktub dalam kitab-kitab agama mereka tentang akan dibangkitkannya seorang Nabi di kota Mekah ditanah Arab. Tetapi oleh karena mereka dengan sungguh-sungguh menyembunyikan berita itu, mereka berpura-pura tidak mengetahuinya, tidak mengenalnya dan akhirnya tidak percaya kepadanya. Oleh sebab itu ALLAH menyatakan dengan firmannya :


a088.png


sp1.gifDengarkan


''waq aa luu quluubun aa ghulfun bal la'anahumu al l aa hu bikufrihim faqaliilan m aa yu/minuun a.''


88. Dan mereka berkata : "Hati kami tertutup". Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman.


Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 88


Yakni : Amat sedikit sekali daripada mereka (kaum Yahudi dan Nasrani) yang beriman kepada Kenabian dan Kerasulan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan segala apa yang beliau serukan.


Nah, sekarang apakah sebabnya maka kaum Yahudi dan kaum ahli kitab lainnya mengingkari kebenaran terutusnya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan diturunkannya Al Qur'an ?


Pertanyaan itu tidak akan dan tidak perlu kami jawab dengan keputus-asaan yang mendalam dan penjelasan yang panjang-panjang, tetapi cukup kami jelaskan dengan uraian atau keterangan yang sesingkat-singkatnya di post berikutnya.


Sumber Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia Blog ini dari :

alquran_indonesia.png


Walhamdulillahi Rabbil 'alamin

Tuesday, April 3, 2012

Kejahatan Yahudi : Islamnya Abdullah bin Salam

Fat1hah.gif


Islamnya Abdullah bin Salam


Iman Hijrah dan Jihad MyWapBlog.com - Abdullah bin Salam nama kecilnya adalah Hushain bin Salam bin Harits, dan dari keturunan Nabi Jusuf bin Yaqub a.s. Pada waktu Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa Sallam datang di Madinah, ia adalah seorang pendeta dan ulama Yahudi dari Bani Qainuqa yang paling dalam pengetahuannya tentang kitab suci Taurat. Dan sebelum Nabi berhijrah ke Madinah, sesungguhnya ia memang telah menanti-nanti kedatangan Pesuruh TUHAN yang terakhir, yang sifat-sifatnya termaktub dalam Taurat dan Injil, serta yang kedatangan Pesuruh itu telah di janjikan dalam kitab-kitan itu. Kemudian, pada hari Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa Sallam tiba di Madinah, ia mendapat berita bahwa orang yang di nanti-nanti dan di harap-harap kedatangannya itu telah sampai di Madinah. Maka beberapa hari kemudian ia datang menghadap Nabi dengan seorang diri dan dengan jalan diam-diam, karena ia telah merasa kuatir akan nasib dirinya dan keluarganya jika ke Islamannya terdengar oleh kaumnya terutama kawan-kawannya pendeta-pendeta Yahudi.


Setelah berhadapan dengan Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa Sallam ia mencocokkan sifat-sifat beliau dengan sifat-sifat yang telah di sebutkan dalam Taurat dan Injil. Sesudah di ketahuinya bahwa sifat-sifat dan tanda-tanda itu telah cocok semua, seketika itu juga ia masuk Islam. Sekembalinya ia dari pertemuannya dengan Nabi, ia lalu berseru kepada keluarganya supaya mereka mengikut seruan Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa Sallam. Seruannya itu dengan cara diam-diam pula di terima oleh seluruh keluarganya, dan akhirnya mereka semua menjadi pengikut seruan Nabi, itupun dengan cara diam-diam.


Kemudian daripada itu, untuk membuktikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa Sallam bahwa kaum Yahudi itu pendusta, pembohong dan pengkhianat terhadap kebenaran, maka pada suatu hari Abdullah bin Salam datang ke rumah Nabi dengan diam-diam. Setelah ia bertemu dengan beliau, lalu ia minta dengan hormat kepada beliau bahwa sewaktu-waktu nanti di antara kaum Yahudi datang kepada beliau, supaya beliau menanyakan pendapat mereka tentang dirinya (Abdulllah bin Salam), agar mereka menerangkan kepada beliau tentang hal-hal tentang dirinya, tetapi dalam pada itu ia minta pula kepada beliau supaya ia di idzinkan masuk ke dalam suatu bilik untuk bersembunyi jika kaum Yahudi datang. Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa Sallam berjanji akan mengabulkan semua permintaannya.


Sesudah itu kelihatan dari rumah Nabi, bahwa di antara kaum Yahudi datang berbondong-bondong menuju kerumah beliau. Maka dengan segera beliau menyuruh Abdullah bin Salam masuk ke dalam sebuah bilik beliau. Pada waktu itu kaum Yahudi yang datang ke rumah Nabi belum mengetahui bahwa Hushain bin Salam telah menjadi pengikut Islam, dan belum mengetahui pula bahwa waktu itu sedang bersembunyi di dalam bilik Nabi di ruangan dalam.


Setelah mereka berhadapan muka dengan Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa Sallam, beliau lalu bertanya kepada mereka :''Bagaiaman keadaan seorang lelaki yang bernama Hushain bin Salam?''


Mereka menjawab :''Ia ada di dalam kebaikan''


Nabi bertanya pula :''Bagaimana pendapat kamu terhadap dirinya?''


Mereka menjawab :''Menurut hemat kami, Hushain bin Salam itu adalah tuan kita dan anak lelaki tuan kita. Ia adalah sebaik-baik orang kami dan anak lelaki sebaik-baik orang kami. Ia adalah semulia-mulia orang kami dan anak lelaki dari seorang yang paling alim dalam golongan kami, karena dewasa ini di kota Madinah tidak seorangpun yang melebihi kealimannya tentang kitab ALLAH (Taurat)


Demikianlah mereka terus memuji-muji Abdullah bin Salam. Setelah mereka selesai memuji-muji, Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda kepada mereka :''Jadi dengan tegas, Hushain bin Salam itu adalah seorang dari golongan kamu sekalian yang paling terpandang segala-galanya menurut pendapat kamu?''


Mereka menjawab :''Ya, betul begitu, Muhammad!''


Kemudian Nabi berseru :''Hai Hushain bin Salam, keluarlah !''


Dengan segera keluarlah Abdullah bin Salam dari dalam rumah lalu mendekat kepada Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa Sallam seraya menghadapkan muka kepada mereka sambil berkata :''Hai golongan orang-orang Yahudi ! Hendaklah kamu sekalian takut kepada ALLAH! Terimalah dengan baik segala apa yang telah datang kepada kamu ! Demi ALLAH, sesnugguhnya kamu sekalian telah mengetahui bahwa beliau ini Pesuruh ALLAH, yang kamu sekalian telah mendapati dan mengenal sifat-sifat beliau ini di dalam kitab agama kamu yang ada di sisi kamu bukan? Maka sesungguhnya saya telah menyaksikan bahwa beliau ini adalah seorang Nabi dan Pesuruh ALLAH. Sebab memang sebelumnya saya telah mengenal sifat-sifat beliau sebagaiman yang tersebut dalam kitab Taurat, oleh sebab itu kini saya telah percaya kepada beliau membenarkan segala apa yang di datangkan oleh beliau dan mengikut semua seruan beliau.''


Mendengar ucapan-ucapan Abdullah bin Salam itu, mereka dengan perasaan sangat menyesal menjawab. ''Oh, tuan berdusta ! Mengapakah tuan berani berkata demikian ?''


Abdullah menyahut :''Celakalah kamu semua ! Hendaklah kamu takut kepada ALLAH ! Apakah kamu sekalian tidak mengenal sifat-sifat beliau ini dalam kitab Taurat ?''


Mereka menjawab :''Tidak ! Tuanlah yang berdusta ! Tuan sejelek-jelek orang dari golongan kita ! Sebab tuan sekarang sudah beragama lain !''


Kemudian mereka bubar dan pergi meninggalkan rumah Nabi, sedangkan Abdullah bin Salam ada di hadapan Nabi. Ia berkata kepada beliau :''Inilah yang saya kuatirkan, hai Rasulullah ! Bukankah saya sebelumnya telah menuturkan kepada tuan bahwa kaum Yahudi itu adalah suatu kaum pendusta, pembohong, pengkhianat dan pembelot serta pendurhaka ?''


Sambil tersenyum Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa Sallam tinggal diam. Dan pada waktu itu juga ALLAH menurunkan wahyu kepada Nabi yang bunyinya :


a010.png

sp1.gifDengarkan


qul ara-aytum in k aa na min 'indi al l aa hi wakafartum bihi wasyahida sy aa hidun min banii isr aa -iila 'al aa mitslihi fa aa mana wa i stakbartum inna al l aa ha l aa yahdii a lqawma al zhzhaa limiin a.''


10. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al-Qur'an itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang tersebut dalam) Al-Qur'an lalu dia beriman [1387], sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim".


Keterangan ayat :

[1387] Yang dimaksud dengan "seorang saksi dari Bani Israil" ialah Abdullah bin Salam. Ia menyatakan keimanannya kepada Nabi Muhammad SAW setelah memperhatikan bahwa di antara isi Al-Qur'an ada yang sesuai dengan Taurat, seperti ketauhidan, janji dan ancaman, kerasulan Muhammad SAW, adanya kehidupanakhirat dan sebagainya.


Al Qur'an surat Al-Ahqaf ayat 10


Dan diriwayatkan bahwa sesudah ke Islamannya Abdullah bin Salam dan orang-orang Yahudi yang mengikuti jejeknya di ketahui oleh pendeta-pendeta dan ulama-ulama Yahudi (kawan-kawannya), maka oleh mereka yang congkak-congkak dan sombong-sombong itu ia di caci-maki, dikata-katai, dihina, dijelek-jelekkan dan di musuhi dengan sekeras-kerasnya. Antara lain, pada suatu hari dari antara pendeta-pendeta Yahudi ada yang berkata kepada lainnya, dan perkataan itu sengaja di tujukkan kepada diri Abdullah bin Salam, antara lain mereka berkata :''Tidak akan ada seseorang percaya kepada Muhammad dan seruannya, melainkan orang yang seburuk-buruknya dan serendah-rendahnya. Orang yang sebaik-baik orang kita dan yang semulia-mulia dalam golongan kita tidak akan ia berani meninggalkan agama pusaka nenek moyangnya dan mengikuti agama lain, dari golongan lain dan bangsa lain. Jadi barangsiapa dari golongan kita sampai mengikut agama Muhammad, maka jelaslah bahwa ia seorang yang sejahat-jahatnya di kalangan kita.''


Semua ejekan mereka, hinaan mereka, celaan mereka dan sebagaiannya tidak di indahkan sama sekali oleh Abdullah bin Salam


Berhubung dengan adanya peristiwa itu ALLAH menurnkan wahyu kepada Nabi yang bunyinya :


a113.png

sp1.gifDengarkan

''laysuu saw aa -an min ahli a lkit aa bi ummatun q aa -imatun yatluuna aa y aa ti al l aa hi aa n aa -a al layli wahum yasjuduun a.''


113. Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus [221], mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).


Keterangan :

[221] Yakni: golongan Ahli Kitab yang telah memeluk agama Islam.


a114.png

sp1.gifDengarkan


''yu/minuuna bi al l aa hi wa a lyawmi a l- aa khiri waya/muruuna bi a lma'ruufi wayanhawna 'ani a lmunkari wayus aa ri'uuna fii a lkhayr aa ti waul aa -ika mina al shshaa li h iin a.''


114. Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.


a115.png

sp1.gifDengarkan


''wam aa yaf'aluu min khayrin falan yukfaruuhu wa al l aa hu 'aliimun bi a lmuttaqiin a.''


115. Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, makasekali-kali mereka tidak dihalangi (menenerima pahala) nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.


Al Qur'an surat Ali Imraan ayat 113-115


Diatas telah kami terangkan bahwa nama kecil Abdullah bin Salam adalah Hushain bin Salam. Setelah ia memeluk Islam, namanya di ganti oleh Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa Sallam dengan nama Abdullah bin Salam. Selanjutnya ia menjadi pemeluk Islam yang sebenar-benarnya, dan adalah termasuk daripada sahabat Anshar. Ia meninggal dunia pada tahun 43 H di kota Madinah pada zaman Khalifah Mu'awiyah. Demikianlah sebagaimana tersebut dalam kitab Al Khamis.


Sekianlah singkatnya riwayat Islamnya Abdullah bin Salam. Mudah-mudahan riwayat ini dapat menjadi peringatan bagi barangsiapa yang hendak mengejar kebenaran dari ALLAH Subhanahu wa Ta'ala.


Sumber Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia dari :

alquran_indonesia.png

Friday, March 30, 2012

Sholawat : Sholawat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam

Bismillahirrahmanirrahim

1. Apakah pengertian Sholawat ?

Sholawat menurut arti bahasa adalah :‘' DO‘A‘'

Menurut istilah adalah:

• Sholawat Alloh SWT kepada Rosululloh SAW berupa Rohmat dan Kemuliaan( Rahmat Tadhim )

• Sholawat dari malaikat yang kepada Kanjeng Nabi SAW berupa permohonan rahmat dan kemuliaan kepada Allah SWT untuk Kanjeng Nabi Muhammad SAW sedangkan selain Kanjeng Nabi berupa permohonan rahmat dan ampunan

• Sholawat orang–orang yang beriman ( manusia dan jin ) ialah permohonan rohmat dan kemuliaan kepada Allah SWT. untuk Kanjeng Nabi SAW, seperti :

ALLOHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD

2. Sebutkan dasar membaca Sholawat !

Dasar membaca Sholawat kepada Kanjeng Nabi SAW adalah :

Firman Alloh SWT dalam surat Al Ahzab ayat. 56:

Artinya: ‘‘ sesungguhnya Allah beserta para malaikatnya senantiasa bersholawat untuk Nabi SAW. Hai orang-orang yang beriman bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salam penghormatan padanya (Nabi SAW.).

3. Bagaimana hukumnya membaca ? jelaskan !

Mengenai hukum membaca Sholawat, ada beberapa pendapat dari Ulama ada yang Wajib Bil Ijmal, wajib satu kali semasa hidup, adapula yang berpendapat Sunnah .pendapat yang paling masyhur adalah Sunnah mu'akkad akan tetapi membaca Sholawat pada akhir Tasyahhud akhir dari sholat adalah Wajib, oleh karena itu sudah menjadi rukunnya sholat.

4. Kita Di samping mempersatukan pendapat para ulama tentang kedudukan hukumnya membaca Sholawat diatas yang lebih penting adalah menyadari denan konsekwen bahwa membaca Sholawat kepada Nabi SAW merupakan kewajiban Moral dan keharusan budi nurani tiap–tiap manusia lebih–lebih kita kaum mu'minin, apa sebabnya!

karena disebabkan :

• Kita diperintah membaca Sholawat seperti ayat di atas.

• kita semua berhutang budi kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang tidak terhitung

3. Banyak dan besarnya , dhohiron wa batinan Syafa'atan wa Haqiqotan.

Faedah dan manfa'at membaca Sholawat kembali kepada yang membaca sendiri, keluarganya, masyarakat dan makhluk lain ikut merasakannya bacaan Sholawat tersebut.

5. Apa tujuan membaca sholawat dan bagaimana adabnya ?

Tujuan dari membaca Sholawat adalah Ikraman, tadhiman wa Mahabbah kepada Kanjeng Nabi SAW. Didalam membaca Sholawat kita harus memperhatikan adab– adab dalam membaca Sholawat tersebut.

Adapun adab–adab dalam membaca Sholawat antara lain :

• Niat ikhlas beribadah kepada Alloh SWT tanpa pamrih.

• Tadhim dan mahabbah kepada Rosululloh SAW.

• Hatinya HUDHLUR kepada Alloh SWT dan ISTIHDLOR ( merasa berada di hadapan Rosululloh SAW)

• TAWADDU' ( merendahkan diri ), merasa butuh sekali kepada pertolongan Alloh SWT, butuh sekali Syafa‘at Rosululloh SAW.

Adab tersebut merealisasi sabda Rosululloh SAW, sbb :

Artinya ‘‘ Ketika kamu sekalian membaca Sholawat kepada KU maka bagusilah bacaan Sholawat mu itu . sesungguhnya kamu sekalian tidak mengerti sekirannya hal tersebut diperlihatkan kepadaKU ‘‘

6.Apakah Manfa'at dan faedah membaca Sholawat

Manfa'at dan faedah membaca Sholawat antara lain :

• Membaca Sholawat satu kali, balas Alloh SWT rohmat dan maghfiroh sepuluh kali, membaca sepuluh kali dibalas 100 X dan seratus kali membaca Sholawat dicatat dan dijamin bebas dari munafik dan bebas dari neraka, disamping digolongkan dengan para Syuhadak.

bersabda :

“Barang siapa membaca sholawat kepada-Ku 10x, maka Alloh SWT membalas Sholawat kepadanya 100x, dan barang siapa membaca Sholawat kepadaku 100x, maka Alloh SWT menulis pada antara kedua matanya; "bebas d2ri munafzq dan bebas dari neraka ", dan Alloh SWT menempatkan besok pada Yaumul Qiyamah bersama-sama dengan para Syuhadak”.

• Sebagai amal kebagusan, penghapusan keburukan dan sebagai pengangkat derajat si pembaca Sholawat.

. Rosulullooh SAW bersabda

''Ya benar, telah datang kepada-ku seorang pendatang dari Tuhan-Ku kemudian berkata : barang siapa diantara ummat-mu membaca Sholawat kepada-mu satu kali, maka sebab bacaan Sholawat tadi Alloh SWT menuliskan baginya 10 kebaikan, dan mengangkat derajatnya 10 tingkatan, dan.Alloh SWT membalas sholawat kepadanya sepadan dengan sholawat yang ia baca ".

7. Manusia yang paling banyak membaca Sholawat , dialah yang paling utama disisi Rosululloh SAW dan yang paling dekat dengan Beliau besok di hari qiyamat Rosulullooh SAW bersabda :

“Sesungguhnya manusia yang paling utama disisi-ku pada hari Qiyamah adalah mereka yang paling banyak bacaan Sholawatnya kepada-Ku"

ROSULULLOH SAW BERSABDA :

'Yang paling banyak diantara kamu sekalian bacaan sholawatnya kepada-Ku, dialah paling dekat dengan Aku besok dt hari Qiyamat. (DARI KITAB SA'ADATUD DAROINI HAL : 58).

8. Sholawat berfungsi Istighfar dan memperoleh jaminan maghfiroh dari Alloh SWT.

ROSULULLOH SAW BERSABDA :

"Bacalah kamu sekalian sholawat kepada-Ku, maka sesungguhnya bacaan Sholawat kepada-Ku itu menjadi penebus dosa dan pembersih bagi kamu sekalian dan barang siapa membaca Sholawat kepada-ku satu kali, Alloh SWT membalas kepadanya sepuluh kali (RIWAYAT IBNU ABI 'ASHIM DARI ANAS bin' MALIK)

9. Sholawat merupakan pengawal do‘a dan memperoleh keridhoan serta pembersih amal–amal kita.

ROSULULLOH SAW BERSABDA

'Sholawat kamu sekalian kepada-Ku itu merupakan pengawal bagi do'a kamu sekalian dan memperoleh keridloan Tuhan-mu, dan merupakan pembersih amal-amal kamu sekalian (RIWAYAT DAELAMI DARI SAYYIDINA 'ALI KAROMALLOOHU WAJHAH).

• Merupakan kunci pembuka hijabnya doa hamba kepada Alloh SWT dan menjadi jaminan terkabul nya semua do‘a.

ROSULULLOH SAW BERSABDA:

"Segala macam doa itu terhijab~ (terhalangltertutup), sehingga permulaannya berupa pujian kepada Alloh 'Azza wa Jalla dan sholawat kepada Nabi SAW kemudian berdo'a, maka do'anya itu diijabahi". (RIWA YA T IMAM NASAI).

• Orang yang membaca Sholawat 100 X setiap hari, akan di kabulkan 100 maca, hajat oleh Alloh SWT, yang 70 macam untuk kepentingan akhirat danyang 30 macam untuk kepentingan di dunia

ROSULULLOH SAW BERSABDA:

"Barang siapa membaca Sholawat kepada-KU tiap hari 100 kali, maka Alloh SWT mendatangkan 100 macam hajatnya, yang 70 macam untuk kepentingannya di akhirot, dan yang 30 macam untuk kepentingannya di dunia " * (DIKELUARKAN OLEH IBNU MUNDIR DARI JABIR).

• Orang yang membaca Sholawat 1000 X setiap hari, tidak akan mati sehingga dia melihat tempatnya di sorga.

ROSULULLOH SAW BERSABDA:

'Barang siapa membaca Sholawat kepada-Ku tiap hari seribu kali, dia tidak akan mati sehingga dia melihat ,tempatnya di surga". (DARI ANAS bin MALIK).

• Orang yang menulis Sholawat dimohonkan ampunan oleh para Malaikat

ROSULULLOH SAW BERSABDA:

"Barang siapa yang menulis sholawat kepada-Ku di dalam suatu kitab, maka Malaikat tidak henti-hentinya memohonkan ampun baginya selagi namaKU masih berada di dalam Kitab itu ".

• Bacaan Sholawat menjadi NUR pada hari Qiamat

ROSULULLOH SAW BERSABDA:

" Hiasilah ruangan tempat pertemuanmu, dengan bacaan Sholawat kepada-Ku, maka sesungguhnya bacaan Sholawat kamu sekalian kepada-Ku itu menladi 'NUR" dihari Qyamat” (DIRIWAYATKAN DARI ANAS bin MALIK)

• Bacaan Sholawat dapat untuk mencuci hati ( operasi mental ).

ROSULULLOH SAW BERSABDA:

'Segala sesuatu itu ada alat . pencuci dan pembasuh. Adapun alat pencuci hati seorang mu'min dan pembasuhnya dari kotoran yang sudah melekatIsudah berkarat itu dengan membaca Sholawat kepada-Ku -.(SA'AADA TUD DAROINI HAL : 511).

• Sholawat akan melancarkan semua usaha dan menghilangkan semua kesulitan hidup yang dihadapi.

ROSULULLOH SAW BERSABDA:

Barang siapa yang merasa sulit/ sukar menempuh sesuatu, maka sesungguhnya Sholawat itu akan membuka kesulitan dan menghilangkan kesusahan". (H.R. THOBRONI DARI ABI HUROIROH RAJ.

10. Kecaman terhadap orang yang tidak membaca Sholawat

Kecaman terhadap orang yang tidak membaca Sholawat antara lain :

• Dia tidak akan melihat wajah Rosulullah SAW

Sabda rosulullooh Saw :

" Tidak akan bisa melihat wajah-Ku tiga macam orang. satu, orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya, nomor dua, orang yang meninggalkan (tidak mengerjakan) Sunnah-ku, dan tiga, orang yang tidak-membaca Sholawat kepada-Ku ketika (mendengar) Aku disebut di dekatnya (HADITS MARFU' DARI AISYAH RA).

• Tidak sempurna agamanya.

Sabda rosulullooh Saw :

'Barang siapa tidak mau membaca Sholawat kepada-Ku, maka tidak dianggap sempurna agamanya ". (RlWAYAT IBNU HAMDAN DARI IBNU MAS'UDI).

• Dia termasuk sebakhil–bakhil manusia.

Sabda rosulullooh Saw

"Barang siapa (mendengar) Aku disebut di dekatnya dan tidak membaca Sholawat kepada-Ku, maka dia itulah sebakhil-bakhil manusia" (RIWAYAT IBNU ABI ASHIM DARI ABI DZARRIN AL-GHIFFARI).

• Dia bukan golongan Rosululloh SAW.

Sabda rosulullooh Saw

"Barang siapa (mendengar) Aku disebut, didekatnya dan tidak membaca Sholawat kepadaKu, maka dia bukan dari golongan-Ku dan Akupun bukan dari golongan dia. Kemudian Rosululloh SAW melanjutkan sabdanya (dalam bentuk doa : Yaa Alloh, pertemukanlah orang yang suka berhubungan dengan Aku. dan putuskanlah (hubungan) orang yang tidak mau berhubungan dengan Aku (DIRIWAYATKAN DARI ANAS bin MALIK).

11. Jelaskan Keistimewaan membaca Sholawat pada hari jumat !

Keistimewaan membaca Sholawat pada hari jumat siang ataupun malam diterima langsung oleh Rosululloh SAW sendiri.

“Perbanyaklah membaca Sholawat kepada-Ku pada tiap hari Jum'at, maka sesungguhnya bacaan Sholawat ummat-Ku pada tiap hariJumat itu diperlihatkan kepada-Ku “(Diriwayatkan oleh Baihaqi dengan sanad Hasan dari Abi Umamah)

12. Bagaiman pandangan para ulama mengenai sholawat ?

Banyak pandangan–pandangan dan pendapat para ulama mengenai Sholawat. ada yang di angkat dari qoidah–qoidah agamis dan ada pula yang berdasarkan atas keyakinan dan pengaruh zaman Dzauqiyah dan hasil–hasil dari mukasyafah antara lain :

a. Bacaan Sholawat adalah jalan kesurga kata Abu Huroiroh RA.:

“Membaca Sholawat kepada Kanjeng Nabi SAW adalah jalan menuju ke sorga ".

b. Memperbanyak bacaan Sholawat suatu tanda golongan / ahli sunnah kata Sayyidina 'Ali Zainul 'Abidin bin Husain bin 'Ali bin Abi Tholib Rodliyallohu anhum :

“Tanda-tanda ahli Sunnah ialah memperbanyak bacaan Sholawat kepada Kanjeng Nabi Sholialloohu 'alaihi wa Sallam ".

c. Jalan yang paling dekat kepada Alloh SWT pada akhir zaman.

Jalan yang paling dekat (menuju) kepada Alloh SWT pada akhir Zaman khususnya bagi orang-orang yang berlarut-larut banyak dosa, adalah memperbanyak istighfar dan membaca Sholawat kepada Nabi SAW".(Dari Kitab Sa`aadatud Daroini).

d. Untuk menjernihkan hati dan Marifat Billah.

"Sesungguhnya membaca Sholawat kepada Kanjeng Nabi SAW itu (dapat) menerangi hati dan mewushulkan tanpa guru kepada Alloh SWT Dzat yang Maha Mengetahui segala perkara Ghaib ".. (Sa'aadatud Daroini Hal : 36).

f. Sholawat dapat mewusulkan tanpa guru.

“Secara keseluruhan, membaca Sholawat kepada Nabi SAW itu (dapat) mewushulkan kepada Alloh SWT tanpa guru. Oleh karena sesungguhnya Guru dan Sanad di dalam Sholawat itu adalah Shoohibush Sholawat (Ya'ni Rosululloh SAW), oleh karena Sholawat itu diperlihatkan kepada Beliau SAW dan Alloh SWT membalas (memberi) Sholawat kepada si Pembaca Sholawat. Berbeda dengan lainnya Sholawat dari bermacam-macam dzikir itu (harus) ada guru (mursyid) yang arif Billah. Kalau tidak, maka syetan akan masuk ke dalam amalan dzikir itu dan orang yang dzikir tidak dapat memperoleh manfaat daripada dzikirnya". (Juga disebutkan dalam Saaadatud Daroini hal : 90).

g. Sholawat diterima secara mutlak oleh Alloh SWT.

Kata Syekh Showi dalam Tafsir showinya :

'Dan sesungguhnya para Ulama' sudah sependapat bahwa sesungguhnya bermacam-macam amal itu ada yang diterima dan ada yang ditolak terkecuali Sholawat kepada Nabi SAW. Maka sesungguhnya Sholawat kepada Nabi SAW itu "Maqbuulatun Qothl'an "(pasti diterima) ". (Taqriibul Ushul Hal : 5 7).

f. Menambah rasa cinta kepada Allah SWT wa Rosulihi SAW.

“Berkata AI-Allamah Syamsuddin bin Qoyyim dalam Kitabnya Jalaail afham : sesungguhnya Sholawat itu menjadi sebab langsungnya rasa cinta kepada Alloh SWT wa Rosulihi SAW & dapat meningkat berlipat-lipat rasa cintanya. Cinta yang demikian itu menjadi ikatan daripada beberapa ikatannya iman, dimana iman itu tidak bisa sempurna kecuali dengannya -.

g. Tercetaknya pribadi Rosululloh SAW dalam hati orang yang membaca Sholawat.

Setengah dari pada faedah membaca Sholawat yang paling besar adalah tercetaknya Shuroh Rosululloh SAW di dalam hati si pembaca Sholawat (Sa'aadatud Daroini Hal : 106).

h. Orang yang ahli Sholawat ketika sakaratul maut dirawuhi oleh Beliau SAW.

"Barang siapa keadaan hidupnya memperbanyak Sholawat kepada Rosululloh SAW, maka ia berhasil mendapat kebahagiaan yang besar sekali, karena ketika sakarotul Maut Rosululloh SAW rawuh di hadapannya (Sa'aadatud Daroini Ha : 516).

i. Mudah mimpi ketemu Rosulullooh saw.

"Sesungguhnya memperbanyak Sholawat dengan mernakai redaksi yang mana saja berfaedah bisa bermimpi ketemu Rosululloh SAW, dan apabila berhasil dengan sungguh-sungguh memperbanyak serta membiasakan/ melanggengkan, maka pembaca Sholawat itu meningkat bisa melihat Rosululloh SAW dalam keadaan jaga ".

Beliau almukarom Asy Syekh Al-'Arif Billah Romo K.H. Abdoel Majid Ma'roef Mualif Sholawat Wahidiyyah berkata antara lain

''Membaca sholawat adalah termasuk ibadah sunnah yang paling mudah. Artinya tidak ada syarat-syarat tertentu seperti pada ibadah-ibadah sunnah lainnya. Dan diberi bermacam-macam kebaikan yang tidak diberikan didalam ibadah-ibadah sunah lainnya seperti membaca Qur'an , dzikir, sholat sunnah dan lainnya. Yaitu membaca sholawat spontan menerima Syafa'at dari membaca sholawat itu sendiri. Disamping itu membaca Sholawat sudah mengandung dzikir, istighfar dan mengandung Do'a Li-Qodloil hajat. ini bukan berarti dengan membaca sholawat, tidak usah yang lain-lain bukan berarti begitu tapi kita harus ‘‘YUKTI KULLAA DZI HAQQIN HAQQAH''.dengan mengisi di segala bidang .”

13. Segalah macam Sholawat mempunyai kedudukan yang sama tetapi satu dengan yang lain mempunyai fadlilah yang berbeda – beda, apa sebabnya !

Segalah macam Sholawat mempunyai kedudukan yang sama tetapi satu dengan yang lain mempunyai fadlilah yang berbeda – beda, ini di sebabkan adanya beberapa faktor yang berpengaruh terhadap fadlilah Sholawat yaitu disamping dari Alloh SWT dan Syafaat Rosululloh SAW, falilahnya ada hubungannya dengan :

• Kondisi Muallif Sholawat terutama kondisi batiniyah

• Susunan Redaksi Sholawat

• Situasi dan kondisi masyarakat ketika Sholawat itu di ta‘lif

• Tujuan Sholawat itu di ta‘lif

• Situasi dan kondisi si pembaca Sholawat.

• Adab lahir dan batin ketika membaca Sholawat.

14. Macam macam Sholawat dapat di golongkan menjadi 2 golongan yaitu Sholawat Ma‘tsuroh Sholawat Ghoiru Matsuroh. Jelaskan !

a. Sholawat Ma‘tsuroh : Sholawat yang redaksinya langsung dari Alloh SWT misalnya Sholawat Ibrohimiyah, yaitu seprti dalam bacaan Tasyahhud akhir Sholawat tersebut tidak ada kalimat SAYYIDINAnya. Ini menunjukkan akan keluhuran budi Kanjeng Nabi SAW, selalu sederhana dan tawaddu,yang harus di tiru oleh para umat , adapun kita sering membaca kalimat Sayyidina itu ditambahkan dari para sahabat, sebagai pernyataan penghormataan , ikroman wa mahabbatan.

firman Alloh SWT :

janganlah kamu sekalian memanggil / menyebut pada Rosul seperti halnya engkau memanggil / menyebut diantara kamu sekalian".

Sabda Rosululloh SAW : .

''Saya gusti (pemimpinnya) anak cucu Adam tidak Saya tonjol-tonjolkan (sombong) dan saya permulaannya orang yang dibangunkan dari kubur, dan Saya permulaannya orang yang memberi Syafa'at (pertolongan), dan permulaannya orang-orang yang mendapat syafa'atNYA, ditangan saya benderanya pujian & dibawah bendera itu Nabi Adam AS beserta anak cucunya".

b. Sholawat Ghoiru Matsuroh : Sholawat ghoiro ma'tsuroh yaitu: yaitu sholawat yang disusun oleh selain kanjeng nabi SWT yaitu : yaitu oleh para sahabat, tabi'in, ailiyak, para ulama' dan umumnya orang islam. Misalnya: Shollawat nariyah, munjiyat, badawi, bardah dan masih banyak lagi. Diantara sholawat Wahidiyyah.

15. Macam-macam nama sholawat dapat dibagi 2 bagian sebutkan !.

Macam-macam nama sholawat dapat dibagi 2 bagian yaitu :

• Nama sholawat yang disesuaikan dengan maksud Do'a yang terkandung didalamnya . misalnya : Sholawat Wahidiyyah, Nariyyah.

• nama sholawat disesuaikan dengan nama muallifnya. Misalnya: sholawat badawi (Disusun oleh imam badawi), sholawat masyisiyah (disusun oleh syekh abdul salam Bin Masysyi Ghouts Fii Zamanihi).

16. Ada berapa macam redaksi sholawat ? sebutkan !

Ada berapa macam redaksi sholawat yaitu :

a. Sholwat yang berbentuk permohonan kepada Allah SWT seperti :

ALLOHUMMA SHOLLI 'AALA SAYYIDINAA MUHAMMAD

b. Sholawat yang langsung dihaturkan kepada beliau nabi muhammad SAW misalnya :

ASSHOLAATU WASSALAAMU 'ALAIKA WA 'ALAA ALIKA YAA SAYYIDII YAA ROSULALLOH

c. Sholawat yang redaksinya hanya merupakan kalam khobar :

SHOLLALLOHU 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD.

17. Bagaiman Kisah membacanya Sholawat Nabi Adam AS dan Nabi Musa A.S kepada Muhammad SAW

Kisah membacanya Sholawat Nabi Adam AS dan Nabi Musa A.S kepada Muhammad SAW adalah :

• Kisah Nabi Adam AS membaca Sholawat kepada Rosululloh SAW.

Diceritakan dalm Hadits (Sa'aadatud Daroini hal;88).

Ketika Alloh SWT 'azza,waJalla telah menciptakan Nabi Adam AS nenek moyang kita dan setelah membukakan penglihatan matanya, maka memandanglah Nabi Adam AS pada 'ARSY dan melihat tulisan 'MUHAMMAD' diatas 'PENDOP0'-NYA'ARSY, maka maturlah kepada Alloh,-: Duhai Tuhanku, adakah orang yang lebih mulya disampingMU selain aku".Jawab Alloh SWT: "Benar, Yaitu nama seorang Nabi dari keturunan-mu yang lebih mulya disamping-MU dari pada engkau.Dan jika tidak karena Dia, AKU tidak menciptakan langit, bumi,surga dan neraka"

Setelah Alloh menciptakan Ibu Hawa dari tulang rusuk kiri Nabi Adam AS, maka Nabi Adam AS mengarahkan pandangannya keatas dan terlihatlah olehnya "satu makhIuq" yang lain dari padanya seorang wanita cantik jelita yang karenanya Alloh SWT memberikan rasa syahwat kepada Nabi Adam AS. Dan ketika itu maturlah Nabi Adam AS kepada Alloh SWT :

Maturnya : Muhai Tuhanku, siapakah gerangan itu ?

Jawab Alloh : 'Itu Hawa".

Nabi Adam AS: "Kawinkanlah aku Yaa Alloh dengan dia".

Alloh SWT : "Beranikah engkau membayar maskawinnya ?"

Nabi Adam AS: "Berapakah maskawinnya ?

Alloh SWT :"Supaya engkau membaca Sholawat kepada yang mempunyai nama (Muhammad SAW), 10 kali".

Nabi Adam AS: "JIka kulakukan itu apakah Tuhan telah mengawinkan dia dengan aku?"

Alloh SWT : "Benar demikian".

Kemudian Nabi Adam AS membaca Sholawat sepuluh kali kepada Junjungan kita Kangeng Nabi Besar Muhammad SAW. Maka bacaan Sholawat sepuluh kali itu sebagai maskawinnya Ibu Hawa.

. KISAH NABI MUSA MEMBACA SHOLAWAT KEPADA ROSULULLOH SAW.

Dikisahkan di dalam Kitab "Syifa'ul Asqom", Syekh Al Hafidz Abi Nuaem menceriterakan bahwa menurut hadits ada diceriterakan wahyu Alloh SWT kepada Nabi Musa AS sebagai berikut :

Firman : Alloh *"Wahai Musa, apakah-engkau ingin AKU ' lebih dekat kepadamu dari dekatnya kalammu terhadap lesanmu, supaya AKU lebih dekat kepadamu daripada dekatnya pandangan matamu terhadap matamu dan supaya AKU lebih dekat kepadamu daripada dekatnya rohmu terhadap badanmu. ?

Jawab Nabi Musa AS : "benar duhai Tuhanku''.

Firman Alloh : "Perbanyak membaca Sholawat kepada Muhammad Nabi-KU''