Showing posts with label KEBANGKITAN ISLAM. Show all posts
Showing posts with label KEBANGKITAN ISLAM. Show all posts

Tuesday, June 19, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot[dot]Com ; KEBANGKITAN ISLAM : BAGAIMANA DENGAN ''DUNIA ISLAM?''



Untuk menjawab pertanyaan ini, ada baiknya kita memberikan tanggapan dan pendapat atas kemampuan dua Blok Besar dunia yang telah kita gambarkan terdahulu. Kemampuan mereka mencapai prestasi seperti itu adalah dikarenakan pencapaian mereka di berbagai bidang aspek kemajuan, terutama kemajuan ilmu dan teknologi yang telah mereka kuasai dalam kehidupan ini, sehingga terkuasainya ilmu dan teknologi mampu memberikan kekuatan yang berarti dalam kehidupan secara individu maupun berkelompok,yang akibatnya mampu menguasai perjalanan sejarah dunia di mana mereka hidup.



Berbagai kejayaan yang pernah dicapai Ummat Islam dalam beberapa abad yang lalu baik sejak Dinasti Umayyah sampai Abbasiyah maupun Utsmaniyah, kuncinya adalah penguasaan ilmu dan teknologi juga.



Tokoh-tokoh ilmu pengetahuan muslim pada masa lalu menjadi penyumbang kemajuan peradaban dunia, dicatat oleh sejarah peradaban manusia hingga kini. Semua itu telah berlalu ditelan masa, sedangkan apa yang dialami oleh Dunia Islam masa kini berbicara lain, masih jauh dari makna kemajuan. Sehubungan dengan itu, pada waktu tibanya abad XV Hijriyah dua dasawarsa yang lalu, tepatnya pada bulan November 1980 M, bertepatan dengan pergantian abad hijriyah memasuki abad ke-15, ummat Islam menyambutnya dengan suatusikap dan tekad, bahwa abad ke-15 Hijrah adalah merupakan abad kebangkitan Ummat Islam. Di sana-sini, di berbagai negara-negara Muslim Ummat Islam menyambutnya dengan gegap gempita sebagai abad Kebangkitan Ummat. Banyak orang menandai Abad 15 ini sebagai Abad Kebangkitan adalah dengan tampilnya Revolusi Iran yang mampu merobohkan kekuatan Kerajaan menjadi Republik Islam.



Dan apa yang diyakini sebagai abad kebangkitan Islam ini ternyata masih dirajut dengan berbagai konflik antar negara-negara Islam itu sendiri, baik diakibatkan oleh konflik intern maupun ekstern. Abad Kebangkitan Ummat Islam diawali denqan konflik besar antara Republik Irak dengan Republik lslam Iran, peperangan dahsyat yang menelan waktu selama 7 tahun, mengorbankan nyawa ratusan ribu muslimin dan memusnahkan berbagai sumber daya lainnya, perang berhenti hanya karena masing-masing sudah kehabisan tenaga. Awal tahun 1980, Uni Soviet mengadakan invasi ke Afganistan, salah satu negara berpenduduk mayoritas Islam. Selama hampir 10 tahun Afganistan dibuat porak poranda oleh kekuatan negara adidaya komunis itu.



Pada bulan Agustus 1990, Irak menyerbu Kuwait dan mendeklarasikan bahwa Kuwait sebagai propinsi ke-19 bagi negara Irak. Januari 1991 pasukan koalisi pimpinan Amerika menyerang Irak dan memporak-porandakan Irak dan mengusir pasukan Irak dari Kuwait. Afganistan yang belum sembuh dari akibat invasi mendiang Uni Soviet, sepuluh tahun kemudian (akhir 2001) dibumihanguskan kembali oleh pasukan sekutu, di bawah pimpinan Amerika Serikat. Afganistan lumpuh, Irak lumpuh, Iran pun belum bangkit sepenuhnya dari akibat peperangan dengan Irak.



Belum lagi pergolakan di Palestina, yang setiap saat diselenggarakan perjanjian perdamaian antara masing-masing yang bersengketa namun sampai detik ini tak dapat diwujudkan perdamaian itu. Keganasan yang nyata-nyata dilakukan oleh kekuatan Yahudi seperti menjadi hal yang lazim, dunia tutup mata, kekuatan adidaya pun bersikap ganda. Dan konflik sepertinya tidak berhenti sampai di sini, sebab pertempuran hidup mati yang tidak seimbang terus berjalan di Palestina antara Israel dan Palestina.



Organisasi Konferensi Islam (OKI), perserikatan negara-negara berpenduduk Islam didirikan pada tanggal 25 September 1969 yang kini beranggotakan lebih dari 50 negara-negara berpenduduk Muslim, merupakan akibat dari aksi kekerasan yang dilakukan oleh Israil. Suatu gagasan konsolidasi Ummat lslam sedunia untuk membebaskan Yerusalem dari genggaman Israil.



Selain kegiatan politik, selanjutnya OKI juga menangani berbagai permasalahan yang lebih luas berkenaan dengan politik, ekonomi dan sosial budaya. Namun organisasi perserikatan ini sampai memasuki abad XV Hijriyah ini belum dapat dirasakan kesannya bagi kemajuan negara-negara anggotanya (yakni negara-negara Islam sedunia), hal ini sangat terasa tidak adanya pengaruh keberadaannya bagi kebrutalan tindakan negara Israil terhadap Palestina.



Abad XV Hijrah yang disambut sebagai abad kebangkitan Islam ini, sampai dengan tahun ini, yang hampir memasuki seperempat abad, ternyata belum menunjukkan adanya indikasi yang menunjang ke arah kebangkitan itu sendiri. Dunia Islam masih tampak stagnan, sementara masyarakat dunia di luarnya semakin bergerak maju, tanpa berhenti. Namun dibalik itu semua, masih ada suatu optimisme (yang beralasan), sedikitnya dunia Islam telah menorehkan kesadaran bahwa Abad ini disikapi sebagai Abad Kebangkitan, paling tidak, sikap dan kesadaran itu dapat mendorongnya menuju kebangkitan yang dicita-citakan.



Kebangkitan seperti apa yang dicita-citakan itu ? Belajar dari sejarah perjalanan panjang ummat manusia, kebangkitan itu harus diberi pigura yang jelas. Kebangkitan yang dicita-citakan adalah bangkit untuk ikut menata dunia bersama masyarakat lainnya menujutercapainya kesejahteraan dan perdamaian dunia (Q.S 106:3-4).



Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka`bah).

Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan. (Qs. Al-Quraisy:3-4)



Bangkit menata masyarakat adalah mengerahkan daya dan upaya untuk terus berpikir dan berbuat bagaimana mengembangkan diri dan membawa anggota masyarakat menjadi warga masyarakat yang cerdas, dengan kecerdasannya mereka mampu menguasai sain dan teknologi yang terus berkembang maju tanpa berhenti. Berfikir dan berbuat tanpa henti untuk meningkatkan produk yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai lapisan masyarakat, sehingga dapat memiliki andil dalam kebersamaan meminimalkan beban akibat kemiskinan. Berfikir dan berbuat tanpa henti untuk mewujudkan kebajikan dan kebijakan politik yang mampu mensejahterakan tatanan kehidupan ummat manusia. Kebangkitan seperti itulah yang harus dijadikan ukurannya.



Sekarang, pertanyaannya adalah dari mana kita memulainya ? Tentunya, sebagai jawabannya adalah kita mulai dari diri kita sendiri. Kita adalah warga masyarakat dunia yang bermustautin di sebuah negara.Negara yang kita berada di dalamnya dapat dinamakan Indonesia, Malaysia, dan lain sebagainya. Sebagai warga negara Indonesia, kita harus memulai semua itu dari titik Indonesia. Kita mempersiapkan semua bentuk kebangkitan yang dicita-citakan itu adalah dari Indonesia. Artinya, sebagai Ummat Islam Bangsa Indonesia, kita harus berani mereformasi diri dalam arti kata yang sebenar-benarnya dan seluas-luasnya.



Bukan reformasi tradisionalistis yang hanya dilandasi oleh keyakinan luas bahwa lembaga dan praktek kita lebih unggul daripada apa pun yang dikembangkan di berbagai negara maju (Barat). Bukannya dimaknai bahwa lembaga kita (Islam) adalah merupakan spirit dan kekuatan yang harus diwujudkan dalam sebuah tatanan hidup yang practicable ((صالح untuk setiap zaman dan tempat. Reformasi tradisionalistis yang menjurus kepada upaya memulihkan cara-cara lama, menghukum person-person yang dianggap menyeleweng dan tidak cakap.



Mereformasi diri yang kita maksudkan, bukan seperti itu. Reformasi tradisionalistis itu mesti dimodifikasi menjadi suatu reformasi diri yang aktual, yaitu : Suatu pengakuan (اعتراف) yakni kesediaan mengakui bahwa pencapaian Barat atau kekuatan lainnya (dalam berbagai aspek kehidupan) telah jauh meninggalkan kita. Mestinya kita tidak meletakkan Barat sebagai momok yang harus kita jauhi, hanya karena kita berkeyakinan bahwa kita sebagai manusia Timur.



Bukankah ajaran yang telah sampai kepada kita bahwa lembaga kita (Islam) adalah bukan Kebaratan dan juga bukan Ketimuran (Q.S. 24/35, Q.S. 2/177, Q.S. 21/107).



Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atascahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Nur:35)



Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya,anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Baqarah:177)



Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS. Al-Anbiya:107)



Mereformasi diri juga berkenaan dengan sikap mental yang selama ini kita bersikokoh untuk bersikap dependent dalam mengurus dan mendanai perjalanan perjuangan bangsa (membangun). Mereformasi diri dari sisi etos kerja yang selama ini kita menjadi kelompok bangsa yang etos kerjanya sangat rendah.



Jika kita berbicara penataan kembali Dunia Islam dan memulainya dari Indonesia, bukan hanya karena kita adalah orang Indonesia, namun ada juga alasan yang lain, bahwa Indonesia adalah anggota masyarakat Dunia Islam yang terbesar jumlah penduduknya (hampir 25% penduduk negara-negara OKI tinggal di Indonesia), dan juga karena sumber daya yang tersimpan di bumi Indonesia adalah merupakan kekayaan yang sangat mungkin dapat menjadi sumbangsih bagi masyarakat Dunia Islam dan seluruh dunia pada umumnya sebagai kebajikan bangsa Indonesia bagi ummat manusia kelak. Karenanya, menata Indonesia menjadi negara yang stabil dalam segala bidang kehidupan, akan mengangkat harkat dan martabat Dunia Islam. Sebagai catatan, jumlah penduduk dunia yang beragama Islam, tidak kurang dari 1.188.242.000 jiwa. Sedangkan penduduk Muslim Indonesia berjumlah tidak kurang dari 16% dari semua jumlah Muslim sedunia.



Follow @ImanHijrah



Tweet



Tweet #TwitterStories



Tweet to @ImanHijrah

Friday, May 25, 2012

KEBANGKITAN ISLAM : ZAMAN BARU



Peta dunia berubah total. Kerajaan Dinasti Utsmaniyah telah sirna (1922). Wilayah-wilayahnya menjadi wilayah jajahan negara-negara Barat. Kekuatan baru mulai tumbuh, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet. Pada saat tumbangnya Daulah Utsmaniyah (1922), Abad Hijriyah telah memasuki paro kedua abad ke-14. Pada abad inilah wilayah-wilayah yang terlepas dari kekuasaan Utsmaniyah di bawah jajahan negara-negara Barat bergerak dengan berbagai perjuangannya untuk mencapai kemerdekaannya dan berdiri menjadi negara yang mendiri, yang tidak lagi di bawah kekuasaan-kekuasaan manapun, yang pada langkah selanjutnya adalah menjadi Negara-negara Non blok (KTT Bandung 14-18 April 1955).



Indonesia setelah terjajah selama 350 tahun (sejak masuknya Cornelis de Houtman tahun 1595) merdeka pada 17 Agustus 1945. India dan Pakistan merdeka dari Inggris tahun 1947. Filipina merdeka dari Amerika Serikat tahun 1946. Malaysia merdeka dari Inggris tahun 1957. Brunai Darussalam merdeka dari Inggris tahun 1974. Siria lepas dari Perancis tahun 1946. Jordania lepas dari Inggris tahun 1946. Uni Emirat Arab merdeka dari Inggris tahun 1971. Kuwait lepas dari Inggris tahun 1961. Sedangkan negara-negara Afrika, Maroko merdeka dari Perancis tahun 1956, Aljazair lepas dari Perancis tahun 1962. Tunisia dari Perancis tahun 1956, Libya lepas dari Italia tahun 1951, Sudan lepas dari Inggris tahun 1956, Somalia lepas dari Inggris dan Italia tahun 1960.



Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations Organization adalah organisasi lnternasional yang didirikan pada tahun 1945, tepatnya Piagam PBB ditandatangani pada tanggal 24 Oktober 1945. Dengan tujuan utama menjamin perdamaian dunia, menjamin berlakunya hak-hak asasi manusia, dan berusaha meningkatkan kemajuan ekonomi dan sosial masyarakat dunia. Untuk mencapai tujuan itu, PBB berusaha membantu menyelesaikan setiap pertentangan dengan jalan damai, walau tidak semuanya berhasil. Untuk menghindarkan terjadinya peperangan, PBB menegaskan bahwa setiap negara harus menghormati kedaulatan negara lain.



PBB dengan tujuannya yang mulia itu, belum dapat menyatukan kekuatan dunia di paro kedua abad ke-20 ini. Dunia terbagi menjadi dua kekuatan besar, Blok Barat dan Blok Timur. Blok Barat yang dikomandani oleh Amerika Serikat, sebaik saja PBB didirikan, empat tahun kemudian mendirikan Pakta Pertahanan yang sangat terkenal dengan NATO ( North Atlantic Treaty Organization ), merupakan suatu organisasi pertahanan militer bersama negara-negara Atlantik Utara (Eropa Barat dan Amerika Utara), didirikan pada tahun 1949. Negara-negara penandatangan perjanjian NATO adalah Amerika Serikat, Belanda, Belgia, Denmark, lnggris, Italia, Kanada, Luxemburg, Norwegia, Perancis, Portugal dan Islandia. Yang pada tahun-tahun selanjutnya keanggotaannya terus bertambah.



Tujuan didirikannya pakta pertahanan ini adalah untuk menghadapi kemungkinan intervensi militer dari Uni Soviet kawan-kawannya negara komunis. Oleh sebab itu, dalam satu pasal perjanjian itu dikatakan bahwa serangan terhadap salah satu negara anggota NATO juga berarti serangan terhadap seluruh negara anggota NATO. Organisasi ini di samping kerjasama pertahanan militer, juga merupakan kerjasama dalam bidang politik dan ekonomi.



Sedangkan Blok Timur dikomandani oleh Uni Soviet (komunis). Sebuah kerjasama pertahanan militer di antara negera-negara komunis di Eropa Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet didirikan, yang dikenal dengan PAKTA WARSAWA. Kerjasama ini ditandatangani di Warsawa (ibukota Polandia), pada 14 Mei 1955 sebagai reaksi atas berdirinya kerja sama militer di antara negara-negara Barat (NATO). Pada awal berdirinya pakta pertahanan negara-negara komunis di Eropa Timur ini beranggotakan delapan negara : Uni Soviet (sebagai pimpinan), Jerman Timur, Hungaria, Polandia, Cekoslowakia, Bulgaria, Albania, dan Rumania. Sesuai dengan tujuannya, yakni untuk menghadapi kekuatan militer NATO, Pakta Warsawa menghimpun kekuatan militer yang sangat besar jumlahnya.



Pakta Warsawa dan NATO menjadi lambang persaingan militer dan perang dingin antara Blok Barat dan Blok Timur. Dan satu lagi kekuatan yang menghimpun diri adalah kekuatan dunia ketiga, yang menghimpun diri dalam satu gerakan negara-negara Non Blok, yaitu kelompok negara-negara yang tidak tergabung dalam Blok Barat maupun Blok Timur, dan tidak terlibat dalam persaingan dua raksasa dunia itu, tapi sebaliknya berusaha membantu mencapai perdamaian dunia tanpa harus didikte atau dipengaruhi oleh dua raksasa dunia tersebut. Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955 telah mengilhami lahirnya gerakan Non Blok. Lima tokoh dunia yang dianggap sebagai pelopor pembentukgerakan Non Blok adalah Presiden Yugoslavia Tito, Presiden Mesir Gamal Abdel Nasir, Perdana Menteri India Jawaharal Nehru, Presiden Indonesia Soekarno, dan Presiden Ghana Kwame Nkrumnah. Keanggotaan gerakan Non Blok terdiri atas negara-negara Asia, Afrika, Amerika, dan Eropa.



Di samping itu, Dunia Arab pada 22 Maret 1945 membentuk persatuan negara-negara Arab yang dinamakan Liga Arab ( Arab League ) atau Aljamia al Arabiyya , dengan tujuan menjamin kemerdekaan, mempererat hubungan dan persaudaraan, serta mengadakan kerjasama ekonomi, politik, dan militer di antara anggotanya. Pada awal berdirinya beranggotakan tujuh negara dan terus berkembang keanggotaannya ke seluruh negara-negara Arab di Timur Tengah.



Dalam perjalanannya, dua kekuatan raksasa Barat dan Timurlah yang menguasai percaturan perjalanan sejarah kepemimpinan dunia. Sampai dengan dekade terakhir abad ke-20. Dan baru berubah setelah Blok Timur yang dimotori oleh Uni Soviet dengan Pakta Warsawanya bubar. Terjadinya reformasi di Uni Soviet yang disponsori oleh Presiden Gorbachev yang terkenal dengan program glasnot dan perestroika mengakibatkan terjadinya perubahan politik di negara-negara komunis Eropa Timur, bubarnya Pakta Warsawadan bahkan bubarnya Uni Soviet itu sendiri. Oktober 1990 Jerman Timur bersatu kembali dengan Jerman Barat, 31 Maret 1991 Pakta Warsawa dibubarkan, dan bersamaan dengan pengunduran diri (berhentinya) Gorbachev sebagai presiden Uni Soviet 25 Desember 1991 dan pada tutup tahun 1991 itulah Uni Soviet runtuh. Akibatnya kekuatan dunia hanya berada di satu adidaya Amerika atau Blok Barat. Kekuatan-kekuatan lainnya menjadi tidak dapat mengimbangi kedigdayaannya

KEBANGKITAN ISLAM : PETA DUNIA BERUBAH



Perang Dunia I ( 1914 – 1918 ) dimenangkan oleh Sekutu (Inggris, Perancis, USA dll). Pada musim gugur, semangat orang Jerman rontok. Rakyat menderita kelaparan. Pemberontakan terjadi di lingkungan Angkatan Bersenjata. Pembelotan menjadi umum, demonstrasi revolosioner bermunculan. Kaisar turun tahta. dan sebuah Republik Jerman diumumkan. Akhirnya pada 11 November 1918 Jerman menandatangani gencatan senjata menurut syarat-syarat Sekutu dan berakhirlah Perang Dunia I. Perjanjian Versailles 28 Juni 1919 ditandatangani dengan membebankan rampasan perang pada Jerman. Empat kekaisaran ambruk Jerman, Austria, Turki dan Rusia. Korban perang seluruhnya hampir mencapai 10.000.000 orang meninggal, ditambah 20.000.000 luka-luka. Penderitaan yang disebabkan perang menimbulkan kemasygulan umum yang menyebabkan orang meletakkan kepercayaan kepada Liga Bangsa-Bangsa yang baru dibentuk untuk memelihara perdamaian.



Di penghujung Perang Dunia I, tumbuh kekuatan baru di front timur Eropa,dengan berdirinya Uni Soviet Rusia, diawali sejak jatuhnya kerajaan Dinasti Romanov oleh kudeta September 1917, melahirkan Revolusi Oktober 1917, yang pada klimaksnya proklamasi Uni Soviet menjadi negara ateis pada 5 Februari 1918. Dalam percaturan internasional kemudian Uni Soviet Rusia menjadi Negara adikuasa.



Persengketaan dunia yang kedua terjadi dari tahun 1939-1945, sejarah mencatatnya sebagai Perang Dunia II. Jerman, Itali, dan Jepang, membentuk Pakta Axis (Poros), dan terciptalah Poros Berlin-Roma-Tokyo, bertempur melawan negara-negara Sekutu. Pada putaran pertama, perang dapat dimenangkan oleh Poros (Jerman, Itali, Jepang). Poros tak tertandingi. Di Eropa tinggal Inggris yang dapat bertahan sendiri, negara-negara Afrika diduduki oleh Poros. Di Asia, Jepang dapat menduduki Vietnam sebagai batu loncatan untuk memperluas kekuasaannya di Asia Pasifik. Dengan timbulnya Poros yang agresif, Liga Bangsa-Bangsa tidak dapat lagi berfungsi dan diharapkan sebagai lembaga kepentingan penjaga perdamaian internasional, dan Jerman secara sepihak tidak mengakui lagi Perjanjian Versailles.



Amerika Serikat sementara itu belum secara langsung melibatkan diri ke dalam perang. Negara ini hanya melakukan sanksi-sanksi politik dan ekonomi terhadap Jerman dan Italia. Tatkala Jerman mendadak melancarkan serangan terhadap Uni Soviet (Juni 1941), Amerika Serikat mulai semakin terlibat perang. Amerika menduduki Eslandia dan Greenland. Selanjutnya, Amerika mengumumkan perang terhadap Jepang (8 Desember 1942) juga terhadap negara-negara Poros lainnya, setelah Jepang menyerbu dan menghancurkan armada laut Amerika di Pearl Harbor, Hawaii (7 Desember 1942). Selanjutnya, Jepang (1942) terus melaju, dan dapat menaklukkan Filipina, sejumlah pulau di Pasifik, dan seluruh Asia Tenggara. Pada musim panas tahun 1942, daerah kekuasaan Jerman di Eropa lebih luas dari daerah manapun sejak zaman Romawi Kuno. Pada tahun itu juga, Jerman dan Italia akan mengepung laut Tengah dan menggabungkan diri dengan sekutunya Jepang di India.



Arus balik terjadi sejak kemenangan penting pertama Amerika Serikat dalam Perang Midway dan Laut Karang (Juni 1942). Di Afrika Utara, berbagai kemenangan dicapai oleh pasukan sekutu, kemenangan Jendral Montgomery di al-Amin (Mesir) 1942. disusul oleh pendaratan tentara Amerika di Al-Jazair. Di bawah pimpinan Jendral Mac Arthur dapat merebut kembali Filipina (1945). Pasukan Uni Soviet menerobos jauh ke wilayah Polandia, Hungaria, dan mendesak pasukan Poros dari Balkan. Kemenangan Uni Soviet mengawali perubahan radikal kebijakan luar negerinya. Perang bukan hanya untuk membebaskan daerah sendiri, namun juga untuk memperluas wilayah, pengaruh, dan wibawanya di Eropa Timur. Dari titik ini tumbuh persaingan, yang kelak setelah perang akan muncul persaingan perebutan pengaruh antara Uni Soviet dan Amerika Serikat.



April 1945 tentara Jerman telah patah dan Jerman menyerah tanpa syarat. Perang di Eropa berhenti, seluruh benua Eropa bagian Timur diduduki oleh Rusia, dan selebihnya oleh Sekutu. Pasukan Inggris dan Amerika dipindahkan ke Timur Jauh, secara perlahan-lahan dan susah payah, pulau-pulau yang telah diserbu dan dikuasai Jepang direbut kembali. Pihak Sekutu melancarkan serangan udara hebat yang menghancurkan industri Jepang, dan setelah dijatuhkannya bom atom di Hirosima (6 Agustus 1945) dan Nagasaki beberapa hari kemudian, Jepang menyerah (14 Agustus 1945) dan penandatanganan penyerahannya dilaksanakan pada 2 September 1945. Perang Dunia II selesai. Kerugian perang sangat besar di kedua pihak (Sekutu maupun Poros). Jerman kehilangan 8% penduduknya, Uni Soviet kehilangan 10%, dan jumlah korban perang seluruhnya diperkirakan mencapai 40 juta orang. Dan akibat Perang Dunia II ini, dibentuklah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).



Post Terkait :



[align=center]Kebangkitan Islam yang ALLAH janjikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam



KEBANGKITAN ISLAM : ABAD XV HIJRAH MERUPAKAN ABAD KEBANGKITAN ISLAM?



KEBANGKITAN ISLAM : Dunia Islam Setelah Wafat Rasulullah



KEBANGKITAN ISLAM : ABBASIYAH ( BANI ABBAS)



KEBANGKITAN ISLAM : DINASTI UTSMANI : 1300-1922 M



Walhamdulillahi Rabbil'alamin

KEBANGKITAN ISLAM : DINASTI UTSMANI : 1300-1922 M



Dinasti Utsmaniyah adalah Khilafah Islam yang berpusat di Turki. Merupakan satu di antara tiga kekhilafahan besar. Dalam sejarah Islam, Dinasti Utsmaniyah merupakan rentetan khilafah besar setelah Dinasti Umayyah dan Abbasiyah. Terdiri dari 39 sultan yangmemerintah selama hampir 7 abad. Kaum Utsmaniyah adalah orang-orang Turki Oghuz yang berasal dari Asia Tengah dan menciptakan negara luas, yang akhirnya mencakup seluruh Eropa Tenggara sampai perbatasan utara Hongaria, Anatolia, Timur Tengah hingga perbatasan Iran, pantai Mediterania di Afrika Utara hingga hampir ke Samudra Atlantik.



Pemerintahan Sultan Sulayman menandai puncak kekuasaan dan kemakmuran Utsmaniyah serta perkembangan tertinggi dalam sistempemerintahan, sosial, dan ekonomi. Sultan Sulayman bergelar Sulayman Agung, karena pada masanya wilayahUtsmaniyah meliputi: Aljazair, Mesir, Hejaz, Armenia, Irak, Asia Kecil, Balkan, Bulgaria, Bosnia, Yunani, Hongaria, Rumania dan tiga laut yaitulaut Merah, Laut Tengah, dan Laut Hitam. Karena keluasan wilayahnya Utsmaniyah menjadi adikuasa ketika itu. Dan setelah wafatnya Sultan Sulayman, Dinasti Utsmaniyah mulai melemah, sultan-sultan penggantinyaumumnya lemah dan tak berwibawa, dan disebabkan juga oleh sikap hidupmewah yang berlebihan di kalangan pembesar istana, hingga banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan.



Pada saat situasi dalam negeri semakin memburuk, negara-negara Eropa melancarkan serangan ke wilayah-wilayah yang dikuasai DinastiUtsmaniyah. Berbagai wilayah Utsmaniyah di Eropa membebaskan diri dari kekuasaan Ustmaniyah, dan pada puncaknya adalah tatkala Napoleon I, jendral dan kaisar Perancis, menguasai Mesir pada 1798. Sejak itu, Utsmaniyah dijuluki The Sick Man of Europe (orang sakit dari Eropa) karena pemerintahannya dari ke hari semakin melemah. Dulu penguasa Utsmani dapat mengalahkan tentara-tentara Eropa, tetapi kini mereka membiarkan wilayahnya dirampas oleh orang-orang Eropa. Perancis merebut Al-Jazair (1830) dan Tunisia (1881). Italia menduduki wilayah Utsmaniyah di Afrika Utara (1911). Inggris menguasal Mesir (1882) dan Irak (1917). Kesempatan ini juga dipergunakan oleh wilayah lain untukmelepaskan diri dari kekuasaan Utsmaniyah, misalnya Rumania, Yunani, Bulgaria, Cyprus, Albania, dan Macedonia.



Dalam perkembangan selanjutnya Turki Utsmani terseret pada kancah Perang Dunia I dengan berpihak padaJerman, Perang Dunia I berakhir dengan kekalahan dipihak Jerman dan Turki. Dalam suasana seperti inilah tampil Musthafa Kamal yang berusaha berjuang menyelamatkan Kerajaan Utsmani dari kehancuran total dan ekspansi Eropa. Musthafa Kamal berusaha membentuk Majlis Agung (1920) dan ia terpilih sebagai ketuanya. Sebagai panglima pasukan Turki bagian selatan dan ketua Majlis Agung, Musthafa Kamal membuat pemerintahan tandingan dan akhirnya pada 1922, Majlis Agung dibawah pimpinan Mustafa Kamal Mema’zulkan jabatan Sultan. Ia kemudian memproklamirkan Republik Turki pada 29 Oktober 1923.Pada 1924 jabatan Khalifah juga dihapuskan dan Khalifah terakhir Abdul Majid II, diusir dari Turki, dan tammatlah Khilafah Islamiyah sejak saat itu. Turki pun menjadi Republik yang sekuler sampai hari ini.



Saturday, May 19, 2012

KEBANGKITAN ISLAM : Dunia Islam Setelah Wafat Rasulullah



Khilafah Adalah lembaga pemerintahan dalam Islam. Adalah istilah yang muncul dalam sejarah pemerintahan Islam sebagai institusi politik Islam, yang bersinonim dengan kata imamah yang berarti pemerintahan. Menurut Ibnu Khaldun, khilafah adalah tanggung jawab umum yang sesuai dengan tujuan syara’ (hukum Islam) yang bertujuan untuk mewujudkan kemaslahatan dunia dan akhirat bagi ummat. Pada hakekatnya khilafah adalah pengganti fungsi pembuat syara’, yakni Rasulullah, dalam urusan agama dan urusan politik keduniaan. Selanjutnya khilafah yang sinonim istilah imamah, yakni kepemimpinan menyeluruh yang berkaitan dengan urusan agama dan urusan dunia sebagai pengganti fungsi Rasulullah. Seseorang yang melaksanakan fungsi khilafah disebut khalifah (bentuk jama’-nya khulafa’).



Prosedur pengangkatan khilafah / khalifah dalam memimpin ummat Islam, sementara baik al-Qur’an maupun Rasulullah sendiri tidak memberi penjelasan tentang hal tersebut. Abu Bakar (memerintah pada 632 – 634 M) terpilih secara aklamasi setelah terjadi diskusi dan perdebatan antara kaum Anshar dan Muhajirin dalam pertemuan (sekalipun secara ad hoc). Untuk periode berikutnya, Umar bin Khattab (memerintah 634 – 644 M) dicalonkan oleh Abu Bakar setelah ia mengadakan musyawarah dan konsultasi dengan beberapa sahabat utama dan menyampaikannya kepada ummat Islam yang berkumpul di masjid Nabawi. Pencalonan tersebut mendapat persetujuan dari kaum muslimin. Kemudian persetujuan tersebut dibuat dalam bentuk tertulis, yang ditulis oleh Utsman bin Affan. Berdasar surat pengangkatan itu, setelah AbuBakar wafat, Umar dibai’at oleh kaum muslimin sebagai pengganti Abu Bakar di masjid Nabawi. Sedangkan Utsman bin Affan (memerintah 644 – 656 M) dipilih oleh “Dewan Syura” atau formatur yang dibentuk oleh Umar yang beranggotakan enam orang sahabat utama, yang bertugas memilih salah seorang di antara mereka. Sedangkan Ali bin Abi Thalib (656 – 661 M) dipilih menggantikan Utsman bin Affan, pengangkatannya tidak seperti pendahulunya, melainkan pada saat terjadinya pemberontakan yang ditujukan kepada Khalifah Utsman bin Affan dan menewaskannya (pembunuhnya adalah pasukan dari Mesir – al-Ghafiki -). Pada saat itulah para pemberontak mengusulkan kepada penduduk Madinah untuk mengangkat Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah, dalam suasana yang masih kacau, akhirnya Ali bin Abi Thalib dibai’at sebagai khalifah.



Keempat empat khalifah ini dalam pandangan kaum muslimin sunni sebagai empat penerus Rasulullah yangpertama, dengan gelar al-Khulafa’ al-Rasyidin (khalifah yang lurus). Pada masa al-Khulafa’ al-Rasyidin telah didirikan pemerintahan Muslim di atas tanah pusat Timur Tengah mencakup Mesir, Palistina, Suriyah, Irak, dan Iran. Dan jalan telah dipersiapkan untuk perluasan dalam abad berikutnya.



[color=red]b. Khilafah Berbasis Dinasti (Keturunan)



Tidak berlebihan jika empat Khalifah pengganti Rasulullah Muhammad s.a.w., mendapat gelaran al-Khulafa’ al-Rasyidin, “Khalifah yang mengikuti jalan yang lurus”. Dalam mendapatkan kekhilafahannya melalui musyawarah dan pemilihan, sehingga terhindar dari penetapan sebagai putra mahkota, sekalipun sejak zaman khilafah Umar bin al-Khattab hal itu dapat dilakukan atas kehendak para sahabat ketika itu. Sejak berakhirnya periode Khulafa’ al-Rasyidin, mulailah timbul fitnah (perang saudara, perselisihan sipil, dan pemberontakan terhadap otoritas yang syah).



Wafatnya Ali bin Abi Thalib, mendorong ummat Islam mengakui Mu’awiyah sebagai khalifah untuk seluruh wilayah kekuasaan Islam. Dalam sejarah Islam Mu’awiyah dikenal sebagai pendiri kekuasaan Bani Umayyah, yang memerintah dalam dua periode: Pertama , Periode Damaskus (sejak 661 – 750 M) selama 90 tahun terdiri dari 14 khalifah. Kedua , Periode Cordoba (sejak 756 – 1031 M) yang dimotori oleh Abdu Rahman (Al-Dakhil) selama 75 tahun terdiri dari 18 khalifah.



Di zaman Dinasti Bani Umayyah, Islam telah menguasai daerah-daerah Spanyol, Afrika Utara, Suriyah, Palestina, Semenanjung Arabia, Irak, sebagian Asia Kecil, Persia, Afghanistan, daerah yang sekarang disebut Pakistan, Turkmenia, Uzbekistan dan Kirgistan (di Asia Tengah). Ekspansi yang dilakukan oleh Bani Umayyah telah membuat Islam menjadi negara besar dan luas. Kemajuan yang dicapai oleh Bani Umayyah terpusat pada bidang ekspansi wilayah, bahasa dan sastra (Arab) serta pembangunan fisik. Di masa ini, gerakan-gerakan ilmiyah telah berkembang, seperti dalam bidang keagamaan, sejarah, filsafat, dan lain-lain.



Bersambung..



Sebelumnya :

KEBANGKITAN ISLAM : ABAD XV HIJRAH MERUPAKAN ABAD KEBANGKITAN ISLAM ?

Friday, May 18, 2012

KEBANGKITAN ISLAM : ABAD XV HIJRAH MERUPAKAN ABAD KEBANGKITAN ISLAM ?

imanhijrahdanjihad.jpeg





Pendahuluan

Pada hari ini 01 Muharram 1423 H bersamaan dengan 14 Maret 2002 M, kita telah memasuki tahun ke-23 abad ke XV Hijriyah. Dalam Islam, hijrah menunjuk pada migrasi Nabi Muhammad dan kaum muhajirin (para sahabatnya) dari Makkah ke Madinah. Nabi Muhammad berangkat dari Makkah pada Khamis, 1 Rabi’ al-Awwal / 13 September 622 M, tiba di Madinah, tepatnya di Qubba, pada Senin, 12 Rabi’ al-Awwal / 24 September 622 M. Kemudian tahun hijrah diperingati dan dilembagakan sebagai tahun kalender Islam, setelah 15 tahun berjalan, tepatnya pada tahun 937 M oleh khalifah kedua, Umar Ibnu al-Khattab (memerintah pada 634 – 644 M). Peristiwa hijrah yang menjadi kalender Islam ini diperlakukan sebagai motif dalam ungkapan politis, kultural, sastra, dan estetis di Dunia Islam.



Secara religius, hijrah bermakna suatu perjalanan dengan niat religius. Dilakukan untuk membuka era baru, hijrah merupakan penolakan simbolis terhadap rasa keputus-asaan dalam menghadapi penindasan. Moral hijrah ialah bahwa penindasan merupakan pelanggaran kebebasan beragama sehingga meninggalkan lingkungan yang menindas menuju lingkungan yang lebih baik merupakan pilihan yang tepat. Hijrah dilaksanakan kaum Muslim secara individual atau kelompok guna merespon ancaman terhadap kelangsungan hidup dan keamanan sosial (Q.S. al-Baqarah, II:218, Al-Nisa’ IV:97).



a218.png


Dengarkan

inna al la dz iina aa manuu wa a lla dz iina h aa jaruu waj aa haduu fii sabiili al l aa hi ul aa -ika yarjuuna ra h mata al l aa hi wa al l aa hu ghafuurun ra h iim un



Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

(QS. Al-Baqarah : 218 )



a097.png


Dengarkan



inna al la dz iina tawaff aa humu almal aa -ikatu zhaa limii anfusihim q aa luu fiima kuntum q aa luu kunn aa musta dh 'afiina fii al-ar dh i q aa luu alam takun ar dh u al l aa hi w aa si'atan fatuh aa jiruu fiih aa faul aa -ikama/w aa hum jahannamu was aa -at ma sh iir aa n


Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?”. Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)”. Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?”. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.

(QS. Al-Nisa : 97)



Hijrah merupakan bersaksi setia kepada Islam, yang menunjukkan kemauan menanggung segala penderitaan akibat gerakan menuju tempat lain demi melindungi jiwa, keimanan, dan kebebasan beragama



(Q.S. Ali Imran III:195, Q.S. al-Nisa IV:100, Q.S. al-Taubah IX:20, Q.S. al-Nahl XVI:41, Q.S. al-Hajj XXII:58, dan Q.S. al-‘Ankabut XXIX:56).



a195.png


Dengarkan



fa i staj aa ba lahum rabbuhum annii l aa u dh ii'u 'amala ' aa milin minkum min dz akarin aw unts aa ba' dh ukum min ba' dh in fa a lla dz iina h aa jaruu waukhrijuu min diy aa rihim wauu dz uu fii sabiilii waq aa taluu waqutiluu laukaffiranna 'anhum sayyi- aa tihim walaudkhilannahum jann aa tin tajriimin ta h tih aa a l-anh aa ru tsaw aa ban min 'indi al l aa hi wa al l aa hu 'indahu h usnu al tstsaw aa b i


Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamuadalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.” (QS. Ali Imran : 195)



a100.png


Dengarkan



waman yuh aa jir fii sabiili al l aa hi yajid fii a l-ar dh i mur aa ghaman katsiiran wasa'atan waman yakhruj min baytihi muh aa jiran il aa al l aa hi warasuulihi tsumma yudrik-hu a lmawtu faqad waqa'a ajruhu 'al aa al l aa hi wak aa na al l aa hu ghafuuran ra h iim aa n



Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang . (QS. Al-Nisa : 100)



a020.png


Dengarkan



al la dz iina aa manuu wah aa jaruu waj aa haduu fii sabiili al l aa hi bi-amw aa lihim wa-anfusihim a' zh amu darajatan 'inda al l aa hi waul aa -ika humu a lf aa -izuun a



Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.

(QS. Al-Taubah : 20)



a041.png


Dengarkan



wa a lla dz iina h aa jaruu fii al l aa hi min ba'di m aa zh ulimuu lanubawwi-annahum fii al dduny aa h asanatan wala-ajru a l- aa khirati akbaru law k aa nuu ya'lamuun a



Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui. (QS. Al-Nahl : 41)



a058.png


Dengarkan



wa a lla dz iina h aa jaruu fii sabiili al l aa hi tsumma qutiluu aw m aa tuu layarzuqannahumu al l aa hu rizqan h asanan wa-inna al l aa ha lahuwa khayru al rr aa ziqiin a



Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka dibunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezki. (QS. Al-Hajj : 58 )



a056.png


Dengarkan



y aa 'ib aa diya al la dz iina aa manuu inna ar dh ii w aa si'atun fa-iyy aa ya fa u 'buduun i

Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja. (QS. Al-‘Ankabut : 56)



Titik tolak – starting point – hijrah sudah barang tentu berawal dari apa yang telah dilaksanakan Rasulullah meninggalkan suatu negeri (Makkah) yang tidak aman menuju negeri lain (Madinah/Yatsrib) yang lebih aman. Kedatangan Rasulullah di kota Yatsrib ternyata membawa perubahan yang sangat besar artinya bagi perkembangan Islam. Hijrah mengandung makna pembebasan dari fitnah dan penindasan, dan juga mempunyai makna strategis dalam pengembangan Islam di luar tempat lahirnya. Penduduk Yatsrib bertempat tinggal di dataran yang subur tetapi dalam permusuhan yang berkepanjangan antara suku Aus dan Khazraj. Rasulullah merupakan juru damai yang dapat menyatu dan merekatkan kembali perselisihan dan permusuhan yang telah berlangsung lama itu.Dari itu pergerakan Rasulullah mencapai hasil yang memuaskan di kota tersebut.



Berangkat dari suasana demikian, Rasulullah berhasil meletakkan beberapa hal penting di Yatsrib : Pertama, memperkokoh hubungan kaum muslimin dengan Tuhannya. Kedua, memperkokoh hubungan intern ummat Islam. Ketiga, mengatur hubungan ummat Islam dengan penduduk non muslim. Dalam kaitan hal pertama, Rasulullah membangun masjid, tempat kaum muslimin menghubungkan dirinya dengan Yang Maha Kuasa. Dalam kaitan kedua, Rasulullah mempersaudara­kan antara kaum Muhajirin yang datang dari Makkah dan kaum Anshar di Yatsrib. Dalam hal ini Rasulullah telah meletakkan dasar persaudaraan yang sempurna, sehingga membangkitkan jiwa pengurbanan yang tiada taranya. Dalam hal ketiga, Rasulullah menetapkan aturan-aturan (undang-undang) yang sangat toleran, dan beliau mengikat suatu perjanjian persaudaraan dengan orang-orang bukan Islam (Yahudi), sehingga antara dua pemeluk agama itu dapat hidup damai secara berdampingan.



Bertolak dari hal-hal di atas, Rasulullah berhasil membangun suatu masyarakat ideal, yang terwujud dalam suatu negara, yang beliau beri nama Madinah, artinya “kota”, atau “tempat berlakunya tuntunan agama” atau “tempat peradaban”. Di dalam masyarakat seperti itulah Rasulullah secara berangsur-angsur menerapkan suatu sistem hukum yang dapat melindungi mereka dalam kehidupan yang damai dan makmur. Dapat digambarkan kota Madinah dan sekelilingnya menjadi kota terhormat, menjadi satu kota yang segenap penduduknya bertanggung jawab dan memikul kewajiban guna menyelenggarakan keamanan, untuk menjamin keselamatan dan membela atau menangkis setiap serangan musuh yang datang dari mana pun juga. Dan dengan perjanjian persahabatan itu pula segenap penduduk Madinah dan sekelilingnya bertolong-menolong, bantu-membantu, dan hormat-menghormati antara seorang dengan lainnya dan antara segolongan dengan golongan lainnya, terutama dalam memelihara hak-hak mereka masing-masing.



Selama di Makkah Rasulullah hanya bertindak sebagai pemimpin “agama”, beliau belum mempunyai kekuatan dan kesatuan politik yang menguasai suatu wilayah, karena pada periode itu ummat Islam dalam posisi lemah dan tertindas. Sementara di Madinah, ummat Islam mempunyai kedudukan yang baik dan merupakan ummat yang kuat serta dapat berdiri sendiri (mandiri). Di Madinah, Muhammad Rasulullah tidak hanya menjadi pemimpin agama, tetapi juga sekaligus sebagai pemimpin negara. Dalam posisi sebagai pemimpin negara seperti itulah beliau menyusun suatu piagam yang sangat bersejarah yang terkenal dengan Piagam Madinah atau Konstitusi Madinah, yang di dalam fikih siyasilebih dikenal dengan sebutan Mitsaq al-Madinah.



Prinsip-prinsip umum Piagam Madinah, para ahli fikih siyasi (politik) menyimpulkan beberapa prinsip umum kenegaraan dari Piagam Madinah, di antaranya seperti berikut:



1. Monoteisme, yaitu pengakuan hanya terhadap Satu Tuhan.

1. Persatuan dan kesatuan.

2. Persamaan dan keadilan.

3. Kebebasan beragama.

4. Pembelaan terhadap negara.

5. Pengakuan dan pelestarian adat kebiasaan yang baik.

6. Supremasi syareat Islam.

7. Politik damai dan proteksi internal.



Dengan lahirnya Piagam Madinah ini Muhammad Rasulullah telah melakukan sesuatu yang paling revolusioner, khususnya yang berkenaan dengan pasal-pasal yang mengandung prinsip-prinsip persamaan dan keadilan. Pasal-pasal tersebut telah merombak total sikap ashabiyah (fanatisme suku) yang telah mendarah daging di kalangan masyarakat. Piagam Madinah itu menganut prinsip-prinsip al-Qur’an yang berkaitan dengan pembinaan kehidupan bermasyarakat, sekaligus sebagai potensi-potensi politik dari ide-ide al-Qur’an. Keagungan dan kehebatan kandungan Piagam Madinah dilontarkan oleh berbagai cendekia bahwa Piagam Madinah itu sangat menarik. Piagam (konstitusi) itu merupakan pokok-pokok pikiran yang dari sudut tinjauan moderen pun mengagumkan. Dalam konstitusi itulah, untuk pertama kalinya dirumuskan ide-ide yang kini menjadi pandangan hidup modern di dunia, di antaranya prinsip-prinsip hidup berdampingan dengan damai, stabilitas sosial, politik, dan ekonomi, persamaan di depan hukum, dan prinsip keadilan yang menghilangkan berbagai kepentingan pribadi dan kelompok.



Di zaman Rasululllah Madinah juga dapat digambarkan sebagai pusat kegiatan ilmiyah terpenting yang menjadi tujuan para penuntut ilmu. Kebanyakan mereka dimotivasi oleh semangat keagamaan untuk tinggal di dekat Rasulullah guna menuntut ilmu darinya, beribadah bersamanya, mendengarkan sabda-sabdanya dan turut berharakah bersamanya. Setelah wafatnya Rasulullah, Madinah tetap menjadi pusat kekhalifahan dan pusat domisili para pemuka sahabat karena Umar bin Al-Khattabmelarang mereka untuk meninggalkan Madinah, kecuali untuk kepentingan mendesak. Dan Madinah tetap menjadi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan.