Showing posts with label Kejadian Hebat dan Penting. Show all posts
Showing posts with label Kejadian Hebat dan Penting. Show all posts

Wednesday, April 18, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Kejadian Hebat dan Penting : Kaum Muslimin harus Awas dan Waspada kepada Yahudi

Fat1hah.gif




ALLAH melarang kaum Muslimin mengharap-harap keimanan dan ke-Islaman kaum Yahudi itu adalah untuk menjaga keselamatan dan memelihara keamanan kaum Muslimin sendiri, dan dalam pada itu untuk menjaga kepentingan persatuan dan kemajuan mereka dalam mengembangkan Islam. Karena jika kaum Muslimin juga mengharap-harap keimanan mereka, tentu saja pergaulan dan perhubungan rapat kaum Muslimin dengan mereka tetap berlaku; dan jika pergaulan dan hubungan rapat dengan mereka itu tetap dilakukan oleh Kaum Muslimin sebagaimana biasa, niscaya mereka sedikit demi sedikit memperoleh rahasia-rahasia perkembangan dan kemajuan Islam, dan dengan demikian mereka akan mendapat kesempatan baik untuk menyebarkan fitnah dan mengeruhkan suasana dalam lingkungan kaum Muslimin sendiri.


Sebab-sebabnya kaum Yahudi pada umumnya tidak mau dan merasa mengimankan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan mengikut Islam, karena mereka ikut takut kehilngan pengaruh bagi yang mempunyai pengaruh besar; takut kehilangan pakat tinggi yang mempunyai pangkat tinggi dan takut tertutup mata pencahariannya yang tidak halal bagi yang berpencaharian tidak halal, dan demikianlah seterusnya.


Kesalahan mereka yang sangat besar, karena mereka telah bertaqlied buta saja kepada nenek moyang mereka yang telah merobah-robah ayat-ayat firman ALLAH, setelah lebih dahulu mereka fikirkan, padahal keadaan ayat firman ALLAH itu oleh mereka telah diketahui akan kebenarannya, sebagaimana telah dinyatakan dalam akhir ayat 75 surat Al Baqarah tadi.


Oleh sebab itu, agar segenap kaum Muslimin, pengikut-pengikut Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tetap awas dan waspada, maka oleh ALLAH telah dijelaskan pula dengan tegas akan kelakuan dan rahasia mereka dalam mempengaruhi kaum Muslimin, yaitu dengan ayat firmannya yang berbunyi :


a076.png


sp1.gifDengarkan


wa-i dzaa laquu al la dz iina aa manuu q aa luu aa mann aa wa-i dzaa khal aa ba' dh uhum il aa ba' dh in q aa luu atu h additsuunahum bim aa fata h a al l aa hu 'alaykum liyu haa jjuukum bihi 'inda rabbikum afal aa ta'qiluun a


76. Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata:" Kamipun telah beriman," tetapi apabila mereka berada sesama merekasaja, lalu mereka berkata: "Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mu'min) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?"[66]


Keterangan ayat :

[66] Sebagian Bani Israil yang mengaku beriman kepada Nabi Muhammad s.a.w itu pernah bercerita kepada orang-orang Islam, bahwa dalam Taurat memang disebutkan tentang kedatangan Nabi Muhammad SAW Maka golongan lain menegur mereka dengan mengatakan: "Mengapa kamu ceritakan hal itu kepada orang-orang Islam sehingga hujjah mereka bertambah kuat?"


Al Qur'an surat AL Baqarah ayat 76


Jelasnya : Apabila kaum Yahudi bertemu dengan orang-orang Islam, mereka berkata : ''Kami telah beriman''; tetapi apabila mereka kembali dan bertemu dengan sebagian yang lain, maka yang bertemu dengan kaum Muslimin ditanya oleh sebagian lainnya, yaitu para pendeta mereka : ''Apakah kamu menceritakan apa-apa yang telah di jelaskan oleh ALLAH bagi kamu, nanti dengan itu mereka mengalahkan kamu di hadapan-Nya? Apakah kamu gak mikir?''


Demikianlah kelakuan Yahudi di masa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam terhadap kaum Muslimin, mereka berpusing-pusing, dengan berkepala dua, dengan tujuan untuk menghancur binasakan Islam dan kaum Muslimin. Oleh sebab itu dengan ayat yang tersebut itu, kaum Muslimin harus awas dan waspada!


Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia bersumber dari :

alquran_indonesia.png


Baca juga post sebelumnya :


Jika Anda Sebarkan Content ini di Facebook, Twitter, forum maupun Blog, Insya ALLAH amal jariah untuk Anda.

Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Kejadian Hebat dan Penting : Kaum Muslimin harus Awas dan Waspada kepada Yahudi

Fat1hah.gif




ALLAH melarang kaum Muslimin mengharap-harap keimanan dan ke-Islaman kaum Yahudi itu adalah untuk menjaga keselamatan dan memelihara keamanan kaum Muslimin sendiri, dan dalam pada itu untuk menjaga kepentingan persatuan dan kemajuan mereka dalam mengembangkan Islam. Karena jika kaum Muslimin juga mengharap-harap keimanan mereka, tentu saja pergaulan dan perhubungan rapat kaum Muslimin dengan mereka tetap berlaku; dan jika pergaulan dan hubungan rapat dengan mereka itu tetap dilakukan oleh Kaum Muslimin sebagaimana biasa, niscaya mereka sedikit demi sedikit memperoleh rahasia-rahasia perkembangan dan kemajuan Islam, dan dengan demikian mereka akan mendapat kesempatan baik untuk menyebarkan fitnah dan mengeruhkan suasana dalam lingkungan kaum Muslimin sendiri.


Sebab-sebabnya kaum Yahudi pada umumnya tidak mau dan merasa mengimankan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan mengikut Islam, karena mereka ikut takut kehilngan pengaruh bagi yang mempunyai pengaruh besar; takut kehilangan pakat tinggi yang mempunyai pangkat tinggi dan takut tertutup mata pencahariannya yang tidak halal bagi yang berpencaharian tidak halal, dan demikianlah seterusnya.


Kesalahan mereka yang sangat besar, karena mereka telah bertaqlied buta saja kepada nenek moyang mereka yang telah merobah-robah ayat-ayat firman ALLAH, setelah lebih dahulu mereka fikirkan, padahal keadaan ayat firman ALLAH itu oleh mereka telah diketahui akan kebenarannya, sebagaimana telah dinyatakan dalam akhir ayat 75 surat Al Baqarah tadi.


Oleh sebab itu, agar segenap kaum Muslimin, pengikut-pengikut Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tetap awas dan waspada, maka oleh ALLAH telah dijelaskan pula dengan tegas akan kelakuan dan rahasia mereka dalam mempengaruhi kaum Muslimin, yaitu dengan ayat firmannya yang berbunyi :


a076.png


sp1.gifDengarkan


wa-i dzaa laquu al la dz iina aa manuu q aa luu aa mann aa wa-i dzaa khal aa ba' dh uhum il aa ba' dh in q aa luu atu h additsuunahum bim aa fata h a al l aa hu 'alaykum liyu haa jjuukum bihi 'inda rabbikum afal aa ta'qiluun a


76. Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata:" Kamipun telah beriman," tetapi apabila mereka berada sesama merekasaja, lalu mereka berkata: "Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mu'min) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?"[66]


Keterangan ayat :

[66] Sebagian Bani Israil yang mengaku beriman kepada Nabi Muhammad s.a.w itu pernah bercerita kepada orang-orang Islam, bahwa dalam Taurat memang disebutkan tentang kedatangan Nabi Muhammad SAW Maka golongan lain menegur mereka dengan mengatakan: "Mengapa kamu ceritakan hal itu kepada orang-orang Islam sehingga hujjah mereka bertambah kuat?"


Al Qur'an surat AL Baqarah ayat 76


Jelasnya : Apabila kaum Yahudi bertemu dengan orang-orang Islam, mereka berkata : ''Kami telah beriman''; tetapi apabila mereka kembali dan bertemu dengan sebagian yang lain, maka yang bertemu dengan kaum Muslimin ditanya oleh sebagian lainnya, yaitu para pendeta mereka : ''Apakah kamu menceritakan apa-apa yang telah di jelaskan oleh ALLAH bagi kamu, nanti dengan itu mereka mengalahkan kamu di hadapan-Nya? Apakah kamu gak mikir?''


Demikianlah kelakuan Yahudi di masa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam terhadap kaum Muslimin, mereka berpusing-pusing, dengan berkepala dua, dengan tujuan untuk menghancur binasakan Islam dan kaum Muslimin. Oleh sebab itu dengan ayat yang tersebut itu, kaum Muslimin harus awas dan waspada!


Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia bersumber dari :

alquran_indonesia.png


Baca juga post sebelumnya :


[color=green]Jika Anda Sebarkan Content ini di Facebook, Twitter, forum maupun Blog, Insya ALLAH amal jariah untuk Anda.[/align]

Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Tuesday, April 17, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Kejadian Hebat dan Penting : Peringatan ALLAH kepada kaum Muslimin

bismilah2.gif




Sebagaimana di atas telah diriwayatkan, bahwa kaum muslimin beserta Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sudah lebih dari 16 bulan lamanya apabila mengerjakan shalat menghadap ke arah Baitul-Maqdis, yang terkenal kiblat kaum Yahudi dalam mengerjakan shalat, tetapi selama itu golongan kaum Yahudi tidak ada perhatian sedikitpun juga kepada agama Islam. Jangkan perhatian kepada Islam, sedangkan menampakkan persetujuannya saja tidak.


Kemudian tatkala peralihan kiblat shalat di kerjakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam beserta kaum Muslimin, yaitu menghadap kearah Baitullah di Mekah, maka perhatian qiblat itu membawa perubahan besar bagi kaum Yahudi, dan menimbulkan fitnah besar dari mereka kepada kaum Muslimin.


Dan telah tercatat dalam sejarah bahwa sebelum pribadi Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan kaum Muslimin berhijrah ke Madinah, keadaan kota Madinah baik di dalam maupun di sekelilingnya, segala kepentingan penduduknya dapatlah dikatakan terserah kepada kaum Yahudi dan ditangan kekuasaan mereka. Bukan saja yang mengenai urusan agama yang mereka pertahankan dengan sungguh-sungguh, tetapi yang mengenai urusan penghidupan dan sebagainyapun telah dibawah genggaman mereka pula.


Bangsa Arab pada umumnya terutama yang dikota Madinah dikala itu sangat menaruh penghargaan tinggi kepada mereka, karena mereka itu terkenal sebagai segolongan umat yang mempunyai kitab agama dan suatu kaum yang terkemuka diantara kaum-kaum atau bangsa-bangsa yang ada di dunia pada masa itu. Oleh sebab itu maka, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam kaum Muslimin berpendapat dan berpendirian, bahwa sepatutnya kaum Yahudilah yang mula-mula menyambut dan mempercayai agama Islam. Karena mereka itulah segolongan umat yang paling hampir kepada Islam, disebabkan mereka itu terdiri daripada golongan yang mempunyai peraturan, mempunyai pengetahuan dan kecerdasan dan mempunyai kepercayaan yang beradal dari ALLAH.


Dengan berdasarkan inilah pada mulanya kaum Muslimin menyangka dan mengharap kepada kaum Yahudi supaya suka menerima Islam, suka menjadi tulang punggung kaum Muslimin dan menjadi kawan yang sehilir semudik untuk mengembangkan agama Islam di tanah negeri yang penuh dengan berhala-berhala dan patung-patung dan adat istiadat jelek yang biasa dilakukan oleh segenap penduduknya. Dan dengan berdasarkan inilah terbit pengharapan dalam hati sanubari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam serta kaum Muslimin : alangkah baiknya jika sekiranya kaum Yahudi mau memasukkan diri mereka ke dalam Islam; istimewa pula kedatangan Islam kepada mereka itu bukan berarti akan memberati beban mereka atau akan menyempitkan penghidupan mereka. Tetapi sebaliknya, kedatangan Islam membawa syariat yang hampir bersesuaian dengan syariat yang ada pada mereka. Bahkan Islam banyak memberikan kelapangan dan keleluasaan, terutama dalam soal-soal yang berkenaan dengan kepentingan mereka sehari-hari.


Sepanjang tabiat manusia, manakala ada jalan untuk menaruh pengharapan yang diinginkan, maka terbukalah pintu perhubungan untuk bergaul dan berteman dengan rapat. Kaum Muslimin yang baru saja menginjakkan kakinya di kota Madinah, sudah barang tentu mereka amat tertarik dengan kaum Yahudi yang cerdik, licin dan pandai mempergunakan kesempatan untuk bergaul dengan eratnya. Dan sudah menjadi adat kebiasaan bagi kaum Muslimin tidak suka main sembunyi-sembunyi dalam segala hal urusan, suka berterus terang dan berpendirian lurus dalam pergaulan, tidak suka menaruh curiga dan syak wasangka kepada seseorangpun yang sudah dipergaulinya. Apalagi mengingat, bahwa kaum Yahudi dikala itu sudah mengadakan perjanjian persahabatan dengan kaum Muslimin maka tetaplah mereka berlaku jujur terhadap kaum Yahudi.


Berhubung dengan itu, sebagaimana tersebut dalam kitab-kitab tarikh dan kitab-kitab tafsir, maka diantara kaum Muslimin di kala itu yang baru saja bertempat tinggal di Madinah ada yang terus bergaul dengan kaum Yahudi dengan akrab dan berhubungan erat, hingga dari karenanya ada yang sampai mengeluarkan isi hatinya, ada yang menanyakan ini dan itu, adan ada pula yang kadang-kadang membukakan rahasia-rahasia yang berkenaan dengan Islam.


Maklumlah kaum Yahudi pada umumnya memang pandai dan licin menarik perhatian dan memancing atau mencuri hati orang yang dipergaulinya, dengan tujuan akan melaksanakan cita-cita dan harapan mereka yang akan membahayakan bagi Islam dan kaum Muslimin. Mereka tidak segan-segan memutar lidah dan mengatakan hal-hal yang kiranya dapat memancing atau mencuri hati kaum Muslimin, karena yang menjadi pokok tujuan mereka hanya hendak menghancurkan membinasakan kaum Muslimin dan memadamkan cahaya Islam yang mulai memancarkan sinarnya di tengah-tengah masyarakat mereka.


Keadaan dan kelakuan kaum Muslimin yang jujur serta tidak ada kecurigaan sedikitpun juga kepada kaum Yahudi sebagai yang tersebut itu jika dibiarkan begitu saja, amatlah berbahaya sekali bagi Islam dan kaum Muslimin sendiri; maka perlulah pergaulan dan perhubungan mereka dengan kaum Yahudi yang sangat membahayakan itu diputuskan dengan cara yang mendatangkan keinsyafan bagi mereka, betapa besar akibat dan bahaya pergaulan mereka dengan kaum Yahudi itu. Berhubung dengan itu, maka dikala itu ALLAH menurunkan wahyuNya kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang berbunyi :

a075.png


sp1.gifDengarkan


afata th ma'uuna an yu/minuu lakum waqad k aa nafariiqun minhum yasma'uuna kal aa ma al l aa hi tsumma yu h arrifuunahu min ba'di m aa 'aqaluuhu wahum ya'lamuun a


75. Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?[65].


Keterangan Ayat :

[65] Yang dimaksud ialah nenek-moyang mereka yang menyimpan Taurat, lalu Taurat itu dirobah-robah mereka; di antaranya sifat-sifat Nabi Muhammad SAW yang tersebut dalam Taurat itu.
[color]


Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 75


Ayat ini dengan tegas memberikan peringatan kepada kaum Muslimin, yang seolah-olah IA menegur dengan keras; Apakah gunanya kaum Muslimin mengharap-harap selalu kepada kaum Yahudi, bahwa mereka itu supaya beriman dan mengikut agama Islam? Harapan kaum Muslimin yang sedemikian itu tidaklah akan ada gunanya sedikitpun. Karena segolongan daripada mereka, yaitu nenek moyang mereka dahulu, mendengar dan mengerti ayat-ayat ALLAH, kemudian mereka merobah-robah firman itu sesudah diakal-akali dan difikirkan terlebih dahulu menurut sekehendak mereka, padahal mereka itu mengetahui tentang perbuatan yang jelek itu. Kalau nenek moyang mereka sudah berbuat curang yang sedemikian curangnya, maka apalagi anak cucu mereka, tentu lebih jelek dan lebih jahat lagi, bukan? Oleh sebab itu, maka kaum Muslimin lebih baik dan lebih utama tidak usah mengharap-harapkan lagi akan keimanan mereka terhadap Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan agama Islam.


Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia bersumber dari :

alquran_indonesia.png


Baca juga post sebelumnya :


[color=green]Jika Anda Sebarkan Content ini di Facebook, Twitter, forum maupun Blog, Insya ALLAH amal jariah untuk Anda.

Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Tuesday, April 10, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Asal mula perintah pindah qiblat shalat

Fat1hah.gif




Menurut Riwayat, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam jika mengerjakan shalat sejak hijrah ke Madinah, adalah menghadapkan muka ke Baitul Maqdis, sampai lebih kurang 16 bulan lamanya.


Pada selama itu Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam seringkali mengharap dan berkenang-kenangan, mudah-mudahan saja TUHAN menyuruh supaya kita menghadap kembali ke Baitullah (Ka'bah). Kemudian pada suatu waktu, Nabi berkata kepada Malaikat Jibril :''Saya selalu memohon kepada ALLAH, mudah-mudahan saja ALLAH memalingkan muka saya dari kiblat kaum Yahudi.''. Ketika itu Jibril berkata :''Ya Rasulullah, sebaiknya engkau terus memohon saja kepada ALLAH !''


Selanjutnya Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam bila mengerjakan shalat kerapkali menghadapkan muka ke atas langit, sambil memohon kepada ALLAH. Mudah-mudahan saja ALLAH dengan segera memindahkan qiblat shalat bagi Nabi dan kaum Muslimin daripada qiblat kaum Yahudi. Oleh sebab itu pada suatu waktu, Nabi tengah mengerjakan shalat dan sedang ruku' , tiba-tiba ALLAH menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam yang bunyinya demikian :


a144.png


sp1.gifDengarkan


''qad nar aa taqalluba wajhika fii al ssam aa -i falanuwalliyannaka qiblatan tar daa h aa fawalli wajhaka sya th ra a lmasjidi a l h ar aa mi wa h aytsu m aa kuntum fawalluu wujuuhakum sya th rahu wa-inna al la dz iina uutuu a lkit aa ba laya'lamuuna annahu a l h aqqu min rabbihim wam aa al l aa hu bigh aa filin 'amm aa ya'maluun a.''


144. Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit [96], maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.


Keterangan ayat :

[96] Maksudnya ialah Nabi Muhammad SAW sering melihat ke langit mendo'a dan menunggu-nunggu turunnya wahyu yang memerintahkan beliau menghadap ke Baitullah.


Menurut riwayat yang masyhur ketika itu Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam tengah mengerjakan shalat Ashar bersama sahabat-sahabatnya. Dan seketika itu juga Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam memalingkan mukanya ke Baitullah. Bersama sahabat-sahabat yang ma'mum ketika itupun, lalu ikut apa yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam.


Kemudian setelah kejadian perubahan qiblat dalam mengerjakan shalat bagi Nabi dan kaum pengikutnya, maka timbullah rupa-rupa ejekan dan cercaan dari kaum Yahudi di Madinah, kaum munafiqin dan kaum Musyrikin di Mekah. Ejekan-ejekan tersebut diantaranya demikian :


Sebagian daripada pendeta-pendeta kaum Yahudi datang kepada Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam seraya berkata :''Ya Muhammad, mengapa engkau sekarang pindah qiblat yang telah hadapi, padahal engkau itu katanya seorang Nabi yang mengikut agama Nabi Ibrahim ? Tetapi sekarang terbukti menyalahi qiblat Nabi Ibrahim dan Nabi-nabi dari Bani Israil dahulu, maka dari itu cobalah engkau kembali menghadap ke Baitul Maqdis, nanti kita akan mengikut dan membenarkan seruanmu.''


Kaum Musyrikin di Mekah setelah menerima kabar adanya perubahan qiblat tadi, lalu mereka berkata kepada sebagiannya :''Muhammad itu memang selamanya tidak mempunyai pendirian yang tetap. Dahulu sejak dia masih di Mekah jika mengerjakan shalat menghadapkan mukanya ke Ka'bah maka sesudah pindah ke Madinah jika mengerjakan shalat menghadapakan mukanya ke kiblat orang Yahudi. Sekarang ada kabar lagi, jika mengerjakan shalat menghadapkan mukanya ke Ka'bah; nanti barangkali pada lain waktu kembali lagi menghadap ke qiblat kaum Yahudi. Mengapa orang tak berpendirian tetap dan tak bertujuan yang pasti diikuti orang. Maka jika begitu, jelas dan teranglah orang-orang yang mengikut kepadanya itu orang-orang bodoh. Hem, amat goblok orang yang mengikut kepadanya itu.''


Ejekan kaum Yahudi, kaum Musyrikin dan kaum Munafiqin yang seperti itu, sesungguhnya memang suatu fitnah dari mereka kepada kaum Muslimin, sengaja hendak menghina kepada Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam. Oleh sebab itu, pada ketika itu ALLAH lalu menurunkan wahyu kepada Nabi yang bunyinya :


a142.png


sp1.gifDengarkan


''sayaquulu al ssufah aa u mina al nn aa si m aa wall aa hum 'an qiblatihimu al latii k aa nuu 'alayh aa qul lill aa hi a lmasyriqu wa a lmaghribu yahdii man yasy aa u il aa sh ir aath in mustaqiim in.''


142. Orang-orang yang kurang akalnya [93] diantara manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah:"Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberei petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus [94]".


Keterangan ayat :

[93] Maksudnya: ialah orang-orang yang kurang pikirannya sehingga tidak dapat memahami maksud pemindahan kiblat.

[94] Di waktu Nabi Muhammad SAW berada di Mekah di tengah-tengah kaum musyirikin beliau berkiblat ke Baitul Maqdis. Tetapi setelah 16 atau 17 bulan Nabi berada di Madinah ditengah-tengah orang Yahudi dan Nasrani beliau disuruh oleh Tuhan untuk mengambil Ka'bah menjadi kiblat, terutama sekali untuk memberi pengertian bahwa dalam ibadat shalat itu bukanlah arah Baitul Maqdis dan Ka'bah itu menjadi tujuan, tetapi menghadapkan diri kepada Tuhan. Untuk persatuan umatIslam, Allah menjadikan Ka'bah sebagai kiblat.


a143.png


sp1.gifDengarkan


''waka dzaa lika ja'aln aa kum ummatan wasa th an litakuunuu syuhad aa -a 'al aa al nn aa si wayakuuna al rrasuulu 'alaykum syahiidan wam aa ja'aln aa a lqiblata al latii kunta 'alayh aa ill aa lina'lama man yattabi'u al rrasuula mimman yanqalibu 'al aa 'aqibayhi wa-in k aa nat lakabiiratan ill aa 'al aa al la dz iina had aa al l aa hu.''


143. Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan [95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah.

Keterangan ayat :

[95] Umat Islam dijadikan umat yang adil dan pilihan, karena mereka akan menjadi saksi atas perbuatan orangyang menyimpang dari kebenaran baik di dunia maupun di akhirat.


Kemudian dari pada itu, pada suatu waktu Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam dapat pertanyaan dari sahabat-sahabatnya :''Ya Rasulullah bagaimana hukum mereka (sahabat-sahabat) yang telah wafat lebih dahulu sebelum terjadu pindah qiblat ini? Apakah amal mereka yang sudah-sudah diterima oleh ALLAH.?''


Pada waktu itu Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam tidak memberi jawaban atas pertanyaan mereka tadi; dan seketika itu juga ALLAH menurunkan wahyu kepada Nabi yang bunyinya :


''wam aa k aa na al l aa hu liyu dh ii'a iim aa nakum inna al l aa ha bi al nn aa si larauufun ra h iim un.''


''Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.''


Demikianlah singkatnya riwayat pindah qiblat pada zaman itu; dan keterangan yang lebih panjang adalah sebagaiman tersebut dalam kitab-kitab hadits dan kitab-kitab tafsir yang besar.


INFORMASI UNTUK SAHABAT MWB
Jam Terbit Post Baru : 06:00-08:00 WIB
Kunjungan Balasan : 20:00 s/d 24:00 WIB
Berkomentarlah Yang Baik, Tunjukkan Apresiasi Anda kepada sejarah Islam niscaya anda akan cinta pada ALLAH, Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam dan Para Mukmin dan Umat Muslimin.


Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia bersumber dari :

alquran_indonesia.png


Baca juga riwayat post sebelumnya :

<<==Kejadian Hebat dan Penting : Sahabat Sa'ad bin Waqqash dan'Utbah bin Ghazwan pulang ke Madinah


Jika Anda Sebarkan Content ini di Facebook, Twitter, forum maupun Blog, Insya ALLAH amal jariah untuk Anda.


Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Monday, April 9, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Kejadian Hebat dan Penting : Sahabat Sa'ad bin Waqqash dan 'Utbah bin Ghazwan pulang ke Madinah

Fat1hah.gif




Di post sebelumnya telah kami riwayatkan, bahwa Sa'ad bin Abi Waqqash dan sahabat 'Utbah bin Ghazwan ikut pasukan tentara Abdullah bin Jahsy telah sesat jalannya, sehingga tidak bertemu lagi pada kawan-kawannya. Dan ketika pasukan tentara tadi sampai di Madinah pun, mereka belum kembali ke Madinah.


Kemudian setelah ada kejadian-kejadian sebagai tersebut di atas, maka Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam kedatangan seorang utusan kaum Quraisy dari Mekah yang diutus supaya menebus kedua orang Quraisy dari Mekah tadi. Oleh Nabi permintaan itu ditolaknya, kecuali jika kedua sahabat yang hilang karena sesat jalannya tadi telah pulang ke Madinah. Karena Nabi kuatir, kalau kedua orang sahabt yang tercinta itu mati terbunuh atau tertawan oleh kaum Musyrikin Quraisy.


Kemudian selang beberapa hari, datanglah sahabat Sa'ad dan sahabat 'Utbah pulang kembali ke Madinah dengan selamat. Maka dari itu barulah permintaan dan tebusan kaum Musryikin Quraisy tadi diterima oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.


Dan kendatipun begitu, seorang dari kedua tawanan tadi yang bernama Hakam bin Kaisan dengan ikhlas tidak suka ditebus, dan lebih suka mengikut seruan Nabi (Islam); adapun yang satu yang bernama Utsman bin Abdullah lalu ikut kembali pulang ke Mekah.


Dan selanjutnya Hakam bin Kaisan menjadi seorang yang mukmin, dan Utsman bin Abdullah menjadi seorang yang kufur kepada ALLAH. Jadi, dalam riwayat Islam, kedua orang tadi adalah orang yang pertama kali tertawan oleh kaum Muslimin dan 'Amr Al-Hadlramy adalah orang yang pertama kali terbunuh oleh kaum Muslimin juga; dan rampasan tadi adalah rampasan yang pertama kali didapat oleh kaum Muslimin.


Kemudian dari pada itu, kaum Muslimin pada saat itu banyak yang meminta kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam supaya mengadakan perang dengan mereka yang akan memerangi kaum Muslimin, mereka meminta begitu itu sengaja hendak bersungguh-sungguh membela agama ALLAH dan mengharap pahalaNya. Oleh sebab itu ketika itu ALLAH menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang bunyinya :


a218.png


sp1.gifDengarkan


''inna al la dz iina aa manuu wa a lla dz iina h aa jaruu waj aa haduu fii sabiili al l aa hi ul aa -ika yarjuuna ra h mata al l aa hi wa al l aa hu ghafuurun ra h iim un''


218. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 218


INFORMASI UNTUK SAHABAT Blogger
Jam Terbit Post Baru : 06:00-08:00 WIB
Kunjungan Balasan : 20:00 s/d 24:00 WIB
Berkomentarlah Yang Baik, Tunjukkan Apresiasi Anda kepada sejarah Islam niscaya anda akan cinta pada ALLAH, Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam dan Para Mukmin dan Umat Muslimin. Ibaratkan anda adalah bagian dari Islam dahulu dan masa depan Islam. Belajarlah mencintai Sunatullah di dalamnya.


Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia bersumber dari :

alquran_indonesia.png


Baca Juga Kisah sebelumnya :

<<==Kejadian Hebat dan Penting : Pasukan Tentara Islam yang dipimpin oleh Abdullah bin Jahsy, Tawanan dan Rampasan yang pertama kali, Wahyu ALLAH yang diturunkan


Jika Anda Sebarkan Content ini di Facebook, Twitter, forum maupun Blog, Insya ALLAH amal jariah untuk Anda.


Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Sunday, April 8, 2012

Kejadian Hebat dan Penting : Pasukan Tentara Islam yang dipimpin oleh Abdullah bin Jahsy, Tawanan dan Rampasan yang pertama kali, Wahyu ALLAH yang diturunkan

Fat1hah.gif





perangbadar1.jpg


Pada bulan Rajab tahun kedua Hijrah, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memberangkatkan tentaranya sebanyak 8 orang dan dikepalai oleh Abdullah bin Jahsy; adapun B orang tadi terdiri dari jago-jago pemuda sahabat Muhajirin, yang nama-namanya sebagai berikut :


1. Sa'ad bin Abi Waqqash,

2. 'Akasyah bin 'Utbah,

3. 'Utbah bin Ghazwan,

4. Abu Hudzaifah bin 'Utbah,

5. Suhail bin Baidla' ,

6. Amir bin Rabi'ah,

7. Waqid bin 'Abdillah,

8. Khalid bin Bukair dan Abdullah bin Jahsy sebagai kepala mereka.


Tiap-tiap orang diantara mereka, berkendaraan unta, sebelum mereka berangkat dari Madinah, ketika itu oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pimpinan mereka (Abdullah) diberi sepucuk surat tertutup, dan surat itu tidak diperkenankan dibuka oleh Abdullah, kecuali jika perjalanan mereka sudah dua hari dua malam. Kemudian setelah perjalanan 'Abdullah dan tentaranya sudah berjalan dua hari barulah surat tadi dibuka oleh 'Abdullah, yang di dalamnya berisi petunjuk yang berarti :''Bahwa apabila kamu telah melihat suratku ini, maka hendaklah engkau terus berjalan sehingga engkau sampai didesa Nakhlah, yang desa itu letaknya diantara Mekah dan Thaif, disana turunlah engkau, lalu selidikilah keadaan kaum Quraisy. Kemudian sesudah engkau mendapat kabar mereka, maka segeralah engkau mengkabarkan kepada kita.''


Surat tersebut setelah dibuka dan dibaca oleh 'Abdullah bin Jahsy, lalu ia berkata kepada kawan-kawannya yang menjadi tentaranya: ''Sungguh Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah memerintahkan kepadaku supaya menyelidiki kaum Quraisy dan mencari kabar tentang yang diperbuat oleh mereka. Juga Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mencegah kepadaku, janganlah kita memaksa seseorang diantara kamu semua. Maka dari itu barangsiapa diantara kamu hendak mencari mati mati syahid dan cinta padanya, marilah kita berangkat bersama-sama, dan barangsiapa tidak cinta kepada yang sedemikian itu, maka pulanglah !Adapun aku terus berjalan mengikut perintah Rasulullah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.''


Ketika itu kawan-kawannya semua ikut meneruskan perjalanan (menurut apa yang diperintahkan oleh Rasulullah). Seorangpun tidak ada yang kembali (pulang). Tiba-tiba setelah masing-masing meneruskan perjalanan dan setelah keluar dari batas desa Naklah, tersesatlah perjalanan unta yang dikendarai oleh Sa'ad bin Abi Waqqash dan Utbah bin Ghazwan dari jalan yang sebenarnya. Karena kedua-duanya mengendarai seekor unta, maka dari itu mereka lalu terbelakang daripada perjalanan teman-temannya.


'Abdullah bin Jahsy melanjutkan perjalanan bersama kawan-kawannya sehingga sampai didesa Naklah; dan disanalah mereka dapat bertemu dengan seperangkatan unta kaum Quraisy yang membawa perdagangan sedang berjalan dan dipimpin oleh 'Amr Al-Hadhramiy.



Ketika itu barisan 'Abdullah bin Jahsy yang begitu kecil tadi setelah mendapati angkatan perdagangan keum Quraisy tersebut, maka dengan diam-diam lalu bermusyawarat, dan akhir musyawarat mereka semufakat hendak menyerang angkatan unta tadi dan merampas segala apa yang sedang dibawanya. Oleh sebab itu pertempuran lalu terjadi, dan akhirnya 'Amr bin -Hadhramiy (kepala angkatan Quraisy) dapat terbunuh oleh panah Waqid bin 'Abdullah Asy-Syamsy. Kemudian kawan-kawannya 'Amr bin bin Hadhramiy membela, yang diantaranya ialah 'Utsman bin 'Abdullah, Hakam bin Kaisan dan Naufal bin Abdullah; tetapi pembelaan dan perlawanan mereka masing-masing dapat dikalahkan oleh pasukan kaum Muslimin tadi, dan akhirnya mereka dapat tertawan dan barang dagangan yang dibawanya semuanya dirampas oleh pasukan tentara 'Abdullah bin Jahsy.


Kejadian itu kebetulan pada akhir bulan Rajab tahun kedua Hijrah. Selanjutnya ketiga orang Quraisy yang tertawan tadi, yang satu dapat meloloskan diri, ialah Abdullah bin Naufal, jadi 2 orang tertawan. Inilah rampasan dan tawanan yang pertama sekali didapat oleh kaum Muslimin.


Kaum Musyrikin Quraisy di Mekah, setelah menerima kabar terjadinya perampasan yang dilakukan oleh kaum Muslimin, maka dengan segera mereka mengirim pasukan tentara mereka kedesa tersebut, untuk mengejar pasukan tentara Muslimin yang kecil tadi; tetapi setelah tentara Quraisy sampai didesa tersebut, tentara Muslimin telah kembali ke Madinah.


Pasukan tentara Abdullah bin Jahsy kembali ke Madinah dengan membawa dua orang tawanan dan rampasan unta yang membawa perdagangan dan barang-barang dagangan. Ketika itu tersiarlah kabar kepada penduduk di Mekah dan Madinah, dan tempat-tempat disekeliling dua negeri tersebut, bahwa pengikut Muhammad (kaum Muslimin) telah merampas perdagangan kaum Quraisy pada bulan haram (suatu bulan yang dimuliakan oleh sekalian penduduk di kedua kota tersebut). Oleh sebab itu kaum Quraisy di Mekah dan kaum Yahudi di Madinah waktu itu sangat mencela dan mercerca perbuatan perbuatan kaum Muslimin yang seperti tadi. Karena pada saat itu telah ada undang-undang bagi seumumnya bangsa Arab, istimewa pula bagi kaum Arab Quraisy, bahwa pada bulan haram (Rajab, Dzul-qaidah, Dzulhijah dan Muharram), tidak diijinkan bagi bangsa Arab seumummnya berbuat pertumpahan darah, terutama berperang, oleh sebab itu kaum Musyrikin Quraisy dan kaum Yahudi ketika itu sangat keras dan tajamlah mencela perbuatan yang keluar dari undang-undang tadi, dan mereka menyiarkan pula kemana-mana, bahwa Muhammad dan kaum pengikutnya membolehkan akan perbuatan penumpahan darah pada bulan haram, dan merampas serta menawan pada bulan itu.


Mereka tidak mengerti, bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak menyuruh berbuat yang sedemikian itu; bahkan ketika 'Abdullah bin Jahsy bersama kawan-kawannya menghadap Nabi seraya membawa barang rampasan dan dua orang tawanan, maka Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :


''Maa amartukum biqitaali fii syahril jahram.''

''Saya tidak menyuruh kamu sekalian berperang didalam bulan haram (bulan yang terhormat)


Dalam waktu itu mereka menyesal akan yang telah di perbuatnya, karena perbuatannya tidak mengikut perintah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan ketika itupun Nabi tiak sudi menerima tawanan dan rampasan tadi.



Oleh sebab adanya kejadian yang seperti diatas tadi, maka ketika itu ALLAH menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang bunyinya :


a217.png


sp1.gifDengarkan


''yas-aluunaka 'ani al sysyahri a l h ar aa mi qit aa lin fiihi qul qit aa lun fiihi kabiirun wa sh addun 'an sabiili al l aa hi wakufrun bihi wa a lmasjidi a l h ar aa mi wa-ikhr aa ju ahlihi minhu akbaru 'inda al l aa hi wa a lfitnatu akbaru mina a lqatli wal aa yaz aa luuna yuq aa tiluunakum h att aa yarudduukum 'an diinikum ini ista th aa 'uu waman yartadid minkum 'an diinihi fayamut wahuwa k aa firun faul aa -ika h abi th at a'm aa luhum fii al dduny aa wa a l- aa khirati waul aa -ika a sh - haa bu al nn aa ri hum fiih aa kh aa liduun a.''


217. Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) darijalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah [134]. Dan berbuat fitnah [135] lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dariagamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, danmereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.


Keterangan Ayat :

[134] Jika kita ikuti pendapat Ar Razy, maka terjemah ayat di atas sebagai berikut: Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar, dan (adalah berarti) menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah dan (menghalangi manusia dari) Masjidilharam. Tetapi mengusir penduduknya dari Masjidilharam (Mekah) lebih besar lagi (dosanya) di sisi Allah." PendapatAr Razy ini mungkin berdasarkan pertimbangan, bahwa mengusir Nabi dan sahabat-sahabatnya dari Masjidilharam sama dengan menumpas agama Islam.

[135] Fitnah di sini berarti penganiayaan dan segala perbuatan yang dimaksudkan untuk menindas Islam dan Muslimin


Ayat ini berarti, bahwa berbuat mulai perang di bulan haram itu terlarang; tetapi kaum Musyrikin di Mekah telah berbuat terhadap kaum Muslimin yang lebih besar daripada itu, yakni :

Mereka suka merintangi orang-orang banyak dari jalan (agama) ALLAH. Kaum Muslimin sudah tidak sedikit yang merasakan aniaya, disiksa daripada mereka itu. Mereka kufur pada ALLAH. Mereka melarang kaum Muslimin yang hendak mengerjakan ibadah haji di Mekah. Mereka mengusir kaum Muslimin dari Mekah


Dari sebab itu perbuatan-perbuatan yang semacam itu lebih besar dosanya, maka tidak berkesalahn sedikitpun bagi kaum Muslimin jikalau menyerang mereka, atau berani memerangi mereka itu pada bulan haram, karena fitnah-fitnah atau gangguan-gangguan mereka kepada kaum Muslimin lebih berbahaya dan lebih besar dosanya dari pada pembunuhan atau peperangan. Dan jika mereka tidak diperbuat diperangi dan dibunuh, sudah tentu mereka terus menerus hendak memerangi kaum Muslimin, agar supaya kaum Muslimin membalik dan berpaling dari pada agamanya (Al-Islam) dan mengikut agama mereka.


Diriwayatkan, bahwa setelah wahyu ALLAH yang tersebut itu diturunkan dan disiarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam; maka giranglah kaum Muslimin, terutama mereka yang membawa tawanan tadi, diterima dengan baik oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.


Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia bersumber dari :

alquran_indonesia.png


Baca Juga Kisah sebelumnya :

<<==Kejadian Hebat dan Penting : Perang Buwath, Perang 'Usyairah, Perang Badar yang pertama kali


Jika Anda Sebarkan Content ini di Facebook, Twitter, forum maupun Blog, Insya ALLAH amal jariah untuk Anda.


Walhamdulillahi Rabbil'alamin