Showing posts with label cerita dewasa jilbab. Show all posts
Showing posts with label cerita dewasa jilbab. Show all posts

Friday, April 19, 2013

Cerita Dewasa Panas Seru : Gadis Jilbab Lolos Selamat dari Pemerkosaan






Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


''Allaahumma sholli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa shollaita 'alaa ibroohiim wa 'alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid, Allaahumma baarik 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa baarokta 'alaa ibroohiim wa 'alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid.''


''Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Ya Allah, Berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia''




Ini kisah nyata dari Amerika (US) sekitar tahun 2006. Pengalaman nyata seorang muslimah asal Asia yang mengenakan jilbab.

Suatu hari wanita ini berjalan pulang dari bekerja dan agak kemalaman . Suasana jalan setapak sepi . Ia melewati jalan pintas.

Di ujung jalan pintas itu, dia melihat ada sosok pria Kaukasian. Ia menyangka pria itu seorang warga Amerika . Tapi perasaan wanita ini agak was-was karena sekilas raut pria itu agak mencurigakan seolah ingin mengganggunya.

Dia berusaha tetap tenang dan membaca kalimah Allah.Kemudian dia lanjutkan dengan terus membaca Ayat Kursi berulang-ulang seraya sungguh-sungguh memohon perlindungan Allah swt.


Meski tidak mempercepat langkahnya, ketika ia melintas di depan pria berkulit putih itu, ia tetap berdoa. Sekilas ia melirik ke arah pria itu. Orang itu asik dengan rokoknya, dan seolah tidak mempedulikannya.

Keesokan harinya , wanita itu melihat berita kriminal, seorang wanita melintas di jalan yang sama dengan jalan yang ia lintasi semalam. Dan wanita itu melaporkan pelecehan seksual yang dialaminya di lorong gelap itu. Karena begitu ketakutan, ia tidak melihat jelas pelaku yang katanya sudah berada di lorong itu ketika perempuan korban ini melintas jalan pintas tersebut.

Hati muslimah ini pun tergerak karena wanita tadi melintas jalan pintas itu hanya beberapa menit setelah ia melintas di sana. Dalam berita itu dikabarkan wanita itu tidak bisa mengidentifikasi pelaku dari kotak kaca, dari beberapa orang yang dicurigai polisi.

Muslimah ini pun memberanikan diri datang ke kantor polisi, dan memberitahukan bahwa rasanya ia bisa mengenali sosok pelaku pelecehan kepada wanita tersebut, karena ia menggunakan jalan yang sama sesaat sebelum wanita tadi melintas.

Melalui kamera rahasia, akhirnya muslimah ini pun bisa menunjuk salah seorang yang diduga sebagai pelaku. Iia yakin bahwa pelakunya adalah pria yang ada di lorong itu dan mengacuhkannya sambil terus merokok .

Melalui interogasi polisi akhirnya orang yang diyakini oleh muslimah tadi mengakui perbuatannyaa. Tergerak oleh rasa ingin tahu, muslimah ini menemui pelaku tadi dan didampingi oleh polisi.

Muslimah : “Apa Anda melihat saya? Saya juga melewati jalan itu beberapa menit sebelum wanita yang kauperkosa itu? Mengapa Anda hanya menggangunya tapi tidak mengganggu saya? Mengapa Anda tidak berbuat apa-apa padahal waktu itu saya sendirian?”

Penjahat : “Tentu saja saya melihatmu malam tadi. Anda berada di sana malam tadi beberapa menit sebelum wanita itu. Saya tidak berani mengganggu Anda. Aku melihat ada dua orang besar di belakang Anda pada waktu itu. Satu di sisi kiri dan satu di sisi kanan Anda.”

Muslimah itu tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Hatinya penuh syukur dan terus mengucap syukur. Dengkulnya bergetar mendengar penjelasan pelaku kejahatan itu, ia langsung menyudahi interview itu dan minta diantar keluar dari ruang itu oleh polisi.







Ayat Kursi dalam Tulisan Latin

ALLAHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUMU. LAA TA’KHUDZUHUU SINATUW WA LAA NAUUM. LAHUU MAA FISSAMAAWAATI WA MAA FIL ARDHI. MAN DZAL LADZII YASFA’U ’INDAHUU ILLAA BI IDZNIHI. YA’LAMU MAA BAINA AIDIIHIM WA MAA KHALFAHUM. WA LAA YUHITHUUNA BI SYAI-IN MIN ’ILMIHII ILLAA BI MAASYAA-A. WASI’A KURSIYYUHUSSAMAAWAATI WAL ARDHA. WA LAA YA-UDHUU HIFZHUHUMAA WAHUWAL ’ALIYYUL AZHIIM.


Bacaan Ayat Kursi sesuai Lafal dari Huruf Arab ke Huruf Latin

ALLOHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QOYYUM. LAA TA’KHUDZUHUU SINATUW WA LAA NAUUM. LAHUU MAA FISSAMAAWAATI WA MAA FIL ARDH. MAN DZAL LADZII YASFA’U ’INDAHUU ILLAA BI IDZNIH. YA’LAMU MAA BAINA AIDIIHIM WA MAA KHOLFAHUM. WA LAA YUHITHUUNA BI SYAI-IN MIN (dengung) ’ILMIHII ILLAA BI MAASYAA-A. WASI’A KURSIYYUHUSSAMAAWAATI WAL ARDH. WA LAA YA-UDHUU HIFZHUHUMAA WAHUWAL’ALIYYUL AZHIIIM.


Tafsir/Terjemahan Ayat Kursi oleh Departeman Agama

''Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpaizin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.



Tafsir Ayat Kursi


اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ


الْقَيُّومُ

“Allah, tidak ada sesembahan (yang berhak disembah) selain Dia Yang hidup kekal serta terus menerus mengurus (makhluk).”

Allah adalah nama yang paling agung milik Allah ta’ala. Allah mengawali ayat ini dengan menegaskan kalimat tauhid yang merupakan intisari ajaran Islam dan seluruh syariat sebelumnya. Maknanya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah.

Konsekuensinya tidak boleh memberikan ibadah apapun kepada selain Allah.

Al-Hayyu dan al-Qayyum adalah dua di antara al-Asma’ al-Husna yang Allah miliki. Al-Hayyu artinya Yang hidup dengan sendirinya dan selamanya. Al-Qayyum berarti bahwa semua membutuhkan-Nya dan semua tidak bisa berdiri tanpa Dia. Oleh karena itu, Syaikh Abdurrahman as-Sa’di mengatakan bahwa kedua nama ini menunjukkan seluruh al-Asma’ al-Husna yang lain.

Sebagian ulama berpendapat bahwa al-Hayyul Qayyum adalah nama yang paling agung. Pendapat ini dan yang sebelumnya adalah yang terkuat dalam masalah apakah nama Allah yang paling agung, dan semua nama ini ada di ayat kursi.

لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ

“Dia Tidak mengantuk dan tidak tidur.”

Maha Suci Allah dari segala kekurangan. Dia selalu menyaksikan dan mengawasi segala sesuatu. Tidak ada yang tersembunyi darinya, dan Dia tidak lalai terhadap hamba-hamba-Nya.

Allah mendahulukan penyebutan kantuk, karena biasanya kantuk terjadi sebelum tidur.

Barangkali ada yang mengatakan, “Menafikan kantuk saja sudah cukup sehingga tidak perlu menyebut tidak tidur; karena jika mengantuk saja tidak, apalagi tidur.”
Akan tetapi, Allah menyebut keduanya, karena bisajadi (1) orang tidur tanpa mengantuk terlebih dahulu, dan (2) orang bisa menahan kantuk, tetapi tidak bisa menahan tidur. Jadi, menafikan kantuk tidak berarti otomatis menafikan tidur.

لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي اْلأَرْضِ

''Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi.”

Semesta alam ini adalah hamba dan kepunyaan Allah, serta di bawah kekuasaan-Nya. Tidak ada yang bisa menjalankan suatu kehendak kecuali dengan kehendak Allah.

مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

“Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.”

Memberi syafaat maksudnya menjadi perantara bagi orang lain dalam mendatangkan manfaat atau mencegah bahaya.


Inti syafaat di sisi Allah adalah doa.


Orang yang mengharapkan syafaat Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam berarti mengharapkan agar Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam mendoakannya di sisi Allah. Ada syafaat yang khusus untuk Nabi Muhammad, seperti syafaat untuk dimulainya hisab di akhirat, dan syafaat bagi penghuni surga agar pintu surga dibukakan untuk mereka. Ada yang tidak khusus untuk Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam, seperti syafaat bagi orang yang berhak masuk neraka agar tidak dimasukkan ke dalamnya, dan syafaat agar terangkat ke derajat yang lebih tinggi di surga.

Jadi, seorang muslim bisa memberikan syafaat untuk orang tua, anak, saudara atau sahabatnya diakhirat. Akan tetapi, syafaat hanya diberikan kepada orang yang beriman dan meninggal dalam keadaan iman.


Disyaratkan dua hal untuk mendapatkannya, yaitu:
Izin Allah untuk orang yang memberi syafaat.

Ridha Allah untuk orang yang diberi syafaat.


Oleh karena itu, seseorang tidak boleh meminta syafaat kecuali kepada Allah. Selain berdoa, hendaknya kita mewujudkan syarat mendapat syafaat; dengan meraih ridha Allah. Tentunya dengan menaatiNya menjalankan perintahNya semampu kita, dan meninggalkan semua laranganNya.

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ

''Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka.''

Ini adalah dalil bahwa ilmu Allah meliputi seluruh makhluk, baik yang ada pada masa lampau, sekarang maupun yang akan datang. Allah mengetahui apa yang telah, sedang, dan yang akan terjadi, bahkan hal yang ditakdirkan tidak ada, bagaimana wujudnya seandainya ada.


Ilmu Allah sangat sempurna.

وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ

“Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmuAllah kecuali dengan apa yang dikehendaki-Nya.”

Tidak ada yang mengetahui ilmu Allah, kecuali yang Allah ajarkan. Demikian pula ilmu tentang dzat dan sifat-sifat Allah. Kita tidak punya jalan untuk menetapkan suatu nama atau sifat, kecuali yang Dia kehendaki untuk ditetapkan dalam al-Quran dan al-Hadits.

وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ

“Kursi Allah meliputi langit dan bumi.”

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu menafsirkan kursi dengan berkata:

الكُرْسيُّ مَوْضِعُ قَدَمَيْهِ

“Kursi adalah tempat kedua telapak kaki Allah.” (HR. al-Hakim no. 3116, di hukumi shahih oleh al-Hakim dan adz-Dzahabi)

Ahlussunnah menetapkan sifat-sifat seperti ini sebagaimana ditetapkan Allah dan Nabi shallallahu‘alahi wa sallam, sesuai dengan kegungan dan kemuliaan Allah tanpa menyerupakannya dengan sifat makhluk.

Ayat ini menunjukkan besarnya kursi Allah dan besarnya Allah. Dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:

مَا السَّمَاوَاتُ السَّبْع مَعَ الكُرْسِيِّ إِلاَّ كَحَلْقَةٍ مُلْقَاةٍ بِأَرْض فَلاَةٍ

“Tidaklah langit yang tujuh dibanding kursi kecuali laksana lingkaran anting yang diletakkan di tanah lapang.” (HR. Ibnu Hibban no.361, dihukumishahih oleh Ibnu Hajar dan al-Albani)

وَلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا

“Dan Allah tidak terberati pemeliharaan keduanya.”

Seorang ibu, tentu merasakan betapa lelahnya mengurus rumah sendirian. Demikian juga seorang kepala desa, camat, bupati, gubernur atau presiden dalam mengurus wilayah yang mereka pimpin. Namun, tidak demikian dengan Allah yang Maha Kuat.

Pemeliharaan langit dan bumi beserta isinya sangat ringan bagi-Nya. Segala sesuatu menjadi kerdil dan sederhana di depan Allah.

وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

“Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Allah memiliki kedudukan yang tinggi, dan dzat-Nyaberada di ketinggian, yaitu di atas langit (di atas singgasana).


Dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu‘alahi wa sallam bertanya kepada seorang budak perempuan: “Di mana Allah?”

Ia menjawab, “Di langit.”

Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bertanya, “Siapa saya?”

Ia menjawab, “Engkau adalah Rasulullah.”

Maka, Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam berkata kepada majikannya (majikan budak perempuan tersebut -ed), “Bebaskanlah ia, karena sungguh dia beriman!” (HR. Muslim no. 537)

Jelaslah bahwa keyakinan sebagian orang bahwa Allah ada dimana-mana bertentangan dengan al-Qur’an dan al-Hadits.

Demikian pula Allah memiliki kedudukan yang agung dan dzatnya juga agung sebagaimana ditunjukkan oleh
keagungan kursiNya dalam ayat ini.



Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman ber-sholawat-lah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (Q.33 Al-Ahzab :56)


Walhamdulillahirabbil'alamin


Cerita Dewasa Jilbab Kuning : Pohon Zaqqum, Makanan orang yang banyak berdosa




Cerita Dewasa Jilbab Kuning : Pohon Zaqqum, Makanan orang yang banyak berdosa



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


''Allaahumma sholli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa shollaita 'alaa ibroohiim wa 'alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid, Allaahumma baarik 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa baarokta 'alaa ibroohiim wa 'alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid.''


''Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Ya Allah, Berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia''



inna syajarata al zzaqquum i

[44:43] Sesungguhnya pohon zaqqum itu []



th a' aa mu a l-atsiim i

[44:44] makanan orang yang banyak berdosa.



ka a lmuhli yaghlii fii a lbu th uun i

[44:45] (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut,



kaghalyi a l h amiim i

[44:46] seperti mendidihnya air yang amat panas



a dzaa lika khayrun nuzulan am syajaratu al zzaqquum i

[37:62] (Makanan surga) itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum



inn aa ja'aln aa h aa fitnatan li l zhzhaa limiin a

[37:63] Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim.



innah aa syajaratun takhruju fii a sh li a lja h iim i

[37:64] Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dan dasar neraka yang menyala.



th al'uh aa ka-annahu ruuusu al sysyay aath iin i

[37:65] mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan.



fa-innahum la aa kiluuna minh aa fam aa li-uuna minh aa a lbu th uun a

[37:66] Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu.



tsumma inna lahum 'alayh aa lasyawban min h amiim in

[37:67] Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas.



tsumma inna marji'ahum la-il aa a lja h iim i

[37:68] Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim.



tsumma innakum ayyuh aa al dhdhaa lluuna a lmuka dzdz ibuun a

[56:51] Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan,



la aa kiluuna min syajarin min zaqquum in

[56:52] benar-benar akan memakan pohon zaqqum,



fam aa li-uuna minh aa a lbu th uun a

[56:53] dan akan memenuhi perutmu dengannya.



fasy aa ribuuna 'alayhi mina a l h amiim i

[56:54] Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.



fasy aa ribuuna syurba a lhiim i

[56:55] Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum.



h aadzaa nuzuluhum yawma al ddiin i

[56:56] Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan".



na h nu khalaqn aa kum falawl aa tu sh addiquun a

[56:57] Kami telah menciptakan kamu, maka mengapakamu tidak membenarkan?

At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya meriwayatkan hadis Ibnu Abbas. Nabi SAW, membaca ayat ini:



y aa ayyuh aa al la dz iina aa manuu ittaquu al l aa ha h aqqa tuq aa tihi wal aa tamuutunna ill aa wa-antum muslimuun a

[3:102] Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Beliau lalu bersabda, ''Sesungguhnya kalau setetes dari pohon zaqqum menetes ke dunia, tetesan itu akan membinasakan penguni dunia yang hidup di dalamnya. Lalu, bagaimana orang yang akan memakannya?'' At-Tirmidzi menjelaskan bahwa hadis ini sahih. Hadis ini diriwayatkan pula secara mauquf kepada Ibnu Abbas.

Langsung Kolom Komentar



Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman ber-sholawat-lah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (Q.33 Al-Ahzab :56)


Walhamdulillahirabbil'alamin


Cerita Jilbab Mesum, Bukan, Tapi Informasi Makanan Penghuni Neraka Jahanam, Mari Bertobat pada Allah






Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


''Allaahumma sholli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa shollaita 'alaa ibroohiim wa 'alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid, Allaahumma baarik 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa baarokta 'alaa ibroohiim wa 'alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid.''


''Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Ya Allah, Berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia''


Ibnu Ishaq berkata, ''Hakim bin Hakim telah menceritakan kepadaku, dari 'Ikrimah, dari Ibnu 'Abbas. Ia berkata, ''Abu Jahal bertanya tatkala Rasulullah SAW. menyebut-nyebut pohon zaqqum, ''Wahai Muhammad, apakah engkau menakut-nakuti kami demgan pohon itu? Wahai kaum Quraisy tahukah kalian apa pohon zaqqum yang disebut-sebut Muhammad untuk menakut-nakuti kalian?'' Mereka menjawab, ''Tidak.'' Abu Jahal berkata, ''Ia adalah kurma yang di lapisi gajih. Demi Allah SWT, sekiranya sempat, kita pasti akan memakannya.'' Kemudian, Allah SWT. menurunkan sebuah ayat:

44:43-46


inna syajarata al zzaqquum i

[44:43] Sesungguhnya pohon zaqqum itu []



th a' aa mu a l-atsiim i

[44:44] makanan orang yang banyak berdosa.



ka a lmuhli yaghlii fii a lbu th uun i

[44:45] (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut,



kaghalyi a l h amiim i

[44:46] seperti mendidihnya air yang amat panas




wa-i dz quln aa laka inna rabbaka a hath a bi al nn aa si wam aa ja'aln aa al rru/y aa al latii arayn aa ka ill aa fitnatan li l nn aa si wa al sysyajarata a lmal'uunata fii a lqur- aa ni wanukhawwifuhum fam aa yaziiduhum ill aa th ughy aa nan kabiir aa n

17.60. Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu:"Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia". Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Quran. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka

Abdul Razzaq meriwayatkan dari Ma'mar, dari Qatadah tentang firman Allah SWT. ''Fitnatan Lidhdhalimiin.'' (siksaan bagi orang-orang zalim), yakni di tambahkan atas mereka siksaan karena mereka mendustakan berita bahwa di dalam neraka terdapat pohon. Mereka di kabari bahwa di dalam neraka terdapat pohon. Api membakar pohon itu. Dikabarkan pula bahwa makanan pohon itu adalah api.

Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan dari Ibnu 'Abbas bahwa pohon zaqqum tumbuh dari dasar Saqar.

Diriwayatkan dari Hasan bahwa pangkal pohon zaqqum ada di dasar Jahanam, sedangkan cabang pohonnya menjalar ke tingkatan-tingkatan neraka di atasnya.

Salam bin Miskin berkata, ''Saya mendengar Hasan membaca ayat ini:



inna syajarata al zzaqquum i

[44:43] Sesungguhnya pohon zaqqum itu []



th a' aa mu a l-atsiim i

[44:44] makanan orang yang banyak berdosa.



ka a lmuhli yaghlii fii a lbu th uun i

[44:45] (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut,



kaghalyi a l h amiim i

[44:46] seperti mendidihnya air yang amat panas

Salam menjelaskan, ''Yakni pohon itu disana telah dididihkan oleh Jahanam.'' Mughirah berkata dari Ibrahim dan Abu Razin tentang ayat: ''Kalmuhli yaghlii filbuthuun.'' (...sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut). Ia mengatakan bahwa pohon itu di rebus.

Al-Qur'an telah menunjukkan bahwa para penghuni neraka memakan sebagian dari pohon itu sampai memenuhi perutnya. Di dalam perut, pohon itu mendidih. Setelah memenuhi perutnya, mereka minum air yang sangat panas. Mereka minum seperti unta yang sangat kepanasan.

Dalam riwayat 'Ali bin Abi Thalhah, Ibnu Abbas berkata, ''Al-him adalah unta yang sangat kehausan.'' As-Sadi menjelaskan, Al-him adalah penyakit yang menyerang unta sehingga binatang itu tidak pernah merasa kenyang sampai mati walaupun sudah minum. Begitu juga, penghuni neraka yang tidak pernah kenyang minum air yang sangat panas untuk selamanya.

Hadis ini diriwayatkan pul dari Mujahid.

Diriwayatkan dari Adh-Dhahak mengenai firman Allah SWT. ''Syurbalhiim.'' Ia menjelaskan, ''Sebagian orang Arab mengatakan bahwa Al-Him adalah kerikil, sedangkan sebagian lainnya mengatakan bahwa Al-Him adalah unta yang kehausan.'' Dua pendapat di atas diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas. Ini ditunjukkan pula oleh firman Allah SWT.:




tsumma inna lahum 'alayh aa lasyawban min h amiim in

37.67. Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas.




tsumma inna marji'ahum la-il aa a lja h iim i

37.68. Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim.

Air mendidih di campur dengan zaqqum dalam perut mereka.

Berkaitan dengan ayat ini, 'Atha' Al-Khurasani menjelaskan bahwa makanan mereka bercampur dengan air yang sangat panas.

Qatadah berkata, ''Yakni, zaqqum itu dicampur dengan air panas.''

Sa'id bin Jubair berkata, ''Ketika merasa lapar, penghuni neraka diberi makan berupa pohon zaqqum. Ketika memakannya, kulit wajah mereka mengelupas. Seandainya ada orang yang melintas di hadapan mereka, maka ia akan mengenal mereka dari kulit wajahnya yang mengelupas. Setelah memakannya, mereka merasa haus, lalu meminta minum. Kemudian, diberikanlah pada mereka air yang berupa tembaga yang berada di titik panas yang maksimal. Ketika mulut mereka didekatkan ke air itu, wajah mereka hangus dan segala sesuatu yang ada dalam perutnya meleleh. Merekapun dipukul dengan palu dari besi sehingga merontokkan anggota tubuh mereka. Mereka pun minta kebinasaan.''




tsumma inna marji'ahum la-il aa a lja h iim i

37.68. Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim.

Maksudnya, setelah memakan pohon zaqqum dan meminum air mendidih. Ini menunjukkan bahwa meminum air panas berada di luar neraka Jahim. Mereka membutuhkannya seperti halnya unta yang sangat membutuhkan air. Setelah itu, mereka dikembalikan ke neraka Jahim. Ini ditunjukkan oleh firman Allah SWT.:




haadzihi jahannamul latii yukadz dzibu bihaal mujrimuun a

55.43. Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa




yathuufuuna baynahaa wabayna hamiimin aanin

55.44. Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air mendidih yang memuncak panasnya.

Maknanya, menurut Qatadah, Ibnu Juraij, dan lainnya, para penghuni neraka itu mondar-mandir antara neraka Jahanam dan air mendidih itu. Terkadang kesini dan terkadang kesana.

Berkaitan dengan ayat, ''Yathuufuuna bainahaa wabaina hamiimin aamin'', Al-Qurzhi menjelaskan bahwa air yang mendidih itu bukanlah berada di neraka, sehingga ada seorang hamba yang ditarik ubun-ubunnya, lalu dilemparkan ke dalamnya. Maka, dagingnya meleleh, sementara tulang dan kedua matanya tetap berada di kepalanya. Inilah yang Allah SWT. maksudkan dalam firman-Nya:




fii a l h amiimi tsumma fii al nn aa ri yusjaruun a

[40:72] ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api,




tsumma qiila lahum ayna m aa kuntum tusyrikuun a

[40:73] kemudian dikatakan kepada mereka: " Manakah berhala-berhala yang selalu kamu persekutukan,




min duuni al l aa hi q aa luu dh alluu 'ann aa bal lam nakun nad'uu min qablu syay-an ka dzaa lika yu dh illu al l aa hu a lk aa firiin a

40.74. (yang kamu sembah) selain Allah?" Mereka menjawab: "Mereka telah hilang lenyap dari kami, bahkan kami dahulu tiada pernah menyembah sesuatu". Seperti demikianlah Allah menyesatkan orang-orang kafir.




dzaa likum bim aa kuntum tafra h uuna fii a l-ar dh i bighayri a l h aqqi wabim aa kuntum tamra h uun a

40.75. Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di muka bumi dengan tidak benar dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan).




udkhuluu abw aa ba jahannama kh aa lidiina fiih aa fabi/sa matsw aa a lmutakabbiriin a

40.76. (Dikatakan kepada mereka): "Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong".



Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman ber-sholawat-lah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (Q.33 Al-Ahzab :56)


Walhamdulillahirabbil'alamin