Showing posts with label Kejahatan Nasrani. Show all posts
Showing posts with label Kejahatan Nasrani. Show all posts

Wednesday, March 28, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Perdebatan antara pendeta-pendeta Yahudi dan pendeta-pendeta Nasrani Najran ketika berkumpul di hadapan Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam.



Perdebatan antara pendeta-pendeta Yahudi dan pendeta-pendeta Nasrani Najran ketika berkumpul di hadapan Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com - Menurut riwayat : Bahwa para pendeta Nasrani Najran sebelum kembali ke qabilahnya, pada suatu hari berkumpul di hadapan Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam bersama para pendeta kaum Yahudi yang ada di kota Madinah. Di kala itu terjadilah perselisihan dan perdebatan ramai di antara mereka di hadapan beliau dan yang di perdebatkan ialah tentang agama Nabi Ibrahim dan tentang ketuhanan mereka masing-masing. Adapun riwayatnya dengan singkat demikian :

Para pendeta Yahudi berkata :''Nabi Ibrahim itu adalah seorang Yahudi.''


Para pendeta Nasrani Najran berkata :''Nabi Ibrahim itu tidak lain melainkan orang Nasrani.''


Demikianlah mereka bertengkar dan berdebat, dan tatkala itu ALLAH menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam untuk mengetengahi perdebatan mereka, yaitu ayat yang bunyinya :


Dengarkan


''y aa ahla a lkit aa bi lima tu haa jjuuna fii ibr aa hiima wam aa unzilati al ttawr aa tu wa a l-injiilu ill aa min ba'dihi afal aa ta'qiluun a.''


65. Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah membantah [198] tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir?
Keterangan ayat :

[198] Orang Yahudi dan Nasrani masing-masing menganggap Ibrahim a.s. itu dari golongannya. Lalu Allah membantah mereka dengan alasan bahwa Ibrahim a.s. itu datang sebelum mereka.


Dengarkan

''h aa antum h aa ul aa -i haa jajtum fiim aa lakum bihi 'ilmun falima tu haa jjuuna fiim aa laysa lakum bihi 'ilmun wa al l aa hu ya'lamu wa-antum l aa ta'lamuun a.''


66. Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah membantah tentang hal yang kamu ketahui [199], maka kenapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui [200]?; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.


Keterangan ayat :

[199] Yakni tentang Nabi Musa a.s., Isa a.s. dan Muhammad SAW

[200] Yakni tentang hal Ibrahim a.s.


Dengarkan

''m aa k aa na ibr aa hiimu yahuudiyyan wal aa na sh r aa niyyan wal aa kin k aa na h aniifan musliman wam aa k aa na mina a lmusyrikiin a.''

67. Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus [201] lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.

Keterangan ayat :

[201] Lurus berarti jauh dari syirik (mempersekutukan Allah) dan jauh dari kesesatan.



Dengarkan

''inna awl aa al nn aa si bi-ibr aa hiima lalla dz iina ittaba'uuhu wah aadzaa al nnabiyyu wa a lla dz iina aa manuu wa al l aa hu waliyyu a lmu/miniin a.''

68. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.

Al Qur'an surat Ali Imraan ayat 65-68


Keterangan : Tentang soal yang di perbantahkan oleh kaum Yahudi dan kaum Nasrani sebagai yang tersebut itu adalah termasuk salah satu soal yang berkenaan dengan tarikh. Tegasnya : Bagaimana Nabi Ibrahim akan di katakan beragama Yahudi atau beragama Nasrani, sedang kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa dan kitab Injil yang di turunkan kepada Nabi Isa itu di masa kemudian Nabi Ibrahim. Taurat di turunkan sesudah 575 tahun di belakang masa Nabi Ibrahim ; dan antara Musa dan Isa ada 1920 tahun. Oleh sebab itu, maka sangat mengherankan sekali jika para ketua agama Yahudi berani mengatakan Nabi Ibrahim itu seorang Yahudi, dan demikian juga jika para ketua agama Nasrani berani mengatakan, bahwa Nabi Ibrahim itu seorang Nasrani.


Selanjutnya di kala itu perbantahan mareka tentang urusan yang mengenai ketuhanan, di jelaskan dan diselesaikan pula oleh wahyu ALLAH yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam. Dengan demikian, maka di kala itu sebagai satu kesempatan bagi Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam untuk mengajak kepada kedua belah fihak supaya kembali kepada tauhid yang benar dan beribadat kepada Tuhan Yang Maha Esa ; karena tidak ada Tuhan melainkan ALLAH.


Kaum Yahudi mempercayai dan menganggap bahwa Uzair itu putera ALLAH ; dan kaum Nasrani mempercayai dan menganggap bahwa Isa itu putera ALLAH, tetapi Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam dengan jelas dan tegas menyatakan kepada mereka (Yahudi dan Nasrani), bahwa kepercayaan yang sedemikian itu tidak benar. Dalam pada itu beliau berseru kepada mereka dengan wahyu yang telah diterima oleh beliau yang berbunyi :


Dengarkan

''qul y aa ahla a lkit aa bi ta' aa law il aa kalimatin saw aa -in baynan aa wabaynakum al l aa na'buda ill aa al l aa ha wal aa nusyrika bihi syay-an wal aa yattakhi dz a ba' dh un aa ba' dh an arb aa ban min duuni al l aa hi fa-in tawallaw faquuluu isyhaduu bi-ann aa muslimuun a.''

64. Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".


Al Qur'an surat Ali Imraan ayat 64


Dalam pada itu Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam di tegaskan pula pendirian yang sebenarnya terhadap para utusan ALLAH yang telah datang di masa sebelum beliau, yaitu pendirian yang pernah di wahyukan oleh ALLAH kepada beliau yang bunyinya ada di surat Al Baqarah surat 135-141.


Kemudian perbantahan para ketua dan dan para para pendeta kaum Yahudi dengan para pendeta kaum Nasrani Najran sampai memuncak tentang urusan agama yang benar, masing-masing mempertahankan kebenaran agama yang di peluknya dan saling mendustakan dan menyalahkan agama atau kepercayaan yang di ikuti oleh lawannya. Fihak Yahudi mengatakan : Tidaklah orang-orang Nasrani itu dalam kebenaran sedikitpun ; dan fihak Nasrani membalas dengan perkataan : Tidaklah orang-orang Yahudi itu dalam kebenaran sedikitpun. Oleh sebab itu, maka untuk mengetengahi pertengkaran mereka yang sedemikian memuncaknya itu ALLAH menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam untuk di bacakan dan di perdengarkan kepada mereka masing-masing, yang bunyinya :


Dengarkan


''waq aa lati a lyahuudu laysati al nna shaa r aa 'al aa syay-in waq aa lati al nna shaa r aa laysati a lyahuudu 'al aa syay-in wahum yatluuna a lkit aa ba ka dzaa lika q aa la al la dz iina l aa ya'lamuuna mitsla qawlihim fa al l aa hu ya h kumu baynahum yawma a lqiy aa mati fiim aa k aa nuu fiihi yakhtalifuun a.''


113. Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan", dan orang-orang Nasrani berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan," padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili diantara mereka pada hari Kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya.


Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 113


Demikianlah di antara riwayat perbantahan antara Yahudi di kota Madinah dengan kaum Nasrani dari Najran di hadapan Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam yang masing-masing mempertahankan kebenarannya sendiri-sendiri dan sama-sama membanggakan nama dan gelarnya, meskipun barang yang di pertahankan atau yang di banggakan itu dalam hakikatnya barang yang salah dan bathil, namun mereka masing-masing tetap berkeras kepala dan tidak memperdulikan keterangan yang benar.


Penjelasan-penjelasan Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam terhadap kedua pihak yang sedang bertengkar dan berbantah tadi, sebenarnya penjelasan-penjelasan yang tegas, jelas dan tepat serta benar ; tetapi mereka masing-masing lantaran sudah di bungkus oleh perasaan fanatik, sudah begitu tebal dibalut oleh penyakit taqlid buta dan mengikut saja kepada apa yang telah ada, maka mereka masing-masing itu sudah tidak mau lagi mempergunakan kecerdasan pikirannya sedikitpun. Dengan demikian, maka tetaplah keadaan mereka (dari kedua belah fihak) tidak dapat lagi mendengar dan menerima kebenaran yang hakiki.


Perlu ditambahkan disini tentang dakwaan atau anggapan mereka (kedua belah fihak) atas diri mereka masing-masing, yang seketika itu dengan tegas telah di tolak oleh wahyu ALLAH yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam yaitu mereka masing-masing berkata, bahwa merekalah yang akan masuk ke Surga. Yakni :''Orang-orang yang akan menjadi pengisi Surga TUHAN kelak tidak ada yang lain melainkan kaum Yahudi. Kemudian para pendeta dan para ketua Nasrani menyahut dengan congkak serta sombong :''Orang-orang yang akan menjadi pengisi Surga TUHAN kelak, tidak ada yang lain melainkan kaum Nasrani.''

Sangkaan dan anggapan mereka yang ke luar batas itu oleh ALLAH di tolak dengan Firmannya, yang berbunyi :


Dengarkan

''waq aa luu lan yadkhula a ljannata ill aa man k aa na huudan aw na shaa r aa tilka am aa niyyuhum qul h aa tuu burh aa nakum in kuntum shaa diqiin a.''

111. Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani". Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah:"Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar".


Dengarkan


''bal aa man aslama wajhahu lill aa hi wahuwa mu h sinun falahu ajruhu 'inda rabbihi wal aa khawfun'alayhim wal aa hum ya h zanuun a.''


112. (Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak(pula) mereka bersedih hati.


Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 111-112.


Dengan ayat ini jelas serta tegas ALLAH menolak pendakwaan mereka masing-masing yang palsu dan sombong tadi, bahwa Surga itu bukan teruntuk orang-orang Yahudi dan atau bagi orang-orang Nasrani, dan bukan pula teruntuk bagi salah satu bangsa atau golongan : tetapi disediakan untuk siapa saja yang menyerahkan diri kepada ALLAH saja, taat dan patuh kepadaNya dengan ikhlas, tidak mempersekutukan dengan siapapun juga dan berbuat baik menurut jalan dan cara yang telah di tentukan olehNya sebagai yang telah diterangkan dan di contohkan oleh RasulNya, Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam.


Sumber Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia


Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Monday, March 26, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.comKaum Nasrani : Utusan Kaum Nasrani Najran menolak BERMUBAAHALAH



Kaum Nasrani : Utusan Kaum Nasrani Najran menolak BERMUBAAHALAH

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com - Diriwayatkan, bahwa tatkala mereka telah berpaling dari hadapan Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam, mereka lalu kembali menghadap kepada Al-Aaqib, penasehat mereka yang tertinggi, dan dalam pada itu mereka lalu meminta pendapat dan persetujuannya. Kata mereka :Bagaimana pendapat engkau, Ya Abdal-Masieh, tentang bermubaahalah dengan Muhammad ?''


Kata Al-Aaqib : ''Demi ALLAH, wahai golongan Nashara (Nasrani) sesungguhnya kamu telah mengetahui bahwa Muhammad itu seorang Nabi yang diutus, dan sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan yang jelas dari teman-teman kamu, bukan ? Sesungguhnya kamu telah mengerti, bahwa tidak suatu kaum yang berlaknat-laknatan (bermubaahalah) dengan seorang Nabi, melainkan mereka pasti hancur binasa, tidak akan ada yang ketinggalan orang-orang tua mereka ; dan tidak akan ada Keturunan mereka ; dan sungguh kamu tidak akan menang selama-lamanya jika kamu mengerjakan mubaahalah dengan dia. Maka jika kamu menolak bermubaahalah, lantaran kecintaan kepada agama kamu dan mempertahankan apa yang telah berlaku pada kamu dan temanmu, maka hendaklah kamu meminta diri meninggalkan orang itu (Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam) kemudian kembalilah kamu ke negeri Yaman.''

Demikianlah nasehat dan peringatan al-Aaqib kepada segenap pengikutnya ; kemudian mereka datang menghadap Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam lagi lalu berkata : ''Ya Abal Qasim, sesungguhnya kami telah berpendapat dan memutuskan, bahwa kami jangan ber-mubaahalah dengan engakau ; dan kami supaya meninggalkan engkau di atas agama engkau ; dan kami akan kembali mengikuti agama kami sebagaimana biasa. Sekalipun demikian, namun kami memohon kepada engkau sudilah kiranya mengutus seseorang dari sahabat engkau yang engkau ridhoi dan engkau percaya untuk kami angkat menjadi hakim di qabilah kami dalam segala urusan yang mengenai harta yang kami perselisihkan dan kami pertengkarkan yang seringkali terjadi dalam kalangan kami. Karena sesungguhnya engkau itu bagi kami satu kepuasan.''*)


Permohonan mereka yang sedemikian itu di perkenankan oleh Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam. Kemudian pada keesokkan harinya Nabi memutuskan supaya Abu 'Ubaidah bin Al-Jarrah berangkat bersama-sama kaum Nasrani Najran ke Qabilah mereka untuk menjadi hakim di sana. Sabda Nabi kepadanya di kala itu :


''Ukruj ma'ahum faaqdhi bainahum bilhaq fiimaa ikhtalafuu fiihi.''

''Keluarlah (berangkatlah) kamu bersama mereka, maka hukumilah antara mereka itu dengan kebenaran tentang segala sesuatu yang di perselisihkan oleh mereka.''


Abu Ubaidah lalu berangkat bersama-sama mereka **)


Diriwayatkan, bahwa Abu Haritsah bin 'Alqamah, salah seorang pendeta dan ulama Nasrani dari Najran sebagai yang tertera di post sebelumnya, yang selamanya di muliakan oleh kaum pengikutnya, tatkala datang hendak menghadap Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam, ia duduk di atas bighalnya sambil menghadapkan mukanya kepada Nabi, dan di sampingnya duduklah salah seorang saudaranya yang bernama Kaur bin 'Alqamah. Dikala itu tergelincirlah bighal yang sedang di kendarainya, lalu berkatalah Kaur Celakalah yang lebih jauh!''. (yang di kehendaki dengan perkataan yang sedemikian itu, ialah pribadi Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam). Maka Abu Haritsah berkata kepada saudaranya tadi :''Bahkan kamulah yang celaka.''


Kata Kaur : ''Mengapa demikian, wahai saudaraku ?''


Kata Abu Haritsah : Demi ALLAH, sesungguhnya dia itu Nabi yang kita nanti-nanti kedatangannya.''


Maka Kaur berkata : Apa yang merintangi engkau mempercayai dan mengikut kepadanya, padahal engkau telah mengerti yang sedemikian itu ?''


Abu Haritsah berkata terus terang : Yang merintangi saya mempercayai kepadanya, ialah kehormatan dan kebesaran yang telah di berikan oleh kaum pengikut saya selama ini, mereka itu enggan dan tidak mau mengikut kepada Nabi itu. Oleh sebab itu, jika saya mengikut dia, tentulah segala kehormatan dan kebesaran saya sebagaimana yang telah kamu ketahui dari mereka, mereka akan menarik kembali semua itu dari saya. Dengan sebab itu, ya apa boleh buat. Tentang ini hendaklah kamu rahasiakan baik-baik.''***)


Mengingat riwayat ini jelaslah bahwa pendeta Nasrani dari Najran yang senantiasa di hormati dan di muliakan oleh para pengikutnya walau yang berpangkat raja sekalipun, di kala itu sudah mengerti bahwa pribadi Nabi itu benar-benar Nabi yang diutus oleh ALLAH. Adapun yang menyebabkan ia tidak mau percaya dan tidak bersedia untuk membenarkan kebenaran Nabi itu dengan tegas di nyatakan sendiri, karena kedudukan dan kebesaran yang telah di perolehnya dari kaum pengikutnya, selama ia menjabat selaku pendeta mereka.****)

Keterangan :
*) Riwayat yang tersebut itu menunjukkan, bahwa kaum Nasrani Najran tidak berani meghadapi tantangan bermubaahalah dari Nabi. Dengan demikian jelaslah mereka mengerti akan kebenaran dakwah Nabi dan menginsyafi akan kedustaan mereka sendiri. Sekalipun demikian, namun mereka telah insyaf dan tertarik pula oleh dasar-dasar keadilan hukum-hukum yang di bawa oleh Nabi, sehingga mereka mengajukan permohonan kepada beliau, supaya beliau mengirim seorang dari sahabat yang bisa di percayai untuk di angkat menjadi hakim di qabilah mereka untuk memutusi soal-soal yang mengenai harta-benda yang diperselisihkan oleh mereka.


**) Riwayat yang tersebut itu menurut sebagaimana yang termaktub dalam Sirah Ibnu Hisyam. Dan riwayat mubaahalah sebagai yang tersebut itu diriwayatkan juga oleh para imam ahli hadits, antara lain oleh Al-Bukhari dan Muslim, tetapi dengan rangkaian kata yang agak berlainan : dan di antara para ulama ahli tafsir yang meriwayatkannya, ialah Ibnu Jarier Ath-Tahbary dalam kitab Tafsirnya.

***)Menurut kata Ibnu Hisyam : Nama orang tersebut itu bukan Kaur, tetapi Kuuz. Dan perkataan Abu Haritsah sebagai yang tersebut itu di ceritakan oleh Kuuz sesudah mengikut Islam.

****)Sepanjang riwayat sejak dari dulu mula, pengaruh kedudukan, pangkat dan kebesaran itu menyebabkan kebanyakan manusia tidak bersedia dan atau tidak mau menerima ''Kebenaran'' yang hakiki, kebenaran yang di bawa oleh para Rasul ALLAH dan kebenaran yang di ridhai oleh-Nya. Dan hingga kini pun kerapkali terjadi yang menyilaukan manusia dari kebenaran dan pertimbangan yang benar itu adalah kedudukan, pangkat, kebesaran dan kekayaan, apalagi bagi orang yang sudah mempunyai banyak pengikut yang terdiri daripada orang-orang muqallid a'ma (Uraian akan di lanjutkan di akhir bab ini, Insya ALLAH.

Sumber Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia


Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Sunday, March 25, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Kesesatan Nasrani : Ajakan Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam ber-MUBAHAALAH kepada Nasrani (Kristen-Katolik)



Kesesatan Nasrani : Ajakan Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam ber-MUBAHAALAH kepada Nasrani (Kristen-Katolik)

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com - Menurut riwayat : Bahwa Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam ketika itu dengan cukup secukup-cukupnya memberikan keterangan kepada para utusan kaum Nasrani Najran, baik yang mengenai tentang kepercayaan mereka yang tersesat itu, maupun yang mengenai urusan ke Nabian dan ke Rasulan beliau, yang pada hakikatnya mereka sudah kehabisan alasan untuk menguatkan kepercayaan mereka, dan yang guna menolak dakwaan Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam sebagai Nabi dan Rasul ALLAH, tetapi mereka tetap juga berkeras kepala mendustakan kepada kebenaran Nabi dan tidak mau menerima kebenaran yang telah di terangkan oleh beliau. Mereka masing-masing dengan keras mempertahankan kepercayaan mereka, bahwa Isa itu putera Tuhan dan Tuhan itu tiga bertunggal atau tiga Tuhan.


Berhubung dengan itu maka dikala itu ALLAH menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam yang bunyinya :



Dengarkan

''faman haa jjaka fiihi min ba'di m aa j aa -aka mina a l'ilmi faqul ta' aa law nad'u abn aa -an aa wa-abn aa -akum wanis aa -an aa wanis aa -akum wa-anfusan aa wa-anfusakum tsumma nabtahil fanaj'al la'nata al l aa hi 'al aa a lk aadz ibiin a.''


61. Siapa yang membantahmu tentang kisah 'Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): "Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la'nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta [197].

Keterangan :
[197] Mubahalah ialah masing-masing pihak diantara orang-orang yang berbeda pendapat mendo'a kepada Allah dengan bersungguh-sungguh, agar Allah menjatuhkan la'nat kepada pihak yang berdusta. Nabi mengajak utusan Nasrani Najran bermubahalah tetapi mereka tidak berani dan ini menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad SAW


Dengarkan


''inna h aadzaa lahuwa a lqa sh a sh u a l h aqqu wam aa min il aa hin ill aa al l aa hu wa-inna al l aa ha lahuwa a l'aziizu a l h akiim u.''


62. Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah; dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana .





Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Friday, March 23, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Kedatangan para utusan kaum Nasrani Najran (Yaman) ke Madinah dan perdebatan mereka dengan Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam



Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Kedatangan para utusan kaum Nasrani Najran (Yaman) ke Madinah dan perdebatan mereka dengan Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com - Pada waktu di mana kaum Yahudi di Madinah sedang ramai membicarakan tentang kemajuan dakwah yang di bawa oleh Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam dan perselisihan dan perbantahan antara Nabi dan pendeta mereka sedang memuncak dengan hebatnya, tiba-tiba datanglah utusan kaum Nasrani Najran (Yaman) yang terdiri dari 60 orang dengan berkendaraan dan dalam keadaan yang serba mewah. Diantara 60 orang tadi, ada 14 orang dari golongan bangsawan mereka, dan di antara 14 orang itu 3 orang yang terkemuka. Adapun nama-nama 14 orang bangsawan dan pemuka mereka itu ialah :
1. Al-Aaqib (Abdul Masieh)
2. As-Sayyid (Al-Aiham)
3. Abu Haritsah bin Al-Qamah
4. Aus
5. Al-Harits
6. Zaid
7. Qais
8. Yazied
9. Nubaih
10. Khuwailid
11. Amir
12. Khalid
13. Abdullah
14. Yuhannas.


Al-Aaqib (No.1) sebagai kepala rombongan dan penasehat mereka yang tertinggi, tidaklah mereka mengemukakan sesuatu urusan dan memutuskan sesuatu perkara melainkan dari pendapat(nasehat)nya. As-Sayyid (No.2) sebagai pemimpin mereka yang bertanggung jawab tentang segala sesuatu yang mengenai kesulitan-kesulitan mereka. Dan Abu Haritsah (No.3) sebagai pembesar, pendeta atau ulama mereka yang tertinggi dan berhak memberikan pengajaran agama kepada mereka. Para raja Romawi (Rum) yang beragama kristen di kala itu sangat menghormati dan memuliakan kepadanya dan mendirikan gereja-gereja untuknya.


Menurut riwayat, bahwa kedatangan mereka itu kekota Madinah dengan berkendaraan dan terus masuk ke masjid Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam, masing-masing dengan memakai pakaian negeri Yaman yang indah dan lurik serta memakai ridak (selendang) dari sutera, memakai pula cincin emas di tangan mereka. Kemudian mereka itu mengerjakan shalat di dalam masjid, dan ketika ada di antara sahabat Nabu yang hendak menegur kepada mereka, tetapi oleh Nabi di peringatkan yang berarti : Biarkanlah mereka itu mengerjakan shalat dengan cara mereka, yaitu mengahadap ke arah timur. Sehabis shalat, mereka menghadap kepada Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam sambil menyampaikan beberapa macam hadiah kepada beliau. Di antara hadiah yang disampaikan oleh mereka, ialah sebuah permadani yang indah dan bergambar-gambar dan beberapa buah tikar dari bulu. Tetapi yang bergambar-gambat tidak di terima oleh Nabi dan yang dari bulu di terima oleh beliau.


Dalam kitab-kitab tarikh tidak di jelaskan akan tujuan kedatangan para utusan kaum Nasrani Najran yang sebenarnya ke kota Madinah itu, tetapi dapatlah di kira-kirakan, bahwa kedatangan mereka itu adalah dengan tujuan untuk menambah keributan dan kebingungan bagi Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam. Karena di kala itu pertengkaran dan pertentangan antara kaum Muslimin dan kaum Yahudi sedang menjadi-jadi. Dengan demikian, dapatlah di duga bahwa kedatangan mereka itu hendak mempertajam permusuhan dan memperuncing pertengkaran antara kedua golongan, agar mereka sendiri (golongan Nasrani) dapat memperbesar pengaruhnya di sekitar Jazirah Arab, yang selama itu senantiasa terganggu dan terhalang oleh hasutan-hasutan kaum Yahudi yang berdiam di sanan, dan yang selalu menentang kepada agama Nasrani.


Diriwayatkan : Setelah mereka berhadapan muka dengan Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam, lalu pendeta mereka berbicara dan tanya jawab dengan Nabi tentang soal ketuhanan Nabi Isa atau Nabi Isa di anggap putera Tuhan dan atau tiga Tuhan. Mereka mengemukakan alasan-alasan yang guna menguatkan kepercayaan mereka kepada tiga Tuhan, tetapi satu demi satu alasan mereka di jawab oleh Nabu dengan jelas. Karena Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam dikala itu diberi wahyu oleh ALLAH yang mengandung beberapa puluh ayat, yang diantaranya yang guna mematahkan alasan mereka ialah ayat yang bunyinya :


Dengarkan
''inna matsala 'iis aa 'inda al l aa hi kamatsali aa dama khalaqahu min tur aa bin tsumma q aa la lahu kun fayakuun u.''

59. Sesungguhnya misal (penciptaan) 'Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya:"Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.



Dengarkan

''al h aqqu min rabbika fal aa takun mina a lmumtariin a.''

60. (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlahkamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.


Al Qur'an surat Ali Imraan ayat 59-60


Keterangan :

Sepanjang penjelasan para ulama ahli tarikh dan ahli tafsir, bahwa wahyu ALLAH yang di turunkan kepada Nabi Muhammad berkenaan dengan kedatangan kaum Nasrani Najran dan perbantahan mereka kepada Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam ada 80 ayat yaitu surat Ali Imraan dari ayat 1-80

Sumber Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia


Walhamdulillahi Rabbil'alamin