Showing posts with label Perang Badar Al-Kubra. Show all posts
Showing posts with label Perang Badar Al-Kubra. Show all posts

Wednesday, May 2, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Perang Badar Al-Kubra : Persiapan Tentara Quraisy dan Tentara Islam di Badar.


Sesudah tentara Islam mendapat tempat yang teduh, dan keadaan air rasanya tidak akan kekurangan serta berbenteng di gunung-gunung yang begitu kokoh seakan-akan sebagai benteng dari baja, lagi pula tempat bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah selesai diperbuat, dan keadaan kemah-kemah yang dipergunakan tempat beristirahat oleh masing-masing tentarapun telah selesai diperbuat juga, maka datanglah ketika itu pasukan tentara Musyrikin Quraisy dengan sombong dan congkaknya ke Badar juga.


Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam setelah melihat kedatangan tentara Quraisy yang begitu sombong dan congkak, lalu menghadapkan hati sanubarinya kepada TUHAN sambil memohon :

''Ya ALLAH ! Itulah kaum Quraisy telah datang dengan sombong dan congkaknya. Ia memusuhi kepada Engkau, menyalahi perintah-pwrintah Engkau dan mendustakan Rasul Engkau. Ya ALLAH ! Maka pertolongan yang telah Engkau janjikan kepada hamba itulah yang hamba mohon.''

''Ya ALLAH ! Binasakanlah mereka itu besok pagi hari.

''Ya ALLAH ! Janganlah Engkau meninggalkan hamba, Ya ALLAH ! Hamba memohon pada Engkau barang apa yang telah Engkau janjikan pada hamba.''

''Ya ALLAH ! Hamba memohon kepada Engkau akan janji dan perjanjian Engkau. Ya ALLAH ! Jika Engkau berkehendak (mengalahkan pada hamba), tidak akan Engkau disembah.''


Diriwayatkan waktu itu Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berulang-ulang memohon kepada ALLAH, sehingga Abu Bakar r.a. ketika itu memegang kepada selendang dan bahu Nabi seraya berkata :

''Ya Nabi ALLAH ! Cukup bagi engkau permohonan pada Tuhan engkau. Karena sesungguhnya Tuhan akan meluluskan pada engkau segala apa yang Dia telah berjanji pada engkau.''


Waktu itu Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam lalu keluar dari arasy seraya berkata :

''Akan dikalahkan pasukan itu dan mereka itu akan membalik kebelakang.''


Yakni : Pasukan tentara Quraisy akan kalah dan akan bubar kembali dengan membawa kerugian yang amat besar.


Kepala tentara Qurasiy waktu itu menyuruh seseorang yang bernama Umair bin Wahab Al-Jamhy supaya ke tempat tentara Islam untuk menghitung banyaknya tentara Islam. Umair lalu datang ketempat tentara Islam lalu menghitung banyaknya, lantas kembali menerangkan kepada kepala tentara Qurasiy, bahwa tentara Muhammad 300 orang lebih sedikit.


Umair berkata juga : ''Sekalipun begitu, cobalah kita tilik dulu dari jauh dan dari atas gunung, apakah memang hanya itu belaka adanya tentara Muhammad, ataukah ada lagi yang tersembunyi ? Sebab saya khawatir, kalau Muhammad ada menyembunyikan tentaranya dari belakang gunung ini atau itu.''


Perkataan Umair yang sedemikian itu diterima baik oleh pimpinan pasukan Quraisy, dan mereka lalu berangkat bersama Umair naik ke atas gunung dekat lembah Badar. Mereka masing-masing setelah sampai diatas gunung, lalu melihat kesebelah bawah kekanan dan kekiri, kedepan dan kebelakang, tetapi mereka tidak melihat sesuatu apapun. Memang sungguh sungguh tentara Muhammad hanya itulah adanya. Kemudian daripada itu, ketika itu dalam pasukan Quraisy timbul pula suatu kekacauan yang hebat kekacauan yang ditimbulkan oeh seorang dari antara kepala pasukan sendiri, ialah Utbah bin Rabi'ah.


Utbah waktu itu dengan mendadak berpendapat, bahwa berperang dengan Muhammad jangan dilanjutkan, karena buka semestinya kalau tentara Quraisy berperang dengan Muhammad dan tentaranya, karena sebagian dari tentaranya dari pada famili kaum Quraisy sendiri.


Oleh sebab itu timbulnya pendapat Utbah ini, lalu timbul perdebatan dan pertengkaran mulut dengan Abu Jahal, sehingga ketika itu Abu Jahal mengatakan, bahwa Utbah penakut, pengecut dan sebagainya.


Dan ketika timbul perdebatan tadi, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengetahui dari jauh dan ketika itu juga pandangan tentara Islam ketika melihat tentara Quraisy tidak merasa takut dan gentar atau khawatir sedikitpun.


Pendapat Utbah tadi setelah diperbincangkan oleh kepala-kepala pasukan, maka akhirnya Utbah kalah suara dan diputuskan oleh kepala-kepala pasukan Quraisy, bahwa peperangan di lanjutkan.


Bagi tentara Quraisy biar merasa bangga dan sombong melihat tentara Islam, maka ketika itu datanglah Iblis dengan diiringkan tentara berpuluh-puluh banyaknya. Iblis menyerupai akan rupanya kepala qabilah Bani Mudlij (Suraqah bin Malik) bersama kaum qabilahnya. Iblis berkata kepada kepala-kepala pasukan tentara Quraisy : ''Kamu jangan takut memerangi Muhammad dan tentaranya, kalau kamu akan kalah, kita dari belakang membela kepadamu. Pendek kata, kamu tidak akan kalah.''


Dalam pada itu, tiba-tiba seketika itu datanglah malaikat Jibril mengejar kepada Iblis. Maka seketika iyu juga, Iblis dan pengiringnya melarikan diri. Dan ketika Iblis melarikan diri, oleh seorang pahlawan Quraisy ditanya : ''Hendak kemana engkau hai Suraqah ? Engkau sudah sanggup hendak membela kita, tetapi mengapa engkau sekarang hendak pergi dari sini ?''''


Iblis menjawab : ''Sudahlah, saya melihat barang apa yang kamu tidak melihat.''


Kemudian waktu itu ada seorang pahlawan Quraisy yang dengan sombong keluar lebih dulu dari barisan tentaranya. Pahlawan tersebut bernama Aswad bin Abdul-Asad al Makhzumy. Ia keluar terus berjalan menuju ke kolam-kolam yang telah penuh air bagi tentara Islam, sambil berkata : ''Saya bersumpah dengan nama ALLAH. Saya akan merusak kolam-kolam mereka jika tidak dapat lebih baik saya mati.''


Oleh sebab itu, seketika itu terdengarlah oleh sahabat Hamzah, lali oleh beliau dikejarlah Aswad. Kemudian setelah ternyata ia hendak merusak kolam kepunyaan tentara Islam, lalu didahului dengan pukulan yang sekeras-kerasnya oleh sahabat Hamzah, maka seketika itu juga jatuhlah Aswad seraya mengucurkan darah yang tidak sedikit, karena dari pukulan Hamzah yang begitu hebatnya, dan seketika itu juga mampuslah Aswad dengan mandi darah.


Selanjutnya sebagai biasa bagi bangsa Arab seumumnya terutama bagi bangsa Quraisy, apabila hendak berperang, maka dari antara pahlawan-pahlawan lebih dulu harus bertanding dan beradu kekuatan dengan pahlawan-pahlawan musuhnya seorang lawan seorang. Maka dari itu waktu sebelum terjadi pertempuran dan peperangan, kepala tentara Quraisy minta dan menantang dengan secara sombong kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam supaya mengeluarkan tiga orang dari pahlawan tentaranya untuk bertanding dan beradu kekuatan dengan pahlawan-pahlawan Quraisy. Akhirnya dari tentara Islam mengeluarkan tiga orang pahlawan juga.


Maka sesudah tentara Quraisy mengeluarkan 3 orang pahlawannya yang gagah berani di tengah medan perang yang akan dipergunakan berperang. Maka Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam lalu bersabda kepada 3 orang pahlawan tentaranya dari golongan Anshar. Adapun 3 orang pahlawan tentara Quraisy tadi ialah :

1. Utbah bin Rabi'ah,

2. Syaibah bin Rabi'ah,

3. Walid bin Utbah


Adapun dari pahlawan tentara Islam yang disuruh keluar oleh Nabi, ialah :

1. Auf bin Al-harits,

2. Mu'adz bin Harts, dan

3. Abdullah bin Ruwahah,

Masing-masing dari sahabat Anshar.


Sesudah tentara Islam ini setelah keluar dan berada di tengah medan peperangan, lalu ditanya oleh masing-masing yang akan bertanding : ''Siapakah engkau ? Dan dari keturunan siapakah engkau itu ?'' Beliau-beliau itu sudah tentu menjawab : ''Dari golongan Anshar, dan dari Madinah.''


Waktu itu oleh pahlawan Quraisy tadi di tolak dengan ejekan : ''Ah, bukan sepatutnya kalau kita bertanding dengan kamu, karena kamu bukan dari bangsa kita, Percuma kalau kamu bertanding dengan kita.'' Mereka lalu berteriak meminta Muhammad kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.


''Ya Muhammad ! Keluarkanlah 3 orang dari golongan kita (Quraisy) dan yang dari keturunan Hasyim.'' oleh sebab itu Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam lalu menyuruh 3 orang Anshar tadi supaya mengundrkan diri, dan menyuruh juga kepada 3 orang pahlawannya yang dari golongan bangsa Quraisy dan dari Bani Hasyim. Ialah :

1. Hamzah bin Abdul Muththalib,

2. Ali bin Abi Thalib, dan,

3. Ubaidah bin Al-Harits.


Sahabat Hamzah, sahabat Ali dan sahabat Ubadah seketika itu juga berdiri dengan tegak, terus keluar dari tempatnya masing-masing dan menuju ke tengah medan pertempuran, lalu mendekati mereka masing-masing yang sombong itu. Kemudian setelah masing-masing berdekatan dan berhadapan muka, lalu mereka berkata dengan cara yang sangat sombong : ''Siapakah kamu sekalian ?''


Sahabat Ubaidah menjawab : ''Saya Ubaidah bin Al-Harits.''

Sahabat Hamzah menjawab : ''Saya Hamzah bin Abdul Muththalib.''

Sahabat Ali menjawab : ''Saya Ali bin Abi Thalin.''


Mereka berkata : ''Ya sudah sepatutnya kalau kami bertanding dengan kamu. Kita dari Quraisy, dan kamu dari Quraisy.''


Kemudian pertandingan beradu kekuatan dimulai seorang dengan seorang, sahabat Ubaidah dengan Utbah, sahabat Hamzah dengan Syaibah, dan sahabat Ali dengan Walid. Maka setelah bertemu satu persatu saling memukul dan beradu kekuatan. Sahabat Hamzah tidak berhenti-hentinya memberi pukulan kepada Syaibah hingga mati, sahabat Ali tidak berhenti-henti memberi pukulan kepada Walid sampai tewas jiwanya, dan sahabat Ubaidah diberi pukulan yang sekeras-kerasnya oleh Utbah yang yang berakhir sahabat Ubaidah dapat terpukul dengan senjata tajam oleh Utbah disebelah lututnya sehingga lututnya dengan kakinya hampir putus. Sebab itu sahabat Ubaidah lalu jatuh, dan segera lalu diangkat oleh Sahabat Hamzah dan sahabat Ali dan dibawa kehadapan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.

Kemudian sahabat Hamzah dan sahabat Ali kembali kemedan pertandingan lalu bertanding dengan Utbah, dan dalam sekejap saja, Utbah dapat terpukul oleh sahabat Ali sampai menghembuskan nafasnya dengan sengsara.


Keadaan sahabat Ubaidah setelah di hadapan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam lalu diperintah oleh beliau supaya berbaring diatas tikar beliau, maka setelah terlentang di atas tikar, sahabat Ubaidah lalu berkata :

''Tidakkah ini (mati) syahid, Ya Rasulullah ?''''


Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berkata : ''Sesungguhnya saya menyaksikan, bahwa engkau itu mati syahid.''


Maka seketika itu juga, wafatlah sahabat Ubaidah dengan membawa perasaan sangat gembira.

''INNAA LILLAHI WA INNAA ILAIHI RAAJIUUN''


Dan dengan sebab adanya pertandingan tadi, ketika itu ALLAH menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang bunyinya :

''Kedua golongan ini saling berbantahan, mereka berbantahan tentang TUHAN mereka.''


Jadi dalam pertandingan tadi tentara Quraisy kehilangan tiga orang pahlawan, dan tentara Islam kehilangan seorang pahlawannya, dan dengan kejadian ini menjadi suatu tanda (baca : alamat), bahwa dalam peperangan nanti akan di dapat oleh kaum Muslimin.


Monday, April 30, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Perang Badar Al-Kubra : Permohonan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam kepada TUHAN


Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersama tentara Islam setelah mendengar kabar dari budak kaum Quraisy yang tersebut diatas, dan setelah dapat mengira sendiri kekuatan, bahwa tentara Quraisy lebih kurang ada 1000 orang, dan sudah barang tentu dengan bersenjata lengkap serta persediaan cukup, maka waktu itu Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengingat bahwa tentaranya hanya 300 lebih sedikit, jadi sepertiganya tentara kaum Quraisy, dengan senjata kurang lengkap, dan persediaan perang serba kurang. Oleh sebab itu guna menebalkan iman tentaranya, dan guna meneguhkan semangat barisannya, maka Nabi lalu menghadapkan akan mukanya kepada sekalian tentaranya sambil memohon kepada ALLAH:

''''Ya, ALLAH ! Sesungguhnya mereka (tentara Islam) ini sama kosong (tidak membawa apa-apa), maka dari itu berilah mereka itu pikulan. Ya ALLAH ! Sesungguhnya mereka itu telanjang, maka dari itu, berilah mereka itu pakaian Ya ALLAH ! Sesungguhnya mereka itu lapar, maka dari itu berilah mereka itu kenyang, Ya ALLAH ! Sesungguhnya mereka sengsara, maka dari itu berilah mereka itu kekayaan.''


Kemudian Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dengan diiringkan oleh tentaranya terus berjalan sehingga sampai pada suatu lembah yang jauh dari tempat air, dan di tempat yang penuh pasir lagi kering. Adapun tentara Quraisypun melanjutkan perjalanannya sehingga sampai di suatu tempat (lembah) yang lapang, lagi dekat dengan mata air. Oleh sebab itu waktu itu kaum tentara Islam banyak yang semasa dahaga, dan kekurangan air yang akan dipergunakan buat menghilangkan hadats, istimewa pula pada malam harinya banyak yang berhajat hadats besar (junub). Dalam pada itu di antara Islam banyaklah yang tergoda oleh syaitan. Yakni Syaitan-syaitan yang mencampakkan tipu dayanya pada hati masing-masing tentara Islam yang kena digoda : ''Kamu menyangka bahwa kamu menjadi kekasih TUHAN, tetapi mengapa kamu dapat dikalahkan oleh kaum Musyrikin tentang urusan air ? Sekarang kamu merasakan dahaga, kamu mengerjakan shalat dengan berhadats besar, sedangkan musuh-musuhmu telah menunggu manakala kamu berkeputus-asaan air, tentulah lenyap kekuatan kamu, lalu mereka menghukum kamu menurut kehendak mereka, dan mungkin mereka akan membunuh kamu atau menangkap kamu, lalu kamu di bawa kembali ke Mekah.'' Demikian was-was yang diperbuat oleh syaitan dalam hati sanubari kebanyakan tentara Islam. Waktu itu oleh karena Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengerti bahwa daripada tentara banyak yang tergoda oleh syaitan, maka seketika itu beliau selalu memohon kepada ALLAH. Waktu tengah malam dengan sunyi senyap, sedangkan kebanyakan tentaranya tengah tidur nyenyak. Nabi selalu mengerjakan shalat dan membanyakkan permohonan kepada Tuhan. Hanya Tuhan sendirlah yang memberi pertolongan dengan sepenuh-penuhnya. Oleh sebab itu, waktu itu Tuhan lalu menurunkan air hujan dengan lebatnya, yang sebelumnya tidak seorangpun yang menyangka akan ada hujan dengan hebat.


Di waktu air hujan diturunkan dengan lebatnya, kebanyakan tentara Islam sedang tidur nyenyak, tetapi Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam terus memohon kepada ALLAH, dan berulang-ulang mengucapkan : ''Ya, Tuhan Yang Maha Hidup, ya Tuhan Yang Berdiri Sendiri !!!''


Demikian selanjutnya sampai datang waktu pagi.


Dengan, sebab air hujan yang sangat lebatnya, maka tentara Islam mendapat air yang sebanyak-banyaknya, lembah-lembah mengalirkan air, kolam-kolam penuh air, lalu masing-masing mandi, berwudlu dan lain-lain sebagainya, pasir yang ditempatinya menjadi lekat.


Dan diriwayatkan, bahwa sebelum Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan tentaranya mendapat air, maka beliau dengan diiringkan oleh tentaranya terburu-buru datang ke tempat sungai Badar. Setelah sampai di tempat itu, Nabi lalu berhenti dengan maksud, bahwa tempat itu akan dipergunakan menjadi tempat pertempuran dengan tentara Quraisy.


Ketika itu oleh seorang sahabat yang bernama Hubbab bin Al-Mundzir, Nabi ditanya : ''Ya Rasulullah, apakah pendapat tuan terhadap tempat pemberhentian ini ? Apakah tuan berhenti di tempat ini mengikuti wahyu Tuhan yang tiada akan kita berani mendahuluinya dan tiada pula kita berani membelakangkannya, ataukah menurut dari pendapat tuan sendiri dan daya upaya tuan sendiri ?''


Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda : ''Saya berhenti di tempat ini, hanya mengikuti kemauan saya sendiri dan daya upaya sendiri ?''


Sahabat Hubbab : ''Kalau begitu, Ya Rasulullah ! Saya usul, sudikah kiranya tuan pindah saja dari tempat ini. Karena sesungguhnya tempat ini bukan pemberhentian yang baik bagi kita. Maka sudikah kiranya tuan lekas pindah dari tempat ini bersama-sama ?''


Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam : ''Mengapa begitu, hai Hubbab ?''


Sahabat Hubbab : ''Ya, tiada lain seperti kata saya tadi.''


Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam : ''Ah, pendapat saya lebih baik kita berhenti di tempat ini daripada kita pindah lagi.''


Hubab : ''Ya Rasulullah jangan begitu ! Adapun jika tuan berhenti disini mengikut wahyu dari ALLAH, saya tidak akan usul begitu. Saya mengikut wahyu ALLAH.''


Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam : ''Kamu berkata begitu itupun dari pendapat kamu sendiri bukan ?''


Hubbab : ''Ya betul begitu, Ya Rasulullah ! Tetapi tuan harap mengerti, bahwa saya lebih tahu keadaan tempat ini dan keadaan tempat yang saya tunjukkan. Adapun tempat yang saya maksudkan, ialah tempat yang dekat mata air. Kalau kita disini tentu jauh dari tempat mata air, dan kaum Musyrikin yang dekat mata air nanti. Jika sekarang kita mendapat tempat yang dekat mata air, sudah barang tentu nanti kaum Quraisy berjauhan dari mata air, kita tidak akan kekurangan, dan mereka tantu kekuarangan air sebab mata air berdekatan dengan tempat kita di belakang lembah.... itu.''


Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam lalu berdiam dan seketika itu juga malaikat Jibril datang lalu mempermaklumkan kepada Nabi, bahwa pendapat yang benar adalah pendapat Hubbab. Oleh sebab itu, seketika itu juga Nabi bersama tentaranya lalu pindah dari tempat itu dan menuju ke tempat yang ditunjukkan oleh Hubbab. Kemudian dari pada itu, maka setelah sampai dan berhenti di tempat yang di tunjukkan oleh Hubbab, lalu disana tentara Islam membikin kolam-kolam dan diisi dengan air yang sebanyak-banyaknya.


Selanjutnya, ditempat tersebut sahabat Sa'ad bin Mu'adz mengemukakan pendapatnya di hadapan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ia berkata : ''Ya Rasulullah. Tidakkah lebih baik tuan kita bikinkan 'Arasy (tempat tinggal sementara untuk tempat tuan ? Dan kita menyediakan satu kendaraan buat tuan ? Maka jika nanti bertempur dengan musuh, tuan kita minta berada didalam arasy saja, dan kita bertempur dengan musuh kita. Jikalau Tuhan nanti memberi kemenangan kepada kita, dan kita dapat menghancurkan musuh kita itulah yang kita harapkan; dan jikalau kita kalah, tuan kita persilahkan kembali kepada orang-orang yang masih banyak ada di belakang kita, karena di belakang kita masih banyak orang yang terbelakang belum ikut berangkat kemari, Ya Rasulullah. Kecintaan kita kepada tuan tidak melebihi dari kecintaan mereka (orang-orang yang terbelakang) kepada tuan. Seumpama mereka menyangka, bahwa tuan akan berperang niscaya mereka tidak akan berpisah dari tuan. Tuhan menolong kepada tuan tentu dengan sebab mereka dan mereka sama berperang dengan musuh bersama-sama tuan.''


Demikianlah perkataan sahabat Sa'ad bin Muadz waktu itu, dan pendapat serta perkataan beliau yang sedemikian tadi oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam diterima dengan girang lagi dipuji. Lalu seketika itu juga diperbuatlah suatu arasy dari pelepah pohon kurma di atas bukit yang tertampak dari medan peperangan. Maka setelah arasy dibuat dengan kuat dan kokoh, Nabi lalu dipersilahkan masuk kedalamnya, dan untanya diikat di belakang arasy, dan sahabat Abu Bakar sebagai kawan yang tercinta di ajak masuk bersama-sama oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam


Wednesday, April 25, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com ; Perang Badar Al-Kubra : Angkatan Perang Tentara Kaum Musyrikin

Fat1hah.gif


imanhijrahdanjihad.jpg




Kepala-kepala dan ketua-ketua kaum Musyrikin Quraisy di Mekah setelah menerima khabar yang dikirim oleh Abu Sufyan dengan perantaraan Dhamdham tadi, maka dengan seketika itu juga mereka lalu bersiap mengumpulkan tentara, serta menyediakan alat-alat peperangan dengan selengkap-lengkapnya.


Ketika itu sebagian daripada mereka berteriak-teriak di kampung-kampung dengan berkeliling. ''Apa Muhammad dan pengikut-pengikutnya menyangka, bahwa angkatan unta yang dikepalai oleh Abu Sufyan itu seperti angkatan yang dikepalai oleh Ibnu Hadhramy? Demi Lata dan 'Uza, jangan begitu ! Muhammad dan pengikut-pengikutnya nanti akan tahu sendiri kalau terus menerus berbuat begitu.'' Demikianlah suara yang dikeluarkan oleh sebagian dari kepala-kepala Quraisy waktu itu.


Pada waktu itu setelah mereka mengumpulkan tentara sebanyak 950 orang (dalam riwayat lain 1000 orang), dan masing-masing dengan bersenjata lengkap, lalu berangkat menuju ketempat yang biasa dilalui oleh angkatan unta-unta mereka yang dikepalai oleh Abu Sufyan. Pada waktu itu tidak ada orang laki-laki Quraisy yang gagah berani yang tidak ikut serta menjadi tentara, dan jikalau terpaksa tidak ikut, lalu menyuruh seorang laki-laki lain sebagai wakilnya. Begitupun kepala-kepala dan ketua-ketua Quraisy tidak ada yang ketinggalan menjadi pahlawan tentaranya melainkan Abu Lahab yang tidak ikut, ia terpaksa tidak ikut karena sudah merasa takut ; tetapi ia menyuruh seorang laki-laki Quraisy sebagai wakilnya dengan membayar 4000 dirham. Orang yang disuruh olehnya tadi adalah Ash bin Hisyam. Menurut riwayatm bahwa Ash bin Hisyam adalah seorang saudagar, tetapi ia mempunyai pinjaman sebesar 4000 dirham kepada Abu Lahab. Maka waktu itu oleh karena ia sanggup menjadi wakilnya, maka oleh Abu Lahab dibebaskan utangnya.


Dari pada 1000 orang tadi yang berkuda ada 100 orang lebih, dan yang berkendaraan unta ada 700 orang, dan 12 orang dari kepala Quraisy yang diserahi urusan makanan dan minuman sekalian tentara, yang membawa benderanya ialah Sa'ad Jazid. Demikianpun mereka ketika berangkat dengan membawa orang-orang perempuan tukang nyanyi, tukang memukul rebana dan perempuan-perempuan ronggeng yang dipergunakan sebagai permainan bagi mereka.


Dus, dengan penuh kegirangan, kesombongan, kecongkakan, kedurhakaan dan kekejian ketika mereka hendak bertempur dengan kaum Muslimin.


Adapun tentara Islam yang dikepalai oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ketika itu terus berjalan mencari angkatan unta kaum Quraisy. Tetapi dengan tiba-tiba setelah sampai disuatu tempat yang berdekatan dengan dusun Badar, terdengarlah kabar oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bahwa angkatan unta yang sedang dicarinya tadi telah berjalan dengan mengambil jalan ditepi laut. Jadi belum sampai terjadi pertemuan dengan tentara Islam.


Selanjutnya setelah perjalanan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sampai disuatu lembah yang bernama Dzafiran (suatu lembah dekat dusun Shafra), terperanjatlah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan seketika itu lalu turun dari kendaraan, dan tentara Islam lalu berhenti, dan seketika itu Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menerima kabar, bahwa kaum Quraisy telah memberangkatkan pasukan tentaranya dari Mekah menuju ke tempat-tempat yang dibuat jalan angkatan perdagangan mereka karena hendak menjaga keamanan perdagangan mereka ditengah jalan.


Pasukan tentara Quraisy pada saat itu dikepalai oleh Abu Jahal bin Hisyam, maka ketika perjalanan Abu Sufyan telah selamat dari bahaya dan dapat terlepas dari ancaman kaum Muslimin lalu Abu Sufyan menyuruh seorang kawannya supaya menyusul tentara Quraisy yang dikepalai oleh Abu Jahal.


Jadi supaya tentara Quraisy kembali saja ke Mekah, jangan meneruskan perjalanannya dan jangan sampai kejadian bertempur dengan kaum pengikut Muhammad, karena angkatan perdagangan Quraisy telah dapat terlepas dari pada bahaya yang diancamkan. Demikianlah permintaan Abu Sufyan kepada Abu Jahal dengan perantaraan suruhannya. Ketika itu Abu Jahal sebagai kepala/pimpinan tentara Quraisy menjawab dengan sombong : ''Kita tidak akan kembali sebelum sampai di Badar. Sekalipun perdagangan kita telah sampai di Mekah, tetapi kita harus meneruskan perjalanan kita sampai di Badar.''


Kemudian setelah mereka sampai di Badar, tiga hari tiga malam mereka berdiam di Badar seraya menunjukkan kesombongannya, dan ejekannya kepada kaum Muslimin. Masing-masing merasa gembira bersukaria, bernyanyi-nyanyi, bermain-main dengan perempuan ronggeng yang dibawanya sebagai bunga raja mereka meminum-minuman keras dan lain sebagainya. Lebih-lebih mereka merasa, tentara lebih cukup, senjata lebih lengkap dan telah mendapat tempat yang baik di Badar. Seumpama terjadi berperang dengan kaum Muslimin tentu menanglah yang akan didapatnya. Demikianlah perasaan mereka masing-masing terutama pemimpin-pemimpin dan pahlawan-pahlawan mereka seperti Abu Jahal dan sesamanya; tidak ingat apa yang terjadi di kemudiannya. Disangkanya orang yang lemah akan terus lemah selamanya; dan orang yang kuat akan terus kuat selamanya.


Artikel Terkait :


Perang Badar Al-Kubra : Awal Mula kejadian perang di Badar


Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Thursday, April 19, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Awal Mula kejadian perang di Badar

Fat1hah.gif



Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com - Diriwayatkan, bahwa setelah ada kejadian perampasan dan perlawanan yang dikepalai oleh Abdullah bin Jahsy, maka kaum Musyrikin Quraisy ketika itu bertambah naik darahnya, sangat marahnya terhadap perbuatan kaum Muslimin. Oleh sebab itu pada saat itu mereka pada waktu akan mengadakan angkatan perdagangan kenegeri Syam lalu berjaga-jaga, sebab perjalanan angkatan mereka pergi dan pulangnya adalah melalui tepi kota Madinah, padahal waktu itu keadaan kota Madinah sudah boleh dikatakan menjadi suatu kota bagi kaum pengikut Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.


Kemudian pada suatu hari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mendapat kabar bahwa seperangkatan unta kaum Quraisy dengan muatan dagangan dari Mekah sedang berangkat menuju negeri Syam sebagaimana biasa. Angkatan perdagangan ini diikuti oleh 30 orang Quraisy dan dipimpin oleh seorang kepala Quraisy yang bernama Abu Sufyan bin Harb, banyaknya unta memuat dagangan ada 1000 unta dan yang dimuatnya seharga 50.000 dinar.


Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam setelah menerima kabar yang sedemikian itu, lalu berangkat ke luar Madinah dengan diiringkan oleh sebagian kecil daripada sahabat-sahabatnya perlu menjaga gangguan mereka kepada kaum Muslimin di Madinah. Dan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sengaja, bahwa jika mereka itu mengganggu kepada keamanan kota Madinah, akan ditahan angkatan perdagangan mereka. Tetapi pada waktu itu angkatan mereka dengan diam-diam telah berjalan melalui kota Madinah, jadi tidak sampai bertemu dengan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Oleh sebab itu, lalu angkatan mereka ditunggu-tunggu kembalinya dari kota Syam oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan kaum Muslimin.


Kemudian pada suatu hari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menerima kabar bahwa angkatan mereka tengah kembali dari luar negeri Syam, dan hendak pulang ke Mekah. Sebab itu sudah tentu saja tidak berapa lama akan berjalan melalui kota Madinah. Pada waktu itu Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam lalu memerintahkan kepada kaum Muslimin supaya mengawasi angkatan kaum Quraisy yang sedang kembali dari negeri Syam tadi, agar mereka jangan sampai mengganggu kemananan kota Madinah. Oleh sebagian kaum Muslimin, perintah Nabi yang sedemikian itu diikuti dengan segera, dan sebagiannya lagi perintah Nabi itu tidak dihiraukan, karena disangka oleh mereka Nabi tidak akan berperang, tetapi akan menakut-nakuti angkatan Quraisy semata-mata.


Kemudian pada hari tanggal 3 bulan Ramadhan, sesudah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menyerahkan pimpinan kota Madinah kepada sahabatnya Abdullah bin Ummi Maktum, berangkatlah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersama tentara Islam sebanyak 313 orang dengan bersenjata lengkap. Diantara mereka 2 orang berkendaraan seekor unta. Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersama sahabat Ali bin Abi Thalib dan Martsad berkendaraan seekor unta, sahabat Abu Bakar, Umar dan Abdurrahman bin Auf berkendaraan seekor unta juga, dan demikianlah selanjutnya. Bendera Islam saat itu rupanya putih dan di bawa oleh sahabat Mush'ab bin Umair, berjalan di muka kendaraan Nabi dan ada dua lagi bendera yang satu dibawa oleh sahabat Ali bin Abi Thalib dan satunya lagi di bawa oleh sahabat Sa'ad bin Muadz.


Kaum Muslimin sebanyak 313 orang tadi terdiri dari sahabat Muhajirin 82 orang dan sahabat Anshar 231 orang, jadi 313 orang. Menurut riwayat Ibnu Hisyam dalam Sirahnya, adalah 314 orang terhitung dari sahabat Muhajirin 83 orang, riwayat ini pribadi Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam belumlah terhitung, maka dari itu dengan pribadi Nabi adalah 315 orang.


Menurut riwayat Imam As-Suhaili, sebagaiman tersebut dalam kitab Fathul Bari Syarah Bukhari jilid ke 7, bahwa ketika itu jin yang telah mengikut Islam, yang ikut menjadi tentara Islam adalah 70 orang.


Perjalanan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dengan kaum Muslimin setelah sampai d suatu tempat dekat dusun Shafra', berhentilah Nabi serta tentaranya, lalu menyuruh kepada Basis bin Amr Al-Juhani dan Adi bin Raba Al-Juhani supaya menyelidiki dan mendengan-dengarkan kabar seperangkatan unta perdagangan kaum Quraisy tadi di Badar.


Dalam pada itu, tiba-tiba waktu itu kabar kaum Muslimin sebagai tersebut kedengaran oleh Abu Sufyan dan kawan-kawannya. Oleh sebab itu ia lalu minta tolong kepada seorang yang bernama Dhamdham bin Amr Al-Ghifari supaya ia lekas menyampaikan kabar yang menguatirkan itu kepada ketua-ketua dan kepala-kepala kaum Quraisy di Mekah. Kemudian dengan segera Dhamdham berangkat ke Mekah dan setelah sampai di Mekah lalu menyampaikan adanya kabar rintangan bagi perjalanan dagang kaum Quraisy tadi yang diperbuat oleh Muhammad dan kaum pengikutnya.


Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia bersumber dari :

alquran_indonesia.png


Baca juga post sebelumnya :



Walhamdulillahi Rabbil'alamin