Showing posts with label Kisah Ghaib Tapi Nyata. Show all posts
Showing posts with label Kisah Ghaib Tapi Nyata. Show all posts

Saturday, March 24, 2012

KISAH-KISAH GAIB TAPI NYATA : KELUARGAKU DIGANGGU JIN DARI JAMPANG KULON YANG ISTERINYA 20

G adis Kecil itu meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari cekikkan mahluk tak berwujud, tubuhnya terguling jatuh di-tangga besi, tangannya menggapai-gapai berusaha mencari pegangan dan tangan satunya lagi berusaha melepaskan cekikkan tangan gaib yang mencekik lehernya. Dengan sangat panik dan ketakutannya, gadis itu berteriak : " Tolong, tolong, Ampun, Lepaskan ! ". Teriakkannya seperti tersumbat dikerongkongan, tak mampu bersuara, dengan terengah-engah Ia berusaha menarik nafas, tetapi mahluk itu tidak mau melepaskan cekikannya, malah semakin bertambah kuat.
Terdengar Mahluk itu menggeram dahsyat, " Hrrmmm...." dan kemudian terdengar suara bentakkannya yang menggelegar menyeramkan : " Sudah kukatakan jangan sekali-kali menceritakan mengenai keberadaan-Ku, tapi mengapa kau langgar juga ! ". Tercekat hati gadis kecil itu bertambah-tambah takutnya dan samar-samar mahluk itu mulai menampakkan wujud dihadapannya.


MAHLUK JAHAT BERUPA JAWARA YANG MENAKUTKAN

Terlihat tangan mahluk itu dengan jari-jarinya yang besar dan gemuk menunjuk tepat kehidung-nya, dijarinya tampak dipenuhi cincin dengan batu besar berwarna-warni yang bersinar gelap mengerikan, ditangan kirinya melingkar akar bahar yang hitam kelam bagaikan seekor ular. Mahluk itu berpenampilan dan berpakaian sebagaimana Jawara Tempo Doeloe, yaitu berambut gondrong dengan ikat kepala hitam dan bercelana pangsi silat hitam tanpa mengenakan baju. Bulu dadanya menyembul didadanya yang gempal berotot dan berkulit hitam legam. Mukanya yang berbentuk kaku persegi dipenuhi dengan cambang-bawuk yang semakin menambah seram penampilannya, apalagi saat membuka mulut terlihat giginya berantakan dan berwarna kehitaman dengan gigi taring mencuat lancip.
Memelas gadis kecil itu berkata dengan suara tercekat : " Ma...af, Ampun, Tolong, jangan ganggu saya, lepaskan saya ", sambil berusaha melepaskan diri dari cekikan mahluk itu.
Tidak ada kata maaf untuk-mu" terdengar suara menghardik dahsyat dari mahluk itu. Sementara itu dua remaja laki-laki yang sedang asyik menonton TV, tertegun mendengar ada suara berdebuk aneh, dan melihat ada yang terguling jatuh di tangga.


GADIS ITU TERLIHAT MENCEKIK LEHERNYA SENDIRI

Terlihat yang jatuh itu parasnya pucat-pias ketakutan dan tangannya mencekik lehernya sendiri, sepertinya mulut gadis kecil itu berusaha berteriak, tetapi tidak terdengar suaranya, tangannya menggapai minta tolong.
Kemudian keduanya berlari berusaha menolong, mencegah agar tidak jatuh terbanting kelantai. Salah satunya berkata : " Mini, apa yang terjadi, kamu kenapa ? ", Mini tidak menjawab malah tiba-tiba terdengar suara berat menggeram keluar dari mulutnya : " Keberadaan-Ku sudah diketahui orang gara-gara kamu, kubunuh kau, Hiaaaaayt !".
" Andree, jangan-jangan Mini kesurupan, ayo cepat kita bawa keruang tengah " berkata salah seorang yang bertubuh kekar kepada temannya, dan temannya menjawab : " Rio, lihat dia tidak bisa bernafas, harus segera ditolong ".
Rio dan Andree berusaha melepaskan tangan Mini yang sedang mencekik lehernya sendiri, ternyata tenaga gadis kecil itu sangat kuat, dengan susah payah baru kemudian mereka bisa melepaskan kedua tangan dari lehernya, muka dan bibirnya kelihatan membiru karena kekurangan oksigen, setelah mulai bisa bernafas lagi, terlihat berangsur-angsur kembali normal. Akan tetapi badannya masih kejang-kaku dan dari mulutnya meracau kata-kata yang tidak jelas.



RASA TAKUT MENGHADAPI MAHLUK KASAT MATA

Sebentar kemudian seisi rumah menjadi geger dan berkumpul diruang tengah dimana Mini dibaringkan. " Ada apa sih, lho koq bisa kesurupan ya, aduh kasihan lihat lehernya membiru, koq mencekik leher sendiri sih !, gimana tuh masih belum sadar juga ! katanya jatuh ditangga, untung tertolong coba kalau tidak, bisa bocor atau sedikitnya patah tulang dia " demikian suara-suara yang menyatakan kegelisahan dan keprihatinan melihat keadaan Mini yang masih kejang dan sedang diupayakan menyembuhkan dengan mengosokkan minyak kayu putih ke-tangan dan kakinya yang dingin, ada rasa takut yang mencekam karena berhadapan dengan mahluk yang kasat mata.



JAWARA DARI JAMPANG KULON

Rio mencoba konsentrasi sejenak memusatkan fikiran dan berusaha memanggil ilmu bathin yang pernah dipelajarinya dari salah satu Perguruan Silat yang cukup ternama di Ibukota, dan kemudian mencoba berkomunikasi dengan berkata : " Siapa Kamu dan apa maumu berada ditubuh gadis ini ! ". Mendengar pertanyaan itu tiba-tiba dengan mendadak Mini bergerak bangun dan kemudian duduk bersila seakan-akan seorang Jawara yang duduk dengan pongah dan tangan dipahanya memamerkan sederet cincin dengan batu yang besar-besar.
Sambil membusungkan dadanya yang gempal penuh bulu, tangannya kemudian menepuk dadanya dengan kerasnya, lalu berkata : " Aku Toha Abidin dari Jampang Kulon, Jawara terkenal tanpa tanding ". Mukanya menoleh menatap kearah Rio.


Terlihat Rio tercekat melihat penampilan mahluk ini, dan sedang berfikir untuk melakukan tindakan apa. Beberapa yang menonton berteriak terkejut dan takut, malah beberapa diantaranya cepat-cepat mudur menjauh dan menatap dengan ngeri kearah Mini yang disurupi oleh mahluk menakutkan itu. Ada yang memegang erat-erat orang disebelahnya dan berkata lirih : " Takuuuutt " terlihat Andree bergeser kebelakang Rio, kelihatannya agak takut juga, atau malah sangat takut (?).



KENGERIAN MENGGANTUNG DI AWANG-AWANG

Toha Abidin menatap kesekeliling dan kemudian menatap kembali kearah Rio, adalah mata Mini dengan bola mata yang hanya putihnya saja yang terlihat, menatap kesekeliling dengan nyalang. Situasi demikian mencekam, kengerian menggantung diawang-awang dan tidak ada yang berani bergerak ataupun bersuara.
Jam terlihat menunjukan pukul setengah tujuh malam dan udara terasa dingin mengiris hingga ketulang, sejenak kemudian kengerian dipecahkan oleh suara Rio : " Demi Allah, lepaskan dia, berhentilah mengganggu manusia, alam kita berbeda, mengapa kita tidak hidup berdampingan dengan tidak saling menganggu................ ".

AWALNYA

Kejadian ini bermula dengan ditugaskannya Rio oleh Kampusnya yang berada dikawasan Jakarta Barat untuk melakukan KKN, Kuliah Kerja Nyata di Pandeglang Banten. Rio sebagai mahasiswa tingkat terakhir sangat mendambakan bisa segera menyelesaikan kuliahnya dan di Wisuda.
Sebagai anak yang paling tua, bisa mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi adalah sangat membanggakan bagi kedua orang tuanya dan sebagai contoh panutan yang baik bagi adik-adiknya yang masih dalam tarap menyusul, dua orang lagi. Adiknya Arnold diharapkan menyusul setahun kemudian dan sibungsu Ningsih masih di-SMA kelas dua.
Rio termasuk pendiam akan tetapi sangat aktif berorganisasi dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya, dan juga masuk Perguruan Silat di-kampusnya, dan karena prestasinya dia diangkat menjadi ketua kelompok KKN di Desanya. Seringkali bilamana ada acara akbar di-kampusnya maka dia ditugaskan sebagai keamanan dan bahkan beberapa kali dipercaya sebagai koordinator keamanan.



TUGAS KKN DARI KAMPUS

Awal Agustus 1997, Rio dan kawan-kawannya se-kampus berangkat ke Pandeglang Banten, mereka sangat gembira dan optimis bisa menyelesaikan KKN-nya ini dengan baik, di Kecamatan Cigeulis, mereka dibagi-bagi menjadi beberapa kelompok dan ditempatkan pada beberapa desa yang terpisah.
Malam pertama dan kedua tidak terjadi sesuatu apapun dan semua berjalan dengan baik sesuai program yang telah digariskan. Bagi Rio, malam ketiga terasa agak lain, udara terasa lebih dingin dari biasanya dan suara binatang malam seakan-akan melantunkan irama yang sedih. Apakah ini karena rindu kepada rumah dan keluarga ( homesick ) atau memang karena rentetan program yang cukup melelahkan.
Tak terasa malam semakin larut dan....................


Di Jakarta, Mama-nya Rio tiba-tiba terbangun ditengah malam dengan tubuh gemetar dan penuh diliputi oleh keringat dingin, membangunkan saya, dengan tergesa-gesa kemudian menceritakan mengenai mimpinya yang buruk dan mendesak saya agar besok segera berangkat menegok putra kami Rio yang sedang KKN di-Banten.
Tentu saja saya terkejut karena dibangunkan mendadak, dan karena baru tiga hari yang lalu Rio pergi koq sudah begitu kangen-nya hingga meminta dengan sangat kepada saya, lagi pula pada tengah malam begini. Setelah saya bujuk-bujuk agar bersabar menunggu dan jelaskan bahwa saya baru bisa berangkat mengantarnya hari Sabtu y.a.d. lagi pula kan semua aman-aman saja, maka baru agak tenang hatinya dan kemudian mengerjakan Sholat malam.
Saya tak menduga bahwa pada saat yang bersamaan Rio di-Banten sedang mengalami suatu kejadian yang menyeramkan..................


R io tidur dengan gelisah, suara gonggongan anjing di luar membuat suasana hati Rio menjadi tak menentu, terasa ada sesuatu yang akan terjadi tapi apa, belum diketahui, akhirnya karena kelelahan maka Rio-pun tertidur.............
Tiba-tiba Rio sulit untuk bernafas, Rio berfikir, mimpikah aku ini, apakah aku sedang tenggelam di air?, atau............
Terasa kerongkongannya tercekik, seperti lehernya diikat oleh tambang yang tak terlihat, Rio berusaha menarik nafas, tapi tidak bisa, berusaha berteriak tetapi tidak juga bisa, terasa urat-urat dilehernya menyembul dan paru-parunya berdenyut membutuhkan udara segar.



MAHLUK GAIB MENCEKIK LEHERKU

Aku dicekik, pikir Rio dan Rio kemudian berusaha membuka matanya, akan tetapi tidak ada sesuatupun yang terlihat, ternyata bukan manusia yang mencekik-ku, akh, apa salah-ku hingga diperlakukan seperti ini, padahal dalam melaksanakan KKN aku sudah berusaha semaksimal mungkin dengan sopan-santun dan selalu berkonsultasi dan berkomunikasi dengan para sesepuh ataupun pamong / pemuka masyarakat setempat. Kengerian lebih memuncak ketika sayup-sayup mewujud tangan yang sangat besar yang sedang mencekik lehernya, hanya tangan-nya saja.
Dalam hati Rio berkata bahwa bila memang ada salah-nya mohon dimaafkan dan esok hari Rio akan lebih berhati-hati, dan akan memohon maaf secara terbuka, akan tetapi jawabannya adalah cekikan yang terasa semakin keras dilehernya.



DZIKIR KEPADA ALLAH YANG MENOLONGKU

Darah yang mengalir kekepala berkurang dan terasa pandangan berkunang-kunang, Rio berfikir bahwa tibalah ajalnya. Pemikiran mengenai tibanya ajal membuat Rio menjadi pasrah kepada Tuhannya, dan menyebut : " Lailla ha IllAllah " berkali-kali dan mencoba menerapkan kemampuan bathin yang dipelajari dari kedua orang tuanya, tiba-tiba terdengar suara menggeram dahsyat dan terasa cekikan dilehernya mengendur.
Merasa cekikan dilehernya menjadi kendur, pikiran Rio bekerja dengan cepat, berusaha mencari cara untuk melawan mahluk itu dan dengan mengeraskan bawah perut sambil menyebut : " La Haula Walla Quwwata, Illa Billah Aliyul Azhiim " maka Rio menerjang menghempaskan pencekiknya sekuat-kuatnya dan terdengar jeritan dahsyat dari mahluk itu yang terlempar keluar dan juga jeritan Rio yang keras.



MIMPI BURUK-KAH ?

Dengan terengah-engah Rio berusaha menarik nafas dalam-dalam dan merasakan paru-parunya kembali terisi oleh udara yang segar, urat nadinya yang berdenyut-denyut dan terasa sangat sakit kemudian perlahan kembali normal.
Dan beberapa kawannya yang masih bangun, karena mendengar teriakan Rio yang keras kemudian merubung menanyakan apa yang terjadi. Beberapa saat Rio terpana dan tidak bisa berkata apa-apa, hingga ketika fikirannya telah menjadi normal kembali dan rasa takutnya telah berkurang banyak, maka Rio kemudian berkata : " Akh, hanya Mimpi buruk ". Terlihat sekali mereka tidak puas dengan jawaban Rio, karena jelas sekali mereka melihat bahwa wajah Rio saat itu bagaikan mayat hidup, sangat pucat, dan pandangannya kosong seperti sehabis mengalami sesuatu kejadian yang sangat menakutkan.
Akhirnya mereka membubarkan diri dan tentu saja dengan fikiran mereka masing-masing atas misteri teriakan Rio dan wajahnya yang pucat-pasi, akhirnya mereka berkesimpulan bahwa biasa kalau waktu tidur kadang-kadang diganggu oleh mimpi buruk.



MENGERJAKAN SHOLAT SYUKUR ATAS PERTOLONGAN-NYA

Rio segera mengerjakan Sholat Syukur telah terlepas dari sesuatu yang mengerikan dan kadang-kadang sampai beberapa hari masih terbayang-bayang kejadian itu, kalau saja tidak segera mendapatkan cara untuk melawan mahluk itu mungkin saja Rio akan lumpuh atau gila karena rusaknya otak akibat kekurangan oksigen.
Segera setelah sholat maka Rio kemudian membentengi diri dengan perlindungan agar tidak diganggu lagi oleh mahluk halus yang jahat.


Waktu berlalu dengan cepatnya dan tibalah hari Sabtu, 09 Agustus 1997, hari yang dinanti-nantikan oleh isteriku untuk berangkat ke Cilegon karena rasa kangennya yang telah memuncak untuk segera menjumpai putranya yang sedang KKN di-Pandeglang. Setelah sholat Subuh, dengan berseri-seri isteriku menagih janji kepadaku setelah sebelumnya mempersiapkan segala sesuatunya untuk keberangkatan, seperti pakaian, perlengkapan sholat, minuman, makanan kecil, oleh-oleh dan segala macam perlengkapan yang saya tidak tahu berupa apa saja.
Terlihat sekali bahwa isteriku telah tidak sabar menungguku sarapan dan menghirup habis teh manis hangat kesukaanku dipagi hari itu. Akhirnya tiba juga waktunya berangkat, dan setelah meninggalkan pesan-pesan kepada anak-anak dan membagi tugas kepada para pembantu, maka berangkatlah kami menuju ke Pandeglang, hanya berdua.



PERJALANAN YANG MENYENANGKAN

Perjalanan melalui jalan tol sangat mulus dan kami tidak banyak bercakap-cakap karena masing-masing sibuk dengan wiridan ayat-ayat suci, agar perjalanan selamat sampai ditujuan dan selalu dalam perlindungan Allah SWT. Sepanjang perjalanan dari Pandeglang menuju arah Labuan, pemandangan sangat indah, dikiri kanan kerimbunan dan hijau-nya pepohonan menenangkan fikiran yang stress. Sebelum Labuan Kami belok kekiri kearah Cigeulis, karena saat itu masih musim kemarau panjang maka terlihat banyak tumbuhan yang kering dan dibeberapa tempat tanah terlihat retak-retak karena teriknya sinar matahari, berbeda dengan sebelumnya.


Kebetulan terdengar suara Ebiet melantunkan lagu sendu, mengenai bertanya kepada rumput yang bergoyang, mengapa terjadi kerusakan dimuka bumi ini. Kami sangat menikmati perjalanan ini dan tiba-tiba tangan isteriku mengelus tanganku dan kemudian meremasnya erat-erat, suasana romantispun kemudian tercipta, dan terdengar lagu Senandung Rindu dilantunkan oleh Teti Kadi dan hati kamipun tambah terpaut dan memancarkan kasih sayang.


Tiba tiba kami berteriak karena mobil terguncang keras akibat ban mobil masuk ke lubang yang menganga ditengah jalan dan setelah rasa kaget sirna kamipun tertawa berderai bersama. Jalan mendekati Cigeulis agak rusak sehingga saya harus extra hati-hati mengendarai mobil.
Tidak terasa hampir tiba ditujuan karena didepan kami terpampang Spanduk KKN dari kampus dan kami mencari informasi keberadaan putra kami Rio.



AKH, TERNYATA RIO SEHAT-SEHAT SAJA....

Akhirnya kami jumpa juga dengan putra kami, ternyata Rio sehat-sehat saja dan terlihat agak malu kepada kawan-kawannya karena " seperti anak mami " didatangi oleh orangtuanya. Mamanya langsung menanyakan keadaan Rio dan dijawab baik-baik saja, hanya pernah dicekik, katanya, karena sambil senyum-senyum maka mama-nya tidak mengira bahwa kejadiannya gawat, dan mengira Rio hanya bergurau. Setelah yakin bahwa putranya selamat, maka hatinya-pun lega dan setelah puas berbincang-bincang dengan dosen pembimbing dan kawan-kawan Rio maka kemudian kami-pun pamit pulang.
Ada yang menyarankan agar ke Mega Camara, tempat rekreasi yang berlokasi dipantai dan ada lapangan Golf-nya yang katanya sih pemandangannya bagus. Memang Indah pantainya, akan tetapi sangat sepi, hanya ada kami berdua, dan kembali menimbulkan suasana romantis, seakan akan menikmati kembali suasana bulan madu. Kami sangat betah berlama-lama disini.



BULU KUDUK BERDIRI SAAT MEMASUKI MOBIL

Ketika kembali memasuki mobil, terasa bulu kuduk berdiri sekejab, tapi kami tidak memperhatikan. Perjalanan pulang kami memilih rute melalui Labuan dan berniat untuk mandi air panas di-pemandian Batu Kuwung Pandeglang. Karena perjalanan yang panjang, ternyata kami tiba di-Pemandian Air Panas lepas Maghrib, dan suasananya agak gelap, karena badan terasa penat butuh istirahat, maka kami paksakan juga untuk mandi guna menyegarkan badan karena masih seratus kilometer lebih menuju Jakarta.
Mandi air panas dikamar tertutup dan hanya berdua, dimana kolamnya cukup besar untuk kami bisa berenang sambil berendam membuat isteriku berceloteh segala macam hal yang kemudian mengarah ke-romantisme.
Kembali bulu kuduk berdiri saat memasuki mobil, terjadi kejadian-kejadian aneh yang saat itu tidak begitu kami perhatikan, yaitu minuman yang berpindah tempat kebelakang mobil, dan handuk yang diletakkan ke-stir mobil, padahal seingat isteriku sudah diletakan dibelakang, bagaimana caranya koq bisa pindah ke stir, serta minuman yang baru setengah diminum tiba-tiba sudah kosong, dan seakan-akan ada orang yang duduk dibangku belakang mobil tapi bila ditengok ternyata tidak ada siapa-siapa. Kami ribut berdua saling menyalahkan, dan istriku mengeluh karena mencium bau rokok yang keras.
Akhirnya tiba dengan selamat dirumah, Al Hamdulillah.



PUTRIKU DIGANGGU MAHLUK JAHAT

Beberapa hari kemudian suatu malam pintu kamarku digedor-gedor dan Ningsih putriku yang bungsu menerobos masuk dan langsung meloncat diantara aku dan isteriku yang sedang tertidur, kami sangat terkejut karena terlihat sekali bahwa Ningsih sangat ketakutan mukanya putih pucat dan tubuhnya menggigil, serta tidak bisa bercerita apapun juga.............


Malam itu bulan tidak memunculkan diri entah karena apa, sore-sore Ningsih telah masuk kekamarnya dan tertidur lelap. Harapannya semoga mendapatkan mimpi yang indah.
Ternyata antara harapan dan kenyataan kadangkala berbeda. Antara terjaga dan tidur, tiba-tiba terasa berkesiur angin dingin yang kemudian berputar-putar membentuk suatu perwujudan bayangan hitam yang semakin mendekat ke tempat tidur Ningsih. Terlihat sekali punya niat jahat karena tangannya teracung hendak mencekik leher Ningsih. Makin mendekat dan semakin dekat. Dengan ketakutan yang sangat Ningsih mencoba berteriak, tapi tidak bisa, ingin bergerak tubuh terasa kaku, dimana kengerian terasa semakin memuncak, Ningsih berusaha untuk lari akan tetapi dengan cepat bayangan itu menangkapnya dan berusaha untuk mencekik leher-nya.



SESOSOK BAYANGAN PUTIH MENOLONGNYA

Terbatuk-batuk Ningsih karena cekikan yang sangat keras dari mahluk itu, dan berusaha untuk melepaskan diri, akan tetapi mahluk itu lebih kuat, Ningsih berusaha berteriak meminta tolong, akan tetapi suaranya hanya berupa rintihan pelan. Dalam keadaan tidak berdaya itu, mendadak muncul dari tembok seorang wanita yang mengenakan mukenah seperti akan sholat, wanita ini menegor bayangan hitam tersebut atas perbuatan kasarnya terhadap Ningsih, tetapi karena tidak diperdulikan, maka wanita itu langsung menerjang kearah bayangan hitam yang mencekik Ningsih, akan tetapi sambil menggeram marah dan mengeluarkan sumpah serapah, dengan mudah wanita ber-mukenah ini di-tangkap dan dilemparkan hingga melesat menghantam tembok dan menghilang.



DENGAN MENYEBUT ASMA ALLAH MENGUSIR MAHLUK JAHAT ITU

Kesempatan yang sedetik ini memberi waktu kepada Ningsih untuk berteriak menyebut Asma Allah dan memohon perlindungan-Nya. Kamar bagaikan runtuh karena teriakan yang dahsyat dari mahluk ini yang kemudian berubah menjadi asap dan lenyap menembus tembok. Ningsih masih tak percaya bahwa mahluk ini telah lenyap dan begitu kesadarannya timbul dengan histeris Ningsih berlari keluar dan menggedor pintu kamar orangtuanya.
Masih terbayang wanita ber-mukenah yang menolongnya dan dalam hatinya bertanya-tanya siapakah dia gerangan dan dimana dia, agar dapat mengucapkan terima kasih atas pertolongannya akan tetapi hingga saat ini tidak pernah dijumpainya lagi............


Rio telah kembali pulang dan menyelesaikan KKN-nya dengan baik, dan kami sekeluarga saling bercerita mengenai kejadian-kejadian selama ini, sampai akhirnya mengenai adanya mahluk yang mencekik mereka. Akan tetapi karena kegembiraan telah berkumpul kembali sekeluarga membuat mereka cepat melupakan hal itu. Hingga sampai suatu saat salah seorang pembantu kami, Mini karena ketakutan didatangi mahluk jahat, melapor kepada isteri saya perihal keberadaan Jin Jawara bernama Toha Abidin yang jahat.........


Sehari sebelumnya..........
Braakk....... Jedeerr........ dan suara gedubrak yang sangat keras mengagetkan kami semua yang sedang santai didalam rumah. Kami semua lari kedepan untuk melihat apakah gerangan yang terjadi. Ternyata mobil Andree yang diparkir digarasi telah mundur dengan sendirinya bergerak sangat cepat menghantam pintu garasi dan keluar kejalan hampir masuk ke got bilamana tidak ada tumpukan batu yang menahannya, demikian kata saksi mata yang kebetulan melihatnya.
Untungnya saat itu sedang sepi tidak ada mobil atau bajaj yang melintas, biasanya cukup ramai. Bila ada mungkin terjadi tabrakan yang mengerikan karena mobil meluncur dengan cepat seperti ada yang mendorong.
Andree terpana melihat kejadian itu (bengong), dan ia berkata bahwa sangat yakin telah menarik rem tangan dengan keras, buktinya sudah beberapa jam tidak terjadi apa-apa tetapi mengapa baru terjadi setelah Maghrib tiba.



SESUATU YANG TAK TERLIHAT MELEPASKAN REM TANGAN MOBIL

Andree memeriksa ternyata mobil masih dalam keadaan terkunci, ini aneh mengapa rem tangan terlepas sedangkan mobil masih dalam keadaan terkunci. Setelah mengambil kunci, maka mobil dihidupkan dan dijalankan masuk kembali ke-garasi.
Mobil ternyata rusak cukup berat, bagasi belakang melesak karena menghantam pintu garasi, dan pintu-pintu samping penyok-penyok serta baret panjang terhantam pintu garasi yang memantul balik memukul badan mobil bagian samping.
Kejadian ini menjadi topik pembicaraan ramai baik didalam rumah maupun diantara para tetangga yang berduyun-duyun keluar kerena mendengar suara benturan yang keras dan mengira telah terjadi tabrakan. Mereka membahas kejadian tersebut dan mengapa hal itu bisa terjadi, apakah karena kelalaian Andree akibat lupa menarik rem tangan ?........ atau karena sebab lain ??


Laporan Mini sigadis kecil..........
Adzan Maghrib berkumandang dengan syahdunya dan Mini menyalakan lampu-lampu ruangan seperti biasanya karena malam telah tiba. Mini merasa agak merinding kuduknya, karena beberapa kali terasa berkelebat bayangan hitam yang seakan-akan mengikutinya tapi bila ditengok ternyata tidak ada siapa-siapa.
Merasa agak takut Mini kemudian masuk kekamarnya. Lampu kamar terasa agak temaram dari biasanya dan suasananya sangat hening, Mini kemudian merebahkan dirinya keatas tempat tidur dan mulai memejamkan matanya.
Seperti terjadi ledakan bola api tanpa suara yang menyelubungi dirinya dan terasa ada sesuatu yang menindih tubuhnya. Mungkin kata-katanya kurang tepat, seperti merungkup masuk kedalam tubuhnya.



PANGERAN TAMPAN DARI BANTEN

Bermimpikah aku ?, kata Mini dalam hati, ada rasa takut merebak dalam hatinya, dan muncullah dihadapannya seorang Pangeran yang tampan dan gagah perkasa yang kemudian berkata : " Jangan takut, namaku Toha Abidin, aku dari Jampang Kulon dan datang kesini ikut menumpang mobil majikanmu yang beberapa waktu yang lalu pergi ke-Banten ".
Mini mengucapkan selamat datang dan mengajak untuk menjumpai pemilik rumah, akan tetapi Mahluk menyerupai Pangeran itu berkata lagi : " Jangan sampai keberadaan-ku diketahui oleh mereka biarlah hanya kau saja yang mengetahuinya, karena belum tiba saatnya ".
Mini sangat tersanjung dan hanya menganguk-anguk saja meng-iyakan, dan mahluk itu berkata lagi : " Berjanjilah untuk tidak mengatakan kepada siapapun, maka akan kuceritakan rahasia kejadian-kejadian aneh yang menimpa keluarga dirumah ini ".



MENG-INGINKAN IBU MAJIKAN SEBAGAI ISTERINYA

Setelah mendengar janji Mini, mahluk itu kemudian bercerita : " Sebetulnya aku tertarik dan menginginkan ibu majikanmu, dia sangat cantik dan lemah gemulai, tubuhnya bersinar dan tak jemu-jemunya aku memandanginya, suatu saat bila suaminya pergi aku akan mewujud menjadi seperti suaminya dan minta dia melayaniku ".
Mungkin karena terlalu terbawa oleh perasaannya maka wujudnya tanpa disadari berubah menjadi sangat menyeramkan, dari bentuk Pangeran yang tampan dan gagah perkasa, menjadi wujud aslinya yaitu bertubuh gempal besar berkulit hitam legam dengan dada yang berbulu tebal tanpa memakai baju serta bermuka kasar yang dipenuhi dengan cambang bawuk. Melihat perubahan itu, Mini menjadi sangat terkejut hingga menutup mulutnya yang hendak berteriak karena saking takutnya.



WUJUD ASLI PANGERAN ITU TERNYATA MENAKUTKAN

Mengetahui wujud aslinya sudah diketahui, kemudian mahluk itu tertawa keras-keras sambil tangan kanannya dengan jari-jari yang dipenuhi cincin-cincin bermata besar, berulangkali menepuk-nepuk dadanya dengan pongah dan berkata : " Akulah yang bertanggung jawab atas kejadian-kejadian buruk yang terjadi dirumah ini, aku yang menyebabkan ikan-ikan Ko'i kesayangan majikanmu dikolam mati dengan membuat konslet pompa airnya, aku yang melepaskan rem tangan mobil dan mendorongnya keluar, aku juga yang menjatuhkan lampu kristal diatas meja makan, aku juga yang mencekik Ningsih pada malam itu dan sebelumnya Rio kakaknya di Banten, semua itu perbuatanku......, Heemmmr, Tapi Ingat, kalau kau sampai berani menceritakan hal ini kepada majikanmu maka kau-pun akan ku cekik hingga mati ". Tawanya menggelegar memantul-mantul dinding kamar yang berukuran kecil dan hal ini semakin menciutkan hati Mini dan membuat tubuhnya gemetar ketakutan.


Mini hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya perlahan sambil meng-iyakan, setelah itu masih dengan perasaan yang sangat ketakutan dan ngeri, Mini berusaha memejamkan matanya sambil berharap bahwa mahluk itu cepat pergi. Entah berapa lama Mini memejamkan mata hingga ketika ia memberanikan diri untuk membuka matanya, mahluk itu ternyata sudah lenyap.
Tertegun sejenak MIni kemudian setelah kesadarannya berangsur pulih dan agak tenang, dengan segera ia lari menghambur keluarkamar-nya dan menjumpai ibu majikannya.



TERNYATA ADA MAHLUK JAHAT YANG MEN-JAHILI KAMI HABIS-HABISAN

Mula-mula Mini hanya tertegun-tegun dan dari mulutnya keluar kata-kata lirih sepatah dua yang tidak bisa dimengerti..........
Sebentar saja seisi rumah berkumpul dan merubung Mini yang kemudian baru bisa berkata-kata setelah saya berikan air putih yang dibacakan surat Al-Fatihah, mula mula dengan terbata-bata lama-lama menjadi lancar dan jelas. Kami semua tertegun dan marah terhadap mahluk itu yang telah men-jahili kami habis-habisan, dan isteri saya bingung dan agak ketakutan mendengar niat mahluk itu akan mewujud seperti saya.


Kesokan harinya terjadilah peristiwa jatuhnya Mini di tangga besi karena dicekik oleh mahluk itu yang marah karena Mini melanggar larangannya dan menceritakan perihal keberadaannya kepada saya. Dan saat itu Rio mewakili saya telah memperingatkan kepada mahluk itu untuk tidak saling mengganggu karena alam yang berbeda.
Karena semakin menjadi-jadi kelakuan jahil dari mahluk ini, saat beberapa kawan kebetulan berkunjung saya bahas mengenai masalah ini, kawan ini kebetulan orang-orang yang ta'at beragama dan menyarankan kalau bisa mahluk ini diusir saja. Kalau ternyata tidak mau bagaimana, saya bertanya meminta pendapatnya, ya ditangkap dimasukan kedalam botol dan bila melawan kalau perlu dimusnahkan. Saya meminta bantuannya untuk sama-sama menangani mahluk ini.
Dengan senang hati mereka menyatakan siap membantu bila diperlukan. Dan tanpa menunda-nunda waktu lagi, langsung Kami menyusun strategi guna menghadapi mahluk ini.



MAHLUK ITU TAHU KALAU HENDAK DITANGKAP

Saat ketika kami sedang berembuk, tiba-tiba terdengar teriakan Mini ketakutan dikejar oleh mahluk itu dan lari kearah kami. setelah dekat tiba-tiba Mini berubah suaranya menjadi besar dan berat kemudian berkata : " Aku tahu kalian sedang berusaha melawan-ku ".
Saya dan kawan-kawan tentu saja terkejut mendengar mahluk ini berkata bahwa ia mengetahui maksud kita untuk mengusirnya, beberapa kawan berusaha memegang Mini tapi ditepiskan dengan galak, akhirnya kami membiarkan mahluk itu menguasai tubuh Mini untuk sementara.



SUASANA MAGIS - SAMAR-SAMAR TERCIUM BAU ROKOK KLOBOT

Suasana magis menggantung diawang-awang, dan samar-samar tercium bau rokok klobot memenuhi udara dan saya mengatur posisi guna menghadapi mahluk ini.
Sebentar saja seisi rumah sudah berkumpul mengelilingi Mini yang duduk bersila dengan pongahnya seakan seorang jawara yang siap untuk bertanding, yang mengerikan adalah matanya yang hanya putihnya saja terlihat dan sebentar-sebentar berputar-putar tak terkendali.


Rio langsung mendekat dan bertindak sebagai juru bicara berkata : " Mengapa masih kau ganggu kami malah semakin menjadi-jadi, apa maksudmu, kami semua ingin kau pergi dari rumah ini dan jangan kembali lagi ". Seisi rumah mengangguk-angguk tanda setuju dengan kata-kata yang dikeluarkan Rio dan itu adalah keinginan dari seluruh penghuni rumah.
Mahluk itu memelintir kumisnya dan mengusap-usap cambang-bawuknya, kemudian berkata dengan tegas : " Aku baru mau pergi bila syarat-ku dipenuhi ". Dan kemudian mahluk itu berkata lagi : " Dengan syarat dia ikut dengan-ku dan menjadi isteriku yang ke-21 ", sambil menunjuk ke-seorang wanita. Semuanya menoleh kearah yang ditunjuk oleh mahluk itu dan ternyata orang itu adalah..........


Saya sangat terkejut dan juga marah begitu mengetahui wanita yang diinginkan oleh mahluk itu untuk dijadikan isterinya yang ke-21, demikian juga yang lainnya, terdengar seruan-seruan marah dari kawan-kawan dan keluargaku, mahluk ini sudah keterlaluan dan pantas untuk dimusnahkan, akan tetapi putraku Rio berkata dengan tenang : " Kami tidak pernah menjanjikan syarat apapun untuk kepergianmu, pergilah dengan damai ". Luar biasa putraku ini, meskipun marahnya telah timbul tetapi tidaklah ditampakkannya dan masih bisa mengendalikan suaranya terdengar tetap normal dan lembut.


MAHLUK ITU BERUSAHA MENYERANG ISTERIKU

Merasa bahwa permintaanya tidak akan dikabulkan maka tanpa diduga-duga, mahluk itu tiba-tiba melakukan gerakan untuk menangkap Isteriku sambil membentak keras : " Dengan ijin ataupun tanpa ijin akan kuambil dia sebagai isteriku yang ke-dua puluh satu, Hiiyyaaattt ! ". Mahluk itu akan melompat kearah Isteriku dan telah mengangkat kedua belah tangannya seperti hendak mencekik. Terlihat Isteriku pucat wajahnya dan tampak sekali ketakutan dan berusaha mundur mengelak dan kengerian terlihat diwajahnya melihat mahluk itu mengangkat kedua tangannya dengan posisi siap untuk mencekik.


Rio rupanya sejak semula sudah mengetrapkan ilmu bathinnya, sehingga begitu melihat situasi yang membahayakan Mama-nya, tiba-tiba ia membentak keras dan menghalangi gerak laju mahluk itu sambil melepaskan dorongan tangan dengan tenaga bathin.
" Wuaaduuh " terdengar teriakan dahsyat dan terlihat mahluk itu terpental mundur nyaris terguling, wajahnya terlihat membesi, kemarahannya memuncak, mulutnya terbuka lebar, tercium keras bau rokok klobot, pandangannya menatap tidak percaya kearah Rio yang telah berhasil membuatnya terpental.



ANAK KECIL ITU TERNYATA BERBAHAYA

Mahluk itu mengumbar kemarahannya terhadap Rio dan berteriak dengan pandangan dingin : " Kau anak kecil berani-beraninya melawan-ku, kau-lah yang pertama-tama akan kubunuh, kalau tidak bisa membunuhmu jangan panggil aku jawara dari Jampang Kulon " katanya sambil menunjuk lurus kearah Rio. Terlihat Rio tetap tidak gentar atas sesumbar dari mahluk itu.
Rio sangat yakin bisa menghadapi mahluk ini mungkin karena pengalamannya dan keberhasilan-keberhasilannya sebelumnya sebagai team keamanan dan Ghost-Buster dikampus dan di-perguruan silatnya.
Akan tetapi saya sangat kuatir, karena mengetahui bahwa bagaimanapun usia putraku baru kepala dua dan yang dihadapi adalah musuh yang mungkin berumur satu abad lebih. Melihat sesumbarnya kelihatan sekali bahwa selama ini ia malang melintang mungkin belum pernah terkalahkan.



AYAT SUCI AL-QUR'AN MENCIPTAKAN TEMBOK GAIB PENGURUNG

Terlihat Rio membaca dan mewiridkan sesuatu dan mengajak yang lainnya untuk ikut membaca surat Al-Ikhlas dan ayat Qursy. Mahluk itu berputar dan melihat kesekelilingnya seakan melihat munculnya tembok yang mengelilinginya dan mengurungnya dari segala penjuru.
Seorang kawanku memberikan sebuah botol kepada Rio dan berbisik : " Tangkap dia dan masukan kedalam botol ". Rio mengangguk-kan kepalanya tanda mengerti dan menerima botol kosong itu dan memegangnya ditangan kiri. Dengan gerakan secepat kilat Rio berusaha menangkap mahluk itu dan kemudian memasukkannya kedalam botol. Merasa telah berhasil, Rio kemudian menutup botol itu rapat rapat.



TERNYATA HANYA KAKINYA SAJA YANG TERTANGKAP MASUK BOTOL

Terdengar gerengan marah mahluk itu, dan ternyata Rio masih kurang cepat hanya berhasil menangkap kakinya saja, sedangkan tubuhnya masih diluar botol belum tertangkap. Rio berusaha menangkap tubuh mahluk itu akan tetapi selalu terlepas lagi, begitu berulang-ulang hingga Rio merasa lelah, seakan mahluk itu mempunyai ilmu belut yang licin.Melihat Rio kelihatannya melemah kelelahan, mahluk itu kembali sesumbar : " Ayo coba tangkap aku kalau bisa ", meskipun tanpa kaki mendadak mahluk itu bergerak kearah Isteriku dan mencoba untuk menangkap-nya, Isteriku ketakutan dan mundur kebelakang putrinya, Ningsih.


Terkejut Ningsih lalu mengangkat kedua tangannya dan menciptakan api panas dikedua telapak tangannya yang diarahkan ke-mahluk itu dengan niat membakarnya. Memang sebelumnya begitu melihat bahwa Rio kewalahan, maka saya membisikan kepada Ningsih agar siap-siap menghimpun energi dan mengerahkan kekuatan bathin menciptakan api panas untuk membakar mahluk itu menjadi abu.



BEKERJASAMA BERUSAHA MENGHANCURKAN MAHLUK JAHAT

Berdua Rio dan saya memegang dan menhimpit mahluk itu agar tidak bisa bergerak dari kiri kanan supaya Ningsih bisa membakarnya, terlihat api telah membakar sebagian wajah dan pundak mahluk itu dan meleleh karena panasnya api, akan tetapi masih saja berusaha melawan, tidak mau tunduk ataupun bertobat atas segala kesalahan yang telah diperbuatnya terhadap kami, masih saja sesumbar sebagai jawara yang tak terkalahkan, ternyata perlahan-lahan tubuhnya menyala terbakar dan lama kelamaan habis meleleh dan akhirnya lenyap, juga kumandang teriakannya menjadi sayup dan akhirnya lenyap. Bau sangit sesuatu yang terbakar sangat keras menggantung diudara dan lama kelamaan menghilang, kemudian suasana menjadi tenang dan terang.

ALHAMDULILLAH AKHIRNYA BERHASIL DIMUSNAHKAN
Tiba-tiba Mini berteriak keras : " Matilah kau mahluk jahat, tempatmu dineraka jahanam ", semua terkejut mendengar teriakan Mini yang keras, akan tetapi kemudian bernafas lega karena mahluk pengganggu yang jahat itu telah berhasil dimusnahkan dan Mini telah kembali sadar dari pengaruh jahat mahluk itu, malah dengan bersemangat kemudian menceritakan pengalamannya dan apa yang dilihatnya mengenai pertarungan yang dahsyat melawan mahluk ganas yang mengerikan itu.
Semua bersyukur bahwa keadaan yang kritis telah dilampaui dan semua selamat serta Mini sendiri telah sadar kembali dan masih saja berceloteh dihadapan pendengarnya yang dengan tekun menyimak cerita atas segala kejadian yang terjadi, Al-Hamdulillah...........


Tanpa diduga oleh keluarga ini, ternyata guru dari Jin Jawara Toha Abidin mengetahui bahwa muridnya telah dimusnahkan, dan kemudian mengirimkan dua orang muridnya yang lain yang lebih sakti dan perkasa........

H. Mohammad B.I.



JIN ITU TERNYATA MENGINGINKAN DIRI ISTERIKU SEBAGAI

ISTERINYA YANG KE- 21

Friday, March 16, 2012

Kisah-Kisah Ghaib Tapi Nyata : WANITA YANG KUKIRA ISTERIKU TERNYATA JIN PENUNGGU TELAGA WARNA

Undangan berwarna biru dengan tulisan warna emas yang tercetak rapi, tergeletak diatas meja makan. Hal tersebut mendorongku untuk segera membuka dan membacanya walaupun perutku sudah berbunyi keroncongan minta diisi.


Isteriku berkata " Mas, Itu undangan dari Jakarta untukhari Sabtu depan. Itu lho, Bu Kuncoro yang di Cikini mantu, kita datang ya !, kan salah satu famili dekat ". Sambil membaca kartu undangan itu aku manggut-manggut tidak menyahuti kata-kata isteriku.

Isteriku membujuk lagi dengan berkata : " Maas, kan sudah beberapa bulan ini kita tidak ke-Jakarta, aku sudah kangen dengan keluargaku, pasti semua datang ke-pestanya ",disambung dengan rayuannya lagi " Sekali-sekali pergi menghilangkan stress khan boleh. Jakarta dekat ini, ya Mas, ya.... ". Setelah menyelesaikan membaca undangan itu Aku kemudian menatap Isteriku dan mengangguk-kan kepala tandasetuju sambil tanganku meraih sendok dan segera menyantap makan malam.
Isteriku melonjak kegirangan dan berteriak kepada putri kami yang tiga bulan lagi berumur dua tahun " Nanda, nanti kita jalan-jalan ke Jakarta sama Papa".

Tak terasa hari Sabtu-pun tiba dan dan putriku Nanda sudah tiga kali menanyakan kapan akan berangkat jalan-jalan seperti yang dijanjikan oleh Ibunya. Setelah menaikkan semua tas dan perlengkapan keatas mobil, kamipun berangkat dari Bandung menuju Jakarta.

AWALNYA.....

Sejak kawin tiga tahun yang lalu, kami pindah dari Jakarta dan menetap di Bandung karena tugas dari kantor-ku. Kami tinggal dirumah kontrakan yang tidak terlampau besar dan beruntung mendapat fasilitas kendaraan berupa mobil dari kantor sehingga kadang-kadang kami bisa pergi bertamasya ketempat-tempat rekreasi dengan menggunakan mobil kantor, seperti saat ini.
Udara pagi yang sejuk terhisap memasuki paru-paru menimbulkan suasana yang tenang dan menggembirakan, pemandangan dikiri-kanan jalan sangat indah, apalagi lepas dari Cianjur mendekati Puncak. Putri-ku Nanda tak henti-hentinya bertanya ini-itu mengenai hal-hal baru yang dilihatnya dan rasa senangnya karena diajak naik mobil pergi bertamasya.

TELAGA WARNA PUNCAK

Setibanya di Puncak, Isteriku menyarankan dan berusaha membujuk-ku untuk berhenti sebentar beristirahat diTelaga Warna Puncak menikmati udara sejuk nan menyegarkan. � Kalau saja aku bisa mengetahui peristiwa menggetarkan hati yang kelak akan terjadi, pasti akan kutolak mentah-mentah permintaan Isteriku itu......... '

Aku meminggirkan mobil dan parkir di-kawasan Telaga Warna, Isteriku menarik-narik tanganku sambil membimbing Nanda kearah tepi telaga dan duduk dengan santai sambil tak henti-hentinya mengoceh. Nanda dan aku mendengarkan dengan asyik.

Ia menceritakan berbagai hal menarik yang akan dilakukannya di Jakarta dan keinginan-keinginannya setibanya nanti di-Jakarta, juga pesta perkawinan yang pasti akan sangat meriah yang akan kami hadiri dan belanja oleh-oleh kesukaannya saat akan pulang ke Bandung. Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, setelah puas menikmati keindahan disekitar telaga, kemudian kami-pun meninggalkan Telaga Warna dan melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

Saat itu, jalan tol Jakarta-Bogor-Ciawi sedang dalam proses pembuatan dan belum selesai, sehingga untuk ke-Jakarta masih harus melalui jalan Bogor lama.

Setibanya di-Bogor, Isteriku meminta mampir di-toko roti terbesar di Bogor saat itu untuk membeli roti dan penganan pengisi perut selama perjalanan. Nanda kecapean dan terlihat tidur dengan lelapnya di Jok belakang, dan aku malas untuk turun, jadi Isteri-ku turun sendirian dan pergi masuk ke-toko roti tersebut untuk berbelanja.

Aku menunggu dimobil bersama Nanda yang tertidur pulas.......

ISTERIKU DENGAN PARFUM BAU KEMBOJA

Sekejap kemudian terlihat sesosok wanita yang persis berwujud Isteriku mengenakan pakaian seperti yang dipakai Isteriku sambil membawa bungkusan besar berisi roti dan makanan lainnya datang mendekat kemobil. Tentu saja segera kubukakan pintu mobil karena kusangka Isteriku. Saat ia masukkemobil sekilas tercium bau bunga kamboja bercampur menyan yang membuat bulu kudukku berdiri.

Akan tetapi karena melihat wajah Isteriku yang berseri-seri dan berkata bahwa ia telah membelikan beberaparoti kesukaanku maka aku segera melupakan hal aneh yang muncul bersamaan dengan kedatangan Isteriku ini.
Mobil ku-stater dan kemudian meluncur pergi dari toko roti di-Bogor guna melanjutkan perjalanan ke-Jakarta. Sayangnya mataku kurang jeli, sehingga tidak melihat bahwa beberapa detik sebelum mobil keluar dari area toko roti, Isteriku yang asli muncul dipintu toko dengan membawa bungkusan besar berisi roti dan melihat mobilku meluncur pergi dengan membawa wanita lain.

ISTERI ASLIKU MARAH BESAR

Isteriku marah besar dan mengira bahwa aku telah pergi (lari) meninggalkannya dengan membawa wanita lain, seketika itu juga dibantingnya bungkusan hasil belanjaanya dan dengan air mata bercucuran kemudian lari pulang ke-Bandung. Hatinya dipenuhi dengan emosi, cemburu, marah, sedih dan kesal bercampur jadi satu. Mulutnya membisikkan kata-kata ancaman yang lirih " Awas kalau pulang nanti ", berkali-kali tanpa henti sepanjang perjalanan kembali ke-Bandung.

Fikirannya yang dipenuhi rasa marah dan cemburu, terus bertanya-tanya, siapakan wanita yang menjadi simpanansuaminya itu dan telah pergi bersama suaminya ?. Mengapa dirinya ditinggalkan begitu saja tanpa menengok sedikitpun, sungguh tak berperasaan. Bagaimana dengan anaknya Nanda, apakah dia sedang menangis menanyakan ibunya atau sedang apa ?, jahat sekali suaminya itu, akh kalau saja tahu hati suaminya seculas itu, tak akan mau dia diperistri bila hanya untuk disakiti hatinya. Rasa benci menyeruak di-hatinya yang sedih dan luka bagai tertusuk sembilu.

Sesampainya dirumah langsung ia membanting dirinya keatas tempat tidur dan menangis tersedu-sedu sambil tak henti-hentinya mengeluarkan ancaman........

ISTERIKU BERMANJA-MANJA KEPADAKU

Sementara itu tidak sedikitpun terlintas difikiranku mengenai keadaan Isteriku itu dirumah, malah aku terlibat dengan pembicaraan yang romantis dengan wanita yang kukira Isteriku ini. Selama dalam perjalanan ini aku sangat menikmatinya, karena tidak tahu kenapa istriku bertambah-tambah genit dan manja-nya terhadapku, hingga beberapa kali pipiku diciumnya mesra yang membuat hatiku semakin berbunga-bunga.

Isteriku ini kemudian merapatkan duduknya dan merebahkan kepalanya kepundakku dan berkata " Maas, kalau bisa aku ingin peristiwa ini jangan cepat berlalu ". Aku berfikir sambil membathin, lho ini khan masih awal dan masih banyak lagi waktu sesampaimya di Jakarta nanti. Sewaktu rambutnya menyentuh pipiku, saat itu kembali sekilas tercium bau wangi bunga kamboja bercampur menyan, sehingga bulu kudukku berdiri lagi. Ihh....... Dalam hati aku berjanji membelikan shampo luar negeri untuk isteriku, karena bau wangi shampo yang ia gunakan sekarang ini menimbulkan rasa takut dihatiku.

SETIBA DI JAKARTA

Akhirnya setelah tiba di Jakarta, Aku langsung menuju ke hotel yang terdekat dari Cikini, dan memesan kamar untuk satu malam, karena ingin beristirahat sejenak menjelang resepsi malam nanti. Nanda sangat senang dan bernyanyi-nyanyi kecil dengan lucunya sambil menyentuh barang-barang hiasan yang ada dikamar hotel. Lagaknya bagai kupu-kupu yang terbang mengitari bunga-bunga yang sedang mekar mewangi.

Sore hari, setelah memandikan Nanda, Isteriku mengajak mandi bersama, ini sebetulnya diluar dari kebiasaannya, tapi tentu saja aku mau, permintaan seperti ini jelas nggak akan kutolak. Didalam kamar mandi, isteriku mesraberbisik meminta hubungan intim, awalnya aku kurang setuju, tapi dengan sangat ahli ia membangkitkan hasrat kelaki-lakianku......

Koper dibuka dan pakaian-pakaian didalamnya dicoba dan dipatut-patutkan ke tubuhnya sambil bergaya didepan kaca, hingga akhirnya ia memutuskan menggunakan baju warna hijau yang memang serasi dengan warna kulitnya yang putih.

ACARA RESEPSI BERLANGSUNG MERIAH


Acara resepsi pernikahan putra Bu Kuncoro sangat meriah dan memang banyak keluarga datang, tentu saja bagaikan reuni keluarga besar, kami saling bertanya dan bercerita situasi terakhir dalam keluargadengan gembira. Beberapa kali Nanda datang kepadaku minta dibersihkan pipinya yang berwarna merah bekas lipstik karena dicium gemas oleh tante-tantenya. Saat foto bersama, mulanya Isteriku menolak keras, tapi setelah didesak-desak akhirnya mau juga. Beberapa famili mengajak kami bermalam dirumah mereka tapi dengan halus kutolak karena sebelumnya sudah memesan kamar dihotel.

Akhirnya acara resepsipun usai sudah dan satu demi satu para tamu pamit pulang, demikian juga kami. Dalam perjalanan kembali ke hotel terlihat sekali isteriku sangat bahagia karena celotehnya yang sangat bersemangat mengenai suasana resepsi tadi, dimana aku hanya mendengar dan meng-iyakan ucapan-ucapannya saja.
BERGAIRAH DAN MENGAJAK BERCINTA

Nanda terlihat kelelahan dan segera tertidur pulas begitu kepalanya menyentuh bantal tempat tidurnya, melihat putrinya telah tertidur. Isteriku melepaskan pakaian pestanya satu demi satu sambil menggerakkan tubuhnya dengan erotis, berusaha memancing gairahku, dan setelah terlepas semuanya langsung menerkam diriku dan mengajak bercinta.

Malam itu entah beberapa kali hubungan intim telah kami lakukan hingga rasanya tulang-tulangku hampir terlepas karena kelelahan melayani hasratnya yang tak pernah padam, sehingga saat matahari telah tinggi kami masih tertidur kelelahan.

Lewat tengah hari baru kami berangkat pulang ke Bandung. Perjalanan pulang agak lambat karena kami banyak berhenti untuk belanja oleh-oleh, lagi pula aku menjalankan kendaraan perlahan karena masih agak mengantuk. Nanda sepanjang jalan kembali tertidur pulas, mungkin karena masih kelelahan, sekilas terlihat senyum manis dibibirnya.

KEMBALI KE TELAGA WARNA

Menjelang Maghrib saat mobil mendekati Puncak, Isteriku mendesak untuk berhenti sebentar agar kembali beristirahat di Telaga Warna, aku menolak karena perjalanan masih jauh lagipula sudah menjelang Maghrib. Tapi karena ia terus bersikeras dengan bujukan dan alasan yang kadang menurutku sulit diterima akal, maka akhirnya aku mengalah dan memarkir mobil di kawasan Telaga Warna. Saat itu suasana masih agak terang.

Nanda, walaupun sudah terbangun tapi masih menggeliat malas untuk berjalan, sehingga kubopong turun mengikuti isteriku ke tepi telaga, setelah duduk suasana menjadi santai, Isteriku berkata dengan serius kepadaku, bahwa perjalanan ini tak akan pernah dilupakannya dan Ia mencium pipiku berkali-kali guna lebih menguatkan kata-katanya. Kelakuannya ini ku-rasakan agak aneh seakan dia tidak akan pernah bertemu denganku lagi........

MENGAPA "DIA" TERJUN KE TELAGA ?

Saat terdengar Adzan Maghrib mendayu-dayu, tiba-tiba dengan tak tersangka-sangka Isteriku menerjunkan dirinya kedalam Telaga Warna, tentu saja aku terkejut setengah mati apalagi mendengar putriku berteriak histeris dan kemudian menangis meraung-raung memanggil-manggil ibunya, " Mamaaaa......maama..."

Setelah menunggu beberapa saat dan tidak muncul juga dari dalam telaga, maka akupun berteriak-teriak memanggil namanya dan langsung terjun kedalam air telaga untuk mencari Isteriku, beberapa orang berkumpul melihat kelakuanku yang aneh, kucoba menjelaskan peristiwa yang terjadi dengan suara terbata-bata dan tubuh gemetar kebingungan, beberapa orang kemudian tergerak untuk ikut terjun berusaha mencari isteriku didasar telaga. Beberapa wanita yang ada berusaha membujuk mendiamkan putriku yang terus menangis.

Setelah mengobak seluruh telaga selama lebih dari duajam dibantu oleh banyak orang tanpa hasil. Dengan baju basahkuyup dan tubuh menggigil kedinginan serta perasaan yang tak menentu karena sangat sedih, maka akupun memutuskan untuk kembali ke Bandung dan berniat untuk melakukan pencarian lanjutan esok pagi. Apalagi Nanda terus menangis memanggil-manggil ibunya yang telah terjun kedalam telaga dan tidak berhasil ditemukan. Saat itu fikiranku terus bertanya-tanya " Mengapa Istriku tega sampai berbuat begitu? Apa salahku ?.... setelah begitu lama tidak muncul dari dalamair apakah mungkin ia telah mati !!.......

PULANG KERUMAH DI BANDUNG

Aku menjalankan mobil pulang ke Bandung sambil ngebut agar cepat sampai di rumah, dan berniat untuk mengabari saudara-saudaraku perihal Istriku, agar mereka esok membantu dalam upaya pencarian. Dengan perasaan sangat sedih dan terpukul atas musibah ini, akupun masuk kedalam rumah dan..........

Mendengar suara mobil memasuki rumahnya, Isteriku yang masih belum tidur, bangun dan meloncat mengintip dari jendela kamar, mengetahui bahwa suaminya pulang, timbullahlagi rasa marah atas perbuatan suaminya yang disangkanya pergi meninggalkan dia sendirian ditoko roti di-Bogor bersamawanita yang tidak dikenalnya.

Diambilnya sepatu hak tingginya dan berlari ke pintu depan........

Betapa terkejutnya aku ketika membuka pintu depan, sepasang sepatu hak tinggi mendarat telak dikepalaku, dan pelakunya tak lain adalah ternyata isteriku.........

TERNYATA ISTERIKU MASIH HIDUP

Wajahku pucat pasi kaget setengah mati, bahkan aku ketakutan bagai melihat hantu, sehingga tak terasa sakitnya kepalaku yang benjol-memar karena terlempar sepatu. Bagaimana mungkin isteriku yang hilang tenggelam di Telaga Warna ternyata malah sekarang muncul dihadapanku dengan wajah marah menakutkan dan suara menggelegar keras, mengumpat dan memaki. Dengan terpana-bengong dan perasaan tak karuan, aku cuma bisa berdiri mematung didepan pintu. Istriku masih terus melemparkan segala macam benda kearahku sambil memaki-maki. Nalarku masih kacau belum jalan, aku tak berusaha menghentikannya, masih bingung.

"Ka..kaau ...ternyata masih hidup, kukira sudah mati tenggelam ", kataku ketakutan dan dengan suara terbata-bata. Setelah mendengar kata-kataku, dan melihat keadaan diriku yang kacau, Isteriku malah bingung, apalagi kemudian Nanda menghambur masuk dan memeluk ibunya sambil berteriak keras : " Mama... jangan lompat lagi ke danau, Nandatakuuut ". Terkejut Isteriku sehingga terlupakan kemarahannya, dan matanya melotot menatap kearahku mintapenjelasan, sambil mendekap Nanda yang menangis sesenggukan dipelukannya.

Aku sendiri masih belum bisa mencerna dengan baik atas situasi yang tak terduga-duga ini dan terpaku keheranan. Melihat aku tidak memberikan jawaban, timbullah lagi marahnya dan berteriak keras mengejutkanku " Mengapa kau tinggalkan aku sendirian di Bogor, dan siapa wanita sialan itu !". Fikiranku berusaha menyimak kata-katanya, ... ditinggal di Bogor ?, siapa wanita itu ? apa yang terjadi ? bukankah aku pergi dengannya ke Jakarta ? lalu siapa kalau begitu wanita yang menyerupai dirinya dari Bogor hingga terjun ke telaga ?

BARU KUSADARI BAHWA YANG BERSAMAKU ITU BUKAN ISTERIKU

Tiba-tiba aku berteriak keras : " Tidaaaaaaak ! ", " Aku tidak tahu bahwa itu bukan kau !, mahluk itu menyerupai kau kukira itu kau " lanjutku keras. Kemudian aku memeluknya dan berkata dengan penuh perasaan : " Syukurlah bahwa kau masih hidup, kukira sudah matiiiii ! "

Karena aku memeluknya seakan takut kehilangan dirinya, cairlah emosinya dan tenang, kemudian meminta penjelasan lengkap dariku.
Kujelaskan kronologis kejadiannya, tentu saja dengan menyembunyikan bagian hubungan intimku dengan mahluk itu,tak percaya Isteriku atas ceritaku yang tak masuk diakalnya, untuk lebih meyakinkannya kuajak dirinya untuk menelepon interlokal ke Jakarta.

JADI YANG BERSAMAKU ITU MAHLUK JEJADIAN ?

Terkejut Pamannya mengetahui kejadian ini, atas permintaanku dan keingin-tahuannya atas peristiwa yang terjadi ini, esok harinya dengan kereta-api terpagi segera ia berangkat ke Bandung.
Pamannya sendiri dengan bersumpah meyakinkan Isteriku bahwa aku, suaminya saat itu datang ke resepsi pernikahan bersama dia, Isterinya, malah foto-foto keluarga bersama, nanti bila sudah di-afdruk akan dikirim ke Bandung. Paman terpaksa bermalam di Bandung karena Isteriku sangat terpukul dan histeria dengan kejadian ini, masih belum masuk diakalnya kejadian ini bisa terjadi.

Keesokan harinya salah seorang putra paman
datang dengan keluarga yang lainnya dan ikut meyakinkan isteriku dengan kesaksian mereka dan membawa hasil cetakan foto-foto perkawinan, mereka dengan sangat bingung memperlihatkan foto yang ada diriku, putriku Nanda sedang menggandeng bayangan kosong. Ternyata mahluk berwujud isteriku itu tidak nampak dikertas foto.......

Tiba-tiba isteriku terhuyung, dengan cepat kupeluk tubuhnya agar tidak jatuh, ternyata ia pingsan. Kejadian ini begitu dahsyat menghantam jiwanya hingga tidak tahan.

Mungkin terbayang difikirannya apa saja yang mungkin dilakukan oleh suaminya terhadap mahluk itu karena mengira bahwa mahluk itu adalah dia isterinya. Siapa yang tahu kecualiaku dan iih... mahluk yang menjijikan itu.

SIAPAKAH SESUNGGUHNYA YANG BERSAMAKU ITU DI JAKARTA ?

Hingga saat ini semua masih tak mengerti, siapakah sesungguhnya wanita yang bersamaku itu, yang naik kemobilku mulai dari toko roti di Bogor, tidur dihotel bersamaku yang akhirnya terjun ke Telaga Warna ?. Demikian juga yang ada difikiran Isteriku dan keluarganya..........

Sedangkan Nanda masih sering bercerita kepada keluarga yang datang bahwa dirinya sangat senang diajak pergi jalan-jalan ke Jakarta bersama ibunya, menginap dihotel, pergi kepesta, ia masih belum bisa mengerti bahwa dengan siapa dia pergi itu bukan ibunya asli............

Suatu malam aku bermimpi didatangi oleh mahluk hijau yang menyeramkan, berbadan reptil seperti bunglon tapi kepalanya menyerupai Isteriku, ia minta maaf telah mengacaukan keluargaku dengan mewujud dan menggantikan Isteriku pergi ke Jakarta. Itu karena dia tertarik mendengar celoteh Isteriku yang mesra ditepi telaga mengenai enaknya bepergian ke pesta pernikahan, jadi ia ikut dalam mobilku karena ingin tahu, begitu melihat Isteriku pergi masuk ke toko roti, ia mendapat kesempatan danmendahului masuk kemobil dengan mewujud menyerupai Isteriku.

Mahluk itu bilang bahwa ia sangat menikmati perjalanan itu dan tidak akan pernah melupakannya, berharap demikian juga denganku. Akhirnya dia minta maaf atas segala perbuatannya itu dan juga minta maaf kepada Isteriku.

Hatiku yang tadinya emosi mendengar pengakuannya akhirnya luluh dan memaafkannya karena melihat tetesan air mata dipipinya tanda penyesalan dan ketulusan hatinya.

Mahluk itu kemudian lenyap setelah sebelumnya mendoakan agar keluargaku selalu rukun-rukun dan bahagia........

Seperti diceritakan kepada H. Mohammad B.I.
Kalau saja aku tahu bahwa wanita itu bukan Isteriku, tetapi Jin Penunggu Telaga Warna, tak akan mau aku menggauli-nya hingga berkali-kali dikamar hotel itu.

SIAPAKAH SESUNGGUHNYA WANITA YANG BERSAMAKU ITU MULAI DARI TOKO ROTI DI BOGOR, TIDUR DIHOTEL BERSAMAKU YANG AKHIRNYA TERJUN KE TELAGA WARNA ?

Semua kejadian-kejadian diatas adalah peristiwa yang sebenarnya terjadi, bukan fiktip,hanya nama-nama dan lokasinya saja yang disamarkan.

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Perjalanan Menembus Jarak, Ruang dan Waktu Melalui LorongWaktu



Perjalanan Menembus Jarak, Ruang dan Waktu Melalui LorongWaktu

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com - " Tuhan memberikan kebijaksanaan kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya . Barangsiapa yang diberi-Nya kebijaksanaan itu berarti ia telah mendapat banyak kebaikan, hanya orang-orang yang mau berfikir saja (cerdas) yang dapat mengambil (hikmah) pelajaran ini " (QS. 2 : 269)

Sepasang suami isteri sedang berkunjung kesebuah sanggar seorang empu pembuat pusaka di zaman ratusan tahun yang lalu :

Meminta bantuan sang empu untuk menembus, mengarungi ruang dan waktu menuju ke masa depan, agar memperoleh murid penerus ilmu andalannya...

Sang suami yang mengenakan jubah putih panjang dan bersorban itu sekali lagi meminta dengan sungguh-sungguh bantuan sang empu agar dapat membantu mereka untuk mengarungi-menembus ruang dan waktu ke masa depan.

"Tolonglah kami, dimasa ini tidak ada wadah yang sesuai untuk menerima berbagai keilmuan yang kami miliki, sangat disayangkan bilamana ilmu-ilmu yang sangat bermanfaat yang kami miliki ini lenyap begitu saja untuk selamanya karena tidak ada lagi penerusnya".

Sang empu tercenung menatap jauh kearah gunung dikejauhan , dan menghela nafas beberapa kali, sang isteri menatap dengan penuh harap dan bahkan terlihat linangan air mata dipipinya yang telah keriput dimakan usia.

Kembali sang suami mendesak : "Sebagaimana Empulihat kami sudah berada dipenghujung usia kami, kami tinggal menunggu waktu untuk dipanggil Yang Kuasa mengingat usia kami yang telah mendekati 90-an tahun ini".

"Ilmu Rahasia Kanjeng Syech Abdul Kodir Jaelani ini telah turun temurun berlangsung hingga sampai ketangan kami, mengingat kami tidak mempunyai keturunan , maka ilmu ini akan diturunkan kepada mereka yang memenuhi persyaratan, yaitu, beriman kepada Allah SWT, akan digunakan untuk membantu, menolong umat manusia, wadahnya kokoh sehingga mampu menerima ilmu dari Kitab Rahasia Kanjeng Syech Abdul Kodir Jaelani ini, dan akan mengamalkannya dijalan kebaikan".

"Demikianlah empu, hanya empu-lah harapan kami satu-satunya untuk terlaksananya niat baik kami ini
", sambung sang suami dan terdengar isak tangis sang isteri menimpali.

Sang empu menghela nafas panjang kembali, setelah merenung beberapa saat kemudian berkata: "Saya akan ber-khalwat terlebih dahulu untuk memohon petunjuk, wangsit dari Yang Kuasa, silahkan kalian berdua bermalam disini".

Keesokan harinya......

Sang Empu memulai pembicaraan, (terlihat wajahnya muram) : "Saya telah mencoba mengarungi masa depan hingga ratusan tahun kedepan, banyak calon akan tetapi setelah diteliti lebih dalam, tidak memenuhi syarat, ada yang cocok, tidak berniat beristeri, yang sudah beristeri wadahnya tidak kuat, ada yang wadahnya kokoh akan tetapi keimanannya diragukan, sehingga dikuatirkan akan disalah gunakan untuk bukan kebaikan".

Sang suami-isteri serentak bertanya : "Lalu bagaimana empu ? Apakah sudah berhasil menemukan yang cocok ?".

Wajah sang empu kemudian terlihat bersinar dan berseri
, dan dengan tegas berkata : "Alhamdulillah puji syukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Pemberi Petunjuk, akhirnya saya menemukan yang memenuhi persyaratan dan wadahnya kokoh, sesuai dan memenuhi harapan kita semua".

"Alhamdulillah , akhirnya kami bisa kembali kepada Sang Khalik dengan tenang" berkata sang suami, dan terlihat wajah mereka bertiga berseri-seri dan bersinar terang, sang isteriterlihat berlinang air mata kegembiraan dan terharu, walaupun telah dimakan usia, akan tetapi guratan kecantikannya masih terlihat nyata saat tersenyum.

Sang empu kemudian sambil tersenyum berkata : "Hari ini juga akan saya mulai riyadhoh untuk membuat wacana, kendaraan mengarungi, menembus kemasa depan".

"Kami siap dan akan membantu empu"
kata sepasang suami isteri itu serentak.

Dan dimulailah kerja keras membuat wacana,sarana untuk menembus, mengarungi ruang dan waktu kemasa depan untuk menurunkan berbagai keilmuan yang mereka miliki kepada "Yang Terpilih".

Hari demi hari, minggu demi minggu berlalu
, ternyata sebelum wacana selesai dibuat, baru mencapai 90 - 95%, Mereka berdua meninggal dunia karena memang telah uzur. Untunglah pada saat-saat terakhir sebelum meninggal, mereka telah berhasil menanamkan berbagai keilmuan dan enerji mereka yang dahsyat itu kedalam wacana yang dibuat oleh sang Empu tersebut.

Sang Suami menanamkan ilmu-ilmu pengobatannya dan sang isteri menanamkan ilmu-ilmu kerejekiannya berupa do'a dan dzikir-dzikir ajaib yang berkhasiat manjur untuk memperoleh rejeki yang halaldan di ridho'i Allah SWT , dari kitab rahasia Syeh Abdul Kodir Jaelani yang turun temurun mereka peroleh dari kakek buyut leluhur mereka.

Mereka (pasangan kuami - isteri tersebut) berkata : "Sejak saat ini Kitab Ilmu Rahasia akan menghilang dan baru akan muncul ditahun 2006".

Terlihat mereka tersenyum bahagia dalam tidur abadinya
, karena telah menemukan "Yang Terpilih" dan dari pantauan mereka " Yang Terpilih" malah telah memiliki berbagai keilmuan berdasarkan Al Qur'an dan Hadits yang sesuai dengan keilmuan yang mereka miliki dan telah puluhan tahun mengamalkannya untuk menolong sesamanya. Jadi keilmuan mereka akan lebih menyempurnakan, melengkapinya dan bermanfaat meningkatkan kekuatan dan kemampuan "Yang Terpilih".

(*Pak Haji Bambang selama bertahun-tahun telah berusaha mencari Kitab Rahasia Pengobatan ini yang menurut literatur / legenda ada akan tetapi tidak pernah berhasil ditemukan..... Beliau tertarik karena khazanah pengobatannya yang Luarbiasa, konon..., selain Menyembuhkan bahkan dapat Menghidupkan kembali orang yang telah Meninggal dunia.)

PROLOG :

Pak Haji Bambang begitu biasanya beliau dipanggil, membuka Balai Pengobatan Terapi NurSyifa' ditahun 1984 didaerah Menteng, Jakarta Pusat.

Bertahun-tahun pak Bambang belajar, menimba ilmu kepada ratusan mungkin ribuan guru
diseluruh tanah air, bahkan dinegara lain Berbagai Ilmu2 pengobatan Islami dipelajarinya, demikian juga berbagai metode-metode pengobatan lainnya, mencari berbagai kitab, mempelajarinya, mengolahnya, memadukan berbagai sarana, bahan, obat dan teknik yang paling efektif, yang paling manjur....

Telah begitu banyak waktu, fikiran dan dana (biaya) yang dihabiskan untuk mencarinya, memahamimya, mengkajinya, merangkumnya, Maka akhirnya pak Bambang menemukan Enerji Sinar Penyembuh NurSyifa' yang datangnya dari Allah yang Maha Menyembuhkan.

Setelah diamalkan beliau, ternyata enerji NurSyifa' mampu mengobati
berbagai penyakit non medis (sakit rohani), maupun penyakit medis hingga kronis sekalipun dan mampu melancarkan rejeki yang seret dan macet menjadi lancar.

Setelah menggali Al Qur'an lebih dalam lagi pak Bambang akhirnya menemukan Teknologi Al Qur'an yang Canggih
. Didalam Al Qur'an selain memberi bimbingan beribadah kepada Tuhan, ternyata sarat dipenuhi teknologi canggih dengan kecerdasan tinggi yang dapat membantu, memberi jalan kepada semua manusia kearah kebaikan, kesuksesan, keberhasilan, sejahtera berlimpah rejeki, dan kehidupan yang tenang tenteram dan damai.

Mulailah beliau mengarungi perjalanan kehidupan dijalan Allah SWT mengamalkan kemampuannya itu untuk menolong sesamanya.

Dalam aspek Pengobatan, berbagai metode,teknik, keilmuan berdasar Teknologi Al Qur'an diterapkan
sehingga para pasiennya dalam waktu relatif singkat bisa sembuh tentu saja dengan izin dan ridho Allah.

Terapi NurSyifa' dikembangkan terus oleh beliau
mulai dari pengobatan biasa, normal, kemudian dengan semakin banyaknya pasien yang datang, maka pak Haji Bambang-pun mendidik murid-muridnya, santri-santrinya menjadi Asisten Kabel Sambung membantu mengobati para pasien yang setiap harinya berdatangan tak henti-hentinya, tak putus-putusnya, tak habis-habisnya.

Agar mampu mengobati puluhan bahkan ratusan pasien sekaligus,
setelah menjalani riyadhoh yang panjang, beliaupun menerapkan Pengobatan Masal Terapi NurSyifa', yang kemudian dikembangkan lagi menjadi Pengobatan Akbar Terapi NurSyifa' yang berhasil membangkitkan enerji 2 sampai 3 kali lipat pengobatan biasa.

Keberhasilan pak Haji Bambang di tahun 2005
adalah setelah memperoleh ilmu Adz Dzariyat, enerji kuantum yang dahsyat , yaitu : Partikel yang menerbangkan, yang mampu membawa beban yang berat, yang dapat bergerak lebih cepat dari cahaya (lebih dikenal sebagai Sinar Kosmis), adalah tonggak sejarah baru di NurSyifa' yaitu pengobatan enerji Kuantum Imajiner NurSyifa' (menggunakan enerji sinar kosmis) yang awalnya bisa membangkitkan enerji 4 sampai 7kali lipat terapi biasa yang kemudian mampu dikembangkan hingga mencapai 17 - 27 kali terapi biasa, sehingga manfaatnya luar biasa besar, proses kesembuhan berlangsung lebih cepat lagi dari sebelumnya.

Ini menjelaskan mengapa para pasien yang datang berobat ke NurSyifa' cepat sekali sembuhnya, dan keberhasilannya sangat besar.

Setelah mengamalkan kemukjizatan surat AlFatihah, Adz Dzariyat dan Al Waqi'ah, bertahun-tahun untuk perlindungan diri , untuk aspek kerejekian berupa memperoleh rejeki berlimpah secara halal, meningkatkan karir, melancarkan usaha, perjodohan, meningkatkan kecerdasan, daya fikir, ingatan, inspirasi, imajinasi, kepekaan, naluri, dll. akhirnya disempurnakan dengan berhasilnya memperoleh aspek pengobatan dengan ilmu Al Waqi'ah ini
. (Ilmu Pengobatan kemukjizatan surat Al- Waqi'ah)

Pak Haji Bambang sampai saat inipun masih terus mengejar ilmu untuk meningkatkan kemampuannya agar dapat memberi manfaat yang lebih besar lagi bagi Masyarakat luas yang Membutuhkannya.

PENGALAMAN GAIB TAPI NYATA Haji Mohammad Bambang Irawan
Inilah pengalaman Gaib tapi Nyata dan Unik dari pak Haji Bambang seperti yang diceritakan beliau :
HMBI : "Assalamu'alaikum Wr Wb. Setelah memperoleh Ilmu Pengobatan Al Waqi'ah
, ternyata enerji yang dibangkitkan baru sedikit, kecil seperempatnya saja, itupun ternyata sudah berlipat ganda lebih besar dari berbagai enerji yang selama ini saya miliki bila digabungkan jadi satu".

Muncul petunjuk untuk meningkatkan enerji Al Waqi'ah ini adalah dengan menyerap seluruh enerji yang ada di Bumi (enerji Inti Bumi dan Hawa pengunungan) di pegunungan yang jauh dari pemukiman penduduk.

Karena kesibukan mengobati dan padatnya berbagai acara lainnya, berbulan-bulan kemudian belum juga sempat keluar kota, apalagi di Pulau Jawa ini dimanasih tempat seperti itu berada, karena sampai kegunung-gunung bahkan bantaran sungaipun sudah banyak yang ditempati manusia.

Sampai suatu ketika saat mengadakan Bhakti Sosial di Monas sebagai mana setiap minggunya dilakukan, mendadak Power Amplifiernya jebol. Dan saat dicari di Harco Glodok spare-partsnya tidak dijumpai. Saya teringat membelinya dulu disebuah toko di Sukabumi.

Akhirnya saya memutuskan untuk berangkat pagi-pagi sekali ke Sukabumi
bersama pak Rojali (asisten team Ghostbuster NurSyifa''), karena harapan untuk memperoleh spare-parts yang rusak hanya disana.

Hari Selasa 20 Juni 2006 kami berangkat danmemutuskan lewat Puncak saja untuk sekalian refresing (wisata) setelah berbulan2 terkungkung rutinitas pengobatan di Terapi NurSyifa' Jakarta. ( Boleh dong sekali2 ).

Tidak terjadi apa-apa sampai di Puncak Pass, saat memasuki Cipanas, karena keasikan mengobrol hingga tak terlihat bahwa hanya Bus (???) yang boleh terus, selainnya harus memutari pasar. "Cobaan pertama" .

Setelah "Membayar Tilang Ditempat"
kami kembali melanjutkan perjalanan. Sesampainya di Sukabumi, ternyata ditoko yang dituju stock habis , "Cobaan Kedua". Akan tetapisetelah mencari kebeberapa toko parts lainnya akhirnya berhasil juga memperoleh parts yang dibutuhkan.

Adik yang tinggal di Sukabumi dan sebagai pengelola salah satu pemancar siaran radio swasta di Sukabumi menelphon
dan mengharapkan kedatangan saya untuk mengunjungi tempatnya dan sekaligus untuk meninjau pertambangan emas di gunung Rosa yang kebetulan baru saja izin prinsip pengelolaannya keluar dan adik saya yang ditunjuk sebagai pengelolanya.

Akhirnya kita semua berangkat ke pertambangan. Jalannya Parah dan terlihat sedang diperbaiki tambal sulam. Untung saya mengikuti saran isteri untuk menggunakan Panther saja dan tidak menggunakan Sedan BMW baru yang biasa saya pakai bepergian, kemungkinan besar saya tidak akan bisa melanjukan perjalanan ke Tambang Emas Gunung Rosa dan kisah nyataini mungkin tidak akan pernah ada.

Setelah meninjau pertambangan
, adik saya tinggal dipertambangan dan saya diberi info jalan pintas alternatif melalui CPD langsung ke Cianjur tidak perlu melalui Sukabumi lagi. Situasi di area pertambangan banyak enerji negatip dari mahluk-mahluk penganggu , dan saat melalui sebuah desa di dekat area, terlihat pancaran sinar-sinar hitam , menandakan bahwa ada kiriman santet atau teluh dari area sekitar lokasi dan diketahui bahwa area disekitar itu memang ada dusun tempat para dukun santet tinggal.

" Apa yang telah mereka kerjakan itu menjadi karat bagi hati mereka ". ( QS. 83 :14)

Ternyata didekat area juga ada Situs Megalithikum terbesar se Asia
, disana berdiri sekumpulan batu menjulang kokoh yang terlihat menyeramkankarena sepi pengunjung.

Kami terus meluncur menuju ke Cianjur meninggalkan area gunung Rosa.

Tiba-tiba terlihat pemandangan indah nuansa pegunungan dan gelombang enerji yang fresh, positip, hawa pengunungan terasakan . Kami berhenti dan melihat bahwa berkilometer sekeliling tidak terlihat pemukiman penduduk. Wah, ini lokasinya ! seru hatiku gembira dan Kami keluar dari kendaraan untuk menyerap enerji, tentu saja langsung aku menjalankan riyadhoh menyerap Enerji Inti Bumi dan Hawa Pegunungan (seluruh enerji yang ada di Bumi).

Kemudian Kami kembali melanjutkan perjalanan.

Tiba2 terasa ada gelombang enerji dahsyat seperti angin yang menerpa wajah....wushhh, wushhhh.....(padahal saat itu kaca mobil dalam keadaan tertutup, AC hidup) dan saat aku menengok keluar terlihat ada 7 pohon besar2 yang saking tingginya hingga daunnya tidak terlihat dari dalam mobil. Besarnya 1 s ampai 2 pelukan orang. Akarnya terlihat tertanam menghujam kokoh ketanah dan pak Rojali berkata : "Mereka semua mohon untuk ikut, minta diajak".

Saya melihat 7 tiang sinar, karena baru saja mengambil enerji Inti Bumi , maka saya tidak berminat karena merasa tidak membutuhkan enerji lagi, apalagi belum saya pelajari apakah positip atau negatip enerjinya. "Cobaan Ketiga".

Dan kami melanjutkan perjalanan tidak berhenti ataupun mengurangi kecepatan.

Beberapa waktu berlalu...., dan tiba-tiba muncul lubang cahaya di langit dan semburat sinar kuning keemasan memancar dan kemudian menghujam ke tanah beberapa meter didepanku. Ada apakah gerangan ???. Setelah kuteliti, aku kemudian menjelaskan ke pak Rojali bahwa ada pusaka yang muncul, dengan tulisan aksara Arab Nur......, karena diketahui terbuat dari kuningan maka biasanya untuk melihat alam gaib, menembus alam gaib atau untuk memasuki-menapaki dimensi lain.

Dalam hati saya membathin
, maaf....saya sudah tidak berminat untuk narik2 pusaka, dan main-main pusaka lagi... kuatir musyrik, dan menggangu keimanan, saat ini hanya ada Allah di diriku dan hanya kepada-Nya aku meminta dan berserah Diri.

Tiba-tiba muncul suatu gelombang enerji yang kuat dan t erlihat kemunculan penampakan seorang pria berjubah dan bersorban putih keluar dari lorong berkabut
, yang serta merta berkata : "Ada keilmuan yang ingin sayasatukan kedirimu" . Secara bathin aku menangkis : "Saya tidak mau disurupi mahluk gaib apalagi berkolusi" . Tiba2 muncul sosok kedua seorang wanita dari lorong waktu tsb. yang walaupun telah uzur akan tetapi guratan kecantikannya masih terlihat jelas dan berkata : "Bagaimana kangmas berhasil ditemukan belum?".

Sosok pria berjubah lenyap melebur dan terngiang kata-katanya : "Jangan kuatir dan ragu.......Hanya pengetahuan, keilmuan dan enerji saja yang dilebur dan ditanamkan kedirimu" . Dan sosok wanita berubah menjadi sarung pusaka (Wrangka) dari emas, " Serahkan wrangka ini kepada isterimu" , kembali terngiang kata-katanya.

Dan kemudian terlihat muncul dihadapanku gambaran..., hamparan suasana pedesaan yang asri tempo doeloe, dan terlihat sanggar pembuatan pusaka seorang Empu , sebagaimana diceritakan diawal kisahini..., terlihat begitu nyata dan jelas seakan saya sedang berada disana melihat seluruh kejadian yang ada....

Saya merenung mencoba memahami kejadian luar biasa ini, "Mimpikah aku ?" Benarkah barus aja mereka telah menembus Ruang dan Waktu (melalui lorong waktu) menuju kehadapanku, kepadaku, ditanggal 20 Juni 2006 jam 15.00, sedangkan mereka berada ratusan tahun dimasa lampau.

Tiba-tiba terbersit satu ayat QS. 2 : 269 yang artinya :
" Tuhan memberikan kebijaksanaan kepada orang2 yang dikehendaki-Nya . Barangsiapa yang diberi-Nya kebijaksanaan itu berarti ia telah mendapat banyak kebaikan, hanya orang2 yang mau berfikir saja (cerdas) yang dapat mengambil (hikmah) pelajaran ini "

"Apakah mungkin saya yang dipilih-Nya untuk memperoleh ini semua ?? ..Yaa Allah jagalah diriku agar jangan sampai tersesat ataupun menjauh dari-Mu Yaa Allah... ".

Sepulangnya, wrangka (sarung pusaka) langsung kuberikan kepadaistriku Hj. Retno Dewi, dan begitu diterima langsung lebur, be berapa saat setelah menerima wrangka emas tersebut, ia melihat sepasang suami isteri terjun memasuki pusaran air yang besar dan lenyap kedalamnya.

Tentu saja yang terlihat sebagai pusaran air itu adalah gelombang ruang dan waktu (lorong waktu), menandakan mereka telah kembali ke zamannya yaitu di masa lalu, setelah berhasil menurunkan berbagai keilmuan yang mereka miliki kepada penerusnya yaitu kami berdua . Terima kasih Yaa Allah atas karunia-Mu yang Besar kepada kami berdua.

" Berapa banyaknya malaikat di langit, namun pembelaannya tidak berguna sedikitpun, kecuali sesudah mendapat idzin dari Allah, itupun berlaku kepada siapapun yang dikehendaki dan di ridho'i-Nya ". (QS. An Najm : 26)

Setelah mengaktifkan Ilmu Khodam Malaikat, mulailah saya coba melatih Ilmu Al Waqi'ah ketingkat yang lebih tinggi, melatih pengaliran enerjinya, mengendalikan gelombang enerji yang demikian dahsyatnya , ibarat menaiki kuda liar yang belum dijinakkan, yang belum dipasangkan pelana maupun kendalinya, ibarat menaiki banteng ketaton yang ganas dan liar.

Berapa kali tubuh dan tanganku bergetar2 kuat (Tremor), dan seakan2 kekuatan itu akan meledak dan terlepas dari diriku . Dengan segenap daya, kemampuan dan kekuatan fikiran dan tentu saja dengan mengharapkan pertolongan Tuhan (QS, Al Isro : 80), secara bertahap mulai kuperoleh rahasia pengendaliannya dan akhirnya dapat sepenuhnya kukendalikan, Bayangkan, Ilmu Al- Waqi'ah dilambari on-line Enerji Inti Bumi, hampir2 tak tertahankan rasanya.

Malamnya langsung ku praktekkan keilmuannya , hasil pantauan dari 2 Asisten yang mata bathinnya bagus, mereka menyatakan terjadi suatu perbaikan hampir instant , yang tadinya jaringan rusak berubah menjadi jaringan normal yang sehat dalam hanya 1 - 2 menit saja dan pasien bisa merasakan gelombang enerji yang jauh lebih besar dari biasanyadan sesudahnya badan langsung terasa enak. Subhanallah......

Menurut para asisten yang memantau terjadi peningkatan enerji diatas 90 kali lipat dari sehari sebelumnya. Alhamdulillah. Berarti proses kesembuhan bisa berlangsung lebih cepat lagi dari sebelumnya.

Kini enerji Ilmu Al Waqi'ah-ku telah meningkat dari 20-25% menjadi 45-50%
Terbayang gambaran Kekuatan Enerji Inti Bumi yang dahsyat, yang dapat menimbulkan gempa hingga sekian skala richter, gambaran kekuatan ledakan gunung berapi yang memporak porandakan, dan terbayang juga gambaran kekuatan yang memberi kehidupan kepada pepohonan, tetumbuhan, sawah, ladang, sayur2an yang menjadi sumber kehidupan bagi manusia. Alhamdulillah, kini enerji itu telah tertanam kuat di diriku. (on-line).

Dengan perkembangan terakhir ini membuatku berfikir untuk berupaya mengembangkan lebih luas lagi Terapi NurSyifa' dan akan lebih menggalakkan penginformasiannya ke masyarakat luas, sehingga manfaatnya yang besar dapat dinikmati oleh masyarakat banyak yang membutuhkan.....

Tiba2 saja tergambar dihadapanku gambaran untuk meningkatkan kemampuan Ilmu Al Waqi'ah-ku hingga mencapai 70-75%.

Gambarannya adalah aku harus menyerap enerji Nur Bahari dari suatu lokasi di pantai, dimana didekatnya ada goa2 kelelawar, disuatu pantai yang ombaknya sangat besarmenggiriskan hati, agar aku tidak terseret arus laut, ke tengah laut, maka aku harus berpegangan dan mengikatkan diri ke tali yang kuat, dan sambil bergantungan di tali kemudian menyerap enerji Gelombang Lautan dari seluruh samudera di dunia.

Terbayang gambaran Enerji Gelombang Lautan yang bukan main besarnya yang dapat dengan mudah meluluh lantakan apapun yang menghalanginya, seperti menumbangkan pohon, menghancurkan tembok, bangunan ( Gelombang Tsunami), yang sanggup menggeser bukit, akan tetapi memberi kehidupan kepada bermacam biota laut, ikan, terumbu, tetumbuhan laut, dll, Enerji yang dahsyat ini yang harus kuserap untuk meningkatkan kemampuanku.

Resikonya sangat besar, bila tidak kuat maka akan terbawa arus ketengah lautan dan tenggelam, Nyawa taruhannya. Semoga Allah selalu melindungi diriku dan hamba2-Nya yang bertaqwa.

Untuk meningkatkan ke tingkat yang lebih tinggi lagi bagaimana yaa? Belum terbayangkan olehku, Yang ini saja sudah sedemikian luar biasa dahsyatnya dan dengan menyabung Nyawa lagi !

Mengenai daerah pantai sekitar gua2 kelelawar ini tiba2 Aku teringat kepada Mpu Wesi Gen i yang pernah berjanji akan menurunkan ilmunya berupa Sajadah Terbang . Saat ini entah ada dimana Beliau sekarang, apakah masih hidup atau sudah tiada ?

EPILOG :

Banyak orang yang berfikir bahwa memperoleh ilmu yang hebat2 itu cukup hanya dengan cara yang mudah, misalnya tinggal pilih ayat seperti memilih kancing baju, dan langsung diberikan kepada seseorang dan akan berhasil....

Padahal untuk mendapatkannya perlu perjuangan bahkan menempuh berbagai bahaya besar, misalkan saat sedang ber-taqorub atau kungkuman, resiko bertemu ular atau buaya ditengah malam yang gelap dan dingin menggigilkan sangatlah besar kemungkinan-nya.

Atau saat sedang menjalani Tapa-brata menyatu dengan alam (Allah SWT) sebagaimana yang dilakukan para Sufis sejati, mengarungi hutan belantara dan memakan apa saja yang ditemukan seperti daun-daunan, umbi-umbian, syukur-syukur bila bisa menemukan setandan pisang matang yang nikmat.


Sumber Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia


Walhamdulillahirrabil'alamin