Showing posts with label Shalawat Nabi Muhmmad S.A.W.. Show all posts
Showing posts with label Shalawat Nabi Muhmmad S.A.W.. Show all posts

Monday, January 30, 2012

Shalawat Nabi Muhmmad S.A.W. : Shalawat kepada Nabi Muhammad s.a.w. menjadi sebab diampuninya dosa.

Bacaan shalawat memiliki banyak kelebihan dibanding dengan bacaan dzikir lain. Orang yang membacanya akan mendapatkan syafaat dan juga dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT. Inilah keuntungan ganda yang diperoleh bagi orang yang suka membaca shalawat pada Nabinya.
Hasan Basri meriwayatkan : "Aku pernah bermimpi melihat Abu Ishmah, lantas aku bertanya kepadanya 'Hai Abu Ishmah, apa yang telah diperbuat Allah kepadamu ?' Abu Ishmah menjawab 'Allah telah mengampuni aku'. Hasan Basri lantas bertanya 'Dengan amalan apa?' Jawabnya 'Tidak ada satu haditspun yang aku sebutkan melainkan aku ucapkan shalawat untuk Nabi SAW'.
Dengan mengucapkan shalawat sebelum mengucapkan suatu hadits menyebabkan Abu Ishmah diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT.
Abdurrahman bin Auf meriwayatkan bahwa

Rasulullah SAW telah bersabda : "Jibril telah datang kepadaku seraya berkata 'Ya Muhammad, tidak ada seorangpun yang membaca shalawat untukmu, melainkan dimohonkan ampun oleh 70.000 malaikat.

Barangsiapa didoakan oleh para malaikat, maka dia tergolong penghuni surga'".
Rasulullah SAW bersabda: "Shalawat kepadaku akan menjadi nur/cahaya ketika melintasi shirath. Barang siapa membaca shalawat kepadaku pada Hari Jum'at 80 kali, maka diampuni dosa-dosanya selama 80 tahun".
Ada seorang lelaki dari penduduk Syiraz dalam tidurnya mimpi bertemu Ahmad bin Manshur yang sudah meninggal, ia mengenakan perhiasan, kepalanya bermahkota penuh dengan permata. Laki-laki itu lantas bertanya : "Apa yang dilakukan Allah untuk membalas amalmu?"
Ahmad bin Manshur menjawab: "Allah telah mengampuni dosaku, memuliakan aku, memberi mahkota padaku dan memasukan aku ke surga".
Lelaki itu bertanya lagi: "Amalan apa yang bisa menyebabkan kamu memperoleh derajat yang mulia ini?".
Ahmad bin Manshur menjawab: "Lantaran aku sering membaca shalawat pada Nabi SAW".
Sabda Rasulullah SAW : "Barang siapa bershalawat untukku 3x sehari, dan 3x semalam karena cinta dan rindu kepadaku, maka pastilah Allah mengampuni dosa-dosanya pada hari itu dan dosa-dosanya pada malam itu". ( HR:Abu Kahil )
Abu Bakar Ash-Shidiq berkata : "Bershalawatlah kepada Nabi SAW itu lebih mampu menghapuskan dosa-dosa daripada air yang sejuk terhadap api. Mengucapkan salam kepadanya itu lebih utama daripada memerdekakan budak".
Rasulullah SAW bersabda : "Barang siapa membaca shalawat padaku 100x pada Hari Jum'at maka Allah mengampuni dosa-dosanya itu sebanyak buih lautan".
Dengan dihapusnya dosa-dosa bagi pembaca shalawat, maka dengan sendirinya mempermudah jalan masuk surga

Shalawat Nabi Muhmmad S.A.W. : Bagaimanakah Nabi Muhammad s.a.w. mengenal umatnya?

Semua amal perbuatan manusia di alam ini akan dimintai pertanggung-jawabannya di hadapan Allah SWT kelak. Dari sekian banyak jenis amal ibadah yang dilakukan oleh manusia ada amal ibadah tertentu yang bisa dipakai oleh Rasulullah SAW untuk mengenali umatnya, yaitu shalawat.
Shalawat bisa dijadikan barometer untuk mengukur kadar kecintaan seseorang terhadap Nabi
Muhammad SAW. Jauh dekatnya seorang muslim dengan nabinya dapat dilihat dari sedikit banyaknya ia dalam membaca shalawat. Orang yang paling dekat dengan Rasulullah adalah orang yang banyak membaca shalawat kepada nabinya.
Alkisah, ada seorang zuhud bermimpi melihat Nabi SAW. Orang itu menghadap kepada beliau tetapi beliau tidak memperdulikannya., maka si zuhud bertanya "Ya Rasul, apakah engkau marah kepadaku?". "Tidak" , jawab Nabi SAW.
Si zuhud tadi lantas bertanya, "Apakah engkau tidak mengenalku, padahal aku adalah Fulan, orang yang zuhud?".
"Aku tidak mengenalmu", kata Nabi.
Kemudian ia berkata, "Ya Rasulullah, aku pernah mendengar para ulama berkata bahwa Nabi SAW mengenal umatnya sebagaimana ibu bapak mengenal anaknya".
Maka beliau bersabda, "Benar apa yang dikatakan para ulama itu, bahwa aku lebih mengenal umatku daripada ibu bapaknya, yaitu mereka yang membaca shalawat kepadaku".
Hadits Riwayat At-Tarmidzi meriwayatkan bahwa Rasullullah pernah bersabda : "Sesungguhnya orang yang paling mulia/dekat denganku kelak di hari kiamat adalah orang yang paling banyak membaca shalawat kepadaku".
Dengan demikian, rugi besar bila seseorang tidak mau membaca shalawat kepada Rasulullah SAW, atau membaca shalawat tetapi alakadarnya saja tanpa disertai niat yang ikhlas dan kemauan yang kuat untuk bisa berkumpul dengan Rasulullah SAW kelak di akhirat