Showing posts with label Menjaga SHALAT. Show all posts
Showing posts with label Menjaga SHALAT. Show all posts

Monday, June 13, 2011

99 Nama Allah SWT Asmaul Husna - Sembilan Puluh Sembilan Sebutan Tuhan Asma'ul Husnah

Di dalam kitab suci Al-Qur'an Allah SWT disebut juga dengan nama-nama sebutan yang berjumlah 99 nama yang masing-masing memiliki arti definisi / pengertian yang bersifat baik, agung dan bagus. Secara ringkas dan sederhana Asmaul Husna adalah sembilanpuluhsembilan nama baik Allah SWT.
Firman Allah SWT dalam surat Al-Araf ayat 180 :
"Allah mempunyai asmaul husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan".
Berikut ini adalah 99 nama Allah SWT beserta artinya :
1. Ar-Rahman (Ar Rahman) Artinya Yang Maha Pemurah
2. Ar-Rahim (Ar Rahim) Artinya Yang Maha Mengasihi
3. Al-Malik (Al Malik) Artinya Yang Maha Menguasai / Maharaja Teragung
4. Al-Quddus (Al Quddus) Artinya Yang Maha Suci
5. Al-Salam (Al Salam) Artinya Yang Maha Selamat Sejahtera
6. Al-Mu'min (Al Mukmin) Artinya Yang Maha Melimpahkan Keamanan
7. Al-Muhaimin (Al Muhaimin) Artinya Yang Maha Pengawal serta Pengawas
8. Al-Aziz (Al Aziz) Artinya Yang Maha Berkuasa
9. Al-Jabbar (Al Jabbar) Artinya Yang Maha Kuat Yang Menundukkan Segalanya
10. Al-Mutakabbir (Al Mutakabbir) Artinya Yang Melengkapi Segala kebesaranNya
11. Al-Khaliq (Al Khaliq) Artinya Yang Maha Pencipta
12. Al-Bari (Al Bari) Artinya Yang Maha Menjadikan
13. Al-Musawwir (Al Musawwir) Artinya Yang Maha Pembentuk
14. Al-Ghaffar (Al Ghaffar) Artinya Yang Maha Pengampun
15. Al-Qahhar (Al Qahhar) Artinya Yang Maha Perkasa
16. Al-Wahhab (Al Wahhab) Artinya Yang Maha Penganugerah
17. Al-Razzaq (Al Razzaq) Artinya Yang Maha Pemberi Rezeki
18. Al-Fattah (Al Fattah) Artinya Yang Maha Pembuka
19. Al-'Alim (Al Alim) Artinya Yang Maha Mengetahui
20. Al-Qabidh (Al Qabidh) Artinya Yang Maha Pengekang
21. Al-Basit (Al Basit) Artinya Yang Maha Melimpah Nikmat
22. Al-Khafidh (Al Khafidh) Artinya Yang Maha Perendah / Pengurang
23. Ar-Rafi' (Ar Rafik) Artinya Yang Maha Peninggi
24. Al-Mu'izz (Al Mu'izz) Artinya Yang Maha Menghormati / Memuliakan
25. Al-Muzill (Al Muzill) Artinya Yang Maha Menghina
26. As-Sami' (As Sami) Artinya Yang Maha Mendengar
27. Al-Basir (Al Basir) Artinya Yang Maha Melihat
28. Al-Hakam (Al Hakam) Artinya Yang Maha Mengadili
29. Al-'Adl (Al Adil) Artinya Yang Maha Adil
30. Al-Latif (Al Latif) Artinya Yang Maha Lembut serta Halus
31. Al-Khabir (Al Khabir) Artinya Yang Maha Mengetahui
32. Al-Halim (Al Halim) Artinya Yang Maha Penyabar
33. Al-'Azim (Al Azim) Artinya Yang Maha Agung
34. Al-Ghafur (Al Ghafur) Artinya Yang Maha Pengampun
35. Asy-Syakur (Asy Syakur) Artinya Yang Maha Bersyukur
36. Al-'Aliy (Al Ali) Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
37. Al-Kabir (Al Kabir) Artinya Yang Maha Besar
38. Al-Hafiz (Al Hafiz) Artinya Yang Maha Memelihara
39. Al-Muqit (Al Muqit) Artinya Yang Maha Menjaga
40. Al-Hasib (Al Hasib) Artinya Yang Maha Penghitung
41. Al-Jalil (Al Jalil) Artinya Yang Maha Besar serta Mulia
42. Al-Karim (Al Karim) Artinya Yang Maha Pemurah
43. Ar-Raqib (Ar Raqib) Artinya Yang Maha Waspada
44. Al-Mujib (Al Mujib) Artinya Yang Maha Pengkabul
45. Al-Wasi' (Al Wasik) Artinya Yang Maha Luas
46. Al-Hakim (Al Hakim) Artinya Yang Maha Bijaksana
47. Al-Wadud (Al Wadud) Artinya Yang Maha Penyayang
48. Al-Majid (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
49. Al-Ba'ith (Al Baith) Artinya Yang Maha Membangkitkan Semula
50. Asy-Syahid (Asy Syahid) Artinya Yang Maha Menyaksikan
51. Al-Haqq (Al Haqq) Artinya Yang Maha Benar
52. Al-Wakil (Al Wakil) Artinya Yang Maha Pentadbir
53. Al-Qawiy (Al Qawiy) Artinya Yang Maha Kuat
54. Al-Matin (Al Matin) Artinya Yang Maha Teguh
55. Al-Waliy (Al Waliy) Artinya Yang Maha Melindungi
56. Al-Hamid (Al Hamid) Artinya Yang Maha Terpuji
57. Al-Muhsi (Al Muhsi) Artinya Yang Maha Penghitung
58. Al-Mubdi (Al Mubdi) Artinya Yang Maha Pencipta dari Asal
59. Al-Mu'id (Al Muid) Artinya Yang Maha Mengembali dan Memulihkan
60. Al-Muhyi (Al Muhyi) Artinya Yang Maha Menghidupkan
61. Al-Mumit (Al Mumit) Artinya Yang Mematikan
62. Al-Hayy (Al Hayy) Artinya Yang Senantiasa Hidup
63. Al-Qayyum (Al Qayyum) Artinya Yang Hidup serta Berdiri Sendiri
64. Al-Wajid (Al Wajid) Artinya Yang Maha Penemu
65. Al-Majid (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
66. Al-Wahid (Al Wahid) Artinya Yang Maha Esa
67. Al-Ahad (Al Ahad) Artinya Yang Tunggal
68. As-Samad (As Samad) Artinya Yang Menjadi Tumpuan
69. Al-Qadir (Al Qadir) Artinya Yang Maha Berupaya
70. Al-Muqtadir (Al Muqtadir) Artinya Yang Maha Berkuasa
71. Al-Muqaddim (Al Muqaddim) Artinya Yang Maha Menyegera
72. Al-Mu'akhkhir (Al Muakhir) Artinya Yang Maha Penangguh
73. Al-Awwal (Al Awwal) Artinya Yang Pertama
74. Al-Akhir (Al Akhir) Artinya Yang Akhir
75. Az-Zahir (Az Zahir) Artinya Yang Zahir
76. Al-Batin (Al Batin) Artinya Yang Batin
77. Al-Wali (Al Wali) Artinya Yang Wali / Yang Memerintah
78. Al-Muta'ali (Al Muta Ali) Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
79. Al-Barr (Al Barr) Artinya Yang banyak membuat kebajikan
80. At-Tawwab (At Tawwab) Artinya Yang Menerima Taubat
81. Al-Muntaqim (Al Muntaqim) Artinya Yang Menghukum Yang Bersalah
82. Al-'Afuw (Al Afuw) Artinya Yang Maha Pengampun
83. Ar-Ra'uf (Ar Rauf) Artinya Yang Maha Pengasih serta Penyayang
84. Malik-ul-Mulk (Malikul Mulk) Artinya Pemilik Kedaulatan Yang Kekal
85. Dzul-Jalal-Wal-Ikram (Dzul Jalal Wal Ikram) Artinya Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan
86. Al-Muqsit (Al Muqsit) Artinya Yang Maha Saksama
87. Al-Jami' (Al Jami) Artinya Yang Maha Pengumpul
88. Al-Ghaniy (Al Ghaniy) Artinya Yang Maha Kaya Dan Lengkap
89. Al-Mughni (Al Mughni) Artinya Yang Maha Mengkayakan dan Memakmurkan
90. Al-Mani' (Al Mani) Artinya Yang Maha Pencegah
91. Al-Darr (Al Darr) Artinya Yang Mendatangkan Mudharat
92. Al-Nafi' (Al Nafi) Artinya Yang Memberi Manfaat
93. Al-Nur (Al Nur) Artinya Cahaya
94. Al-Hadi (Al Hadi) Artinya Yang Memimpin dan Memberi Pertunjuk
95. Al-Badi' (Al Badi) Artinya Yang Maha Pencipta Yang Tiada BandinganNya
96. Al-Baqi (Al Baqi) Artinya Yang Maha Kekal
97. Al-Warith (Al Warith) Artinya Yang Maha Mewarisi
98. Ar-Rasyid (Ar Rasyid) Artinya Yang Memimpin Kepada Kebenaran
99. As-Sabur (As Sabur) Artinya Yang Maha Penyabar / Sabar

Tuesday, May 24, 2011

Menjaga SHALAT

MAN YAHDILLAHU FALA MUDHILLALAH WAMAN YUDHLIL FALA HADI YALAH
Barang siapa di beri petunjuk oleh Allah, maka tiada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah, niscaya tidak ada yang mampu memberinya petunjuk.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Q.S Ali ‘Imran 3:102)

Apbila kita perhatikan kehidupan dan keberadaan umat Islam di zaman ini, maka tergambarlah di hadapan kita, sangat banyak umat Islam yang mengaku “Tidak ada Tuhan Selain Allah dan Muhammad Utusan Allah” itu tidak mengerti atau tidak mau mengerti akan perintah Allah SWT dan tuntunan Rasulullah SAW dalam menjalani kehidupannya sehari-hari.

Sangat banyak kita temukan Umat Islam yang tidak peduli akan ancaman yang telah di sampaikan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya, akan orang-orang yang melanggar ketentuan Allah SWT dalam firman-Nya. Terutama sekali tentang Shalat, salah satu rukun dalam islam.


Banyak kita temui saudara-saudara kita yang masih saja tidak mau melaksanakan shalat. Mereka menyia-nyiakan shalat, kadang kala dia bershalat di ujung-ujung waktu shalat. Kalau kesibukkannya memuncak, maka shalat mereka tinggalkan tanpa merasa berdosa sama sekali.

Salah seorang ulama salaf mengatakan: “Mereka bukannya meninggalkan shalat secara keseluruhan, tapi suka mengundur-ngundur waktunya.”

Allah SWT berfirman tentang generasi yang menyia-nyiakan shalat:

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

Artinya: “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (Q.S Maryam 19:59)


Islam seperti apa yang di jalankan orang yang tidak shalat?, Iman seperti apa yang mereka miliki?. Lantas apa makna persaksian bahwa “Tiada Tuhan Selain Allah” bagi orang yang lebih mendahulukan perniagaannya daripada shalatnya. Lebih mementingkan karir, pekerjaan, kedudukkan dan acara pertemuannya dari pada Shalatnya. Kalau di Tanya, dia mengatakan bahwa dirinya seorang Muslim.

Allah SWT berfirman:

فَوَيْلٌلِلْمُصَلِّينَا , لَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلاتِهِمْ سَاهُونَ الَّذِينَنَ هُمْ يُرَاءُو

Artinya: “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat ria.” (Q.S Al-Ma’un 107:4-6)

“Maka kecelakaanlah yang diperoleh oleh orang yang melakukan shalat” yaitu, mereka melakukan shalat itu menurut semaunya saja. Kalau dia shalat hanya karena ingin dikatakan orang bahwa dia adalah seorang Muslim. Dia melakukan shalat tidak dengan sungguh-sungguh, tidak timbul dari kesadarannya, bahwa sebagai seorang hamba Allah, sudah sewajarnya memperhambakan diri kepada Allah SWT dan mengajarkan shalat sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah SWT dengan perantaraan Nabi SAW yang di utus-Nya.

Pernah Nabi SAW melihat seorang sahabatnya yang datang terlambat di Masjid, sehingga ketinggalan dari shalat berjama’ah, lalu diapun shalat sendiri. Setelah dia selesai shalat, Nabi SAW menyuruhnya mengulangi shalatnya kembali, karena shalat yang ia lakukan tersebut tidak dengan sungguh-sungguh, tidak ada Tuma’minah-nya, tidak sempurna ruku’ dan sujudnya.

Yah, mereka juga shalat, namun shalat ‘asharnya ketika matahari beranjak terbenam, Shalat Dzuhur di separoh waktu kedua, dan shalat shubuh bersama terbitnya matahari. Lalu dimanakan ke Islam-annya?, dimanakah “La Ilaha Illallah”?, dimanakah semangatnya dalam beragama?.

Mereka telah di tipu syetan, melalai-lalaikan waktu shalat. Mereka lebih mengutamakan kepentingan dunia dari pada perintah Allah SWT. Sebagaimana yang di firmankan Allah SWT.

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى , وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى , بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا

وَالآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى

Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat. Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (Q.S Al-A’la 87:14-17)

Barang siapa yang selalu mensucikan atau membersihkan dirinya dari pada maksiat dan dosa. Baik dosa kepada Allah SWT dengan mensekutukan Allah SWT dengan yang lain. Lebih membesarkan hawa nafsunya dari pada Allah SWT. Atau dosa kepada sesama manusia dengan menganiaya atau mengambil hak orang lain. Atau kepada diri sendiri memendam rasa dendam dan dengki serta iri hati kepada sesama manusia. Maka kalau seseorang dapat mengendalikan dirinya dari hal yang demikian, dan yang ingat akan nama tuhannya lalu dia shalat, mereka itulah orang-orang yang sukses dalam hidupnya.

Karena itu jagalah shalat… barang siapa yang menjaga shalat, Niscaya Allah menjaganya dan barang siapa yang menyia-nyiakannya, maka Allah SWT akan menyianyiakannya. Maksudnya dari orang yang menyia-nyiakan shalat tersebut tidak mendapat petunjuk dari Allah SWT.

Firman Allah SWT:

إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Artinya: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S Al-Ankabut 29:45)

Daripada itu wahai kaum Muslimin, laksanakanlah shalat di awal waktu, dengan penuh kekhusyu’an, hadir hati, dengan menjaga rukun-rukunnya yang wajib dan yang sunnah. Semoga dengan demikian Allah SWT akan menjaga dan memperhatikan kita sebagaimana kita telah menjaga shalat dan meng-agungkan-Nya.