Showing posts with label Taktik Yahudi. Show all posts
Showing posts with label Taktik Yahudi. Show all posts

Friday, March 23, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Cara dan sikap kaum Yahudi dalam menyembunykan kebenaran yang telah di ketahuinya.



Kejahatan Yahudi : Cara dan sikap kaum Yahudi dalam menyembunykan kebenaran yang telah di ketahuinya

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com - Diriwayatkan, bahwa Mu'adz bin Jabal dan Kharijah bin Zaid pernah bertanya kepada segolongan orang dari pendeta-pendeta Yahudi tentang apa yang sebagian terkandung dalam kitab Taurat, lalu mereka itu menyembunyikannya dan mereka enggan memberitahukannya kepada para sahabat Nabi itu.


Memang sesungguhnya para ketua Yahudi pada umumnya telah meningkari tentang keadaan Nabi-nabi mereka yang mengabarkan dan menggembirakan akan kedatangan Nabi Muhammad dan ke Rasulannya. Mereka biasa mengatakan, bahwa Nabi-nabi mereka ada mengkabarkan sebagiannya akan kedatangan sebagian yang lain, sedang dalam urusan itu mereka tidak pernah memberikan kabar, bahwa akan ada seorang Nabi yang akan di utus dari golongan bangsa Arab, dari keturunan Ismail. Dan mereka biasa mengatakan juga : Tidak pernah tersua atau tersebut dalam kitab Taurat tentang hal agama dan kitab yang datang dari ALLAH. Dan andaikata mereka di tanya lebih lanjut, mereka bersikap sebagaimana sikap mereka ketika di tanya oleh tiga orang sahabat Nabi sebagai yang tertera di atas itu.


Berhubung dengan adanya sikap mereka yang tersebut itu, ketika itu ALLAH menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam yang bunyinya :


Dengarkan


inna al la dz iina yaktumuuna m aa anzaln aa mina a lbayyin aa ti wa a lhud aa min ba'di m aa bayyann aa hu li l nn aa si fii a lkit aa bi ul aa -ika yal'anuhumu al l aa hu wayal'anuhumu al l aa 'inuun a


159. Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila'nati Allah dan dila'nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela'nati


Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 159


Dan diriwayatkan pula, bahwa para ketua Yahudi dan para ulama kaum Yahudi pada umumnya selama itu mendapat hadiah-hadiah atau pemberian-pemberian yang berupa bahan makanan dan sebagianya dari pada pengikut mereka, dan selama itu pula mereka senantiasa mengharap-harap supaya lekaslah di bangkitkan seorang Nabi akhir zaman itu. Dalam sangkaan mereka di kala itu bahwa Nabi akhir zaman yang akan di bangkitkan itu adalah dari keturunan Israil juga, karena demikianlah kebiasaan dari kebanyakan para Nabi. Maka tatkala Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam telah di bangkitkan, yang mana beliau bukannya dari keturunan Israil, sebagai yang telah lama di sangka oleh mereka, takut dan kuatirlah mereka masing-masing akan hilang dan lenyapnya hadiah-hadiah atau pemberian-pemberian yang biasa di terima dari para pengikut mereka, dan takut pula akan kemerosotan kedudukan mereka selaku ketua dan ulama Yahudi yang telah biasa di berikan oleh kebanyakan orang yang ada di dalam lingkungan masyarakat mereka. Oleh sebab itu dan lain-lain sebab lagi, maka mereka dengan lancang menyembunyikan sifat-sifat Nabi Muhammad dan keterangan-keterangan akan kedatangan beliau yang utama itu.


Berhubung dengan adanya peristiwa yang sedemikian itu, maka ALLAH menurunkan wahyu-Nya kepada Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam yang bunyinya :


Dengarkan

inna al la dz iina yaktumuuna m aa anzala al l aa hu mina a lkit aa bi wayasytaruuna bihi tsamanan qaliilan ul aa -ika m aa ya/kuluuna fii bu th uunihimill aa al nn aa ra wal aa yukallimuhumu al l aa hu yawma a lqiy aa mati wal aa yuzakkiihim walahum'a dzaa bun a liim un

174. Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaituAl Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api [109], dan Allah tidak akan berbicara [110] kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.

Keterangan Ayat :
[109] Maksudnya ialah makanan yang dimakannya yangberasal dari hasil menyembunyikan ayat-ayat yang diturunkan Allah, menyebabkan mereka masuk api neraka.
[110] Maksudnya: Allah tidak berbicara kepada mereka dengan kasih sayang, tetapi berbicara dengan kata-kata yang tidak menyenangkan.


Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 174


Beginilah cara dan sikap kaum Yahudi dalam menyembunyikan kebenaran yang telah di turunkan oleh ALLAH kepada Nabi Musa, yang sebenarnya telah mereka ketahui.


Kaum Yahudi di masa sebelum pribadi Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam di bangkitkan, terutama daripada mereka yang berdiam di kota Madinah, pada umumnya mereka selalu terdesak benar-benar oleh kaum kafir penyembah berhala. Meskipun telah berbagai-bagai propaganda yang di pergunakan oleh mereka untuk menerangkan kepada kaum Musyrikin Arab terutama yang dari golongan Al Aus dan Al Khazraj, antara lain mereka menerangkan bahwa ALLAH tidak beberapa lama lagi akan membangkitkan dan mengutus seorang UtusanNya dari bangsa Arab, namun mereka itu tetap terdesak dan di kalahkan oleh kaum penyembah berhala, dan mereka selalu mendapat bantahan keras, sehingga dari karenanya ketua-ketua dan pendeta-pendeta mereka di kala itu memberikan penerangan : Bahwa seorang Nabi yang akan di bangkitkan oleh ALLAH itulah anti yang akan memberikan bantahan kepada mereka (kaum Yahudi) untuk membasmi pemeluk agama watsany (berhala) dari muka bumi ini ; dan Nabi itulah kelak yang akan menguatkan agama Nabi Musa.


Berhubung hal-hal sebagai yang tersebut itu, maka tatkala Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam telah di bangkitkan dan banyak di antara kaum bangsa Arab Al Aus dan Al Khazraj mengikut Islam, dan setelah Nabi berhijrah ke Madinah, sedang kaum Yahudi pada umumnya tidak mau beriman kepada beliau, bahkan mengkafirinya, di kala itu ada di antara sahabat Nabi dari golongan pendeta-pendeta Yahudi sambil memberikan peringatan dan berkata : ''Wahai golongan Yahudi, takutlah kamu kepada ALLAH dan Islamlah kamu. Kami dari golongan Musyrikin dahulu di masa jahiliyah senantiasa mengatasi kamu, dan kamu di kala itu selalu memberitahukan kepada kami tentang akan adanya Nabi yang akan di bangkitkan oleh ALLAH dan kamu mensifatkannya kepada kami tentang sifat Nabi itu. Dalam pada itu kamu di kala itu juga kerapkali mengatakan kepada kami : Sesungguhnya Nabi yang akan di bangkitkan masa sekarang sudah hampir datang, kelak dialah yang akan kami ikuti dan beserta dialah kami akan memerangi kamu seperti memerangi kaum Ad dan kaum Iram.


Salam bin Misykam, seorang pendeta Yahudi setelah mendengar perkataan yang sedemikian itu lalu menyahut dengan congkak :''Kami tidaklah mengenal sesuatu yang telah datang kepada kami, dan bukan itu yang pernah kami sebutkan kepada kamu dahulu.''


Berhubung dengan adanya peristiwa yang demikian itu, maka seketika itu ALLAH menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam yang bunyinya :



Dengarkan

walamm aa j aa -ahum kit aa bun min 'indi al l aa hi mu sh addiqun lim aa ma'ahum wak aa nuu min qablu yastafti h uuna 'al aa al la dz iina kafaruu falamm aa j aa -ahum m aa 'arafuu kafaruu bihi fala'natu al l aa hi 'al aa a lk aa firiin a

89. Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur'an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka [70], padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka la'nat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.
Keterangan Ayat :
[70] Maksudnya kedatangan Nabi Muhammad SAW yangtersebut dalam Taurat dimana diterangkan sifat-sifatnya.


Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 89

Kaum Yahudi mengkafiri ke Nabi-an dan ke -Rasulan Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam yang sebenarnya telah lama mereka kenal itu, lantaran kedengkian mereka, atau lantaran mereka kuatir musnah pengaruh kebesaran dan kependetaan mereka dan atau lantaran lain-lainnya.


Sumber Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia


Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Tuesday, March 20, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Sebagian dari para Ketua Yahudi hendak membinasakan menewaskan diri pribadi Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam



Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Sebagian dari para Ketua Yahudi hendak membinasakan menewaskan diri pribadi Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com - Menurut riwayat : Bahwa pada suatu hari salah seorang sahabat Nabi Muhammad Sallallaahu'Alayhi wa Sallam yang bernama 'Amer bin Umayyah Adh Dhamry telah membunuh dua orang Yahudi dari Banu Suhaim, dengan tidak sengaja. 'Amer membunuh dua orang tadi di tengah jalan, dan tidak mengerti bahwa kedua orang itu dari kaum Yahudi, yang di kala itu masih terikat perjanjian keamanan dari Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam


Kemudian golongan orang Yahudi yang terbunuh itu mengadukan hal dan peristiwa itu kepada Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam dan mengajukan permintaan diyatnya (tebusan yang terbunuh)


Oleh karena Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam pernah mengadakan perjanjian persahabatan dan perdamaian dengan segenap kaim Yahudi, sebagaimana yang telah di postkan sebelumnya, yang antara lain harus tolong menolong atau bantu-membantu dalam kesusahan dan kesulitan, maka beliau pun pada suatu hari pergi ke kampung Yahudi Banu Nadhir.


Kepergian beliau di antarkan oleh sebagian para sahabatnya, antara lain sahabat Abu Bakar, sahabat Umar, sahabat Umar, sahabat Utsman dan sahabat Ali dan kepergian beliau itu hendak meminta bantuan sekedarnya guna membayar diyat orang yang terbunuh, menurut sebagaimana bunyi perjanjian mereka.


Sesudah Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam menjumpai akan sebagian dari ketua-ketua Yahudi dari Banu Nadhir dan menyatakan tujuan kedatangan beliau kepada mereka, maka mereka itupun menunjukkan kebaikan dan keramahannya dan menyatakan persetujuannya, yang seolah-olah mereka bersedia dan suka membantu kepada Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam. Oleh mereka Nabi dipersilakan duduk dulu sekedar untuk menunggu mereka, karena mereka katanya hendak mengumpulkan bantuan itu.


Dalam satu riwayat di katakan : Di antara mereka ada yang mengatakan :''Bahkan Ya Abal-Qasim ! Sudah sementara lama barulah sekarang ini engkau datang meminta bantuan dan pertolongan dari kami. Duduklah engkau barang sebentar saja, karena kami ingin menjamu engkau dulu, dan sehabis makan, nanti kami barulah memberikan pertolongan dan permintaan engkau itu.''


Mareka berlaku yang sedemikian itu adalah dengan mengandung tujuan yang tertentu, yakni mencari kesempatan untuk membinasakan atau menewaskan diri pribadi Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam.


Huyayyai bin Akhthab, seorang ketua Yahudi Banu Nadhir yang terkenal amat memusuhi Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam ketika itu telah berkata kepada beberapa orang dari kaumnya, bahwa mereka supaya mengambil batu besar dan batu itu supaya segera di jatuhkan dari atas kearah kepala Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam yang sedang duduk di tepi dinding rumah mereka. Maka Nabi ketika itu di persilakan duduk dan di jamu sambil di ajak bicara bermacam-macam soal. Cara mereka melakukan demikian adalah tipu muslihat supaya mereka sempat mengambil dan mengangkat sebuah batu besar ke atas rumah.


Maksud mereka yang sejahat itu, oleh ALLAH seketika itu juga dengan langsung di beritahukan kepada Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam, sebelum mereka melakukan kehendaknya yang sangat jahat itu, dan Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam seketika itu juga turun dan meninggalkan tempat itu dengan tidak berkata sepatah katapun kepada mereka. Dan dengan diikiuti oleh para sahabat yang mengantarkan beliau tadi, pulanglah beliau ke Madinah.


Dengan demikian, maka maksud mereka yang sejahat itu tadi tidak terlaksana dan gagal.


Berhubung dengan peristiwa yang tersebut itu, menurut riwayat ketika itu ALLAH menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam yang bunyinya :



Dengarkan
''y aa ayyuh aa al la dz iina aa manuu u dz kuruu ni'mata al l aa hi 'alaykum i dz hamma qawmun an yabsu th uu ilaykum aydiyahum fakaffa aydiyahum 'ankum wa i ttaquu al l aa ha wa'al aa al l aa hi falyatawakkali a lmu/minuun a.''
11. Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan ni'mat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allahmenahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mu'min itu harus bertawakkal.

Al Qur'an surat Al Maaidah ayat 11

Dengan riwayat sebagai yang tertera di atas dapatlah di ketahui sampai di mana kejahatan yang dilakukan oleh para ketua kaum Yahudi atas diri pribadi Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam. Mereka sudah tidak mengingat alagi akan perjanjian-perjanjian yang pernah diadakan dan telah di sanggupi sendiri dengan Nabi dan kaum Muslimin.

Sumber Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia



Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Saturday, March 17, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Para ketua Yahudi pura-pura hendak menguji kebenaran Nabi Muhammad



Para ketua Yahudi pura-pura, hendak menguji kebenaran Nabi Muhammad

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com - Para ketua dan para pembesar serta para pendeta kaum Yahudi, dalam mereka hendak memperdayakan Nabi Muhammad tidaklah berhenti dengan cara-cara sebagai yang tersebut itu saja, tetapi selalu mencari-cari jalan dan cara yang di rasanya dapat menjatuhkan Nabi. Gagal dengan cara begini' mereka berusaha mencari cara yang lain.


Diriwayatakan, bahwa pada suatu kali segolongan dari pendeta-pendeta kaum Yahudi datang kepada Nabi Muhammad Sallallaahu'Alayhi wa Sallam dengan sengaja hendak menjumpai beliau dan menanyakan beberapa soal untuk menguji kebenaran beliau sebagai seorang Nabi utusan ALLAH. Kata mereka : ''Ya Muhammad, beritahukan olehmu kepada kami empat perkara yang akan kami tanyakan kepada engkau telah memberikan keterangan yang benar, tentu kami mengikut engkau, membenarkan engkau dan mempercayai engkau, bahwa engkau itu benar-benar Nabi utusan TUHAN.


Nabi Muhammad Sallallaahu'Alayhi wa Sallam bersabda : ''Silahkan engkau menanyakan apa-apa yang engkau kehendaki ; tetapi jadikanlah semuanya itu sebagai perjanjian ALLAH dan tanggungan-Nya. Jika saya telah memberitahukan kepada kamu apa-apa yang kamu tanyakan kepada saya, niscaya sungguh-sungguh kamu membenarkan kepada saya ?''


Mereka menjawab : ''Ya, baiklah.''


Nabi menjawab : ''Silahkan bertanya apa-apa yang kamu hendaki.''


Mereka : ''Beritahukanlah kepada kami, bagaimana seorang anak menyerupai akan ibunya, padahal nuthfah itu dari orang lelaki, bukan ?''


Nabi : ''Aku memperingatkan kamu dengan nama ALLAH yang telah menurunkan Taurat kepada Musa : Adakah kamu mengetahui, bahwa air nutfah lelaki itu putih lagi tebal, sedang air nutfah perempuan itu kuning lagi tipis. Maka mana di antara keduanya meninggi dan mengalahkan kawannya, adalah baginya rupa itu.''


Mereka berkata : ''Ya, benar.''


Kemudian mereka bertanya : ''Beritahukanlah kepada kami dengan nama ALLAH yang telah menurunkan Taurat kepada Musa : Adakah kamu mengetahui, bahwa tidur orang yang kamu sangka bahwa aku bukannya dia (Nabi), ia tidur matanya, tetapi tidak tidur hatinya ?''


Mereka berkata : ''Ya, benar.''


Nabi bersabda : ''Demikianlah tidurku, Mataku tidur, tetapi hatiku tidak tidur.''


Kemudian mereka berkata : ''Coba beritahukanlah olehmu kepada kami, dari apa-apa yang telah diharamkan oleh Israil untuk dirinya !''


Nabi bersabda : ''Aku meminta dan menanyakan kepada kamu dengan nama ALLAH yang telah menurunkan Taurat kepada Musa : Adkah kamu mengetahui, bahwasanya makanan dan minuman yang paling di sukai oleh Israil itu ialah daging unta dan air susunya ; dan bahwasanya ia (Israil) mengaduhkan sakitnya, lalu disembuhkan oleh ALLAH dari pada sakitnya itu, kemudian ia mengharamkan makanan dan minuman yang paling di sukainya itu atas dirinya sendiri yaitu daging unta dan air susunya.''


Mereka berkata : ''Ya,benar.''


Kemudian mereka bertanya lagi : ''Beritahukanlah oleh kamu tentang hal ruh (malaikat yang menjadi penolong engkau).!''


Nabi Muhammad Sallallaahu'Alayhi wa Sallam bersabda : ''Aku menanyakan kepada kamu : Adakah kamu mengetahui Jibril, dan dialah yang datang kepadaku.''


Mereka berkata : ''Ya, benar. Tetapi Jibril itu musuh bagi kami, Ya Muhammad. Karena ia itu seorang Malaikat yang datang dengan kekerasan dan dengan menumpahkan darah; dan jika bukan ia, tentu kami mengikut engkau.''


Nabi Muhammad Sallallaahu'Alayhi wa Sallam bersabda : ''Mangapa demikian? Padahal tidak ada seorang Nabi yang di bangkitkan, melainkan dia (Jibril) yang menjadi penolongnya.''


Mereka berkata : ''Jika sekiranya yang menjadi penolong engkau bukan Jibril, tentu kami mempercayai dan mangikut engkau ; tetapi lantaran yang menjadi penolong engkau itu Jibril, maka kami tidak akan mempercayai dan mengikuti engkau, karena Jibril itu tetap musuh kami.''


Menurut riwayat, bahwa berhubung dengan adanya peristiwa yang tersebut itu, maka di kala itu ALLAH menurnkan wahyu kepada Nabi Muhammad Sallallaahu'Alayhi wa Sallam yang bunyinya :





''man k aa na 'aduwwan lill aa hi wamal aa -ikatihi warusulihi wajibriila wamiik aa la fa-inna al l aa ha'aduwwun lilk aa firiin a.''
98. Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.


''walaqad anzaln aa ilayka aa y aa tin bayyin aa tin wam aa yakfuru bih aa ill aa a lf aa siquun a.''
99. Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik.



''awa kullam aa ' aa haduu 'ahdan naba dz ahu fariiqun minhum bal aktsaruhum l aa yu/minuun a.''
100. Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman.





Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 97-101


Ayat-ayat tersebut itu antara lain menunjukkan, bahwa sekali lagi ALLAH menjelaskan kekejian dan kejahatan mereka (kaum Yahudi) dan putar belit mereka. Mereka dengan sombong serta pongah telah berani mengatakan sebab-sebabnya mereka tidak hendak mempercayai Al Qur'an dan Nabi Muhammad Sallallaahu'Alayhi wa Sallam, karena Al Qur'an itu adalah wahyu yang diturunkanNya dengan perantaraan Jibril, sedang mereka itu amat benci dan menganggap musuh kepada Jibril.


Sumber Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia


Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Thursday, March 15, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Wahyu ALLAH yang di turunkan kepada Nabi Muhammad setelah kejadian Dlahirah



Wahyu ALLAH yang diturunkan kepada Nabi Muhammad setelah kejadian Dlahirah

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com - Berhubung dengan adanya peristiwa dari perbuatan Syas bin Qais dan yang di lakukan oleh Aus bin Qaidly dan Shakhar bin Jabbar (ke dua orang yang mula-mula meloncat ke atas kendaraan yang di kendarai oleh mereka berdua, lantaran mendengarkan riwayat peperangan Bu'ats yang di hembus-hembuskan oleh seorang pemuda Yahudi itu) maka ketika itu ALLAH menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad yang bunyinya :


''qul y aa ahla a lkit aa bi lima takfuruuna bi- aa y aa ti al l aa hi wa al l aa hu syahiidun 'al aa m aa ta'maluun a''
98. Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha menyaksikan apa yang kamu kerjakan?".



''qul y aa ahla a lkit aa bi lima ta sh udduuna 'an sabiili al l aa hi man aa mana tabghuunah aa 'iwajan wa-antum syuhad aa u wam aa al l aa hu bigh aa filin 'amm aa ta'maluun a.''
99. Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan?". Allah sekali-kalitidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.



''y aa ayyuh aa al la dz iina aa manuu in tu th ii'uu fariiqan mina al la dz iina uutuu a lkit aa ba yarudduukum ba'da iim aa nikum k aa firiin a.''
100. Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.



''wakayfa takfuruuna wa-antum tutl aa 'alaykum aa y aa tu al l aa hi wafiikum rasuuluhu waman ya'ta sh im bi al l aa hi faqad hudiya il aa sh ir aath in mustaqiim in.''
101. Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.



''y aa ayyuh aa al la dz iina aa manuu ittaquu al l aa ha h aqqa tuq aa tihi wal aa tamuutunna ill aa wa-antum muslimuun a.''
102. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.


''wa i 'ta sh imuu bi h abli al l aa hi jamii'an wal aa tafarraquu wa u dz kuruu ni'mata al l aa hi 'alaykum i dz kuntum a'd aa -an fa-allafa bayna quluubikum fa-a sh ba h tum bini'matihi ikhw aa nan wakuntum 'al aa syaf aa h ufratin mina al nn aa ri fa-anqa dz akum minh aa ka dzaa lika yubayyinu al l aa hu lakum aa y aa tihi la'allakum tahtaduun a.''
103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni'mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dankamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.



''waltakun minkum ummatun yad'uuna il aa a lkhayri waya/muruuna bi a lma'ruufi wayanhawna 'ani a lmunkari waul aa -ika humu a lmufli h uun a.''
104. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar [217]; merekalah orang-orang yang beruntung.

Keterangan ayat :
[217] "Ma'ruf": segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.


''wal aa takuunuu ka a lla dz iina tafarraquu wa i khtalafuu min ba'di m aa j aa -ahumu a lbayyin aa tu waul aa -ika lahum 'a dzaa bun 'a zh iim un.''
105. Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,

Al Qur'an surat Ali 'Imran 98-105

Sumber Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia


Walhamdulillahi Rabbil'alamin