Saturday, February 4, 2012

Iman Hijrah dan Jihad : 10 Permintaan Iblis kepada Allah SWT

"Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?"
"10 macam"
"Apa saja?"
"Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman, "Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan." (QS Al-Isra :64)
Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba. Aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.
Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah. Maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.
Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku. Aku minta agar Allah menjadikan syair (lirik) sebagai Quranku. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku. Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.
Allah berfirman, "Orang - orang boros adalah saudara -saudara syaithan. " (QS Al-Isra : 27)
Wahai Muhammad , aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab, "silahkan", aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.
Iblis berkata: "Wahai Muhammad , aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda."
Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun. Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.
Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.
Rasulullah SAW lalu membaca ayat: "mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT" (QS Hud :118 - 119). Juga membaca, " Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku" (QS Al-Ahzab: 38)
Iblis lalu berkata: " Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk-mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir. Ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong."

Iman Hijrah dan Jihad : Cara Iblis Menggoda

Tahukah kau Muhammad , dusta berasal dari diriku?
Akulah mahluk pertama yang berdusta.
Pendusta adalah sahabatku. barang siapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.
Tahukah kau Muhammad ?
Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gosip) dan Namimah (adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku. Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata-kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak-anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, Cerai.
Wahai Muhammad , umatmu ada yang suka mengulur ulur salat. Setiap ia hendak berdiri untuk salat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk,lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan salat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia salat. Namun aku bisikkan ke telinganya ''lihat kiri dan kananmu'', ia pun menoleh. Pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ''salatmu tidak sah''. Bukankah kamu tahu Muhammad , orang yang banyak menoleh dalam salatnya akan dipukul.
Jika ia salat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Iapun salat seperti ayam yang mematuk beras.
Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia salat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.
Kamu tahu bahwa melakukan itu batal salatnya dan wajahnya akan diubah menjadi wajah keledai.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam salat.
Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan ia pun semakin taat padaku.
Kebahagiaan apa untukmu, sedangan aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan salat. Aku katakan padanya, "kamu tidak wajib salat, salat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat.Orang sakit dan miskin tidak. Jika kehidupanmu telah berubah baru kau salat."
Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan salat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.
Wahai Muhammad , jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.
Wahai Muhammad , apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari Islam?"

Iman Hijrah dan Jihad : Iblis Dibantu oleh 70.000 anak - anaknya

Tahukah kamu Muhammad , bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan. Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak-anak muda, sebagian untuk menganggu orang-orang tua, sebagian untuk mengganggu wanita-wanita tua, sebagian anak-anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.
Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada salat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu salat berjamaah.
Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.
Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia. Jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.
Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.
Syaithan juga berkata, "keluarkan tanganmu", lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya. Mereka, anak-anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.
Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.
Tahukah kamu, Muhammad ? bahwa ada rahib(pendeta) yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.

Iman Hijrah dan Jihad : Iblis Tidak Berdaya di Hadapan Orang Ikhlas

Rasulullah SAW lalu bersabda: "Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu."
Iblis segera menimpali: " tidak, tidak. Tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku.
Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang saleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas."
"Siapa orang yang ikhlas menurutmu?"
"Tidakkah kau tahu wahai Muhammad , bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku."

Iman Hijrah dan Jihad : Amalan yang Dapat Menyakiti Iblis

"Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?"
"Aku merasa panas dingin dan gemetar."
"Kenapa?"
"Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat."
"Jika seorang umatku berpuasa?"
"Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka."
"Jika ia berhaji?"
"Aku seperti orang gila."
"Jika ia membaca Alquran?"
"Aku merasa meleleh laksana timah di atas api."
"Jika ia bersedekah?"
"Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji."
"Mengapa bisa begitu?"
"Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya."
"Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?"
"Suara kuda perang di jalan Allah."
"Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?"
"Taubat orang yang bertaubat."
"Apa yang dapat membakar hatimu?"
"Istighfar di waktu siang dan malam."
"Apa yang dapat mencoreng wajahmu?"
"Sedekah yang diam - diam."
"Apa yang dapat menusuk matamu?"
"Salat fajar"
"Apa yang dapat memukul kepalamu?"
"Shalat berjamaah."
"Apa yang paling mengganggumu?"
"Majelis para ulama."
"Bagaimana cara makanmu?"
"Dengan tangan kiri dan jariku."
"Dimanakah kau menaungi anak - anakmu di musim panas?"
"Di bawah kuku manusia."

Iman Hijrah dan Jihad : Orang yang Dibenci Iblis

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: "Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?" Iblis segera menjawab: "Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci."
"Siapa selanjutnya?" tanya Rasulullah.
"Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT."
"Lalu siapa lagi?"
"Orang Alim dan wara' (Loyal)"
"Lalu siapa lagi?"
"Orang yang selalu bersuci."
"Siapa lagi?"
"Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain."
"Apa tanda kesabarannya?"
" Wahai Muhammad , jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang-orang yang sabar".
"Selanjutnya apa?"
"Orang kaya yang bersyukur"
"Apa tanda kesyukurannya?"
"Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya."
"Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?"
"Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam."
"Umar bin Khattab?"
"Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur."
"Usman bin Affan?"
"Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya."
"Ali bin Abi Thalib?"
" Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mau melakukan itu." (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Friday, February 3, 2012

Iman Hijrah dan Jihad : Shalat Jum'at yang pertama kali di kerjakan oleh Nabi Muhammad S.A.W.

Sesudah itu, pada hari itu, yaitu hari Jum'at pagi, Nabi berangkat dari kampung Quba' dengan berkendaraan untanya Al-Qushwa, dengan diiringkan oleh para sahabat Muhajirin dan Anshar, yang sebagian berjalan kaki dan sebagian lainnya berkendaraan. Ketika perjalanan beliau sampai di Wadi Ranuna' dan ketika itu waktu shalat Jum'at telah tiba, beliau turun dari kendaraannya untuk mengerjakan shalat Jum'at bersama-sama dengan orang yang mengiringkan beliau, di kampung Bani 'Amr bin 'Auf. Dan inilah shalat Jum'at yang pertama kali di kerjakan oleh Nabi Muhammad s.a.w. (Riwayat yang tertera ini sebagai penambah keterangan yang menunjukkan, bahwa shalat Jum'at itu di perintahkan oleh ALLAH semenjak pribadi Nabi Muhammad masih di Mekah, sebelum hijrah ; tetapi selama beliau di Mekah belum dapat mengerjakannya, dan baru mulai mengerjakannya di kala yang tersebut itu. Adapun kaum Muslimin di Madinah telah memulai mengerjakan kewajiban shalat semenjak pribadi Nabi Muhammad s.a.w. mengirimkan seorang mubaligh Islam ke Madinah dengan perintah beliau.)

Sesudah shalat Jum'at selesai di kerjakan oleh Nabi Muhammad s.a.w. berdiri dan berpidato (berkhutbah) kepada hadlirin. Dan inilah khutbah yang pertama kali di kerjakan oleh Nabi Muhammad s.a.w. Khutbah beliau itu amat jitu dan antara lain beliau berkhutbah :

''Adapun kemudian pada hari itu : Wahai segenap manusia, Hendaklah kamu menyediakan amal kebajikan untuk dirimu sendiri, karena kamu sungguh akan mengetahui demi ALLAH, sesungguhnya salah seorang dari kamu akan di kejutkan oleh suara yang gemuruh, kemudian ia pasti meninggalkan kambingnya, tidak ada yang menggembalanya. Kemudian Tuhan akan bersabda kepadanya, padahal tidak ada pula orang yang menterjemahkan sabda itu, dan tidak ada seorangpun penghalang yang akan menghalang-halangi pada sisi-Nya, sabdanya : ''Tidaklah seorang Rasul datang kepadamu lalu ia menyampaikan kepadamu; dan Aku telah memberi harta benda kepadamu dan Aku telah mengarunia pula atas kamu, maka apa yang telah kamu sediakan untuk dirimu sendiri.'' Oleh sebab itu, tentu ia akan melihat ke kanan dan ke kiri, lalu tidaklah ia akan melihat akan sesuatu ; kemudian ia tentu melihat mukanya, maka tidaklah ia melihat selain neraka jahannam. Barang siapa yang dapat memelihara mukanya dari bahaya api neraka, walaupun dengan separuh buah kurma, maka hendaklah ia mengerjakan; dan barang siapa yang tidak mendapatinya, maka hendaklah ia dengan kalimat thayyibah, karena dengan kalimat thayyibah itu satu kebagusan yang akan memberi balasansepuluh yang semisalnya sampai tujuh ratus kali lipat. Keselamatan dan rahmat ALLAH serta barokah-Nya semoga di limpahkan atas kamu dan ats Rasulullah.''( Pada saat itu, Khutbah Nabi adalah sesudah shalat Jum'at. Adapun perubahan waktu khutbah itu menjadi sebelum shalat kelak akan kami terangkan seperlunya, Insya ALLAH !)

Inilah khutbah Jum'at yang pertama kali di kerjakan oleh Nabi Muhammad s.a.w. sepanjang yang diriwayatkan oleh Ibnu Hisyam dalam kitab Sirahnya dan sebelum ia berkhutbah seperti yang tertera itu, lebih dulu beliau mengucapkan puji syukur kepada ALLAH s.w.t.

Iman Hijrah dan Jihad : 30 Cara Melunakan Hati

Bismillahir-Rahmanir-Rahim

...Insya Allah kita tidak lalaiakan do’a yang satu ini : “Duhai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah diriku dalam dien-MU (Islam).”
Begitulah, menjaga kondisi hati untuk
senantiasa istiqomah berada di jalan ALLAH
Subhaanahu wa Ta’ala, senantiasa bersih dari
segala kotoran dan lembut dari segala
kekerasan (hati), tidaklah mudah.
Kesibukan dan rutinitas kita yang menguras
tenaga dan pikiran, serta interaksi yang terus
menerus dengan masalah duniawi, jika tidak di
imbangi dengan “makanan-makanan” hati,
terkadang membuat hati menjadi keras, kering,
lalu mati…
Padahal sebagai seorang Mukmin, dalam
melihat berbagai macam persoalan kehidupan,
haruslah dengan mata hati yang jernih.
Untuk itu, beberapa nasehat berikut patut kita
renungi (terkhusus buat diri saya pribadi) dalam
upaya melembutkan hati.
KITA HENDAKNYA SENANTIASA :
1. Takut akan datangnya maut secara tiba-tiba
sebelum kita sempat bertaubat.
2. Takut tidak menunaikan hak-hak ALLAH
secara sempurna. Sesungguhnya hak-hak ALLAH
itu pasti akan dimintai pertanggung jawabannya.
3. Takut tergelincir dari jalan yang lurus, dan
berjalan di atas jalan kemaksiatan dan jalan
syaithan.
4. Takut memandang remeh atas banyaknya
nikmat ALLAH pada diri kita.
5. Takut akan balasan siksa yang disegerakan di
dunia, karena maksiat yang kita lakukan.
6. Takut mengakhiri hidup (mati) dengan su’ul
khatimah.
7. Takut menghadapi sakaratul maut dan
sakitnya sakaratul maut.
8. Takut menghadapi pertanyaan malaikat
Munkar dan Nakir di dalam kubur.
9. Takut akan adzab dan prahara di alam kubur.
10. Takut menghadapi pertanyaan hari Qiyamat
atas dosa besar dan dosa kecil yang kita lakukan.
11. Takut melalui titian (shirath) yang tajam.
Sesungguhnya titian itu lebih halus daripada
rambut dan lebih tajam daripada pedang.
12. Takut dijauhkan dari memandang wajah
ALLAH.
13. Perlu mengetahui tentang dosa dan aib kita.
14. Takut terhadap nikmat ALLAH yang kita
rasakan siang dan malam, sedang kita tidak
bersyukur.
15. Takut tidak diterima amalan-amalan dan
ucapan-ucapan kita.
16. Takut bahwa ALLAH tidak akan menolong
dan membiarkan kita sendiri.
17. Kekhawatiran kita menjadi orang yang
tersingkap aibnya pada hari kematian dan pada
hari timbangan ditegakkan.
18. Hendaknya kita mengembalikan urusan diri
kita, anak-anak, keluarga, suami/isteri dan harta
kita kepada ALLAH Subhaanahu wa Ta’ala. Dan
jangan kita bersandar dalam memperbaiki
urusan ini kecuali hanya kepada ALLAH.
19. Sembunyikanlah amal-amal kita dari riya’ ke
dalam hati, karena terkadang riya’ itu memasuki
hati kita, sedang kita tidak merasakannya. Hasan
Al-Basri rahimahullah pernah berkata kepada
dirinya sendiri.
“Berbicaralah engkau wahai diri, dengan ucapan
orang shaleh, yang qana’ah lagi ahli ibadah. Dan
janganlah engkau melaksanakan amal orang
fasik dan riya’. Demi ALLAH, ini bukan sifat
orang mukhlis.”
20. Jika kita ingin sampai pada derajat ikhlas
maka hendaknya akhlak kita seperti akhlak
seorang bayi yang tidak peduli orang yang
memujinya atau membencinya.
21. Hendaknya kita memiliki sifat cemburu
ketika larangan-larangan ALLAH diremehkan.
22. Ketahuilah bahwa amal shaleh dengan
sedikit dosa jauh lebih disukai ALLAH, daripada
amal shaleh yang banyak tetapi dengan dosa
yang banyak pula.
23. Ingatlah setiap kita sakit bahwa kita telah
istirahat dari dunia dan akan menuju akhirat,
dan akan menemui ALLAH dengan amalan yang
buruk.
24. Hendaknya ketakutan pada ALLAH menjadi
jalan kita menuju ALLAH selama kita sehat.
25. Setiap kita mendengar kematian seseorang
maka perbanyaklah mengambil pelajaran dan
nasihat. Dan jika kita menyaksikan jenazah,
maka khayalkanlah bahwa kita yang sedang
diusung.
26. Hati-hatilah menjadi orang yang mengatakan
bahwa ALLAH menjamin rezeki kita sedang
hatinya tidak tenteram kecuali sesuatu yang ia
kumpul-kumpulkan. Dan menyatakan
sesungguhnya akhirat itu lebih baik dari dunia,
sedang kita tetap mengumpul-ngumpulkan harta
dan tidak menginfakkannya sedikit pun. Dan
mengatakan bahwa kita pasti mati padahal dia
tidak pernah ingat mati.
27. Lihatlah dunia dengan pandangan i’tibar
(pelajaran) bukan dengan pandangan mahabbah
(kecintaan) kepadanya dan sibuk dengan
perhiasannya.
28. Ingatlah bahwa kita sangat tidak kuat
menghadapi cobaan dunia. Lantas apakah kita
sanggup menghadapi panasnya Jahannam?
29. Di antara akhlak sesama mukmin (wal
mukminah) adalah saling nasehat-menasehati
antar sesamanya.
30. Jika kita melihat orang yang lebih “besar”
dari kita, maka muliakanlah dia dan katakan
kepadanya, “Anda telah mendahului saya di
dalam Islam dan amal shaleh, maka anda jauh
lebih baik di sisi ALLAH. Anda keluar ke dunia
setelah saya, maka anda lebih sedikit dosanya
dari saya dan anda lebih baik dari saya di sisi
ALLAH.
“….ALLAH mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan)
kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya
beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
dan sesungguhnya merugilah orang yang
mengotorinya.” (QS. Asy-Syam [91]: 8, 9, 10).
Sungguh beruntung bagi siapapun yang mampu
menata qalbunya menjadi bening, jernih,
bersih, dan selamat.
Sungguh berbahagia dan mengesankan bagi
siapapun sekiranya memiliki qalbu yang tertata,
terpelihara, dan terawat dengan sebaik-baiknya.
Karena selain senantiasa merasakan kelapangan,
ketenangan, ketenteraman, kesejukan, dan
indahnya hidup di dunia ini, pancaran
kebeningan hati pun akan tersemburat pula dari
indahnya setiap aktivitas yang dilakukan.
Orang yang bersih hati itu, luar biasa nikmatnya,
luar biasa bahagianya, dan luar biasa mulianya.
Tidak hanya di dunia ini, tapi juga di akhirat
kelak.
“Dan sesungguhnya ALLAH menyukai orang-
orang yang bersih. Hai orang-orang yang
beriman bertakwalah kepada ALLAH, dan
hendaklah kamu bersama orang-orang yang
benar.” (QS. At-Taubah [9]: 108&119)
o
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-
Nya ...Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika
menurut sahabat note ini bermanfaat ....
#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA
ILAHI#------------------------------------------------....
Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma
Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta
Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....

Wednesday, February 1, 2012

Iman Hijrah dan Jihad : Kejujuran, Kesaksian dan Pengakuan Iblis

Edisi ini saya akan berbagi tentang satu hadits panjangyang luar biasa dahsyat maknanya. Saya yakin cukup dengan satu hadits ini jika setiap kita membaca, menyelami dan mengamalkannya dengan baik insya Allah kita akan menjadi mukmin sejati. Tak perlu berpanjang, berikut kutipan lengkapnya.
Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas:
Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengarpanggilan seseorang dari luar rumah: "Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku." Rasulullah bersabda: "Tahukahkalian siapa yang memanggil?" Kami menjawab: "Allah dan rasulNya yang lebih tahu". Beliau melanjutkan, "Ituiblis, laknat Allah bersamanya".
Umar bin Khattab berkata: "izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah". Nabi menahannya: "Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini,pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkandengan baik."
Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi. Iblis berkata: "Salam untukmu Muhammad . Salam untukmu para hadirin",
Rasulullah SAW lalu menjawab: "Salam hanya milik Allah SWT. Sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?" Iblis menjawab: "Wahai Muhammad , aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa". "Siapa yang memaksamu? ""Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata: Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimudebu yang ditiup angin".
"Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh".
Orang yang Dibenci Iblis
Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: "Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?" Iblis segera menjawab: "Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci."
"Siapa selanjutnya?" tanya Rasulullah.
"Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT."
"Lalu siapa lagi?"
"Orang Alim dan wara' (Loyal)"
"Lalu siapa lagi?"
"Orang yang selalu bersuci."
"Siapa lagi?"
"Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain."
"Apa tanda kesabarannya?"
" Wahai Muhammad , jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang-orang yang sabar".
"Selanjutnya apa?"
"Orang kaya yang bersyukur"
"Apa tanda kesyukurannya?"
"Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya."
"Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?"
"Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam."
"Umar bin Khattab?"
"Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur."
"Usman bin Affan?"
"Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya."
"Ali bin Abi Thalib?"
" Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mau melakukan itu." (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)
Amalan yang Dapat Menyakiti Iblis
"Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak saalat?"
"Aku merasa panas dingin dan gemetar."
"Kenapa?"
"Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat."
"Jika seorang umatku berpuasa?"
"Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka."
"Jika ia berhaji?"
"Aku seperti orang gila."
"Jika ia membaca Alquran?"
"Aku merasa meleleh laksana timah di atas api."
"Jika ia bersedekah?"
"Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji."
"Mengapa bisa begitu?"
"Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya."
"Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?"
"Suara kuda perang di jalan Allah."
"Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?"
"Taubat orang yang bertaubat."
"Apa yang dapat membakar hatimu?"
"Istighfar di waktu siang dan malam."
"Apa yang dapat mencoreng wajahmu?"
"Sedekah yang diam - diam."
"Apa yang dapat menusuk matamu?"
"Salat fajar"
"Apa yang dapat memukul kepalamu?"
"Saalat berjamaah."
"Apa yang paling mengganggumu?"
"Majelis para ulama."
"Bagaimana cara makanmu?"
"Dengan tangan kiri dan jariku."
"Dimanakah kau menaungi anak - anakmu di musim panas?"
"Di bawah kuku manusia."
Manusia yang Menjadi Teman Iblis
Nabi lalu bertanya: "Siapa temanmu wahai Iblis?"
"Pemakan riba"
"Siapa sahabatmu?"
"Pezina"
"Siapa teman tidurmu?"
"Pemabuk"
"Siapa tamumu?"
"Pencuri"
"Siapa utusanmu?"
"Tukang sihir"
"Apa yang membuatmu gembira?"
"Bersumpah dengan cerai"
"Siapa kekasihmu?"
"Orang yang meninggalkan salat Jumaat"
"Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?"
"Orang yang meninggalkan salatnya dengan sengaja"
Iblis Tidak Berdaya di Hadapan Orang Ikhlas
Rasulullah SAW lalu bersabda: "Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu."
Iblis segera menimpali: " tidak, tidak. Tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku.
Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang saleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas."
"Siapa orang yang ikhlas menurutmu?"
"Tidakkah kau tahu wahai Muhammad , bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku."
Iblis Dibantu oleh 70.000 anak - anaknya
Tahukah kamu Muhammad , bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak-anak muda, sebagian untuk menganggu orang-orang tua, sebagianuntuk menggangu wanta-wanita tua, sebagian anak-anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.
Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada salat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu salat berjamaah.
Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.
Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia. Jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.
Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dansyaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.
Syaithan juga berkata, "keluarkan tanganmu", lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya. Mereka, anak-anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.
Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.
Tahukah kamu, Muhammad ? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuhdan kufur.
Cara Iblis Menggoda
Tahukah kau Muhammad , dusta berasal dari diriku?
Akulah mahluk pertama yang berdusta.
Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.
Tahukah kau Muhammad ?
Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan namaAllah bahwa aku benar-benar menasihatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gosip) dan Namimah (adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku. Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata-kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak-anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, Cerai.
Wahai Muhammad , umatmu ada yang suka mengulur ulur salat. Setiap ia hendak berdiri untuk salat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk,lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan salat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia salat. Namun aku bisikkan ke telinganya 'lihat kiri dan kananmu', ia pun menoleh. Pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan 'salatmu tidak sah'. Bukankah kamu tahu Muhammad , orang yang banyak menoleh dalam salatnya akan dipukul.
Jika ia salat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Iapun salat seperti ayam yang mematuk beras.
Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia salat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.
Kamu tahu bahwa melakukan itu batal salatnya dan wajahnya akan diubah menjadi wajah keledai.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam salat.
Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan ia pun semakin taat padaku.
Kebahagiaan apa untukmu, sedangan aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan salat. Aku katakan padanya, "kamu tidak wajib salat, salat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan miskin tidak. Jika kehidupanmu telah berubah baru kau salat."
Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan salat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.
Wahai Muhammad , jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.
Wahai Muhammad , apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari Islam?"

10 Permintaan Iblis kepada Allah SWT
"Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?"
"10 macam"
"Apa saja?"
"Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman, "Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan." (QS Al-Isra :64)
Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampurdengan riba. Aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.
Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah. Maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.
Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku. Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.
Allah berfirman, "Orang - orang boros adalah saudara -saudara syaithan. " (QS Al-Isra : 27)
Wahai Muhammad , aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab, "silahkan", aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.
Iblis berkata: "Wahai Muhammad , aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda."
Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun. Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.
Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.
Rasulullah SAW lalu membaca ayat: "mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT" (QS Hud :118 - 119). Juga membaca, " Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku" (QS Al-Ahzab: 38)
Iblis lalu berkata: " Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk-mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir.Ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan akutak berbohong."

Iman Hijrah dan Jihad : Keberangkatan Nabi Muhammad S.A.W. dari Quba'

Kemudian sesudah sahabat 'Ali bersama-sama dengan keluarga Nabi Muhammad s.a.w. dan keluarga sahabat Abu Bakar r.a. sampai di Quba', baru satu atau dua malam mereka diam di kampung Quba', dan Nabi disana lebih dari sepuluh malam, masjid yang beliau dirikan telah selesai di kerjakaan dan telah mulai di pergunakan untuk tempat bersembahyang oleh beliau, waktu itu kaum Muslimin di Quba' menyangka, bahwa tentu Nabi lebih lama lagi berdiam di Quba'. Tetapi ALLAH memerintahkan kepada Nabi supaya beliau meneruskan perjalanan beliau sampai ke kota Yatsrib (Madinah)

Pada saat itu kaum Muslimin di Quba' terpaksa bertanya kepada Nabi : ''Ya, Rasulullah ! Apakah tuan memang menghendaki rumah (tempat tinggal) yang lebih baik dari kita?''

Nabi Muhammad s.a.w. menjawab : ''Oh tidak begitu. Saya telah mendapat perintah supaya saya melanjutkan perjalanan ke suatu desa yang memakan beberapa desa, maka hendaklah kamu sekalian membiarkan perjalanan unta ini. (Perkataan-perkataan itu berarti bahwa penduduk Madinah itu kerapkali menaklukan desa atau daerah lain, dan lalu memakan harta benda kepunyaan penduduk desa yang mereka taklukan. Demikianlah menurut kitab Shahih Bukhary dan lain-laainnya)

Sebelum berangkat ke Madinah Nabi Muhammad s.a.w. memberi kabar kepada kaum Muslimin ini disana terutama keluarga keturunan Najjar. Oleh sebab itu pada hari beliau hendak berangkat mereka telah datang berduyun-duyun ke Quba' dan mereka sama berpakaian kebesaran serta bersenjatakan pedang, hendak menjemput dan mengiringkan perjalanan Nabi dari Quba' sampai ke Madinah.

Sebelum berangkat Nabi Muhammad s.a.w. datang di Masjid Quba' yang baru selesai di dirikan beliau. Beliau berdiri di muka Masjid itu, dan para sahabat Muhajirin dan Anshar di sekeliling tempat Nabi berdiri. Dan Nabi bersabda kepadaa mereka :

''Amu'minuuna antum?''
''Apakah kamu sekalian orang-orang beriman?''

Mereka semuanya diam ; tidak ada seorangpun yang berani menjawab. Lalu Nabi bersabda lagi :

''Amu'minuuna antum?''
''Apakah kamu sekalian orang-orang beriman?''

Mereka semuanya tetap diam, kecuali hanya sahabat 'Umar bin Al-Khaththab yang berani berkata :

''Ya, Rasuulullah innahum mu'minuun, wa anaa minhum''
''Ya, Rasulullah ! Bahwa mereka sesungguhnya mereka itu orang-orang beriman, dan saya dari pada mereka.''

Lalu Nabi Muhammad bersabda pula :

''Atu'minuuna bilqadhaai?''
''Apakah kalian semua percaya akan keputusan Tuhan?''

Mereka berkata :

''Na'am''
''Ya''

Nabi bersabda :

''Watashbiruuna 'alalbalaai?''
''Dan apakah kamu sekalian tahan (bersabar) akan malapetaka(bencana)?''

Mereka berkata :

''Na'am''
''Ya''

Nabi bersabda :

''Watasykuruuna 'alarrajaai?''
''Dan apakah kalian bersyukur atas kegirangan?''

Mereka berkata :

''Na'am''

Nabi bersabda :

''Mu'minuun, warabalka'bah''
''Demi Tuhannya Ka'bah, mereka orang-orang beriman.''