Thursday, April 12, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Kejadian Hebat dan Penting : Peringatan ALLAH kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam

Fat1hah.gif




Menurut riwayat sebagaimana yang diriwayatkan oleh kebanyakan para ulama ahli tafsir, bahwa sebagian besar yang selalu menyebarkan fitnah kepada Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam itu ialah para ahli kitab yang ada di negeri Hijaz. Terutama yang berdiam dikota Madinah dan sekelilingnya. Karena jika tidak demikian, tentulah fitnah itu tidak sampai begitu luas tersebar dan tersiarnya. Kalau hanya dari kaum Musyrikin saja tentang fitnah yang berkenaan dengan peralihan qiblat atau lainnya, niscaya sedikit sekali orang yang mau mendengarkannya dan yang menerimanya.


Para ahli kitab (Yahudi) dikala itu sudah terkenal dalam urusan ilmu pengetahuan adalah melebihi dari pada bangsa (kaum) lainnya. Golongan orang yang terkenal sedemikian itu sudah barang tentu didengar dan diterima segala perkataannya, oleh orang banyak, walaupun mereka memperkatakan hal-hal atau urusan yang tidak benar, apalagi mereka (kaum Yahudi) itu terkenal pula sebagai golongan ahli agama.


Para pendeta dan para pemuka agama Yahudi, sebagaimana diatas telah diriwayatkan, senantiasa mencela, mencerca dan memperolok-olokkan Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam dan agama yang dibawanya, dengan macam-macam celaan dan cercaan. Dalam pada itu mereka mengemukakan alasan-alasan yang dikatakan kepada orang banyak, bahwa perkataan-perkataan mereka itu diambilkan dari kitab yang ada pada mereka; padahal - dalam hakikatnya - bukan dari kitab mereka, hanya mereka bermaksud mengelabuhi orang banyak, agar dipercaya segala usung fitnah yang dikatakannya.


Untuk membasmi segala usung fitnah yang disiarkan oleh mereka, terutama yang berkenaan dengan dengan urusan peralihan qiblat, maka oleh ALLAH dikala itu dengan tegas dinyatakan kedustaan mereka dengan ayat firman-Nya yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam yaitu yag berbunyi :


a144.png


sp1.gifDengarkan


''qad nar aa taqalluba wajhika fii al ssam aa -i falanuwalliyannaka qiblatan tar daa h aa fawalli wajhaka sya th ra a lmasjidi a l h ar aa mi wa h aytsu m aa kuntum fawalluu wujuuhakum sya th rahu wa-inna al la dz iina uutuu a lkit aa ba laya'lamuuna annahu a l h aqqu min rabbihim wam aa al l aa hu bigh aa filin'amm aa ya'maluun a.''


144. Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit [96], maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.


Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 144


Tegasnya : Bahwa segala sesuatu yang dikatakan oleh para ahli kitab itu sebenarnya berlainan atau berbeda dengan apa yang telah dipercayai oleh mereka sendiri. Karena sesungguhnya mereka itu sudah mengerti tentang kebenaran Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam, dan juga sudah mengetahui tentang urusan qiblat itu, bahwa semuanya itu dari wahyu ALLAH yang di turunkan kepada Nabi-Nya (Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam).


Pribadi Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam dikala itu, sebagai seorang manusia oleh karena senantiasa mendengar dan menerima berita-berita usung fitnah dari pendeta-pendeta Yahudi, maka beliau mengharapkan bahwa mereka itu hendaknya mempercayai (mengimankan) agama yang dibawa olehnya. Pengharapan beliau yang sedemikian itu tidak sebagaimana pengharapan beliau kepada orang-orang musyrik. Dengan demikian, maka timbullah kerusuhan atau kesedihan hati beliau, karena dari banyaknya syubhat-syubhat yang dibikin dan didatangkan oleh oleh golongan ahli kitab terhadap agama Islam dan diri pribadi Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam.


Sekalipun para ahli kitab itu sebenarnya sudah tidak akan samar-samar lagi terhadap kebenaran agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam. Sebagaimana yang telah ditegaskan oleh wahyu ALLAH yang tertera tadi, namun pribadi Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tetap berharap agar mereka itu mempercayai kepada beliau dan agama yang dibawa olehnya. Oleh sebab itu, maka sebagai kelanjutan ayat yang tertera di atas tadi, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dikala itu, ialah ayat yang mengandung peringatan kepada beliau, yang berbunyi :


a145.png


sp1.gifDengarkan


''wala-in atayta al la dz iina uutuu a lkit aa ba bikulli aa yatin m aa tabi'uu qiblataka wam aa anta bit aa bi'in qiblatahum wam aa ba' dh uhum bit aa bi'in qiblata ba' dh in wala-ini ittaba'ta ahw aa -ahum min ba'di m aa j aa -aka mina a l'ilmi innaka i dz an lamina al zhzhaa limiin a.''


145. Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), merekatidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamupun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebahagian merekapun tidak akan mengikuti kiblat sebahagian yang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim.


Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 145


Sudah berbudi yang sedemikian jeleknya dan sudah berkepala batu, sehingga berkelakuan pembantah dan penyangkal keterangan yang benar sudah mendarah dan mendaging dalam hati mereka, maka wahyu Al Qur'an yang sedemikian jelasnya itu sudah tidak akan dapat berpengaruh kepada mereka. Dengan demikian, maka jika sekiranya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mendatangkan atau menunjukkan beberepa keterangan kepada mereka, tidaklah mereka akan mau mengikut qiblat beliau, dan beliaupun tidak akan mengikut kepada qiblat mereka; dan sebenarnya di antara golongan ahli kitab sendiri (Yahudi dan Nasrani) sudah juga terjadi perselisihan tentang urusan qiblat, kaum Yahudi mempunyai qiblat sendiri, dan kaum Nasrani mempunyai qiblat sendiri. Dengan demikian, maka sebagian mereka tidak akan mengikut qiblat sebagian yang lain.


Berhubung dengan itu, maka Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam diberi peringatan oleh ALLAH, yang berarti : Demi jika engkau (Muhammad) mengikut kemauan atau keinginan mereka sesudah datang kepada engkau ilmu pengetahuan maka sesungguhnya engkau seketika itu masuk daripada golongan orang-orang yang menganiaya diri sendiri.


Demikianlah di antara peringatan ALLAH kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dikala itu. Dan menurut riwayat, bahwa sebelum Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menerima peringatan yang tertera diatas itu, pernah juga diberi peringatan yang serupa. Karena beliau dikala itu merasa kesal dan pedih hati melihat dan merasakan orang-orang ahli kitab yang diharap-harapkan supaya mengikut Islam dan mempercayai agama beliau sudah memalingkan muka dari beliau. Adapun riwayatnya dengan singkat demikian :


Kaum Yahudi dikota Madinah dan sekelilingnya pada mulanya memang penuh harapan kepada Nabi dan kaum Muslimin akan dijadikan alat untuk menghantam agama Nasrani yang sudah mulai berkembang disekitar jazirah Arab. Dengan demikian mereka suka berdamai dan berlunak-lunak terhadap Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam: sebaliknya kaum Nasrani berusaha dan mencari jalan sedemikian pula, dengan tujuan akan memperkuda terhadap Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan kaum Muslimin. Maka kaum Nasrani dari Najran mengirimkan utusan sebesar 60 orang dengan menyampaikan hadiah kepada Nabi dikala itu sebagai yang kami riwayatkan sebelumnya, karena ada pengharapan dan tujuan tertentu. Kedatangan mereka ke Madinah di waktu Nabi berselisih dengan kaum Yahudi tentang berbagai soal, terutama tentang soal peralihan qiblat di palingkan ke Mekah. Agar perslisihan itu bertambah ramai dan semakin menjadi-jadi, maka datanglah mereka kepada Nabi. Dalam pada itu, mereka mempergunakan kesempatan yang luas itu untuk mengembangkan agama Nasrani ke seluruh negeri Yaman dan Syam. Karena kalau keadaan kaum Yahudi tidak dalam kesulitan dan keributan, sudah barang tentu mereka tidak akan leluasa untuk mengembangkan agamanya.


Berhubung dengan itu, maka kekesalan dan kepedihan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sebagai tersebut tadi, oleh ALLAH beliau diperingatkan dengan firman-Nya yang diturunkan di kala itu, yang berbunyi :


a120.png


sp1.gifDengarkan


''walan tar daa 'anka a lyahuudu wal aa al nna shaa r aa h att aa tattabi'a millatahum qul inna hud aa al l aa hi huwa a lhud aa wala-ini ittaba'ta ahw aa -ahum ba'da al la dz ii j aa -aka mina a l'ilmi m aa laka mina al l aa hi min waliyyin wal aa na sh iir in''


120. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.


Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 120


Ayat ini dengan tegas dan menjelaskan, bahwa kaum Yahudi dan kaum Nasrani sekali-kali dan atau selamanya tidak akan rela, tidak akan suka hati kepada Nabi dan agama yang dibawanya, sehingga beliau mengikut agama mereka.


Pengharapan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan keinginannya supaya mereka itu beriman dan mengikut beliau itu tidak ada salahnya, dan beliau dari semula berpendapat dan merasa tidak ada yang lebih patut mengakui dan membenarkan agama Islam yang dibawanya itu selain daripada mereka, itupun ada benarnya, karena mereka itulah orang-orang ahli kitab dan banyak yang cerdik pandai, yang dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah; akan tetapi karena mereka itu sudah merubah ajaran dasar agama mereka yang asli, dan dalam mereka beragama itu sudah bertaqlid buta saja, maka tidaklah akan mungkin lagi mereka itu dapat diharapkan untuk mempercayai, membenarkan dan mengikut Islam. Bahkan mereka (kaum Yahudi dan kaum Nasrani) itu selamanya tidak akan suka hati dan tidak akan rela terhadap Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, selama Nabi belum mengikut agama mereka.


Oleh sebab itu, maka dengan tegas Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam diperintahkan oleh ALLAH supaya memberitakan kepada mereka : Bahwa sesungguhnya petunjuk dan pimpinan ALLAH itulah yang sebenar-benar petunjuk dan pedoman (pimpinan).


Ayat ini seakan-akan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam diperintahkan supaya menegaskan pendirian yang sebenarnya, bahwa petunjuk ALLAH atau agama Islam itulah yang sebenar-benar petunjuk. Sebab itu, maka bukan kami yang harus mengikut agama kamu, tetapi kamulah yang sepatutnya mengikut kepada agama kami. Dan agar supaya para ahli kitab (Yahudi-Nasrani) mengerti tentang pendirian Nabi yang sebenarnya, dan agar mereka jangan lagi menaruh pengharapan kepada Nabi supaya mengikut kemauan mereka, maka ALLAH menegaskan kepada beliau yang berarti :''Dan demi jika engkau mengikut kemauan mereka, menurut keinginan hawa nafsu mereka, sesudah engkau mendapat pengetahuan dan keterangan tentang kesesatan mereka, niscaya engkau tidak akan mempunyai Pengawal dan Penolong dari ALLAH.


Tegasnya : Oleh ALLAH, Nabi diperingatkan, janganlah sekali-kali mengikut kemauan atau menurut keinginan mereka (Yahudi - Nasrani), dan jangan pula terpengaruh oleh buah fikiran mereka yang selalu menarik-narik dan mengajak kepada beliau. Jika sekiranya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sampai mengikuti dan menurut keinginan mereka barang sebentar dengan tujuan supaya mereka dapat pula nanti terpengaruh dan ditarik kepada ajaran dan ke dalam Islam, maka ALLAH seketika itu juga akan memutuskan penjagaan dan pertolongan-Nya dari beliau.


Penjelasan singkat :


Tentang ayat-ayat ALLAH yang mengandung perintah kepada Nabi sebagai tertera itu, oleh sebagian para ahli tafsir telah dijelaskan tujuannya, antara lain pentafsir Al Manar memberi penjelasan : Peringatan dan pengawasan ini buka ditujukkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, karena beliau itu selamanya awas dan waspada serta tidak ada putus-putusnyamenerima wahyu ALLAH yang memimpin dan mendukung beliau selama menyampaikan tugasnya yang amat berat dan besar itu.


Selanjutnya Pentafsir AL Manar menegaskan : adapun yang diperingatkan dalam ayat itu ialah segenap umat Islam, umat pengikut Nabi Muhammad, bukan Nabi-Nya, karena ALLAH mengetahui bahwa Nabi-Nya tidak akan mau mengikut kemauan atau menurut keinginan hawa nafsu kaum Yahudi dan Kaum Nasrani dalam hal apapun juga, dan karena Dia sudah memelihara Nabi-Rasul-Nya itu dari kegelinciran dan kesesatan. Sesungguhnya kedatangan ayat itu menurut rangkaian kata jelas, yaitu : Nabi dikhithab, tetapi yang dituju ialah umatnya, dengan tujuan untuk memberi peringatan dan pengajaran kepada orang-orang yang datang di masa kemudian Nabi. Yakni : Orang-orang yang mengikut sunnahnya dan mengambil petunjuknya.


Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia bersumber dari :

alquran_indonesia.png


Baca juga post sebelumnya :

<<==Kejadian Hebat dan Penting : Peristiwa beralih qiblat menjadi Fitnah besar


Jika Anda Sebarkan Content ini di Facebook, Twitter, forum maupun Blog, Insya ALLAH amal jariah untuk Anda.


Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Wednesday, April 11, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Kejadian Hebat dan Penting : Peristiwa beralih qiblat menjadi Fitnah besar

Fat1hah.gif




Sebagaimana di muka telah diriwayatkan, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam sejak hijrah ke Madinah apabila mengerjakan shalat menghadap ke arah Baitul Maqdis, sampai kurang lebih 16 bulan lamanya. Sesudah itu, barulah Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam mendapat perintah supaya menghadap ke arah Baitul Haram (Ka'bah).


Sekedar untuk menambah riwayat yang tersebut itu, agar supaya jelas, baiklah disini kami kutipkan uraian dan penjelasan para ulama ahli tarikh dan ahli tafsir tentang riwayat perpindahan atau perpalingan qiblat shalat yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam dari Baitul Maqdis ke Baitul Haram itu, yang dikala itu menimbulkan atau menjadi fitnah besar bagi kaum ahli kitab, kaum Munafiqin dan kaum Musyrikin.


Menurut riwayat, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam sewaktu ada di Mekah, apabila mengerjakan shalat beliau menghadap ke Ka'bah; dan sewaktu beliau telah hijrah ke Madinah pada mulanya diperintahkan supaya menghadap ke Baitul Maqdis, karena untuk menjadi petunjuk kepada kaum Yahudi di Madinah yang mengerjakan shalat menghadap kesana.


Sepanjang riwayat, bahwa sebelum Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam beralih qiblat ke Baitul Maqdis, pada mula-mulanya beliau di Madinah ada suatu peristiwa yang riwayatnya sebagai berikut :


Nabi selalu di bujuk dan di tarik-tarik oleh segolongan kaum Yahudi supaya suka berpindah ke kota Baital Maqdis (Palestina) saja, dengan alasan, bahwa kota itu adalah suatu tanah suci yang telah disediakan oleh ALLAH bagi tempat kediaman para Rasul-Nya. Mereka berkata :''Maka jika engkau itu benar-benar seorang Rasul Tuhan, wahai Muhammad, hendaklah engkau berdiam di tanah suci itu, menurut jejak para Rasul Tuhan yang terdahulu daripada engkau.''


Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam dikala itu hanya menghadapkan muka apabila mengerjakan shalat ke arah Baitul Maqdis dengan seidzin ALLAH, tipu daya dan bujukan kaum Yahudi kepada Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam tidaklah berhenti dan putusnya; tetapi apa yang telah di lakukan oleh beliau, sebagai jawaban atas bujukan mereka dikala itu? Jangankan akan berpindah dan berdiam di kota Baitul Maqdis, sedangkan menghadapkan muka saja kesana sewaktu mengerjakan shalat, tidak lagi dikerjakan. Karena beliau telah diperintahkan oleh ALLAH supaya memindahkan qiblatnya dari arah Baitul Maqdis ke arah Baitul Haram.


Dengan riwayat singkat seperti yang tersebut itu jelas, bahwa perpalingan qiblat shalat itu terjadi dua kali, yang selanjutnya beliau tetap menghadap ke arah Baitul Haram (Ka'bah) di Mekah; dan beliau menghadap ke arah Baitul Maqdis, hanya selama 16 bulan.


Berhubungan dengan itu, maka sudah barang tentu peristiwa perpalingan dan beralih qiblat shalat itu menimbulkan atau membawa fitnah yang amat besar, sebagaimana telah diuraikan di muka. Kaum Yahudi mencacimaki beliau, kaum Musyrikin memperolok-olokkan beliau dan kaum Munafiqin terus mencela beliau. Dan lebih dari pada itu, mereka mengganggu pula kepada kaum Muslimin, agar kaum Muslimin timbul keragu-raguan terhadap kebenaran Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam.


Demikianlah, maka di antara ayat yang diturunkan oleh ALLAH di kala itu ada yang berarti :''Dan tidak KAMI menjadikan qiblat yang telah ada engkau menghadap kepadanya itu melainkan supaya KAMI mengetahui akan orang yang mengikut Rasul daripada orang yang berbalik di atas kedua tumitnya.''


Maksudnya : terjadi peralihan qiblat dari arah Baital Maqdis ke arah Baital Haram yang ditetapkan oleh ALLAH kepada Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam tidak lain melainkan supaya dapat diketahui dengan nyata oleh Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam dan oleh orang ramai juga, siapa yang masih tetap mengikut Nabi, masih penuh kepercayaannya kepada beliau, dan siapa yang telah bergoncang dan bergoyang kepercayaannya kepada beliau, lalu surut dan mundur menjadi kafir lagi.


Maka kelanjutan ayat itu dengan tegas oleh ALLAH dinyatakan :Dan sesungguhnya adalah peralihan qiblat itu sangat berat, kecuali atas orang-orang yang ditunjuki oleh ALLAH.''


Maksudnya : Orang-orang yang tidak merasa berat mengikut beralih qiblat sebagai yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam itu, ialah mereka yang telah diberi petunjuk dan pimpinan oleh ALLAH, dengan iman yang kokoh kuat kepada Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam.


INFORMASI UNTUK SAHABAT MWB


Jam Terbit Post Baru : 06:00-08:00 WIB


Kunjungan Balasan : 20:00 s/d 24:00 WIB


Berkomentarlah Yang Baik, Tunjukkan Apresiasi Anda kepada sejarah Islam niscaya anda akan cinta pada ALLAH, Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam dan Para Mukmin dan Umat Muslimin.


Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia bersumber dari :

alquran_indonesia.png


Jika Anda Sebarkan Content ini di Facebook, Twitter, forum maupun Blog, Insya ALLAH amal jariah untuk Anda.


Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Tuesday, April 10, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Asal mula perintah pindah qiblat shalat

Fat1hah.gif




Menurut Riwayat, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam jika mengerjakan shalat sejak hijrah ke Madinah, adalah menghadapkan muka ke Baitul Maqdis, sampai lebih kurang 16 bulan lamanya.


Pada selama itu Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam seringkali mengharap dan berkenang-kenangan, mudah-mudahan saja TUHAN menyuruh supaya kita menghadap kembali ke Baitullah (Ka'bah). Kemudian pada suatu waktu, Nabi berkata kepada Malaikat Jibril :''Saya selalu memohon kepada ALLAH, mudah-mudahan saja ALLAH memalingkan muka saya dari kiblat kaum Yahudi.''. Ketika itu Jibril berkata :''Ya Rasulullah, sebaiknya engkau terus memohon saja kepada ALLAH !''


Selanjutnya Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam bila mengerjakan shalat kerapkali menghadapkan muka ke atas langit, sambil memohon kepada ALLAH. Mudah-mudahan saja ALLAH dengan segera memindahkan qiblat shalat bagi Nabi dan kaum Muslimin daripada qiblat kaum Yahudi. Oleh sebab itu pada suatu waktu, Nabi tengah mengerjakan shalat dan sedang ruku' , tiba-tiba ALLAH menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam yang bunyinya demikian :


a144.png


sp1.gifDengarkan


''qad nar aa taqalluba wajhika fii al ssam aa -i falanuwalliyannaka qiblatan tar daa h aa fawalli wajhaka sya th ra a lmasjidi a l h ar aa mi wa h aytsu m aa kuntum fawalluu wujuuhakum sya th rahu wa-inna al la dz iina uutuu a lkit aa ba laya'lamuuna annahu a l h aqqu min rabbihim wam aa al l aa hu bigh aa filin 'amm aa ya'maluun a.''


144. Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit [96], maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.


Keterangan ayat :

[96] Maksudnya ialah Nabi Muhammad SAW sering melihat ke langit mendo'a dan menunggu-nunggu turunnya wahyu yang memerintahkan beliau menghadap ke Baitullah.


Menurut riwayat yang masyhur ketika itu Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam tengah mengerjakan shalat Ashar bersama sahabat-sahabatnya. Dan seketika itu juga Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam memalingkan mukanya ke Baitullah. Bersama sahabat-sahabat yang ma'mum ketika itupun, lalu ikut apa yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam.


Kemudian setelah kejadian perubahan qiblat dalam mengerjakan shalat bagi Nabi dan kaum pengikutnya, maka timbullah rupa-rupa ejekan dan cercaan dari kaum Yahudi di Madinah, kaum munafiqin dan kaum Musyrikin di Mekah. Ejekan-ejekan tersebut diantaranya demikian :


Sebagian daripada pendeta-pendeta kaum Yahudi datang kepada Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam seraya berkata :''Ya Muhammad, mengapa engkau sekarang pindah qiblat yang telah hadapi, padahal engkau itu katanya seorang Nabi yang mengikut agama Nabi Ibrahim ? Tetapi sekarang terbukti menyalahi qiblat Nabi Ibrahim dan Nabi-nabi dari Bani Israil dahulu, maka dari itu cobalah engkau kembali menghadap ke Baitul Maqdis, nanti kita akan mengikut dan membenarkan seruanmu.''


Kaum Musyrikin di Mekah setelah menerima kabar adanya perubahan qiblat tadi, lalu mereka berkata kepada sebagiannya :''Muhammad itu memang selamanya tidak mempunyai pendirian yang tetap. Dahulu sejak dia masih di Mekah jika mengerjakan shalat menghadapkan mukanya ke Ka'bah maka sesudah pindah ke Madinah jika mengerjakan shalat menghadapakan mukanya ke kiblat orang Yahudi. Sekarang ada kabar lagi, jika mengerjakan shalat menghadapkan mukanya ke Ka'bah; nanti barangkali pada lain waktu kembali lagi menghadap ke qiblat kaum Yahudi. Mengapa orang tak berpendirian tetap dan tak bertujuan yang pasti diikuti orang. Maka jika begitu, jelas dan teranglah orang-orang yang mengikut kepadanya itu orang-orang bodoh. Hem, amat goblok orang yang mengikut kepadanya itu.''


Ejekan kaum Yahudi, kaum Musyrikin dan kaum Munafiqin yang seperti itu, sesungguhnya memang suatu fitnah dari mereka kepada kaum Muslimin, sengaja hendak menghina kepada Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam. Oleh sebab itu, pada ketika itu ALLAH lalu menurunkan wahyu kepada Nabi yang bunyinya :


a142.png


sp1.gifDengarkan


''sayaquulu al ssufah aa u mina al nn aa si m aa wall aa hum 'an qiblatihimu al latii k aa nuu 'alayh aa qul lill aa hi a lmasyriqu wa a lmaghribu yahdii man yasy aa u il aa sh ir aath in mustaqiim in.''


142. Orang-orang yang kurang akalnya [93] diantara manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah:"Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberei petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus [94]".


Keterangan ayat :

[93] Maksudnya: ialah orang-orang yang kurang pikirannya sehingga tidak dapat memahami maksud pemindahan kiblat.

[94] Di waktu Nabi Muhammad SAW berada di Mekah di tengah-tengah kaum musyirikin beliau berkiblat ke Baitul Maqdis. Tetapi setelah 16 atau 17 bulan Nabi berada di Madinah ditengah-tengah orang Yahudi dan Nasrani beliau disuruh oleh Tuhan untuk mengambil Ka'bah menjadi kiblat, terutama sekali untuk memberi pengertian bahwa dalam ibadat shalat itu bukanlah arah Baitul Maqdis dan Ka'bah itu menjadi tujuan, tetapi menghadapkan diri kepada Tuhan. Untuk persatuan umatIslam, Allah menjadikan Ka'bah sebagai kiblat.


a143.png


sp1.gifDengarkan


''waka dzaa lika ja'aln aa kum ummatan wasa th an litakuunuu syuhad aa -a 'al aa al nn aa si wayakuuna al rrasuulu 'alaykum syahiidan wam aa ja'aln aa a lqiblata al latii kunta 'alayh aa ill aa lina'lama man yattabi'u al rrasuula mimman yanqalibu 'al aa 'aqibayhi wa-in k aa nat lakabiiratan ill aa 'al aa al la dz iina had aa al l aa hu.''


143. Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan [95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah.

Keterangan ayat :

[95] Umat Islam dijadikan umat yang adil dan pilihan, karena mereka akan menjadi saksi atas perbuatan orangyang menyimpang dari kebenaran baik di dunia maupun di akhirat.


Kemudian dari pada itu, pada suatu waktu Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam dapat pertanyaan dari sahabat-sahabatnya :''Ya Rasulullah bagaimana hukum mereka (sahabat-sahabat) yang telah wafat lebih dahulu sebelum terjadu pindah qiblat ini? Apakah amal mereka yang sudah-sudah diterima oleh ALLAH.?''


Pada waktu itu Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam tidak memberi jawaban atas pertanyaan mereka tadi; dan seketika itu juga ALLAH menurunkan wahyu kepada Nabi yang bunyinya :


''wam aa k aa na al l aa hu liyu dh ii'a iim aa nakum inna al l aa ha bi al nn aa si larauufun ra h iim un.''


''Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.''


Demikianlah singkatnya riwayat pindah qiblat pada zaman itu; dan keterangan yang lebih panjang adalah sebagaiman tersebut dalam kitab-kitab hadits dan kitab-kitab tafsir yang besar.


INFORMASI UNTUK SAHABAT MWB
Jam Terbit Post Baru : 06:00-08:00 WIB
Kunjungan Balasan : 20:00 s/d 24:00 WIB
Berkomentarlah Yang Baik, Tunjukkan Apresiasi Anda kepada sejarah Islam niscaya anda akan cinta pada ALLAH, Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam dan Para Mukmin dan Umat Muslimin.


Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia bersumber dari :

alquran_indonesia.png


Baca juga riwayat post sebelumnya :

<<==Kejadian Hebat dan Penting : Sahabat Sa'ad bin Waqqash dan'Utbah bin Ghazwan pulang ke Madinah


Jika Anda Sebarkan Content ini di Facebook, Twitter, forum maupun Blog, Insya ALLAH amal jariah untuk Anda.


Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Monday, April 9, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Kejadian Hebat dan Penting : Sahabat Sa'ad bin Waqqash dan 'Utbah bin Ghazwan pulang ke Madinah

Fat1hah.gif




Di post sebelumnya telah kami riwayatkan, bahwa Sa'ad bin Abi Waqqash dan sahabat 'Utbah bin Ghazwan ikut pasukan tentara Abdullah bin Jahsy telah sesat jalannya, sehingga tidak bertemu lagi pada kawan-kawannya. Dan ketika pasukan tentara tadi sampai di Madinah pun, mereka belum kembali ke Madinah.


Kemudian setelah ada kejadian-kejadian sebagai tersebut di atas, maka Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam kedatangan seorang utusan kaum Quraisy dari Mekah yang diutus supaya menebus kedua orang Quraisy dari Mekah tadi. Oleh Nabi permintaan itu ditolaknya, kecuali jika kedua sahabat yang hilang karena sesat jalannya tadi telah pulang ke Madinah. Karena Nabi kuatir, kalau kedua orang sahabt yang tercinta itu mati terbunuh atau tertawan oleh kaum Musyrikin Quraisy.


Kemudian selang beberapa hari, datanglah sahabat Sa'ad dan sahabat 'Utbah pulang kembali ke Madinah dengan selamat. Maka dari itu barulah permintaan dan tebusan kaum Musryikin Quraisy tadi diterima oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.


Dan kendatipun begitu, seorang dari kedua tawanan tadi yang bernama Hakam bin Kaisan dengan ikhlas tidak suka ditebus, dan lebih suka mengikut seruan Nabi (Islam); adapun yang satu yang bernama Utsman bin Abdullah lalu ikut kembali pulang ke Mekah.


Dan selanjutnya Hakam bin Kaisan menjadi seorang yang mukmin, dan Utsman bin Abdullah menjadi seorang yang kufur kepada ALLAH. Jadi, dalam riwayat Islam, kedua orang tadi adalah orang yang pertama kali tertawan oleh kaum Muslimin dan 'Amr Al-Hadlramy adalah orang yang pertama kali terbunuh oleh kaum Muslimin juga; dan rampasan tadi adalah rampasan yang pertama kali didapat oleh kaum Muslimin.


Kemudian dari pada itu, kaum Muslimin pada saat itu banyak yang meminta kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam supaya mengadakan perang dengan mereka yang akan memerangi kaum Muslimin, mereka meminta begitu itu sengaja hendak bersungguh-sungguh membela agama ALLAH dan mengharap pahalaNya. Oleh sebab itu ketika itu ALLAH menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang bunyinya :


a218.png


sp1.gifDengarkan


''inna al la dz iina aa manuu wa a lla dz iina h aa jaruu waj aa haduu fii sabiili al l aa hi ul aa -ika yarjuuna ra h mata al l aa hi wa al l aa hu ghafuurun ra h iim un''


218. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 218


INFORMASI UNTUK SAHABAT Blogger
Jam Terbit Post Baru : 06:00-08:00 WIB
Kunjungan Balasan : 20:00 s/d 24:00 WIB
Berkomentarlah Yang Baik, Tunjukkan Apresiasi Anda kepada sejarah Islam niscaya anda akan cinta pada ALLAH, Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam dan Para Mukmin dan Umat Muslimin. Ibaratkan anda adalah bagian dari Islam dahulu dan masa depan Islam. Belajarlah mencintai Sunatullah di dalamnya.


Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia bersumber dari :

alquran_indonesia.png


Baca Juga Kisah sebelumnya :

<<==Kejadian Hebat dan Penting : Pasukan Tentara Islam yang dipimpin oleh Abdullah bin Jahsy, Tawanan dan Rampasan yang pertama kali, Wahyu ALLAH yang diturunkan


Jika Anda Sebarkan Content ini di Facebook, Twitter, forum maupun Blog, Insya ALLAH amal jariah untuk Anda.


Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Sunday, April 8, 2012

Kejadian Hebat dan Penting : Pasukan Tentara Islam yang dipimpin oleh Abdullah bin Jahsy, Tawanan dan Rampasan yang pertama kali, Wahyu ALLAH yang diturunkan

Fat1hah.gif





perangbadar1.jpg


Pada bulan Rajab tahun kedua Hijrah, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memberangkatkan tentaranya sebanyak 8 orang dan dikepalai oleh Abdullah bin Jahsy; adapun B orang tadi terdiri dari jago-jago pemuda sahabat Muhajirin, yang nama-namanya sebagai berikut :


1. Sa'ad bin Abi Waqqash,

2. 'Akasyah bin 'Utbah,

3. 'Utbah bin Ghazwan,

4. Abu Hudzaifah bin 'Utbah,

5. Suhail bin Baidla' ,

6. Amir bin Rabi'ah,

7. Waqid bin 'Abdillah,

8. Khalid bin Bukair dan Abdullah bin Jahsy sebagai kepala mereka.


Tiap-tiap orang diantara mereka, berkendaraan unta, sebelum mereka berangkat dari Madinah, ketika itu oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pimpinan mereka (Abdullah) diberi sepucuk surat tertutup, dan surat itu tidak diperkenankan dibuka oleh Abdullah, kecuali jika perjalanan mereka sudah dua hari dua malam. Kemudian setelah perjalanan 'Abdullah dan tentaranya sudah berjalan dua hari barulah surat tadi dibuka oleh 'Abdullah, yang di dalamnya berisi petunjuk yang berarti :''Bahwa apabila kamu telah melihat suratku ini, maka hendaklah engkau terus berjalan sehingga engkau sampai didesa Nakhlah, yang desa itu letaknya diantara Mekah dan Thaif, disana turunlah engkau, lalu selidikilah keadaan kaum Quraisy. Kemudian sesudah engkau mendapat kabar mereka, maka segeralah engkau mengkabarkan kepada kita.''


Surat tersebut setelah dibuka dan dibaca oleh 'Abdullah bin Jahsy, lalu ia berkata kepada kawan-kawannya yang menjadi tentaranya: ''Sungguh Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah memerintahkan kepadaku supaya menyelidiki kaum Quraisy dan mencari kabar tentang yang diperbuat oleh mereka. Juga Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mencegah kepadaku, janganlah kita memaksa seseorang diantara kamu semua. Maka dari itu barangsiapa diantara kamu hendak mencari mati mati syahid dan cinta padanya, marilah kita berangkat bersama-sama, dan barangsiapa tidak cinta kepada yang sedemikian itu, maka pulanglah !Adapun aku terus berjalan mengikut perintah Rasulullah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.''


Ketika itu kawan-kawannya semua ikut meneruskan perjalanan (menurut apa yang diperintahkan oleh Rasulullah). Seorangpun tidak ada yang kembali (pulang). Tiba-tiba setelah masing-masing meneruskan perjalanan dan setelah keluar dari batas desa Naklah, tersesatlah perjalanan unta yang dikendarai oleh Sa'ad bin Abi Waqqash dan Utbah bin Ghazwan dari jalan yang sebenarnya. Karena kedua-duanya mengendarai seekor unta, maka dari itu mereka lalu terbelakang daripada perjalanan teman-temannya.


'Abdullah bin Jahsy melanjutkan perjalanan bersama kawan-kawannya sehingga sampai didesa Naklah; dan disanalah mereka dapat bertemu dengan seperangkatan unta kaum Quraisy yang membawa perdagangan sedang berjalan dan dipimpin oleh 'Amr Al-Hadhramiy.



Ketika itu barisan 'Abdullah bin Jahsy yang begitu kecil tadi setelah mendapati angkatan perdagangan keum Quraisy tersebut, maka dengan diam-diam lalu bermusyawarat, dan akhir musyawarat mereka semufakat hendak menyerang angkatan unta tadi dan merampas segala apa yang sedang dibawanya. Oleh sebab itu pertempuran lalu terjadi, dan akhirnya 'Amr bin -Hadhramiy (kepala angkatan Quraisy) dapat terbunuh oleh panah Waqid bin 'Abdullah Asy-Syamsy. Kemudian kawan-kawannya 'Amr bin bin Hadhramiy membela, yang diantaranya ialah 'Utsman bin 'Abdullah, Hakam bin Kaisan dan Naufal bin Abdullah; tetapi pembelaan dan perlawanan mereka masing-masing dapat dikalahkan oleh pasukan kaum Muslimin tadi, dan akhirnya mereka dapat tertawan dan barang dagangan yang dibawanya semuanya dirampas oleh pasukan tentara 'Abdullah bin Jahsy.


Kejadian itu kebetulan pada akhir bulan Rajab tahun kedua Hijrah. Selanjutnya ketiga orang Quraisy yang tertawan tadi, yang satu dapat meloloskan diri, ialah Abdullah bin Naufal, jadi 2 orang tertawan. Inilah rampasan dan tawanan yang pertama sekali didapat oleh kaum Muslimin.


Kaum Musyrikin Quraisy di Mekah, setelah menerima kabar terjadinya perampasan yang dilakukan oleh kaum Muslimin, maka dengan segera mereka mengirim pasukan tentara mereka kedesa tersebut, untuk mengejar pasukan tentara Muslimin yang kecil tadi; tetapi setelah tentara Quraisy sampai didesa tersebut, tentara Muslimin telah kembali ke Madinah.


Pasukan tentara Abdullah bin Jahsy kembali ke Madinah dengan membawa dua orang tawanan dan rampasan unta yang membawa perdagangan dan barang-barang dagangan. Ketika itu tersiarlah kabar kepada penduduk di Mekah dan Madinah, dan tempat-tempat disekeliling dua negeri tersebut, bahwa pengikut Muhammad (kaum Muslimin) telah merampas perdagangan kaum Quraisy pada bulan haram (suatu bulan yang dimuliakan oleh sekalian penduduk di kedua kota tersebut). Oleh sebab itu kaum Quraisy di Mekah dan kaum Yahudi di Madinah waktu itu sangat mencela dan mercerca perbuatan perbuatan kaum Muslimin yang seperti tadi. Karena pada saat itu telah ada undang-undang bagi seumumnya bangsa Arab, istimewa pula bagi kaum Arab Quraisy, bahwa pada bulan haram (Rajab, Dzul-qaidah, Dzulhijah dan Muharram), tidak diijinkan bagi bangsa Arab seumummnya berbuat pertumpahan darah, terutama berperang, oleh sebab itu kaum Musyrikin Quraisy dan kaum Yahudi ketika itu sangat keras dan tajamlah mencela perbuatan yang keluar dari undang-undang tadi, dan mereka menyiarkan pula kemana-mana, bahwa Muhammad dan kaum pengikutnya membolehkan akan perbuatan penumpahan darah pada bulan haram, dan merampas serta menawan pada bulan itu.


Mereka tidak mengerti, bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak menyuruh berbuat yang sedemikian itu; bahkan ketika 'Abdullah bin Jahsy bersama kawan-kawannya menghadap Nabi seraya membawa barang rampasan dan dua orang tawanan, maka Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :


''Maa amartukum biqitaali fii syahril jahram.''

''Saya tidak menyuruh kamu sekalian berperang didalam bulan haram (bulan yang terhormat)


Dalam waktu itu mereka menyesal akan yang telah di perbuatnya, karena perbuatannya tidak mengikut perintah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan ketika itupun Nabi tiak sudi menerima tawanan dan rampasan tadi.



Oleh sebab adanya kejadian yang seperti diatas tadi, maka ketika itu ALLAH menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang bunyinya :


a217.png


sp1.gifDengarkan


''yas-aluunaka 'ani al sysyahri a l h ar aa mi qit aa lin fiihi qul qit aa lun fiihi kabiirun wa sh addun 'an sabiili al l aa hi wakufrun bihi wa a lmasjidi a l h ar aa mi wa-ikhr aa ju ahlihi minhu akbaru 'inda al l aa hi wa a lfitnatu akbaru mina a lqatli wal aa yaz aa luuna yuq aa tiluunakum h att aa yarudduukum 'an diinikum ini ista th aa 'uu waman yartadid minkum 'an diinihi fayamut wahuwa k aa firun faul aa -ika h abi th at a'm aa luhum fii al dduny aa wa a l- aa khirati waul aa -ika a sh - haa bu al nn aa ri hum fiih aa kh aa liduun a.''


217. Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) darijalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah [134]. Dan berbuat fitnah [135] lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dariagamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, danmereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.


Keterangan Ayat :

[134] Jika kita ikuti pendapat Ar Razy, maka terjemah ayat di atas sebagai berikut: Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar, dan (adalah berarti) menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah dan (menghalangi manusia dari) Masjidilharam. Tetapi mengusir penduduknya dari Masjidilharam (Mekah) lebih besar lagi (dosanya) di sisi Allah." PendapatAr Razy ini mungkin berdasarkan pertimbangan, bahwa mengusir Nabi dan sahabat-sahabatnya dari Masjidilharam sama dengan menumpas agama Islam.

[135] Fitnah di sini berarti penganiayaan dan segala perbuatan yang dimaksudkan untuk menindas Islam dan Muslimin


Ayat ini berarti, bahwa berbuat mulai perang di bulan haram itu terlarang; tetapi kaum Musyrikin di Mekah telah berbuat terhadap kaum Muslimin yang lebih besar daripada itu, yakni :

Mereka suka merintangi orang-orang banyak dari jalan (agama) ALLAH. Kaum Muslimin sudah tidak sedikit yang merasakan aniaya, disiksa daripada mereka itu. Mereka kufur pada ALLAH. Mereka melarang kaum Muslimin yang hendak mengerjakan ibadah haji di Mekah. Mereka mengusir kaum Muslimin dari Mekah


Dari sebab itu perbuatan-perbuatan yang semacam itu lebih besar dosanya, maka tidak berkesalahn sedikitpun bagi kaum Muslimin jikalau menyerang mereka, atau berani memerangi mereka itu pada bulan haram, karena fitnah-fitnah atau gangguan-gangguan mereka kepada kaum Muslimin lebih berbahaya dan lebih besar dosanya dari pada pembunuhan atau peperangan. Dan jika mereka tidak diperbuat diperangi dan dibunuh, sudah tentu mereka terus menerus hendak memerangi kaum Muslimin, agar supaya kaum Muslimin membalik dan berpaling dari pada agamanya (Al-Islam) dan mengikut agama mereka.


Diriwayatkan, bahwa setelah wahyu ALLAH yang tersebut itu diturunkan dan disiarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam; maka giranglah kaum Muslimin, terutama mereka yang membawa tawanan tadi, diterima dengan baik oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.


Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia bersumber dari :

alquran_indonesia.png


Baca Juga Kisah sebelumnya :

<<==Kejadian Hebat dan Penting : Perang Buwath, Perang 'Usyairah, Perang Badar yang pertama kali


Jika Anda Sebarkan Content ini di Facebook, Twitter, forum maupun Blog, Insya ALLAH amal jariah untuk Anda.


Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Saturday, April 7, 2012

Kejadian Hebat dan Penting : Perang Buwath, Perang 'Usyairah, Perang Badar yang pertama kali.

Fat1hah.gif






perangbadar1.jpg


Sekembalinya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ke Madinah, maka tidak berapa lama, Nabi menerima kabar, bahwa seperangkatan unta yang membawa perdagangan kaum Musyrikin Quraisy dari negeri Syam sebanyak 1500 unta dan seratus orang lelaki yang dikepalai oleh Umayyah bin Khalaf hendak kembali ke Mekkah. Oleh sebab itu lalu dengan segera Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersiap berangkat menuju desa Buwath.


Desa Buwath itu nama suatu gunung yang letaknya dari Madinah kira-kira perjalanan 5 pos (dekat pelabuhan Jambu'). Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berangkat dengan diiringkan oleh pasukan tentara Muslimin terdiri dari sahabat-sahabat Muhajirin sebanyak 200 orang dengan berbendera putih di bawa oleh Sa'ad Abi Waqqash Radi-Allahu anhu. Ketika itu pimpinan kaum Muslimin di Madinah di serahkan kepada sahabat Sa'ad bin 'Utsman bin Madl'un Radi-Allahu anhu.


Berangkatnya Rasulullah di bulan Rabi'ul Awwal tahun kedua dari Hijrah. Maka setelah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sampai di tempat yang di tuju, ternyata seperangkatan unta kaum Musyrikin Quraisy yang hendak ditegur dan ditolak serangannya sudah berlalu dari Buwath, maka dari itu pertempuran tidak terjadi, dan Nabi bersama tentara Islam lalu pulang (kembali)) ke Madinah dengan selamat.




perangbadar2.jpg


Menurut riwayat, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sekembalinya di Madinah maka tidak berselang beberapa lama, terdengarlah kabar oleh Nabi, bahwa kaum Quraisy hendak mengadakan angkatan perdagangannya lagi ke negeri Syam, angkatan tersebut sebanyak 1000 unta, yang membawa perdagangan seharga 50.000 dinar, dan orang-orang yang mengiringinya lebih dari 30 orang dan dikepalai oleh seorang ketua Quraisy yang tidak asing lagi namanya bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan kaum Muhajirin, ialah Abu Sufyan bin Harb.


Maka setelah mendengar kabar ini, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam lalu beliau bersiap mengatur pasukan tentara kaum Muslimin sebanyak 150 orang, kemudian pada hari permulaan bulan Jumadil 'Ula tahun kedua Hijrah, berangkatlah Nabi dengan diiringkan oleh tentaranya yang terdiri dari sahabat-sahabat Muhajirin dengan berbendera putih dan di bawa oleh sahabat Hamzah Radi-Allahu anhu.


Pimpinan kaum Muslimin di Madinah ketika itu diserahkan kepada Abu Salamah bin 'Abdul Asad. Beliau berangkat menuju ke suatu desa yang bernama 'Usyairah. Nama 'Usyairah ini asal mulanya nama suatu jurang didekat Yanbu', dimana sengaja hendak menegur dan menolak gangguan kaum Quraisy, kalau-kalau mereka itu mengganggu kaum Muslimin di Madinah. Tetapi setelah kaum Muslimin sampai ditempat tersebut seperangkatan unta kaum Quraisy telah berlalu. Maka dari itu tentu saja ketika itu tidak terjadi pertempuran. Dan waktu itu Nabi, lalu mengadakan perjanjian perdamaian dengan kabilah Bani Mudlij, yang ketika itu mereka sedang di bawah pengaruh Banu Dhamrah, padahal Banu Dhamrah telah mengadakan perdamaian dengan dengan Nabi, sebagaimana riwayatnya telah kami riwayatkan di pos sebelumnya (dalam judul Perang Waddan). Dan perjanjian Nabi dengan Banu Mudlij, adalah sepertu perjanjian beliau dengan Banu Dhamrah juga. Kemudian Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersama kaum Muslimin lalu kembali (pulang) ke Madinah dengan selamat.




perangbadar.jpg


Diriwayatkan, bahwa sekembali Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan kaum Muslimin dari 'Usyairah tersebut, maka selang beberapa hari Nabi menerima kabar, bahwa disuatu desa yang bernama Badar, ada seorang bernama Kurz bin Jabir Al-Fihry merusak tanaman dan merampas buah-buahan kepunyaan penduduk di Madinah; maka dari itu Nabi dengan segera lalu berangkat bersama kaum Muslimin (yang jumlahnya di dalam kitab-kitab Tarikh yang telah kami ketahui tidak di sebutkan).


Beliau berangkat dengan berbendera putih dan di bawa oleh sahabat 'Ali bin Abi Thalib Radi-Allahu anhu, dan pimpinan kaum Muslimin di Madinah diserahkan kepada sahabat Zaid bin Haritsah. Keberangkatan Nabi ini hendak sengaja mengejar perampas dan perusak tadi, tetapi setelah Nabi sampai di badr, perampas dan perusak tadi telah meloloskan diri, oleh sebab itu pertempuran itu tidak terjadi.


Nama Badr ini adalah suatu nama tempat mata air yang letaknya di antara Mekah dan Madinah, tetapi lebih dekat dari Madinah; dan perang ini dalam kitab tarikh disebutkan perang Badr al-ula dan disebutkan pula Perang Safwan ini adalah nama suatu jurang didekat Badr. Kemudian Nabi bersama pengiringnya lalu kembali ke Madinah dengan selamat.


Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia bersumber dari :

alquran_indonesia.png


Baca Juga Kisah sebelumnya :

<<==Kejadian Hebat dan Penting : Pasukan Tentara Islam yang dikepalai oleh Hmzah, Pasukan tentara Islam yang dikepalai oleh'Ubaidah, Perang Waddan


Jika Anda Sebarkan Content ini di Facebook, Twitter, forum maupun Blog, Insya ALLAH amal jariah untuk Anda.


Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Friday, April 6, 2012

Kejadian Hebat dan Penting : Pasukan Tentara Islam yang dikepalai oleh Hamzah, Pasukan tentara Islam yang dikepalai oleh 'Ubaidah, Perang Waddan

Fat1hah.gif




perangbadar1.jpg


Menurut riwayat, bahwa pasukan tentara Islam yang pertama kali di angkat oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam guna menolak akan serangan kaum Musyrikin Quraisy, ialah tentara Islam yang dikepalai oleh Hamzah bin 'Abdul Muthalib Radi-Allahu anhu yang terdiri dari pada kaum Muhajirin sebanyak 30 orang, berbendera putih dan yang membawa benderanya ialah sahabat Abu Martsad Radi-Allahu anhu. Hamzah berangkat dengan diiringi oleh tentara Islam yang tak seberapa jumlahnya tadi menuju ke suatu tempat yang bernama 'Ish dekat tepi lautan yang dipergunakan jalan bagi angkatan perdagangan kaum Musyrikin Quraisy. Adapun kaum Musyrikin Quraisy yang hendak bertempur yang hendak bertempur dengan kaum Muslimin ialah mereka yang sedang kembali berdagang dari Syam yang banyaknya lebih kurang 300 orang dan dikepalai oleh Abu Jahal. Mereka masing-masing setelah berhadapan muka dan bertempur saling panah memanah, maka tidak antara lama, datanglah seorang kepala Bani Dlamrah yang bernama Majidi bin 'Amr Al Juhani, mendamaikan pertempuran tadi. Akhirnya pertempuran berhenti, tentara Islam kembali ke Madinah, dan tentara Quraisy kembali ke Mekah.



perangbadar2.jpg


Diriwayatkan : Bahwa pada bulan Syawal tahun 1 Hijrah, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memberangkatkan pula pasukan tentara Islam dengan dikepalai oleh sahabat 'Ubaidah bin Harits Radi-Allahu anhu guna menolak serangan dan gangguan kaum Musyrikin Al-Quraisy. Pasukan tentara Islam sebanyak 80 orang, berbendera putih dibawa oleh sahabat Misthah bin Atsastah; adapun tentara Musyrikin sebanyak 200 orang.


Kedua pasukan ini setelah bertemu lalu terjadi pertempuran di tepi laut di suatu tempat yang terletak di antara negeri Mekah dan Madinah. Maka setelah pertempuran terjadi masing-masing melepaskan panahnya, yang akhirnya tentara kaum Musyrikin ketakutan terhadap tentara kaum Muslimin, lalu mengundurkan diri. Dan diantara mereka ada dua orang yang menyerahkan diri kepada kaum Muslimin. Kedua orang tadi ialah seorang yang bernama Miqdad bin Al-Aswad dari Bani Zuhrah dan seorang lagi yang bernama Atbah bin Ghazwan dari Bani Naufah, yang kedua-duanya itu keturunan Quraisy. Mereka setelah menyerahkan diri lalu dengan ikhlas mengikut Islam.



perangbadar.jpg


Menurut riwayat Ibnu Hisyam dari riwayat Ibnu Ishaq, dan dikuatkan pula oleh Imam Bukhary dalam Tarikh Shaghirnya, bahwa Ghazwah perang Waddan ini adalah Ghazwah yang pertama kali Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengepalainya. Waddan itu ialah nama suatu gunung yang terletak di antara Mekah dan Madinah; dan ghazwah Abwa', karena Waddan itu suatu nama gunung yang letaknya berdekatan dengan desa 'Abwa' yang kira-kira perjalanan 6 mil.


Kejadian Ghazwah Waddan ini ketika hari tanggal 12 bulan Shafar tahun kedua dari Hijrah. Pada hari dan bulan itu, berangkatlah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dengan diiringi oleh sahabat-sahabat Muhajirin yang banyaknya 70 orang. Sahabat-sahabat Anshar satupun tidak ada yang disuruh mengikut. Sebelum Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berangkat, pimpinan kaum Muslimin di Madinah diserahkan kepada sahabat Sa'ad bin 'Ubadah Radi-Allahu anhu. Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berangkat menuju ke Waddan dengan diiringkan oleh pasukan tentara tersebut dengan berbendera putih di bawa oleh sahabat Hamzah Radi-Allahu anhu (Mamak Nabi), dimana Nabi dan tentaranya perlu menolak gangguan seperangkatan unta yang membawa perdagangan kaum Musyrikin Quraisy. Tetapi setelah Nabi dan tentara Islam sampai di Waddan ternyata seperangkat unta tadi telah lewat, maka ghazwah tadi tidak sampai terjadi.


Kemudian ditempat tersebut Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengadakan perjanjian dengan kaum Arab dari Bani Dhamrah, perjanjian tersebut oleh pembesar kaum ini yang namanya Majdi bin Amr Adl-Dhamri telah diterima dengan baik. Adapun perjanjiannya, ialah :


1. Bahwa Bani Dhamrah, tidak diperkenankan menyerang atau memerangi lebih dahulu kepada kaum Muslimin.


2. Bahwa kaum Muslimin tidak diperkenankan menyerang atau memereangi lebih dahulu kepada mereka.


3. Bahwa jika masing-masing dari dua golongan dapat serangan dari luar, maka wajib membela dan menolong dengan sekuat-kuatnya.


4. Bahwa Bani Dhamrah tidak diperkenankan membantu apasaja kepada orang-orang yang hendak memusuhi kaum Muslimin.


Selanjutnya setelah perjanjian perdamaian selesai, lalu Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersama tentara Islam kembali ke Madinah dengan selamat. Dan menurut riwayat, bahwa sejak berangkat sampai kembalinya tentara Islam ini adalah dalam waktu 15 hari 15 malam lamanya.


Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia bersumber dari :

alquran_indonesia.png


Baca Juga Kisah sebelumnya :

<<=''Sebab-sebab manusia mengingkari kebenaran.''


Jika Anda Sebarkan Content ini di Facebook, Twitter, forum maupun Blog, Insya ALLAH amal jariah untuk Anda.


Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Thursday, April 5, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : ''Sebab-sebab manusia mengingkari kebenaran.''

Fat1hah.gif



Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com


Sebab-sebab manusia mengingkari kebenaran, yakni :


1, Bodoh, inilah yang terbanyak.

2. Kurang atau tidak sesuai dengan yang memeluk kebenaran sering kali pula menjadi musuhnya.

3. Telah mempunyai adat-istiadat atau kebiasaan sendiri yang telah turun temurun sejak berabad-abad.

4. Khawatir dan takut bercerai dengan keluarganya kerabatnya atau handai-taulannya.

5. Khawatir kehilangan pangkatnya, kedudukan, kemuliaannya atau kesenangan dirinya dan lain-lainnya.


Bagi kaum Yahudi dan kaum-kaumnya pada masa itu, yang mengingkari terutusnya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak lain tidak bukan, mereka bersikap begitu itu di sebabkan mereka menjalankan salah satu atau lebih dari kelima hal itu.


Yang menjalankan hal yang pertama sudah tentu orang-orang awam, rakyat jelata kebanyakan, mereka yang bodoh-bodoh.


Yang melakukan hal kedua, sudah tentu daripada pendeta-pendeta mereka yang dengki dan iri hati terhadap diri Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.


Yang menjalankan hal ketiga, sudah tentu terdiri dari orang-orang awam yang telah sejak berabad-abad bertaqalid buta kepada para ulama dan para pendeta mereka.


Yang melakukan hal keempat sudah barang tentu dari pada mereka yang mencintai kehidupan di dunia.


Dan yang menjalankan hal kelima, sudah tentu terdiri daripada para ulama, para pendeta dan para pembesar mereka.


Oleh sebab itu, seorang dari rakyat kebanyakan yang hendak memeluk kebenaran, haruslah berani meninggalkan semua kebiasaan yang sudah umum yang nyata-nyata menjalani pokok-pokok yang suci, haruslah berani memisahkan diri daripada siapa saja yang menyalahi pokok-pokok yang suci. Demikian pula seorang ulama atau pendeta atau pembesar yang hendak mengikut kebenaran haruslah berani memisahkan atau mengasingkan diri dari cara-cara hidup yang salah, berani bercerai dengan keluarganya, dengan kerabatnya, dengan handai taulannya, dan harus berani pula memusnahkan pengaruh yang menyesatkan dirinya dan pengikut-pengikutnya.


Umat Islam dewasa ini perlu sekali memperhatikan dan mencamkan sebab-sebab orang mengingkari kebenaran, terutama bagi ulama-ulama mereka, penuntun-penuntun mereka, penganjur-penganjur mereka, pendidik-pendidik mereka serta pemimpin-pemimpin mereka, agar supaya semua perbuatannya sehari-hari dan segala tindakannya setiap waktu tidak sampai menyalahi kebenaran dan tidak pula ia berani mengingkari kebenaran, sekalipun kebenaran itu datangnya dari fihak yang derajatnya di pandang lebih rendah, dan walaupun datangnya dari fihak musuh, maka kebenaran itu harus di terimanya dan di ikutinya sebagaimana mestinya. Adapun kebenaran yang di maksudkan oleh Islam ialah kebenaran yang mempunyai alasan-alasan suci, alasan-alasan yang nyata-nyata berasal dari ALLAH dan RasulNya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.


Wajiblah bagi umat Islam mengingat firman ALLAH :


''Alhaqqu min rabika falaa takuunanna minal mumtariin.''


''Kebenaran itu dari TUHANmu maka itu janganlah sekali-kali kamu menjadi orang-orang yang ragu-ragu.''


Sumber Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia Blog ini dari :

alquran_indonesia.png


Walhamdulillahi Rabbil 'alamin

Wednesday, April 4, 2012

Iman Hijrah dan Jihad BlogSpot.com : ''Peringatan'' sebab-sebab kaum Yahudi menolak kebenaran yang di bawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam

Fat1hah.gif



Iman Hijrah dan Jihad BlogSpot.com - Berkenaan dengan post-post sebelumnya tentamg Yahudi, agar supaya tidak terasa janggal baiklah kami uraikan secara singkat tentang sebab-sebab kaum Yahudi terutama kebanyakan pendeta-pendetanya mengingkari kebenaran terutusnya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan seruan beliau. Karena hal ini perlu sekali menjadi peringatan bagi ummat Islam umumnya dewasa ini.


Dalam Al Qur'an TUHAN telah menyatakan :


a089.png


sp1.gifDengarkan


''walamm aa j aa -ahum kit aa bun min 'indi al l aa hi mu sh addiqun lim aa ma'ahum wak aa nuu min qablu yastafti h uuna 'al aa al la dz iina kafaruu falamm aa j aa -ahum m aa 'arafuu kafaruu bihi fala'natu al l aa hi 'al aa a lk aa firiin a.''


89. Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur'an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka [70], padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka la'nat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.


Keterangan :

[70] Maksudnya kedatangan Nabi Muhammad SAW yang tersebut dalam Taurat dimana diterangkan sifat-sifatnya.


Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 89


Ayat ini berarti bahwa sebelum Nabi di bangkitkan dan sebelum Al Qur'an di turunkan, kaum Yahudi telah menanti-nanti kedatangan beliau, lebih-lebih apabila mereka berkeinginan hendak mengalahkan orang-orang bangsa Arab penyembah arca dan berhala di kota Madinah yang mendesak kedudukan mereka. Demikianlah mereka telah selalu memohon kepada TUHAN supaya TUHAN segera membangkitkan Nabi dan PesuruhNya yang telah di beritakan di dalam kitab-kitab yang sudah-sudah, seperti Taurat yang ada pada mereka. Tetapi setelah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam di bangkitkan, padahal sifat-sifat beliau telah mereka kenal benar-benar, dan setelah Al Qur'an itu diturunkan, sedang Al Qur'an itu membenarkan kitab Taurat yang ada pada mereka, segera mereka mengingkari, tidak mau percaya kepada segala apa yang telah mereka ketahui. Oleh sebab itu kutuk (laknat) TUHAN tetaplah di jatuhkan kepada mereka (kaum Yahudi yang kafir), patut di tambahkan bahwa ayat itu di turunkan berkenaan dengan penolakan seorang pendeta Yahudi terhadap seruan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam


Dan didalam Al Qur'an ALLAH telah menyatakan pula :


a146.png


sp1.gifDengarkan


''al la dz iina aa tayn aa humu a lkit aa ba ya'rifuunahu kam aa ya'rifuuna abn aa -ahum wa-inna fariiqan minhum layaktumuuna a l h aqqa wahum ya'lamuun a.''


146. Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri [97]. Dansesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.


Keterangan :

[97] Mengenal Muhammad SAW yaitu mengenal sifat-sifatnya sebagai yang tersebut dalam Taurat dan Injil.


Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 146


Ayat itu menunjukkan bahwa mereka kaum Yahudi itu sejak Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa Sallam belum di bangkitkan telah mengenal dengan yakin akan sifat-sifat beliau, sebagaimana mereka mengenal sifat-sifat anak-anak mereka. Tetapi mereka dengan sungguh-sungguh menyembunyikan kebenaran, karenanya mereka pura-pura tidak mengetahuinya; padahal mereka telah mengetahui benar-benar; bahwa beliau itu adalah seorang Nabi Pesuruh ALLAH yang telah diberitakan didalam kitab agama mereka Taurat !


Pendek kata didalam Al Qur'an tidaklah sedikit ayat-ayat firman ALLAH yang menjelaskan bahwa ahli kitab agama yang dulu seperti Yahudi dan Nasrani telah mengetahui dan mengenal dengan sungguh-sungguh akan berita yang termaktub dalam kitab-kitab agama mereka tentang akan dibangkitkannya seorang Nabi di kota Mekah ditanah Arab. Tetapi oleh karena mereka dengan sungguh-sungguh menyembunyikan berita itu, mereka berpura-pura tidak mengetahuinya, tidak mengenalnya dan akhirnya tidak percaya kepadanya. Oleh sebab itu ALLAH menyatakan dengan firmannya :


a088.png


sp1.gifDengarkan


''waq aa luu quluubun aa ghulfun bal la'anahumu al l aa hu bikufrihim faqaliilan m aa yu/minuun a.''


88. Dan mereka berkata : "Hati kami tertutup". Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman.


Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 88


Yakni : Amat sedikit sekali daripada mereka (kaum Yahudi dan Nasrani) yang beriman kepada Kenabian dan Kerasulan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan segala apa yang beliau serukan.


Nah, sekarang apakah sebabnya maka kaum Yahudi dan kaum ahli kitab lainnya mengingkari kebenaran terutusnya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan diturunkannya Al Qur'an ?


Pertanyaan itu tidak akan dan tidak perlu kami jawab dengan keputus-asaan yang mendalam dan penjelasan yang panjang-panjang, tetapi cukup kami jelaskan dengan uraian atau keterangan yang sesingkat-singkatnya di post berikutnya.


Sumber Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia Blog ini dari :

alquran_indonesia.png


Walhamdulillahi Rabbil 'alamin

Tuesday, April 3, 2012

Kejahatan Yahudi : Islamnya Abdullah bin Salam

Fat1hah.gif


Islamnya Abdullah bin Salam


Iman Hijrah dan Jihad MyWapBlog.com - Abdullah bin Salam nama kecilnya adalah Hushain bin Salam bin Harits, dan dari keturunan Nabi Jusuf bin Yaqub a.s. Pada waktu Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa Sallam datang di Madinah, ia adalah seorang pendeta dan ulama Yahudi dari Bani Qainuqa yang paling dalam pengetahuannya tentang kitab suci Taurat. Dan sebelum Nabi berhijrah ke Madinah, sesungguhnya ia memang telah menanti-nanti kedatangan Pesuruh TUHAN yang terakhir, yang sifat-sifatnya termaktub dalam Taurat dan Injil, serta yang kedatangan Pesuruh itu telah di janjikan dalam kitab-kitan itu. Kemudian, pada hari Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa Sallam tiba di Madinah, ia mendapat berita bahwa orang yang di nanti-nanti dan di harap-harap kedatangannya itu telah sampai di Madinah. Maka beberapa hari kemudian ia datang menghadap Nabi dengan seorang diri dan dengan jalan diam-diam, karena ia telah merasa kuatir akan nasib dirinya dan keluarganya jika ke Islamannya terdengar oleh kaumnya terutama kawan-kawannya pendeta-pendeta Yahudi.


Setelah berhadapan dengan Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa Sallam ia mencocokkan sifat-sifat beliau dengan sifat-sifat yang telah di sebutkan dalam Taurat dan Injil. Sesudah di ketahuinya bahwa sifat-sifat dan tanda-tanda itu telah cocok semua, seketika itu juga ia masuk Islam. Sekembalinya ia dari pertemuannya dengan Nabi, ia lalu berseru kepada keluarganya supaya mereka mengikut seruan Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa Sallam. Seruannya itu dengan cara diam-diam pula di terima oleh seluruh keluarganya, dan akhirnya mereka semua menjadi pengikut seruan Nabi, itupun dengan cara diam-diam.


Kemudian daripada itu, untuk membuktikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa Sallam bahwa kaum Yahudi itu pendusta, pembohong dan pengkhianat terhadap kebenaran, maka pada suatu hari Abdullah bin Salam datang ke rumah Nabi dengan diam-diam. Setelah ia bertemu dengan beliau, lalu ia minta dengan hormat kepada beliau bahwa sewaktu-waktu nanti di antara kaum Yahudi datang kepada beliau, supaya beliau menanyakan pendapat mereka tentang dirinya (Abdulllah bin Salam), agar mereka menerangkan kepada beliau tentang hal-hal tentang dirinya, tetapi dalam pada itu ia minta pula kepada beliau supaya ia di idzinkan masuk ke dalam suatu bilik untuk bersembunyi jika kaum Yahudi datang. Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa Sallam berjanji akan mengabulkan semua permintaannya.


Sesudah itu kelihatan dari rumah Nabi, bahwa di antara kaum Yahudi datang berbondong-bondong menuju kerumah beliau. Maka dengan segera beliau menyuruh Abdullah bin Salam masuk ke dalam sebuah bilik beliau. Pada waktu itu kaum Yahudi yang datang ke rumah Nabi belum mengetahui bahwa Hushain bin Salam telah menjadi pengikut Islam, dan belum mengetahui pula bahwa waktu itu sedang bersembunyi di dalam bilik Nabi di ruangan dalam.


Setelah mereka berhadapan muka dengan Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa Sallam, beliau lalu bertanya kepada mereka :''Bagaiaman keadaan seorang lelaki yang bernama Hushain bin Salam?''


Mereka menjawab :''Ia ada di dalam kebaikan''


Nabi bertanya pula :''Bagaimana pendapat kamu terhadap dirinya?''


Mereka menjawab :''Menurut hemat kami, Hushain bin Salam itu adalah tuan kita dan anak lelaki tuan kita. Ia adalah sebaik-baik orang kami dan anak lelaki sebaik-baik orang kami. Ia adalah semulia-mulia orang kami dan anak lelaki dari seorang yang paling alim dalam golongan kami, karena dewasa ini di kota Madinah tidak seorangpun yang melebihi kealimannya tentang kitab ALLAH (Taurat)


Demikianlah mereka terus memuji-muji Abdullah bin Salam. Setelah mereka selesai memuji-muji, Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda kepada mereka :''Jadi dengan tegas, Hushain bin Salam itu adalah seorang dari golongan kamu sekalian yang paling terpandang segala-galanya menurut pendapat kamu?''


Mereka menjawab :''Ya, betul begitu, Muhammad!''


Kemudian Nabi berseru :''Hai Hushain bin Salam, keluarlah !''


Dengan segera keluarlah Abdullah bin Salam dari dalam rumah lalu mendekat kepada Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa Sallam seraya menghadapkan muka kepada mereka sambil berkata :''Hai golongan orang-orang Yahudi ! Hendaklah kamu sekalian takut kepada ALLAH! Terimalah dengan baik segala apa yang telah datang kepada kamu ! Demi ALLAH, sesnugguhnya kamu sekalian telah mengetahui bahwa beliau ini Pesuruh ALLAH, yang kamu sekalian telah mendapati dan mengenal sifat-sifat beliau ini di dalam kitab agama kamu yang ada di sisi kamu bukan? Maka sesungguhnya saya telah menyaksikan bahwa beliau ini adalah seorang Nabi dan Pesuruh ALLAH. Sebab memang sebelumnya saya telah mengenal sifat-sifat beliau sebagaiman yang tersebut dalam kitab Taurat, oleh sebab itu kini saya telah percaya kepada beliau membenarkan segala apa yang di datangkan oleh beliau dan mengikut semua seruan beliau.''


Mendengar ucapan-ucapan Abdullah bin Salam itu, mereka dengan perasaan sangat menyesal menjawab. ''Oh, tuan berdusta ! Mengapakah tuan berani berkata demikian ?''


Abdullah menyahut :''Celakalah kamu semua ! Hendaklah kamu takut kepada ALLAH ! Apakah kamu sekalian tidak mengenal sifat-sifat beliau ini dalam kitab Taurat ?''


Mereka menjawab :''Tidak ! Tuanlah yang berdusta ! Tuan sejelek-jelek orang dari golongan kita ! Sebab tuan sekarang sudah beragama lain !''


Kemudian mereka bubar dan pergi meninggalkan rumah Nabi, sedangkan Abdullah bin Salam ada di hadapan Nabi. Ia berkata kepada beliau :''Inilah yang saya kuatirkan, hai Rasulullah ! Bukankah saya sebelumnya telah menuturkan kepada tuan bahwa kaum Yahudi itu adalah suatu kaum pendusta, pembohong, pengkhianat dan pembelot serta pendurhaka ?''


Sambil tersenyum Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa Sallam tinggal diam. Dan pada waktu itu juga ALLAH menurunkan wahyu kepada Nabi yang bunyinya :


a010.png

sp1.gifDengarkan


qul ara-aytum in k aa na min 'indi al l aa hi wakafartum bihi wasyahida sy aa hidun min banii isr aa -iila 'al aa mitslihi fa aa mana wa i stakbartum inna al l aa ha l aa yahdii a lqawma al zhzhaa limiin a.''


10. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al-Qur'an itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang tersebut dalam) Al-Qur'an lalu dia beriman [1387], sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim".


Keterangan ayat :

[1387] Yang dimaksud dengan "seorang saksi dari Bani Israil" ialah Abdullah bin Salam. Ia menyatakan keimanannya kepada Nabi Muhammad SAW setelah memperhatikan bahwa di antara isi Al-Qur'an ada yang sesuai dengan Taurat, seperti ketauhidan, janji dan ancaman, kerasulan Muhammad SAW, adanya kehidupanakhirat dan sebagainya.


Al Qur'an surat Al-Ahqaf ayat 10


Dan diriwayatkan bahwa sesudah ke Islamannya Abdullah bin Salam dan orang-orang Yahudi yang mengikuti jejeknya di ketahui oleh pendeta-pendeta dan ulama-ulama Yahudi (kawan-kawannya), maka oleh mereka yang congkak-congkak dan sombong-sombong itu ia di caci-maki, dikata-katai, dihina, dijelek-jelekkan dan di musuhi dengan sekeras-kerasnya. Antara lain, pada suatu hari dari antara pendeta-pendeta Yahudi ada yang berkata kepada lainnya, dan perkataan itu sengaja di tujukkan kepada diri Abdullah bin Salam, antara lain mereka berkata :''Tidak akan ada seseorang percaya kepada Muhammad dan seruannya, melainkan orang yang seburuk-buruknya dan serendah-rendahnya. Orang yang sebaik-baik orang kita dan yang semulia-mulia dalam golongan kita tidak akan ia berani meninggalkan agama pusaka nenek moyangnya dan mengikuti agama lain, dari golongan lain dan bangsa lain. Jadi barangsiapa dari golongan kita sampai mengikut agama Muhammad, maka jelaslah bahwa ia seorang yang sejahat-jahatnya di kalangan kita.''


Semua ejekan mereka, hinaan mereka, celaan mereka dan sebagaiannya tidak di indahkan sama sekali oleh Abdullah bin Salam


Berhubung dengan adanya peristiwa itu ALLAH menurnkan wahyu kepada Nabi yang bunyinya :


a113.png

sp1.gifDengarkan

''laysuu saw aa -an min ahli a lkit aa bi ummatun q aa -imatun yatluuna aa y aa ti al l aa hi aa n aa -a al layli wahum yasjuduun a.''


113. Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus [221], mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).


Keterangan :

[221] Yakni: golongan Ahli Kitab yang telah memeluk agama Islam.


a114.png

sp1.gifDengarkan


''yu/minuuna bi al l aa hi wa a lyawmi a l- aa khiri waya/muruuna bi a lma'ruufi wayanhawna 'ani a lmunkari wayus aa ri'uuna fii a lkhayr aa ti waul aa -ika mina al shshaa li h iin a.''


114. Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.


a115.png

sp1.gifDengarkan


''wam aa yaf'aluu min khayrin falan yukfaruuhu wa al l aa hu 'aliimun bi a lmuttaqiin a.''


115. Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, makasekali-kali mereka tidak dihalangi (menenerima pahala) nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.


Al Qur'an surat Ali Imraan ayat 113-115


Diatas telah kami terangkan bahwa nama kecil Abdullah bin Salam adalah Hushain bin Salam. Setelah ia memeluk Islam, namanya di ganti oleh Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa Sallam dengan nama Abdullah bin Salam. Selanjutnya ia menjadi pemeluk Islam yang sebenar-benarnya, dan adalah termasuk daripada sahabat Anshar. Ia meninggal dunia pada tahun 43 H di kota Madinah pada zaman Khalifah Mu'awiyah. Demikianlah sebagaimana tersebut dalam kitab Al Khamis.


Sekianlah singkatnya riwayat Islamnya Abdullah bin Salam. Mudah-mudahan riwayat ini dapat menjadi peringatan bagi barangsiapa yang hendak mengejar kebenaran dari ALLAH Subhanahu wa Ta'ala.


Sumber Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia dari :

alquran_indonesia.png