Wednesday, April 25, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com ; Perang Badar Al-Kubra : Angkatan Perang Tentara Kaum Musyrikin

Fat1hah.gif


imanhijrahdanjihad.jpg




Kepala-kepala dan ketua-ketua kaum Musyrikin Quraisy di Mekah setelah menerima khabar yang dikirim oleh Abu Sufyan dengan perantaraan Dhamdham tadi, maka dengan seketika itu juga mereka lalu bersiap mengumpulkan tentara, serta menyediakan alat-alat peperangan dengan selengkap-lengkapnya.


Ketika itu sebagian daripada mereka berteriak-teriak di kampung-kampung dengan berkeliling. ''Apa Muhammad dan pengikut-pengikutnya menyangka, bahwa angkatan unta yang dikepalai oleh Abu Sufyan itu seperti angkatan yang dikepalai oleh Ibnu Hadhramy? Demi Lata dan 'Uza, jangan begitu ! Muhammad dan pengikut-pengikutnya nanti akan tahu sendiri kalau terus menerus berbuat begitu.'' Demikianlah suara yang dikeluarkan oleh sebagian dari kepala-kepala Quraisy waktu itu.


Pada waktu itu setelah mereka mengumpulkan tentara sebanyak 950 orang (dalam riwayat lain 1000 orang), dan masing-masing dengan bersenjata lengkap, lalu berangkat menuju ketempat yang biasa dilalui oleh angkatan unta-unta mereka yang dikepalai oleh Abu Sufyan. Pada waktu itu tidak ada orang laki-laki Quraisy yang gagah berani yang tidak ikut serta menjadi tentara, dan jikalau terpaksa tidak ikut, lalu menyuruh seorang laki-laki lain sebagai wakilnya. Begitupun kepala-kepala dan ketua-ketua Quraisy tidak ada yang ketinggalan menjadi pahlawan tentaranya melainkan Abu Lahab yang tidak ikut, ia terpaksa tidak ikut karena sudah merasa takut ; tetapi ia menyuruh seorang laki-laki Quraisy sebagai wakilnya dengan membayar 4000 dirham. Orang yang disuruh olehnya tadi adalah Ash bin Hisyam. Menurut riwayatm bahwa Ash bin Hisyam adalah seorang saudagar, tetapi ia mempunyai pinjaman sebesar 4000 dirham kepada Abu Lahab. Maka waktu itu oleh karena ia sanggup menjadi wakilnya, maka oleh Abu Lahab dibebaskan utangnya.


Dari pada 1000 orang tadi yang berkuda ada 100 orang lebih, dan yang berkendaraan unta ada 700 orang, dan 12 orang dari kepala Quraisy yang diserahi urusan makanan dan minuman sekalian tentara, yang membawa benderanya ialah Sa'ad Jazid. Demikianpun mereka ketika berangkat dengan membawa orang-orang perempuan tukang nyanyi, tukang memukul rebana dan perempuan-perempuan ronggeng yang dipergunakan sebagai permainan bagi mereka.


Dus, dengan penuh kegirangan, kesombongan, kecongkakan, kedurhakaan dan kekejian ketika mereka hendak bertempur dengan kaum Muslimin.


Adapun tentara Islam yang dikepalai oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ketika itu terus berjalan mencari angkatan unta kaum Quraisy. Tetapi dengan tiba-tiba setelah sampai disuatu tempat yang berdekatan dengan dusun Badar, terdengarlah kabar oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bahwa angkatan unta yang sedang dicarinya tadi telah berjalan dengan mengambil jalan ditepi laut. Jadi belum sampai terjadi pertemuan dengan tentara Islam.


Selanjutnya setelah perjalanan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sampai disuatu lembah yang bernama Dzafiran (suatu lembah dekat dusun Shafra), terperanjatlah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan seketika itu lalu turun dari kendaraan, dan tentara Islam lalu berhenti, dan seketika itu Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menerima kabar, bahwa kaum Quraisy telah memberangkatkan pasukan tentaranya dari Mekah menuju ke tempat-tempat yang dibuat jalan angkatan perdagangan mereka karena hendak menjaga keamanan perdagangan mereka ditengah jalan.


Pasukan tentara Quraisy pada saat itu dikepalai oleh Abu Jahal bin Hisyam, maka ketika perjalanan Abu Sufyan telah selamat dari bahaya dan dapat terlepas dari ancaman kaum Muslimin lalu Abu Sufyan menyuruh seorang kawannya supaya menyusul tentara Quraisy yang dikepalai oleh Abu Jahal.


Jadi supaya tentara Quraisy kembali saja ke Mekah, jangan meneruskan perjalanannya dan jangan sampai kejadian bertempur dengan kaum pengikut Muhammad, karena angkatan perdagangan Quraisy telah dapat terlepas dari pada bahaya yang diancamkan. Demikianlah permintaan Abu Sufyan kepada Abu Jahal dengan perantaraan suruhannya. Ketika itu Abu Jahal sebagai kepala/pimpinan tentara Quraisy menjawab dengan sombong : ''Kita tidak akan kembali sebelum sampai di Badar. Sekalipun perdagangan kita telah sampai di Mekah, tetapi kita harus meneruskan perjalanan kita sampai di Badar.''


Kemudian setelah mereka sampai di Badar, tiga hari tiga malam mereka berdiam di Badar seraya menunjukkan kesombongannya, dan ejekannya kepada kaum Muslimin. Masing-masing merasa gembira bersukaria, bernyanyi-nyanyi, bermain-main dengan perempuan ronggeng yang dibawanya sebagai bunga raja mereka meminum-minuman keras dan lain sebagainya. Lebih-lebih mereka merasa, tentara lebih cukup, senjata lebih lengkap dan telah mendapat tempat yang baik di Badar. Seumpama terjadi berperang dengan kaum Muslimin tentu menanglah yang akan didapatnya. Demikianlah perasaan mereka masing-masing terutama pemimpin-pemimpin dan pahlawan-pahlawan mereka seperti Abu Jahal dan sesamanya; tidak ingat apa yang terjadi di kemudiannya. Disangkanya orang yang lemah akan terus lemah selamanya; dan orang yang kuat akan terus kuat selamanya.


Artikel Terkait :


Perang Badar Al-Kubra : Awal Mula kejadian perang di Badar


Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Hukum orang yang mengingkari Mu'jizat


Baik juga dijelaskan tentang hukum orang yang berani mengingkari adanya mu'jizat para Nabi Rasul ALLAH.


Mengingkari adanya mu'jizat para Nabi Rasul ALLAH yang terang telah disebutkan dalam Al Qur'an atau yang diriwayatkan dengan hadits-hadits yang mutawatir itu, kufur hukumnya, karena berarti mengingkari sebagian dari ayat-ayat Al Qur'an dan atau hadits-hadits Mutawatir. Tentang ini tidaklah diperselisihkan lagi oleh segenap para ulama Islam yang mengikuti pimpinan Qur'an dan Sunnah.


Ada pun sebabnya orang yang meningkari adanya mu'jizat menjadi kufur hukumnya, karena ia berani membantah atau menolak ayat-ayat yang tersebut dalam Al Qur'an, sedang membantah sesuatu yang disebutkan dalam Al Qur'an itu berarti tidak percaya kepada Al Qur'an. Dan demikian juga membantah hadits-hadits yang mutawatir, karena hadits-hadits yang terang datangnya dari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dengan jalan riwayat yang mutawatir itu mau tidak mau wajib dipercaya. Orang yang tidak mau percaya riwayat yang terang, mutawatir dari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam itu berarti menolak atau membantah kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, sedang orang yang berani membantah kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam itu berarti tidak percaya kepada ke-Nabian dan ke-Rasulan beliau.


Tuesday, April 24, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Banyaknya Mu'jizat Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam

Fat1hah.gif




Kedua bagian mu'jizat yang tersebut itu, oleh ALLAH diberikan juga kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dengan sebanyak-banyaknya melebihi dari pada yang telah diberikanNya kepada sekalian para Nabi- Rasulnya yang terdahulu. Sebab beliau adalah seorang Nabi-Rasul ALLAH yang :




a. Menjadi penutup sekalian Nabi-Rasul ALLAH.

b. Diutus oleh ALLAH kepada segenap bangsa manusia, bukan kepada satu golongan bangsa yang sebelumnya kedatangan Rasul.

c. Terhadap segenap bangsa manusia yang ada didunia, yang mereka itu sedang menempuh berbagai macam bidang kemajuan. Misalnya maju dalam urusan pengetahuan. Oleh sebab itu, maka mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam adalah berbagai-bagai dan beraneka warna corak dan bentuknya, baik yang hissyah maupun yang ma'nawyah.


Menurut kata sebagian ulama : Bahwa mu'jizat yang pernah terjadi dan terbit dari pribadi Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ada 3.000 macam banyaknya. Mu'jizat yangs sekian banyaknya itu, selain yang terkandung didalam Al Qur'an. Karena mu'jizat yang terkandung didalam Al Qur'an ada lebih dari 60.000 macam banyaknya. Demikianlah kata sebagian ulama.


Sebagian ulama yang lain menerangkan, bahwa mu?jizat Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam itu tidak dapat dihitung banyaknya. Dan sebagian ulama yang lain lagi menerangkan, bahwa mu'jizat Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam itu terkecuali tidak dapat dihitung banyaknya, juga sebagian diantaranya tidak habis waktu hayatnya atau tidak akan putus diwaktu sesudah wafatnya sampai akhir zaman.


Bahwa pendapat ulama yang belakangan itu yang dekat kepada kebenaran. Karena telah disepakati oleh para ulama Islam semenjak zaman sahabat dan selanjutnya sekarang, bahwa diantara mu'jizat Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ada yang baru terbukti dimasa sesudah beliau wafat, ada yang baru ternyata dimasa akhir-akhir ini, terutama mu'jizat beliau yang berupa Al Qur'an, sedang Al Qur'an itu adalah tetap terpelihara segala-galanya oleh ALLAH s.w.t.


Sunday, April 22, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Pembagian Mu'jizat

Fat1hah.gif



Keadaan Mu'jizat yang diturunkan kepada para Nabi-Rasul ALLAH itu terbagi dua bagian : Pertama mu'jizat ''HISSYAH'' dan kedua mu'jizat ''MA'NAWYAH''


Mujizat Hissyah, ialah mu'jizat yang dapat dilihat oleh mata, dapat didengar oleh telinga, dapat dicium oleh hidung, dapat diraba oleh tangan dan dapat diinjak oleh kaki.


Dan lebih tegas, mu'jizat hissyah ini sengaja dikemukakan atau ditunjukkan kepada orang biasa, orang yang tidak atau kurang biasa menggunakkan pikirannya, yang tidak begitu luas pandangan mata hatinya dan yang rendah budi perasaannya.


Mu'jizat ini biasa dikatakan, yang manusianya dapat mengenal padanya dengan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh ALLAH dan berlaku di alam dunia ini tetapi dengan kekuatan-kekuatan bangsa ruhaniah dan kekuatan-kekuatan yang halus.


Mujizat ma'nawyah, ialah mu'jizat yang tidak dapat dilihat oleh mata kepala, tidak dapat didengar oleh telinga, tidak dapat dicium oleh hidung, tidak dapat diraba oleh tangan dan tidak dapat diinjak oleh kaki.


Dan lebih tegas dapat dikatakan : Tidak dapat dicapai oleh dan dengan perantaraan panca indera.


Terhadap mu'jizat ini, manusia tidak akan dapat mengerti atau mengenal, melainkan manusia yang berfikiran sehat, berbudi luhur, berperasaan halus, berpandangan mata hati yang luas dan biasa menggunakan fikirannya yang disertai dengan penuh kepercayaan kepada yang ghaib, mu'jizat ini biasa dikatakan, yang manusia tidak akan dapat mengerti atau mengenalnya dengan perantaraan peraturan-peraturan yang tetap berlaku di alam dunia ini. Jadi, seolah-olah suatu hukum yang terkecuali didalam peraturan-peraturan atau undang-undang kerajaan, yang tidak dilakukan untuk orang ramai.


Keterangan

Ar Raaghib Al Ashfahany dalam Mukadimah Tafsirnya menjelaskan, bahwa ''mujizat itu ada yang hissy dan ada yang 'aqly. Yang hissy ialah yang dapat dicapai oleh atau dengan perantaraan panca indera dan yang 'aqly ialah yang dapat dicapai oleh atau dengan perantaraan mata hati atau akal fikirannya yang sehat.''


Sepanjang penjelasan para ulama yang pernah menyelidiki riwayat-riwayat mu'jizat para Nabi yang terdahulu, ialah : Bahwa mu'jizat Nabi Muhammad, kecuali yang hissy, juga ada yang aqly atau ma'nawy.


Bahkan sepanjang penyelidikan para ulama ahli hadits, bahwa mu'jizat beliau lebih banyak yang 'aqly atau ma'anawy. Uraian lebih lanjut tentang ini dapat diketahui dalam kitab Al Wahyul Muhammady oleh Sajid Muhammad Rasjid Ridha.


Saturday, April 21, 2012

Iman Hijrah dan Jihad WordPress.com : Macam-macamnya Mu'jizat

Fat1hah.gif



Iman Hijrah dan Jihad WordPress.com - Diriwayatkan, bahwa setelah ada kejadian perampasan dan perlawanan yang dikepalai oleh Abdullah bin Jahsy, maka kaum Musyrikin Quraisy ketika itu bertambah naik darahnya, sangat marahnya terhadap perbuatan kaum Muslimin. Oleh sebab itu pada saat itu mereka pada waktu akan mengadakan angkatan perdagangan kenegeri Syam lalu berjaga-jaga, sebab perjalanan angkatan mereka pergi dan pulangnya adalah melalui tepi kota Madinah, padahal waktu itu keadaan kota Madinah sudah boleh dikatakan menjadi suatu kota bagi kaum pengikut Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.


Kemudian pada suatu hari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mendapat kabar bahwa seperangkatan unta kaum Quraisy dengan muatan dagangan dari Mekah sedang berangkat menuju negeri Syam sebagaimana biasa. Angkatan perdagangan ini diikuti oleh 30 orang Quraisy dan dipimpin oleh seorang kepala Quraisy yang bernama Abu Sufyan bin Harb, banyaknya unta memuat dagangan ada 1000 unta dan yang dimuatnya seharga 50.000 dinar.


Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam setelah menerima kabar yang sedemikian itu, lalu berangkat ke luar Madinah dengan diiringkan oleh sebagian kecil daripada sahabat-sahabatnya perlu menjaga gangguan mereka kepada kaum Muslimin di Madinah. Dan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sengaja, bahwa jika mereka itu mengganggu kepada keamanan kota Madinah, akan ditahan angkatan perdagangan mereka. Tetapi pada waktu itu angkatan mereka dengan diam-diam telah berjalan melalui kota Madinah, jadi tidak sampai bertemu dengan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Oleh sebab itu, lalu angkatan mereka ditunggu-tunggu kembalinya dari kota Syam oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan kaum Muslimin.


Kemudian pada suatu hari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menerima kabar bahwa angkatan mereka tengah kembali dari luar negeri Syam, dan hendak pulang ke Mekah. Sebab itu sudah tentu saja tidak berapa lama akan berjalan melalui kota Madinah. Pada waktu itu Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam lalu memerintahkan kepada kaum Muslimin supaya mengawasi angkatan kaum Quraisy yang sedang kembali dari negeri Syam tadi, agar mereka jangan sampai mengganggu kemananan kota Madinah. Oleh sebagian kaum Muslimin, perintah Nabi yang sedemikian itu diikuti dengan segera, dan sebagiannya lagi perintah Nabi itu tidak dihiraukan, karena disangka oleh mereka Nabi tidak akan berperang, tetapi akan menakut-nakuti angkatan Quraisy semata-mata.


Kemudian pada hari tanggal 3 bulan Ramadhan, sesudah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menyerahkan pimpinan kota Madinah kepada sahabatnya Abdullah bin Ummi Maktum, berangkatlah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersama tentara Islam sebanyak 313 orang dengan bersenjata lengkap. Diantara mereka 2 orang berkendaraan seekor unta. Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersama sahabat Ali bin Abi Thalib dan Martsad berkendaraan seekor unta, sahabat Abu Bakar, Umar dan Abdurrahman bin Auf berkendaraan seekor unta juga, dan demikianlah selanjutnya. Bendera Islam saat itu rupanya putih dan di bawa oleh sahabat Mush'ab bin Umair, berjalan di muka kendaraan Nabi dan ada dua lagi bendera yang satu dibawa oleh sahabat Ali bin Abi Thalib dan satunya lagi di bawa oleh sahabat Sa'ad bin Muadz.


Kaum Muslimin sebanyak 313 orang tadi terdiri dari sahabat Muhajirin 82 orang dan sahabat Anshar 231 orang, jadi 313 orang. Menurut riwayat Ibnu Hisyam dalam Sirahnya, adalah 314 orang terhitung dari sahabat Muhajirin 83 orang, riwayat ini pribadi Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam belumlah terhitung, maka dari itu dengan pribadi Nabi adalah 315 orang.


Menurut riwayat Imam As-Suhaili, sebagaiman tersebut dalam kitab Fathul Bari Syarah Bukhari jilid ke 7, bahwa ketika itu jin yang telah mengikut Islam, yang ikut menjadi tentara Islam adalah 70 orang.


Perjalanan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dengan kaum Muslimin setelah sampai d suatu tempat dekat dusun Shafra', berhentilah Nabi serta tentaranya, lalu menyuruh kepada Basis bin Amr Al-Juhani dan Adi bin Raba Al-Juhani supaya menyelidiki dan mendengan-dengarkan kabar seperangkatan unta perdagangan kaum Quraisy tadi di Badar.


Dalam pada itu, tiba-tiba waktu itu kabar kaum Muslimin sebagai tersebut kedengaran oleh Abu Sufyan dan kawan-kawannya. Oleh sebab itu ia lalu minta tolong kepada seorang yang bernama Dhamdham bin Amr Al-Ghifari supaya ia lekas menyampaikan kabar yang menguatirkan itu kepada ketua-ketua dan kepala-kepala kaum Quraisy di Mekah. Kemudian dengan segera Dhamdham berangkat ke Mekah dan setelah sampai di Mekah lalu menyampaikan adanya kabar rintangan bagi perjalanan dagang kaum Quraisy tadi yang diperbuat oleh Muhammad dan kaum pengikutnya.


Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia bersumber dari :

alquran_indonesia.png


Baca juga post sebelumnya :



Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Mu'jizat : Guna dan Kepentingan Mu'jizat


Mu'jizat itu oleh ALLAH diberikan kepada para orang yang dipilih oleh-Nya dan ditetapkan menjadi Nabi dan Rasulnya; dan diberikanNya semenjak mereka itu diangkat menjadi Nabi dan RasulNya, sampai pada hari wafat mereka; terkecuali sebagaian dari mu'jizat Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Karena sebagian mu'jizat beliau ini yang diturunkan, diberikan sejak dikala beliau diangkat menjadi utusan dan langsung berlaku sampai akhir zaman.


Ada pun guna dan kepentingan mu'jizat itu diturunkan, diberikan kepada para Nabi dan Rasul ALLAH, ialah untuk menguatkan seruan dan pendakwaan mereka sebagai Nabi dan Rasul ALLAH kepada ummat mereka masing-masing terutama kepada orang-orang yang belum atau tidak mai percaya terhadap ke-Nabian dan ke-Rasulan mereka, dan guna menebalkan kepercayaan dan meneguhkan keyakinan orang-orang yang telah percaya.


Dengan keterangan lain : Mu'jizat itu terjadi dengan seksama, ketika para orang yang telah diangkat menjadi Nabi dan Rasul ALLAH itu menyerukan dakwahnya kepada orang ramai dan mendakwahkan dirinya sebagai Nabi dan Rasul ALLAH, yang pada lahirnya adalah untuk menunjukkan kebenaran mereka, bahwa mereka itu sungguh-sungguh sebagai Nabi dan Rasul ALLAH yang disuruh untuk menyampaikan seruan-Nya kepada ummat mereka. Karena para Nabi itu didalam mendakwahkan dirinya dan menyampaikan dakwahnya kepada orang banyak, bahwa mereka itu menyampaikan dakwah dari hadirat ALLAH, sedang dakwah itu tidak akan bisa terbukti nyata dengan sebnarnya, kecuali jika ada bukti-bukti yang menunjukkan kebenarannya. Dan, karenanya maka ALLAH memberikan mu'jizat kepada mereka sekedar untuk menguatkan pendakwahan mereka sebagai Nabi dan Rasulnya dihadapan ummat mereka.


Artikel terkait lainnya :

SEKITAR SOAL MU'JIZAT DAN MU'JIZAT Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa Sallam


Disampaikan Oleh :

Muhammad Hilmi.

Thursday, April 19, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Awal Mula kejadian perang di Badar

Fat1hah.gif



Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com - Diriwayatkan, bahwa setelah ada kejadian perampasan dan perlawanan yang dikepalai oleh Abdullah bin Jahsy, maka kaum Musyrikin Quraisy ketika itu bertambah naik darahnya, sangat marahnya terhadap perbuatan kaum Muslimin. Oleh sebab itu pada saat itu mereka pada waktu akan mengadakan angkatan perdagangan kenegeri Syam lalu berjaga-jaga, sebab perjalanan angkatan mereka pergi dan pulangnya adalah melalui tepi kota Madinah, padahal waktu itu keadaan kota Madinah sudah boleh dikatakan menjadi suatu kota bagi kaum pengikut Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.


Kemudian pada suatu hari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mendapat kabar bahwa seperangkatan unta kaum Quraisy dengan muatan dagangan dari Mekah sedang berangkat menuju negeri Syam sebagaimana biasa. Angkatan perdagangan ini diikuti oleh 30 orang Quraisy dan dipimpin oleh seorang kepala Quraisy yang bernama Abu Sufyan bin Harb, banyaknya unta memuat dagangan ada 1000 unta dan yang dimuatnya seharga 50.000 dinar.


Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam setelah menerima kabar yang sedemikian itu, lalu berangkat ke luar Madinah dengan diiringkan oleh sebagian kecil daripada sahabat-sahabatnya perlu menjaga gangguan mereka kepada kaum Muslimin di Madinah. Dan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sengaja, bahwa jika mereka itu mengganggu kepada keamanan kota Madinah, akan ditahan angkatan perdagangan mereka. Tetapi pada waktu itu angkatan mereka dengan diam-diam telah berjalan melalui kota Madinah, jadi tidak sampai bertemu dengan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Oleh sebab itu, lalu angkatan mereka ditunggu-tunggu kembalinya dari kota Syam oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan kaum Muslimin.


Kemudian pada suatu hari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menerima kabar bahwa angkatan mereka tengah kembali dari luar negeri Syam, dan hendak pulang ke Mekah. Sebab itu sudah tentu saja tidak berapa lama akan berjalan melalui kota Madinah. Pada waktu itu Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam lalu memerintahkan kepada kaum Muslimin supaya mengawasi angkatan kaum Quraisy yang sedang kembali dari negeri Syam tadi, agar mereka jangan sampai mengganggu kemananan kota Madinah. Oleh sebagian kaum Muslimin, perintah Nabi yang sedemikian itu diikuti dengan segera, dan sebagiannya lagi perintah Nabi itu tidak dihiraukan, karena disangka oleh mereka Nabi tidak akan berperang, tetapi akan menakut-nakuti angkatan Quraisy semata-mata.


Kemudian pada hari tanggal 3 bulan Ramadhan, sesudah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menyerahkan pimpinan kota Madinah kepada sahabatnya Abdullah bin Ummi Maktum, berangkatlah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersama tentara Islam sebanyak 313 orang dengan bersenjata lengkap. Diantara mereka 2 orang berkendaraan seekor unta. Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersama sahabat Ali bin Abi Thalib dan Martsad berkendaraan seekor unta, sahabat Abu Bakar, Umar dan Abdurrahman bin Auf berkendaraan seekor unta juga, dan demikianlah selanjutnya. Bendera Islam saat itu rupanya putih dan di bawa oleh sahabat Mush'ab bin Umair, berjalan di muka kendaraan Nabi dan ada dua lagi bendera yang satu dibawa oleh sahabat Ali bin Abi Thalib dan satunya lagi di bawa oleh sahabat Sa'ad bin Muadz.


Kaum Muslimin sebanyak 313 orang tadi terdiri dari sahabat Muhajirin 82 orang dan sahabat Anshar 231 orang, jadi 313 orang. Menurut riwayat Ibnu Hisyam dalam Sirahnya, adalah 314 orang terhitung dari sahabat Muhajirin 83 orang, riwayat ini pribadi Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam belumlah terhitung, maka dari itu dengan pribadi Nabi adalah 315 orang.


Menurut riwayat Imam As-Suhaili, sebagaiman tersebut dalam kitab Fathul Bari Syarah Bukhari jilid ke 7, bahwa ketika itu jin yang telah mengikut Islam, yang ikut menjadi tentara Islam adalah 70 orang.


Perjalanan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dengan kaum Muslimin setelah sampai d suatu tempat dekat dusun Shafra', berhentilah Nabi serta tentaranya, lalu menyuruh kepada Basis bin Amr Al-Juhani dan Adi bin Raba Al-Juhani supaya menyelidiki dan mendengan-dengarkan kabar seperangkatan unta perdagangan kaum Quraisy tadi di Badar.


Dalam pada itu, tiba-tiba waktu itu kabar kaum Muslimin sebagai tersebut kedengaran oleh Abu Sufyan dan kawan-kawannya. Oleh sebab itu ia lalu minta tolong kepada seorang yang bernama Dhamdham bin Amr Al-Ghifari supaya ia lekas menyampaikan kabar yang menguatirkan itu kepada ketua-ketua dan kepala-kepala kaum Quraisy di Mekah. Kemudian dengan segera Dhamdham berangkat ke Mekah dan setelah sampai di Mekah lalu menyampaikan adanya kabar rintangan bagi perjalanan dagang kaum Quraisy tadi yang diperbuat oleh Muhammad dan kaum pengikutnya.


Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia bersumber dari :

alquran_indonesia.png


Baca juga post sebelumnya :



Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Wednesday, April 18, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Kejadian Hebat dan Penting : Kaum Muslimin harus Awas dan Waspada kepada Yahudi

Fat1hah.gif




ALLAH melarang kaum Muslimin mengharap-harap keimanan dan ke-Islaman kaum Yahudi itu adalah untuk menjaga keselamatan dan memelihara keamanan kaum Muslimin sendiri, dan dalam pada itu untuk menjaga kepentingan persatuan dan kemajuan mereka dalam mengembangkan Islam. Karena jika kaum Muslimin juga mengharap-harap keimanan mereka, tentu saja pergaulan dan perhubungan rapat kaum Muslimin dengan mereka tetap berlaku; dan jika pergaulan dan hubungan rapat dengan mereka itu tetap dilakukan oleh Kaum Muslimin sebagaimana biasa, niscaya mereka sedikit demi sedikit memperoleh rahasia-rahasia perkembangan dan kemajuan Islam, dan dengan demikian mereka akan mendapat kesempatan baik untuk menyebarkan fitnah dan mengeruhkan suasana dalam lingkungan kaum Muslimin sendiri.


Sebab-sebabnya kaum Yahudi pada umumnya tidak mau dan merasa mengimankan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan mengikut Islam, karena mereka ikut takut kehilngan pengaruh bagi yang mempunyai pengaruh besar; takut kehilangan pakat tinggi yang mempunyai pangkat tinggi dan takut tertutup mata pencahariannya yang tidak halal bagi yang berpencaharian tidak halal, dan demikianlah seterusnya.


Kesalahan mereka yang sangat besar, karena mereka telah bertaqlied buta saja kepada nenek moyang mereka yang telah merobah-robah ayat-ayat firman ALLAH, setelah lebih dahulu mereka fikirkan, padahal keadaan ayat firman ALLAH itu oleh mereka telah diketahui akan kebenarannya, sebagaimana telah dinyatakan dalam akhir ayat 75 surat Al Baqarah tadi.


Oleh sebab itu, agar segenap kaum Muslimin, pengikut-pengikut Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tetap awas dan waspada, maka oleh ALLAH telah dijelaskan pula dengan tegas akan kelakuan dan rahasia mereka dalam mempengaruhi kaum Muslimin, yaitu dengan ayat firmannya yang berbunyi :


a076.png


sp1.gifDengarkan


wa-i dzaa laquu al la dz iina aa manuu q aa luu aa mann aa wa-i dzaa khal aa ba' dh uhum il aa ba' dh in q aa luu atu h additsuunahum bim aa fata h a al l aa hu 'alaykum liyu haa jjuukum bihi 'inda rabbikum afal aa ta'qiluun a


76. Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata:" Kamipun telah beriman," tetapi apabila mereka berada sesama merekasaja, lalu mereka berkata: "Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mu'min) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?"[66]


Keterangan ayat :

[66] Sebagian Bani Israil yang mengaku beriman kepada Nabi Muhammad s.a.w itu pernah bercerita kepada orang-orang Islam, bahwa dalam Taurat memang disebutkan tentang kedatangan Nabi Muhammad SAW Maka golongan lain menegur mereka dengan mengatakan: "Mengapa kamu ceritakan hal itu kepada orang-orang Islam sehingga hujjah mereka bertambah kuat?"


Al Qur'an surat AL Baqarah ayat 76


Jelasnya : Apabila kaum Yahudi bertemu dengan orang-orang Islam, mereka berkata : ''Kami telah beriman''; tetapi apabila mereka kembali dan bertemu dengan sebagian yang lain, maka yang bertemu dengan kaum Muslimin ditanya oleh sebagian lainnya, yaitu para pendeta mereka : ''Apakah kamu menceritakan apa-apa yang telah di jelaskan oleh ALLAH bagi kamu, nanti dengan itu mereka mengalahkan kamu di hadapan-Nya? Apakah kamu gak mikir?''


Demikianlah kelakuan Yahudi di masa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam terhadap kaum Muslimin, mereka berpusing-pusing, dengan berkepala dua, dengan tujuan untuk menghancur binasakan Islam dan kaum Muslimin. Oleh sebab itu dengan ayat yang tersebut itu, kaum Muslimin harus awas dan waspada!


Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia bersumber dari :

alquran_indonesia.png


Baca juga post sebelumnya :


Jika Anda Sebarkan Content ini di Facebook, Twitter, forum maupun Blog, Insya ALLAH amal jariah untuk Anda.

Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Kejadian Hebat dan Penting : Kaum Muslimin harus Awas dan Waspada kepada Yahudi

Fat1hah.gif




ALLAH melarang kaum Muslimin mengharap-harap keimanan dan ke-Islaman kaum Yahudi itu adalah untuk menjaga keselamatan dan memelihara keamanan kaum Muslimin sendiri, dan dalam pada itu untuk menjaga kepentingan persatuan dan kemajuan mereka dalam mengembangkan Islam. Karena jika kaum Muslimin juga mengharap-harap keimanan mereka, tentu saja pergaulan dan perhubungan rapat kaum Muslimin dengan mereka tetap berlaku; dan jika pergaulan dan hubungan rapat dengan mereka itu tetap dilakukan oleh Kaum Muslimin sebagaimana biasa, niscaya mereka sedikit demi sedikit memperoleh rahasia-rahasia perkembangan dan kemajuan Islam, dan dengan demikian mereka akan mendapat kesempatan baik untuk menyebarkan fitnah dan mengeruhkan suasana dalam lingkungan kaum Muslimin sendiri.


Sebab-sebabnya kaum Yahudi pada umumnya tidak mau dan merasa mengimankan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan mengikut Islam, karena mereka ikut takut kehilngan pengaruh bagi yang mempunyai pengaruh besar; takut kehilangan pakat tinggi yang mempunyai pangkat tinggi dan takut tertutup mata pencahariannya yang tidak halal bagi yang berpencaharian tidak halal, dan demikianlah seterusnya.


Kesalahan mereka yang sangat besar, karena mereka telah bertaqlied buta saja kepada nenek moyang mereka yang telah merobah-robah ayat-ayat firman ALLAH, setelah lebih dahulu mereka fikirkan, padahal keadaan ayat firman ALLAH itu oleh mereka telah diketahui akan kebenarannya, sebagaimana telah dinyatakan dalam akhir ayat 75 surat Al Baqarah tadi.


Oleh sebab itu, agar segenap kaum Muslimin, pengikut-pengikut Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tetap awas dan waspada, maka oleh ALLAH telah dijelaskan pula dengan tegas akan kelakuan dan rahasia mereka dalam mempengaruhi kaum Muslimin, yaitu dengan ayat firmannya yang berbunyi :


a076.png


sp1.gifDengarkan


wa-i dzaa laquu al la dz iina aa manuu q aa luu aa mann aa wa-i dzaa khal aa ba' dh uhum il aa ba' dh in q aa luu atu h additsuunahum bim aa fata h a al l aa hu 'alaykum liyu haa jjuukum bihi 'inda rabbikum afal aa ta'qiluun a


76. Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata:" Kamipun telah beriman," tetapi apabila mereka berada sesama merekasaja, lalu mereka berkata: "Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mu'min) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?"[66]


Keterangan ayat :

[66] Sebagian Bani Israil yang mengaku beriman kepada Nabi Muhammad s.a.w itu pernah bercerita kepada orang-orang Islam, bahwa dalam Taurat memang disebutkan tentang kedatangan Nabi Muhammad SAW Maka golongan lain menegur mereka dengan mengatakan: "Mengapa kamu ceritakan hal itu kepada orang-orang Islam sehingga hujjah mereka bertambah kuat?"


Al Qur'an surat AL Baqarah ayat 76


Jelasnya : Apabila kaum Yahudi bertemu dengan orang-orang Islam, mereka berkata : ''Kami telah beriman''; tetapi apabila mereka kembali dan bertemu dengan sebagian yang lain, maka yang bertemu dengan kaum Muslimin ditanya oleh sebagian lainnya, yaitu para pendeta mereka : ''Apakah kamu menceritakan apa-apa yang telah di jelaskan oleh ALLAH bagi kamu, nanti dengan itu mereka mengalahkan kamu di hadapan-Nya? Apakah kamu gak mikir?''


Demikianlah kelakuan Yahudi di masa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam terhadap kaum Muslimin, mereka berpusing-pusing, dengan berkepala dua, dengan tujuan untuk menghancur binasakan Islam dan kaum Muslimin. Oleh sebab itu dengan ayat yang tersebut itu, kaum Muslimin harus awas dan waspada!


Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia bersumber dari :

alquran_indonesia.png


Baca juga post sebelumnya :


[color=green]Jika Anda Sebarkan Content ini di Facebook, Twitter, forum maupun Blog, Insya ALLAH amal jariah untuk Anda.[/align]

Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Tuesday, April 17, 2012

Iman Hijrah dan Jihad Blogspot.com : Kejadian Hebat dan Penting : Peringatan ALLAH kepada kaum Muslimin

bismilah2.gif




Sebagaimana di atas telah diriwayatkan, bahwa kaum muslimin beserta Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sudah lebih dari 16 bulan lamanya apabila mengerjakan shalat menghadap ke arah Baitul-Maqdis, yang terkenal kiblat kaum Yahudi dalam mengerjakan shalat, tetapi selama itu golongan kaum Yahudi tidak ada perhatian sedikitpun juga kepada agama Islam. Jangkan perhatian kepada Islam, sedangkan menampakkan persetujuannya saja tidak.


Kemudian tatkala peralihan kiblat shalat di kerjakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam beserta kaum Muslimin, yaitu menghadap kearah Baitullah di Mekah, maka perhatian qiblat itu membawa perubahan besar bagi kaum Yahudi, dan menimbulkan fitnah besar dari mereka kepada kaum Muslimin.


Dan telah tercatat dalam sejarah bahwa sebelum pribadi Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan kaum Muslimin berhijrah ke Madinah, keadaan kota Madinah baik di dalam maupun di sekelilingnya, segala kepentingan penduduknya dapatlah dikatakan terserah kepada kaum Yahudi dan ditangan kekuasaan mereka. Bukan saja yang mengenai urusan agama yang mereka pertahankan dengan sungguh-sungguh, tetapi yang mengenai urusan penghidupan dan sebagainyapun telah dibawah genggaman mereka pula.


Bangsa Arab pada umumnya terutama yang dikota Madinah dikala itu sangat menaruh penghargaan tinggi kepada mereka, karena mereka itu terkenal sebagai segolongan umat yang mempunyai kitab agama dan suatu kaum yang terkemuka diantara kaum-kaum atau bangsa-bangsa yang ada di dunia pada masa itu. Oleh sebab itu maka, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam kaum Muslimin berpendapat dan berpendirian, bahwa sepatutnya kaum Yahudilah yang mula-mula menyambut dan mempercayai agama Islam. Karena mereka itulah segolongan umat yang paling hampir kepada Islam, disebabkan mereka itu terdiri daripada golongan yang mempunyai peraturan, mempunyai pengetahuan dan kecerdasan dan mempunyai kepercayaan yang beradal dari ALLAH.


Dengan berdasarkan inilah pada mulanya kaum Muslimin menyangka dan mengharap kepada kaum Yahudi supaya suka menerima Islam, suka menjadi tulang punggung kaum Muslimin dan menjadi kawan yang sehilir semudik untuk mengembangkan agama Islam di tanah negeri yang penuh dengan berhala-berhala dan patung-patung dan adat istiadat jelek yang biasa dilakukan oleh segenap penduduknya. Dan dengan berdasarkan inilah terbit pengharapan dalam hati sanubari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam serta kaum Muslimin : alangkah baiknya jika sekiranya kaum Yahudi mau memasukkan diri mereka ke dalam Islam; istimewa pula kedatangan Islam kepada mereka itu bukan berarti akan memberati beban mereka atau akan menyempitkan penghidupan mereka. Tetapi sebaliknya, kedatangan Islam membawa syariat yang hampir bersesuaian dengan syariat yang ada pada mereka. Bahkan Islam banyak memberikan kelapangan dan keleluasaan, terutama dalam soal-soal yang berkenaan dengan kepentingan mereka sehari-hari.


Sepanjang tabiat manusia, manakala ada jalan untuk menaruh pengharapan yang diinginkan, maka terbukalah pintu perhubungan untuk bergaul dan berteman dengan rapat. Kaum Muslimin yang baru saja menginjakkan kakinya di kota Madinah, sudah barang tentu mereka amat tertarik dengan kaum Yahudi yang cerdik, licin dan pandai mempergunakan kesempatan untuk bergaul dengan eratnya. Dan sudah menjadi adat kebiasaan bagi kaum Muslimin tidak suka main sembunyi-sembunyi dalam segala hal urusan, suka berterus terang dan berpendirian lurus dalam pergaulan, tidak suka menaruh curiga dan syak wasangka kepada seseorangpun yang sudah dipergaulinya. Apalagi mengingat, bahwa kaum Yahudi dikala itu sudah mengadakan perjanjian persahabatan dengan kaum Muslimin maka tetaplah mereka berlaku jujur terhadap kaum Yahudi.


Berhubung dengan itu, sebagaimana tersebut dalam kitab-kitab tarikh dan kitab-kitab tafsir, maka diantara kaum Muslimin di kala itu yang baru saja bertempat tinggal di Madinah ada yang terus bergaul dengan kaum Yahudi dengan akrab dan berhubungan erat, hingga dari karenanya ada yang sampai mengeluarkan isi hatinya, ada yang menanyakan ini dan itu, adan ada pula yang kadang-kadang membukakan rahasia-rahasia yang berkenaan dengan Islam.


Maklumlah kaum Yahudi pada umumnya memang pandai dan licin menarik perhatian dan memancing atau mencuri hati orang yang dipergaulinya, dengan tujuan akan melaksanakan cita-cita dan harapan mereka yang akan membahayakan bagi Islam dan kaum Muslimin. Mereka tidak segan-segan memutar lidah dan mengatakan hal-hal yang kiranya dapat memancing atau mencuri hati kaum Muslimin, karena yang menjadi pokok tujuan mereka hanya hendak menghancurkan membinasakan kaum Muslimin dan memadamkan cahaya Islam yang mulai memancarkan sinarnya di tengah-tengah masyarakat mereka.


Keadaan dan kelakuan kaum Muslimin yang jujur serta tidak ada kecurigaan sedikitpun juga kepada kaum Yahudi sebagai yang tersebut itu jika dibiarkan begitu saja, amatlah berbahaya sekali bagi Islam dan kaum Muslimin sendiri; maka perlulah pergaulan dan perhubungan mereka dengan kaum Yahudi yang sangat membahayakan itu diputuskan dengan cara yang mendatangkan keinsyafan bagi mereka, betapa besar akibat dan bahaya pergaulan mereka dengan kaum Yahudi itu. Berhubung dengan itu, maka dikala itu ALLAH menurunkan wahyuNya kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang berbunyi :

a075.png


sp1.gifDengarkan


afata th ma'uuna an yu/minuu lakum waqad k aa nafariiqun minhum yasma'uuna kal aa ma al l aa hi tsumma yu h arrifuunahu min ba'di m aa 'aqaluuhu wahum ya'lamuun a


75. Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?[65].


Keterangan Ayat :

[65] Yang dimaksud ialah nenek-moyang mereka yang menyimpan Taurat, lalu Taurat itu dirobah-robah mereka; di antaranya sifat-sifat Nabi Muhammad SAW yang tersebut dalam Taurat itu.
[color]


Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 75


Ayat ini dengan tegas memberikan peringatan kepada kaum Muslimin, yang seolah-olah IA menegur dengan keras; Apakah gunanya kaum Muslimin mengharap-harap selalu kepada kaum Yahudi, bahwa mereka itu supaya beriman dan mengikut agama Islam? Harapan kaum Muslimin yang sedemikian itu tidaklah akan ada gunanya sedikitpun. Karena segolongan daripada mereka, yaitu nenek moyang mereka dahulu, mendengar dan mengerti ayat-ayat ALLAH, kemudian mereka merobah-robah firman itu sesudah diakal-akali dan difikirkan terlebih dahulu menurut sekehendak mereka, padahal mereka itu mengetahui tentang perbuatan yang jelek itu. Kalau nenek moyang mereka sudah berbuat curang yang sedemikian curangnya, maka apalagi anak cucu mereka, tentu lebih jelek dan lebih jahat lagi, bukan? Oleh sebab itu, maka kaum Muslimin lebih baik dan lebih utama tidak usah mengharap-harapkan lagi akan keimanan mereka terhadap Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan agama Islam.


Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia bersumber dari :

alquran_indonesia.png


Baca juga post sebelumnya :


[color=green]Jika Anda Sebarkan Content ini di Facebook, Twitter, forum maupun Blog, Insya ALLAH amal jariah untuk Anda.

Walhamdulillahi Rabbil'alamin