Tuesday, February 21, 2012

Iman Hijrah dan Jihad : Musuh Islam dan Kaum Mukmin bertambah besar

Sekalipun kaum Yahudi di Madinah telah di ajak berdamai oleh Nabi Muhammad s.a.w. tetapi rupanya mereka tidak puas. Mereka sengaja hendak memperlihatkan permusuhan mereka kepada Islam dan kaum Muslimin, mereka senantiasa berdaya upaya hendak memadamkan atau membasmi cahaya Islam yang sedang bersinar-sinar menjalar di mana-mana. Dengan demikian nyatalah pada Nabi Muhammad s.a.w. bahwa Islam dan kaum Muslimin akan menghadapi musuh yang lebih besar dan lebih berbahaya dari pada yang sudah-sudah. Musuh-musuh Islam pada masa itu adalah terdiri dari dua golongan :

1. Kaum Yahudi,
2. Kaum Munafiq.

Kaum Yahudi memusuhi ''Islam'' karena dengki semata-mata. Sebabnya mereka khawatir dan takut kalau-kalau rahasia mereka terbongkar, kedoknya terbuka dan pengaruhnya jatuh serta tipu daya dan kepalsuan mereka dalam mengerjakan agama mereka akan tertampak.

Kaum Munafiq memusuhi ''Islam'' karena disebabkan oleh kesakitan hati mereka semata-mata. Adapun asal mula kaum Munafiq itu ialah orang-orang dari bangsa Arab di kota Madinah dari golongan Khazraj.

Waktu itu mereka di kepalai oleh seorang yang terkenal dan berpengaruh besar di antara golongannya, ialah Abdullah bin Ubayya bin Sulul.

Sebelum Nabi Muhammad s.a.w. berhijrah di Madinah, Abdullah itu adalah seorang yang berpengaruh besar dalam kalangan segenap penduduk kota Madinah. Sehingga seakan-akan hampir saja ia di angkat menjadi raja buat penduduk Madinah. Tetapi setelah Nabi Muhammad s.a.w. datang di Madinah, dengan sekonyong-konyong pengaruhnya merosot dan kedudukannya jatuh. Oleh sebab itu timbullah dalam diri Abdullah rasa sakit hati terhadap pimpinan Nabi Muhammad dan Islam. Ia cenderung berpihak pada kaum Yahudi. Akan tetapi, hendak melawan dengan terang-terangan dan berhadapan muka kepada Islam dan Nabi, ia tidaklah berani. Karenanya ia lalu berpura-pura mengikut Islam dan mencari jalan dan berdaya upaya hendak merusakkan dan memadamkan cahaya Islam. Jadi caranya memusuhi Islam adalah dari dalam. Musuh Islam yang begini inilah yang lebih berbahaya bagi Islam dan kaum Muslimin. Tetapi waktu itu mereka di awasi benar-benar oleh Nabi Muhammad s.a.w. dan kaum Muslimin, karena Nabi mengetahui dan mengerti bahwa mereka itu musuh Islam dan berpihak pada kaum Yahudi. Kendatipun sehari-hari mereka bergaul dengan kaum Muslimin, tetapi sebenarnya mereka itu lawan dan bukanlah kawan.

Adapun nama-nama ulama-ulama dan penganjur-penganjur kaum Yahudi yang memusuhi Islam waktu itu antara lain sebagai berikut :

Dari banu Nadhir : Huyayyi bin Akhthab, Akhwal bin Akhthab, Wajad bin Akhthab, Salam bin Masykam, Kinanah bin Rabi', 'Amr bin Jahsy, Rabi' bin Rabi', Ka'ab bin Asyraf, Hajjaj bin 'Amr dan Kardam bin Qais.

Dari banu Qainuqa : Zabid bin Lushait, Sa'ad Haif, Mahmud bin Sabhan, 'Aziz bin Abi 'Aziz, 'Abdullah bin Shaif, Suwaid bin 'Harts, Rifa'ah bin Qais, Asyba' bin Nu'man, Bahri bin 'Amr, Syasy bin 'Ady, Syasy bin Qais, Zaid bin Harts, Nu'man bin 'Amr, Ady bin Zaid, Mahmud bin Dilyah, Malik bin Shaif dan Hushain bin Salam.

Hushain bin Salam adalah seorang ulama Yahudi di kota Madinah waktu itu, beberapa bulan sesudah ia menerima seruan Nabi Muhammad s.a.w. ia menjadi pemeluk Islam. Sesudah masuk Islam, lalu namanya di ganti oleh Nabi dengan nama 'Abdullah bin Salam hingga kini. Di antara ulama Yahudi hanya ia sendirilah yang tunduk dan memeluk Islam. Adapun sebab-sebab ia masuk Islam kelak akan kami terangkan seperlunya.

Dari Banu Quraidlah : Zubair bin Batha, Azza bin Samual, Ka'ab bin Asad, Syahwil bin Zaid, Jabal bin Amr, Nahham bin Zaid, Qardam bin Ka'ab. Wahab bin Zaid, Usamah bin Habib, Rafi' bin Zamilah, Wahab bin Yahudza, Jabal bin Abi Qusyar.

Dari banu Tsala'bah : 'Abdullah bin Shuria, Mukhairiq dan Ibnu Shaluba.

Mukhairiq adalah seorang ulama Yahudi yang paling alim tentang kitab Taurat di daerah Hijaz, dan ia adalah seorang hartawan pula, di Madinah banyak kebun-kebun kepunyaannya. Ia telah mengetahui sifat-sifat dan nubuat-nubuat tentang diri Nabi Muhammad sebagaimana telah termaktub dalam kitab Taurat. Maka ketika Nabi beserta kaum Muslimin berangkat ke perang uhud, ia telah berkata kepada kaumnya bahwa kemenangan pasti jatuh di tangan Muhammad, dan ia berjanji kepada kaumnya bahwa apabila ia diserang oleh musuh dalam perang uhud itu, maka seluruh harta benda kepunyaanya akan di serahkan kepada Nabi, supaya harta benda itu di pergunakan oleh Nabi menurut sekehendak ALLAH. Demikianlah ketika ia itu bertempur dalam perang uhud, ia diserang oleh musuh sampai ia menemui ajalnya. Dan terjadilah bahwa seluruh harta benda kepunyaanya di ambil oleh Nabi dan kemudian di pergunakan untuk bersedekah di kota Madinah.

Adapun nama-nama penganjur-penganjurnya kaum Munafiqiin waktu itu adalah sebagai berikut :

Dari banu 'Auf : Abdullah bin Ubayya, Malik bin Abi Qauqal, Suwaid bin Dais, dan Rafi' bin Huraimilah.

Dari banu 'Amr : Zurri bin Harts.

Dari banu Habib : Jallas bin Suwaid dan Harts bin Suwaid.

Dari Banu Tsala'bah : Jariyah bin 'Amr, Zaid bin Jariyah, Mujammi' bin Jariyah.

Dari banu Dhabi'ah : Bajad bin 'Utsman, Nabtal bin Al-Harts, Abu Habibah bin 'Adzar, Tsa'labah bin Hathib, Mu'atab bin Qusyair, Harts bin Hathin, 'Ubbad bin Hanif, 'Amr bin Khadzam, 'Abdullah bin Nabtal.

Dari banu Umayyah : Wadi'ah bin Tsabit.

Dari banu Nabit : 'Amr bin Khalid, Aus bin Qaidli dan Murabba' bin Qaidli, Basyar bin Ubairaq, Qazman.

Dari bani 'Ubad : Khadzam bin Malik, Basyar bin Zaid, Rafi' bin Zaid.

Dari banu Jusyam : Jad bin Qais.

Dari banu Najjar : Rafi' bin Wadi'ah, Zaid bin 'Amr, 'Amr bin Qais dan Qais bin 'Amr.

Inilah di antara nama-nama musuh-musuh Islam dari kaum Yahudi dan kaum Munafiqiin pada masa itu. Para pembaca yang hendak mengetahui lebih lanjut tentang nama-nama musuh-musuh Islam dari kedua golongan tersebut, kami persilahkan membuka kitab Sirah Ibnu Hisyam jilid pertama.

Wa'llahu a'lam !

Reaksi:

1 comment:

Berkomentarlah dengan santun